The Rise Of Rim

The Rise Of Rim
Bab 10 - Serigala abu-abu



*ROARRR!!*


Cakar yang besar merobek batang pohon menjadi dua, aura yang besar mengotak-atik udara di sekitarnya, serigala abu-abu dengan mata merah menyala dan tinggi seukuran orang dewasa sedang memancarkan taringnya.


Dua? Empat? Jumlah mereka tak lebih dari lima, bersembunyi di antara pepohonan dan tumpukan salju.


Louis yang berada di tengah-tengah mereka menghela nafas lelah, dengan pedang di tangannya dan baju besi yang hampir terkoyak.


Serigala abu-abu mengintai dari kegelapan, melihat Louis sebagai mangsa.


Salah satu dari mereka menerkam ke depan ke arah Louis, Louis reflek menghindar ke belakang mendorong tubuhnya dengan hentakan kakinya.


*BRUKK!!*


Serigala yang gagal menerkam menghancurkan batang pohon di depannya dengan mudah.


'Fisiknya sangat kuat,' pikir Louis.


*Grrr...* Serigala memperlihatkan giginya yang tajam, menatap Louis dengan mata yang tajam dan bersiap untuk memulai serangan kapan saja.


Louis yang melihat itu mempersiapkan pedangnya, dengan teknik perlindungan, dia memegang pedang lebih dekat ke dadanya.


Kedua tangannya menggenggam erat pedang tersebut.


*ROARRR!!*


Sekali lagi serigala itu menerkam, melompat jauh dari tempatnya untuk menyerang Louis.


*SRINGG!!* Cakar serigala yang mengarah ke Louis dihentikan oleh pedang yang dipegang oleh kedua tangannya.


Tangan serigala yang satunya menyerang dari samping.


Louis mundur selangkah dan menghindari serangan itu, segera, dia mempersiapkan pedangnya seperti tusukan.


"Mati!" Dengan teriakan itu, dia mengarahkan pedangnya ke depan.


*SRINGG!!*


Pedang mengarah tepat ke dada serigala yang akhirnya menembus tubuhnya.


*ROARRR!!*


Darah memercik keluar dan serigala menjerit kesakitan. Louis menarik pedangnya dan membiarkan serigala itu mundur dengan rasa sakit di dadanya.


Pada akhirnya, serigala itu tidak bisa menahan sakit dan jatuh ke tanah.


"Satu sudah mati," ucap Louis.


Louis tidak berhenti dan masih menggenggam pedangnya dengan erat, karena dia tau ini belum berakhir.


Kelompok serigala yang bersembunyi dan mengintai memberikan pancaran aura yang menakutkan dan amarah yang membara.


***


Beberapa waktu kemudian, kelompok serigala yang menyerang Louis habis dibantai olehnya.


Dia berdiri di antara mayat-mayat serigala yang berserekan di tempat itu.


Tubuhnya penuh dengan luka dan wajahnya menunjukkan ekspresi lelah seperti orang yang baru berlari mengelilingi lapangan.


"Ini sulit," ucap Louis.


Pada pertarungan tadi, dia menyadari betapa kurangnya dirinya, hal yang bisa dia lakukan hanyalah mengayunkan pedang, bukan tekniknya.


"Lain kali, saya harus belajar menggunakan pedang," ucapnya.


[Level meningkat]


"Eh? Jadi levelku benar-benar meningkat setelah membunuh monster,"


[Anda membunuh 5 serigala].


[Level meningkat 1-3]


[Lv.3].


"Level tiga? Tidak buruk,"


[Fungsi baru terbuka].


"Apa ini?"


Sebuah fungsi baru, artinya itu sama dengan craft, tapi memiliki fungsi yang berbeda, louis menjadi penasaran.


"Buka fungsi barunya," kata Louis.


Segera, sistem berubah menjadi kepingan-kepingan kecil dan membentuk rangkaian panel baru.


[1. Craft].


[2. Evolusi].


[3. ....].


"Evolusi? Fungsinya bisa ditebak dari namanya, mari melihat deskripsinya,"


[Evolusi].


[Dapat merubah bentuk fisik, aura dan kekuatan dari penggunanya, tergantung dari rasnya].


"Jadi setiap ras memiliki evolusi? Lalu jalur evolusi apa yang dimiliki rim? Tidak mungkin manusia bukan,"


Segera, deskripsi baru terbentuk di samping.


[Ada beberapa tingkatan evolusi rim].


[Decraith I].


[Bentuk fisik tidak berubah, namun kekuatannya meningkat dan auranya yang menakutkan hampir seperti naga es].


Melihat adanya teks "naga es," jalur evolusinya mungkin adalah naga es, tapi decrait I hanyalah tingkatan awal, jadi masih belum jelas apakah itu benar.


"Bagaimana dengan tingkatan dua?"


[Informasi Decraith II terkunci, anda harus mencapai decraith I untuk membukanya].


"Decraith I? Sekarang bagaimana caranya mendapatkan evolusi ini?"


[Anda harus memiliki 100 poin untuk membuka evolusi pertama].


[Namun, fungsi poin terbuka di level 4, anda harus meningkatkan level anda].


Dia harus membunuh banyak serigala untuk mencapai level 4, artinya dia harus melanjutkan ekspedisinya.


Segera, dia menutup sistem dan hendak bergerak ke depan, namun sesuatu menghentikannya yang berada tak jauh dari tempatnya.


Di depan, sejauh beberapa meter di antara pepohonan, serigala yang datang, mengintai Louis dan memberikan pancaran aura menyeramkan yang membuat lawannya takut hingga bergetar.


Namun Louis tetap di tempat dengan ekspresi tenang di wajahnya mempersiapkan pedang besinya untuk pertarungan selanjutnya.


"Untuk melangkah lebih maju, ini akan sulit," ucapnya.


Levelnya yang meningkat tak hanya mempengaruhi tingkatannya, namun meningkatkan tubuhnya dengan kecepatan dan fisik yang bertambah seperti angka.


Sekarang dia tidak berfikir untuk menunggu serigala datang menghampirinya, namun dialah yang akan menghampiri mereka.


Dengan postur tubuh yang sedikit membungkuk, dia menghentakkan kakinya ke depan dan melesat dengan cepat.


Serigala yang mengintai merespon hal itu sebagai ancaman, mereka mengeluarkan taringnya dan keluar dari pepohonan.


*GRRR... ROARRR!!*


Louis melihat dan pedangnya diayunkan ke depan.


*SRINGG!!*


Segera, kepala serigala di depannya langsung terbelah menjadi dua.


Dilanjutkan dengan serigala di sampingnya, Louis mengayunkan pedangnya ke samping dan dengan cepat menebas serigala itu.


Serigala-serigala yang tersisa mundur selangkah.


Mereka dengan cepat menilai situasi dan membentuk formasi, kecerdasan yang tinggi inilah yang membuat mereka sulit dihadapi.


Serigala-serigala itu berlari mengelilingi Louis tidak memberinya kesempatan untuk membuka celah.


Mereka berputar seperti baling-baling dengan Louis di tengahnya seperti kurungan yang tidak akan membuatnya keluar.


Louis terkejut dengan formasi mereka, namun dia dengan cepat berfikir sembari mempertahankan tubuhnya dari cakar serigala yang kadang diayunkan kearahnya.


Matanya yang kaku segera menjadi tajam dengan situasi sulit di depannya, dia berusaha melihat celah dimana dia bisa menghancurkan formasi serigala.


'Mereka hanya serigala, tak sepintar manusia,' pikir Louis.


Ketika dia berusaha mencari celah, serigala-serigala yang berlari memutarinya mulai mengecilkan area dan mendekatkan diri ke arah Louis.


Selain itu, cakar-cakar yang tajam pada tangan mereka diayunkan ke Louis yang membuatnya terluka di beberapa bagian tubuhnya.


Luka sayatan itu mungkin kecil, namun itu lebih dari satu yang bisa membuat lawan kelelahan dan akhirnya jatuh ke tanah.


Louis yang terus bertahan, terus bersabar dan mencari celah.


'Ah, disana!'


Louis dengan cepat berlari ke arah celah yang kosong dan keluar dari lingkaran maut itu.


Serigala yang kehilangan mangsa di tengahnya mulai mencari Louis.


Louis yang dengan cepat keluar segera menusuk serigala yang hendak menerkamnya.


*SRING!!!*


Serigala-serigala itu akhirnya menemukan Louis, mereka tau Louis sedang menahan sakit, jadi mereka dengan cepat menyerangnya.


Namun Louis berbeda dari rim pada umumnya, fisiknya lebih kuat dan pergerakannya lebih gesit.


Ketika pedangnya masih menempel di tubuh serigala yang barusan dia bunuh, dia menendang serigala yang hendak menerkamnya.


Louis mencabut pedangnya, dan pertarungan akhirnya dimulai.


Dua serigala melompat ke arahnya, Louis mengayunkan pedangnya dari samping memotong kepala mereka sekaligus.


*SRING!!*


Satu lagi datang dari bawah dan menggigit kakinya.


"Ugh!" Louis hampir jatuh, namun tubuhnya dengan cepat bangkit dan menusuk kepala serigala yang menggigit kakinya dengan pedang.


Namun itu belum berakhir, empat serigala sekaligus menyerangnya dari berbagai arah, Louis dengan cepat menusuk satu di depan.


Dua di samping dan tiga di bawahnya.


Namun, serigala yang keempat menggigit tangan kanannya ketika dia hendak mengayunkannya.


Beberapa serigala yang lain memanfaatkan situasi itu dan menggigit beberapa bagian pada tubuh Louis, seperti kaki, paha dan leher.


Namun Louis bisa menahan semua itu dan membunuh mereka semua dengan pedang di tangan kanannya.


*SRINGG!!*


Serigala-serigala yang lain terlempar dengan fisik Louis yang kuat.


Yang lain ditusuk, ditendang dan dibunuh layaknya boneka.


Louis benar-benar terlihat seperti seorang berserker yang bertarung dengan ganas dan brutal.


*SRINGG!!*


Selain itu, fisiknya yang kuat menahan segala jenis serangan dari berbagai arah dan membalas mereka dengan lebih kejam.


Serigala-serigala itu dengan jumlah yang banyak tak henti-hentinya menyerang Louis, namun Louis menyerang mereka seperti boneka.


Hanya dari ayunan pedangnya, dia membelah kepala serigala, hanya dari tendangan dan lemparan tangannya, serigala terbang ke atas dan jatuh ke tanah.


Serigala-serigala itu benar-benar dibantai oleh Louis.


*ROARR!!!*


Suara serigala yang begitu unik dan keras terdengar entah dari mana dan serigala menyerang dengan lebih ganas dan brutal.


Louis merespon dengan cepat dan menjadi lebih brutal.


Seluruh tubuhnya benar-benar dipenuhi luka akibat cakar serigala dan gigi mereka, selain itu, tubuhnya dilumuri darah, entah itu darahnya atau darah serigala, yang pasti, mereka bercampur di tubuh Louis yang membuatnya sulit dibedakan.


Terutama wajahnya, penuh dengan darah yang kadang membuat matanya tak bisa melihat.


Namun, pertarungan terus berlanjut dan Louis terus bertahan dengan gigih.


To be continued...