The Rise Of Rim

The Rise Of Rim
Bab 9 - Ekspedisi hutan barat



"Kau akan mengikuti ekspedisi itu?!" Teriak borgeus.


Borgeus begitu bingung saat ini, baru satu hari Louis bekerja, sekarang, dia akan pergi untuk berburu serigala? Betapa terkejutnya ia saat mendengar itu.


"Benar, saya tertarik untuk berburu serigala," kata Louis.


Borgeus tidak tau harus mengatakan apa, dia terdiam sejenak berusaha memikirkan alasan kenapa Louis mau mengikuti ekspedisi yang berbahaya itu.


Tidak terpilih oleh raja thorin adalah suatu keberuntungan di dalam hidupnya, karena jika ia terpilih, dia harus berperang di timur.


Dia bingung kenapa Louis yang bisa hidup damai saat ini mau membuat hidupnya dalam bahaya. Apa itu karena uang? Orang memang tak bisa lepas dari hal itu.


"Itu tidak mudah lo, serigala itu cepat dan kuat," meski begitu, borgeus sedikit membujuk Louis untuk memikirkan tindakannya.


Memang, mereka kuat dan cepat, tapi Louis cukup percaya diri dengan fisik dan senjatanya, jadi dia tidak bisa mundur hanya karena itu.


"Saya tau, tapi saya juga tidak lemah," kata Louis.


Sebelumnya, ketika Louis sudah menyelesaikan tugasnya untuk menjaga toko, borgeus datang untuk menggantikannya.


Sebelum itu, Louis meminta material berupa besi untuk membuat senjata dan baju besi yang akan dia gunakan untuk berburu serigala.


"Yah, saya tidak berhak menghentikanmu, jika kau mau ikut, pastikan kau punya perlengkapan yang bagus," kata borgeus.


Borgeus tidak mau memikirkannya lagi, dia tidak peduli lagi pada pilihan Louis, jika itu keputusannya, dia hanya bisa mendukung.


'Padahal, saya baru saja menemukan pekerja yang berbakat,' pikir borgeus.


"Terimakasih," kata louis.


"Silahkan gunakan besi itu semaumu,"


"Saya akan melakukannya," Kata louis.


Louis berjalan ke arah peti penyimpanan yang berada di pojokan toko, ketika dia mencapainya, dia membuka peti itu untuk mengambil sebongkah besi.


Louis tersenyum tipis memikirkan apa yang harus dia buat menggunakan bongkahan besi itu, sebuah baju besi? Pedang dan tombak?


"Sistem, aktifkan craft." Kata Louis.


***


Hari untuk ekspedisi akhirnya dimulai, Louis berdiri di depan toko pandai besi dimana borgeus berdiri di sampingnya.


"Jangan mati ya," kata borgeus.


"Kata-kata juga bisa menjadi doa, jangan katakan itu, saya pasti akan kembali hidup-hidup," kata Louis.


"Ya, semoga saja,"


"Kalau begitu, saya akan berangkat," kata louis.


Louis berjalan menjauhi toko pandai besi borgeus untuk pergi ke tempat dimana ekspedisinya dimulai, gerbang barat kota oirat.


Dia dilengkapi dengan pelindung dada, lengan dan kaki, meski dia bisa membuat baju besi yang lengkap, jumlahnya materialnya akan sangat meningkat, Louis tidak mau menghabiskan besi itu untuk dirinya sendiri.


Untuk senjata, dia memiliki pedang yang disarung di pinggangnya, itu adalah longsword dengan panjang dan sedikit lebar.


Selang waktu bertambah, Louis akhirnya sampai di tempat tujuan, gerbang kota oirat bagian barat.


"Ramai sekali disini,"


Louis melihat kerumunan yang ada di gerbang itu, namun kerumunan itu kebanyakan diisi oleh pria-pria tua yang berumur sekitaran 30 an keatas.


Mereka memiliki baju besi di tubuhnya, menutupi tubuh mereka yang sedikit kurus. Untuk senjata, mereka membawa pedang, tombak dan busur.


Louis cukup bingung bagaimana mereka bisa membawa begitu banyak senjata dan baju besi, karena dia yakin, orang-orang yang mengikuti ekspedisi ini adalah orang-orang miskin yang ingin mendapatkan uang.


Mereka ahli dalam membunuh, karena keahlian itu berhubungan dengan kematian, resikonya begitu besar untuk diri mereka sendiri.


"Semuanya, dengarkan SAYA!"


Kerumunan yang ribut dihentikan oleh satu suara yang berdiri di atas tembok kayu, dia adalah rim yang besar dan memiliki baju besi lengkap dengan senjata tombak di tangan kanannya.


"Saya adalah pargia, pemimpin gerbang barat,"


Pemimpin gebang barat, seperti namanya, dia bertanggungjawab untuk menjaga gerbang barat oirat dari serangan asing.


"Saya akan membimbing kalian untuk ekspedisi hari ini,"


Dia berbicara dengan santai, namun suara yang keluar begitu keras hingga Louis yang berdiri di pojokan bisa mendengar suaranya.


"Di Utara dan barat, sekutu kita pompey dan roden akan memulai serangan dan kita juga tidak bisa diam, kita akan menyerang dari timur..." kata pargia.


Hutan barat dikatakan barat karena letaknya ada di arah barat kota oirat, untuk pompey, itu bisa menjadi hutan selatan, dan untuk roden, itu bisa menjadi hutan timur.


Karena letak hutan barat sebenernya berada di tengah-tengah tiga kota ini.


Taktik militer tidak berguna di hutan dimana lawan mereka adalah serigala yang dapat bergerak bebas dengan kecepatan yang tinggi.


"... Untuk itu, kita akan bergerak secara terpisah, kalian bisa bergerak sendiri atau berkelompok, tujuannya hanya satu, membunuh serigala,"


Louis berfikir mereka akan membuat serangan besar-besaran yang dilakukan oleh ribuan orang, kenapa mereka tidak melakukannya?


Bukankah dengan begitu, mereka bisa dengan cepat mengalahkan semua serigala?


Mungkin tidak sesederhana itu, Louis yang adalah pendatang baru tidak ingin mengomentarinya, karena dia tidak tau situasinya.


Mungkin saja karena mereka bertarung di hutan.


Atau masalahnya ada di antara para rim.


"Satu kepala serigala dihargai 30 koin perunggu, serigala alpha 20 koin perak, dan untuk raja serigala, mereka akan dihargai 100 koin perak!"


Mendengar kata-kata itu, para rim langsung bersemangat.


"Baiklah, saya tidak ingin berlama-lama, kita akan melakukan pendaftaran, ini akan berfungsi jika ada di antara kalian yang mati," kata pargia.


Kerumunan yang ramai mulai bergerak ke arah gerbang untuk melakukan pendaftaran.


Melihat begitu banyak rim berbaris ke arah gerbang, Louis juga segera masuk ke dalam barisan.


Namun, barisan mereka tidak rapi dan teratur, penjaga gerbang bahkan harus menjaganya tetap lurus tanpa keributan.


Segera, satu persatu rim yang sudah melakukan pendaftaran mulai bergerak melewati gerbang dan pergi ke arah hutan barat untuk memulai ekspedisinya.


Ini seperti game, dimana pemain berburu di hutan untuk menaikkan exp dan mendapatkan hadiah.


"Siapa namamu?" Tanya penjaga.


Giliran Louis akhirnya tiba, dia berdiri di hadapan penjaga yang duduk di kursi dengan meja di depannya.


"Louis," jawabnya.


"Louis? Nama yang asing," penjaga memang mengucapkannya, tapi dia tidak benar-benar peduli pada hal itu.


Segera, setelah Louis menyebutkan namanya, penjaga segera menulis di atas kertas yang menumpuk di atas meja dengan tinta hitam.


Di dalam kertas itu, penjaga menulis sebuah nama "Louis," dan angka yang tertulis "253,"


'Jadi saya di urutan, 253?' pikir Louis.


Pendaftaran ini berfungsi untuk menghitung rim yang mati pada ekspedisi ini. Rim yang selamat akan kembali dan mengumpulkan kembali kertas yang sudah ditulis penjaga.


Penjaga akan menghitung jumlah kertas yang dikumpulkan, disanalah mereka akan tau jumlah korban yang tewas di hutan barat.


Ngomong-ngomong, para rim itu buta huruf dan angka, yang bisa membaca hanya terbatas di antara para bangsawan, itupun tidak semuanya.


Jadi, bagaimana penjaga ini bisa menulis huruf dan angka? Bahkan menulis namanya dengan huruf yang tepat.


'Ah! Saya tidak punya waktu memikirkannya,'


Pada akhirnya, dia mengabaikan hal itu.


Ketika penjaga selesai menulis, dia memberikan kertas itu ke Louis.


"Serigala itu kuat, kusarankan kau bergabung dengan kelompok," kata penjaga.


"Terimakasih," kata louis.


Ketika Louis mengambil kertas itu, dia berjalan melewati gerbang kayu, itu lebar dan tinggi, louis bahkan perlu 5 langkah untuk mencapai bagian luar.


5 langkah dia hentakkan di atas salju, ketika dia melewati gerbang, kini dia bisa melihat bagian luar dari peradaban rim.


Sebuah hutan yang luas terbentang dari kejauhan yang memukau dengan banyak pohon-pohon besar yang ditumpuk dengan salju di atasnya.


Matahari yang menerangi hari membuat semuanya nampak jelas, dia melihat burung, hewan dan batu-batuan.


"Ini sangat alami, tidak ada manusia yang merusak lingkungan ini,"


Dia merasakan perbedaan ketika dia mengunjungi hutan di bumi, perasaan yang dia rasakan saat ini adalah perasaan alami yang terbentuk karena alam.


"Sepertinya, tidak ada kelompok yang bisa kudatangi," ucap Louis.


Dia melihat banyak rim mulai membentuk kelompok, hanya beberapa dari mereka yang sendirian.


Melihat para rim menjauhi Louis, mereka tidak tertarik dengan rim muda yang tidak bisa bertarung dan hanya menjadi beban, setidaknya itulah yang mereka pikirkan mengenainya.


Kenapa tidak? Hanya bermodalkan pedang dan baju besi yang tidak lengkap, selain itu tubuhnya tidak kekar.


"Sendirian mungkin tidak buruk, saya pasti bisa." Kata Louis.


To be continued...