
*!!!!!*
Suara terompet terdengar dari kejauhan, Louis dan edgurt yang duduk di atas batu dengan api unggun di depan terkejut seketika.
Mereka melihat ke arah suara, begitu juga dengan banyaknya rim di sekitar mereka.
"Apa yang terjadi?" Tanya Louis.
"Itu adalah terompet yang mengharuskan kita untuk berkumpul," jawab edgurt.
Tak ada media komunikasi lain selain terompet di zaman ini, suaranya bermacam-macam, dan semua suara itu memiliki artinya tersendiri.
Setelah suara terompet itu terdengar, banyak rim mulai berjalan ke arah suara untuk mencari tau apa yang terjadi.
"Kita juga harus berkumpul," kata Edgurt.
"Kau benar, ayo," kata Louis.
Setelah itu, mereka berjalan ke arah suara bersama rim yang lainnya.
Beberapa saat kemudian, mereka tiba di tempat yang luas tanpa adanya pohon, Louis memperhatikan banyak rim yang berkumpul di tempat itu.
Jumlahnya melebihi 1.000 orang, ini pertama kalinya Louis melihat banyak rim berkumpul di satu tempat.
Di tengah-tengah 1.000 orang itu, ada sebuah batu besar dimana tiga orang berdiri di atasnya.
Semua mata tertuju pada tiga orang di atas batu besar itu.
Disana juga ada ertul, edgurt bilang bahwa dia adalah perwakilan dari kota roden.
Lalu di samping ertul ada pargia, dia pasti perwakilan dari kota oirat. Dan untuk yang berdiri di tengah, edgurt bilang namanya adalah "Ethan nevilla," perwakilan dari kota pompey.
Ethan terlihat sedikit lebih muda dari ertul dan pargia, tapi dia memiliki tubuh yang besar dan mungkin lebih kuat dari mereka berdua.
Tiga perwakilan berdiri di antara rim yang lainnya, perkumpulan ini diadakan pasti untuk memberikan arahan pada ekspedisi selanjutnya.
"Teman-temanku!" Yang berbicara adalah Ethan.
"Sudah lama kita hidup di bawah bayang-bayang para serigala, takut bahwa mereka yang semakin kuat akan membakar kota kita!" Ethan berusaha berbicara sekeras mungkin.
Meski serigala sudah dikalahkan seribu tahun lalu, bukannya melemah, populasi dan kekuatan mereka justru bertambah.
"Lebih dari seribu tahun lalu, pahlawan kita Cardios mengalahkan mereka dan membuat pijakan untuk peradaban rim kita!"
Bukankah Cardios merebut tanah yang menjadi hak para serigala?
"Tanah ini ditakdirkan dan dijanjikan oleh dewa kita, Hector!!" Teriak Ethan.
Tanah yang ditakdirkan, mereka hanya mengarang kata-kata untuk membuatnya terlihat nyata.
"Sekarang, para serigala ingin mengambilnya lagi dari kita, kalau begitu, apa yang harus kita lakukan?!" Teriak Ethan.
"BUNUH!!" Para rim yang berkumpul di tempat ini berteriak dengan keras.
"Itulah yang harus kita lakukan dari dulu, bunuh mereka! Hancurkan mereka! Tanpa menyisakan satu ekor pun!"
"YEAHH!!" Semua rim terlihat bersemangat.
"Para serigala itu bodoh, hal yang bisa mereka lakukan adalah membunuh, kita hanya perlu melemahkan mereka, lalu menyerang sarang raja dan membunuh raja serigala!" Teriak Ethan.
Mungkin terdengar seperti rencana yang bagus? Tapi bukankah itu sembrono? Masih ada serigala alpha yang setara raja, yah, louis tidak tau detail rencananya, jadi dia menarik kembali pikirannya.
"Untuk itu, kami memerlukan kekuatan dan kerjasama yang kalian miliki!" Kata Ethan.
Kekuatan dan kerjasama? Itu adalah penggunaan kata yang tepat.
"Besok pagi! Kita akan memulai ekspedisi, tujuannya adalah sarang raja serigala, apa kalian siap?!" Teriak Ethan.
"YEAHH!!" Para rim bersemangat.
"Untuk membunuh para serigala!!"
"YEAHH!!"
***
Pesta yang meriah diadakan sebelum ekspedisi.
Di sore hari, para rim yang berkumpul mengadakan pesta, mereka akan memakan apapun yang tersedia, seperti minuman keras dan daging yang melimpah.
Para rim terlihat gembira, tapi kenapa mereka tidak mengadakan pesta di malam hari?
Itu karena badai salju, dingin dan berangin, bukan pilihan yang bagus untuk mengadakan pesta di malam hari.
"Ethan benar-benar bersemangat," kata edgurt di samping Louis.
Mereka saat ini juga mengikuti pesta yang berlangsung disana.
"Apa kau mengenalnya?"
"Dia adalah sepupuku," jawab edgurt.
"Hmm, kau punya banyak kenalan disini,"
"Itu karena aku juga bangsawan,"
"Apa itu sulit untukmu? Kau terlihat lelah," tanya Louis.
"Kehidupan sosial para bangsawan itu sulit, kami harus bersikap sopan setiap waktu,"
"Hmm, aku mengerti itu, tapi apa yang harus kukatakan? Aku terlahir sebagai bangsawan, kita tidak bisa mengubah takdir yang sudah ditentukan dewa, bahkan cardios,"
"Yeah, apa yang kau katakan itu juga benar."
Orang-orang sering membayangkan kehidupan bangsawan, seperti apa mereka menjalani hidup? Apa yang mereka makan setiap hari? Dan apa yang mereka lakukan?
Di bumi, Louis sering membaca novel-novel tentang kehidupan bangsawan, kebanyakan bergenre fantasi dan romance.
Mereka selalu berakhir dengan ending yang bahagia, beberapa juga buruk.
"Ini sudah hampir malam," kata Louis.
"Mari tidur, pesta ini akan berenti dengan sendirinya."
Rim punya jam tidur yang lebih awal, ketika hari mulai gelap, mereka diharuskan untuk pergi ke kasur dan menutup mata.
Edgurt membuka kayu yang menutupi parit dan masuk ke dalam. Inilah yang digunakan para rim untuk tidur di luar.
Mereka diharuskan membangun parit, karena tenda tidak akan bertahan di badai salju, mereka akan beterbangan seperti kertas.
Setelah edgurt, Louis juga masuk ke dalam parit untuk tidur.
Setelah itu, pesta mulai berenti dengan sendirinya, para rim mulai masuk ke dalam parit satu-persatu ketika angin mulai kencang menghanguskan api unggun.
Selang waktu bertambah, di malam hari yang gelap, pesta sudah selesai dan tidak ada satupun rim yang berada di permukaan, karena semuanya berada di parit untuk tidur.
Semuanya sunyi tanpa adanya suara.
Tidak ada cahaya, namun semuanya nampak gelap di mata.
Namun di antara pepohonan, mata-mata merah yang menyala mengintai dalam gelap.
Kaki-kaki mereka yang panjang tidak bersuara, mulut mereka yang lebar menutup.
Serigala datang.
Depric berdiri di kejauhan menatap parit-parit yang rim bangun untuk tidur.
Serigala alpha yang sudah tua itu menatap tajam dengan aura yang mulai keluar.
"Mereka tidak punya penjaga ataupun pengintai, apa mereka yakin bahwa kita tidak akan menyerang?"
Serigala alpha yang berada di sampingnya berbicara.
"Kita akan segera mengusir mereka," kata depric.
"Lalu apa rencananya?"
"Sesuai dengan arahan raja, setelah kita mengepung mereka, bunuh mereka di dalam paritnya," kata depric.
Ini adalah serangan malam, serigala jarang melakukan strategi ini pada musuh, karena mereka lebih suka berburu di siang hari.
Bukan berarti mereka tidak bisa melihat di malam hari, penglihatan mereka sangat tajam dan dapat mendeteksi musuh di sekitar dengan hidung dan telinga.
Meski hidung mereka sedikit melemah di malam hari karena badai, mereka tetap yang terbaik dalam hal melacak musuh.
Dengan bermodalkan hidung, mereka dapat mendeteksi mana rekan dan musuh.
Serigala memanfaatkan keunggulan mereka dengan baik, di antara salju dan pohon, mereka bersembunyi, merangkak dan mencari posisi yang tepat.
Kaki mereka yang berjalan berusaha untuk tidak bersuara, meski suaranya akan samar karena badai, mereka tetap harus waspada.
Ada banyak gerombolan serigala di sana, masing-masing memiliki tugasnya, namun tugas utama mereka saat ini adalah mengepung rim.
"Sepertinya teman-teman kita sudah mengepung para rim," kata serigala alpha di samping depric.
"Kau benar, tapi sebentar lagi,"
Mereka tidak bisa bertindak sembrono, jika ada kesalahan, mereka harus siap menanggung kegagalan.
Meski sudah diposisi masing-masing, depric menunggu para serigala untuk tenang dan bersiap, mereka harus fokus pada misi mereka.
"Depric?" Serigala alpha di sampingnya mendesak.
"Sudah siap? Maka mari kita mulai," kata depric.
*RAORRR!!!* Depric mengaum seperti serigala yang memberikan aba-aba.
Segera, gerombolan serigala bergegas ke depan dan menuju ke setiap parit yang ada di tempat itu.
*RAORRR!!*
Mereka mengaum untuk meningkatkan semangat, ketika mereka mencapai parit, mereka membukanya dengan mulut yang kuat.
Beberapa lagi menginjaknya, sisanya menunggu di belakang.
*BUKK!!* Parit-parit mulai dihancurkan, para serigala segera masuk dan membunuh para rim yang tanpa persiapan.
"ARGG!! Apa yang terjadi?!" Para rim berteriak kesakitan, terkejut dengan serigala yang tiba-tiba muncul di tempatnya.
Di tempat lain, para rim yang berada di parit juga mengalami hal yang sama.
Ini adalah pembantaian.
To be continued...