
Kota oirat adalah kota yang berada di bawah kekuasaan Thorin. Di Utara kota ini ada sungai yang panjang melintasi 3 kota, di bagian selatannya ada hutan misterius tempat Louis muncul di dunia ini, sedangkan di timur, ada ras buas yang selalu memusuhi para rim, yaitu orc salju.
Selain letaknya yang berbahaya, ternyata kota oirat menjadi salah satu kota penghasil kulit sapi iblis terbaik. (Itu adalah monster yang pernah dibunuh Louis di hutan misterius).
Mereka banyak berkeliaran di hutan itu dan para pemburu dari kota ini sering kali memburu mereka demi mendapatkan uang. Mereka menjual kulit, tanduk dan daging mereka.
Beberapa saat kemudian, setelah Louis masuk ke kota ini, ia hanya bisa melihat jalanan yang sepi dan terlihat suram.
Ia cukup terkejut, namun ia segera mengingat informasi yang ia dapat di otaknya. Baru-baru ini, orc salju di timur semakin mengganas dan menyerang desa-desa pinggiran rim. Raja thorin yang mengetahui itu memobilisasi pasukannya untuk berperang, ia juga merekrut pria muda, dewasa hingga tua di kota ini untuk dijadikan pasukan.
'Tak heran kota ini terlihat sepi, kebanyakan hanya ada wanita muda, tua dan pria cacat.'
Kota yang terlihat sepi itu bagaikan kota hantu tanpa penduduk. Selain itu, wajah mereka yang ada di sini tidak terlihat bahagia, mungkin karena perang yang terjadi di timur.
"Tuan, kau tidak apa-apa?" Ketika Louis berjalan cukup jauh ke dalam desa, seseorang memanggilnya dari belakang.
Louis berbalik untuk melihat, disana ia melihat seorang wanita muda berambut merah kehitaman, ia memiliki mata besar hitam dengan pipi manis dan pakaian lusuh yang sederhana.
Mata wanita itu melebar ketika ia memandangi Louis, nampaknya ia terkejut dengan Louis yang tidak memakai pakaian atas.
"Apa kau baru saja dirampok tuan?"
Louis berfikir sejenak sebelum ia menjawab, kemudian ia tersenyum tipis dan mengatakan "Itu benar, saya baru saja dirampok,"
"Benarkah? Itu sangat buruk, apakah anda memerlukan bantuan? Mungkin saya bisa membantu anda."
Wanita muda yang cantik ini sangat baik, ia mau membantu seseorang yang bahkan tidak pernah ia temui sebelumnya, apa itu tidak terlihat mencurigakan? Ia hanya berusaha membantu.
Louis tidak bisa menolak hal itu, faktanya ia benar-benar dalam keadaan yang buruk saat ini. Ia tidak memiliki rencana, tempat tinggal, makanan dan bahkan uang. Memasuki kota ini hanya satu-satunya pilihan yang ia punya.
Lebih dari itu, ia benar-benar tidak punya rencana. Louis segera menjawab wanita itu, "Nona, kau sangat baik, aku sungguh berterimakasih kasih. Sejujurnya saya memang memerlukan bantuan saat ini,"
"Sudah sewajarnya menolong orang yang dalam kesulitan, saya juga berharap dapat membantu,"
Louis mengangguk dan tersenyum, "Terimakasih, tapi saya yakin bisa mengatasi ini sendirian, saya hanya ingin bertanya, apakah anda tau dimana saya bisa menemukan pandai besi?"
Pandai besi adalah sesuatu yang bisa ia pikirkan saat ini dengan kemampuan craft yang ia miliki.
"Pandai besi? Kupikir... Anda harus berjalan lurus ke depan, lalu belok ke kanan dan setelah menemukan toko bunga, anda bisa belok ke kiri dan lurus saja, maka anda akan menemukan pandai besi terbaik di kota ini,"
"Penjelasan yang bagus dan mudah dimengerti, saya sangat berterimakasih,"
"Justru saya senang bisa membantu, kuharap anda baik-baik saja, dan semoga para bandit yang merampok anda diberi hukuman oleh dewa hector,"
"Saya akan selalu berdoa pada dewa hector seperti yang anda katakan,"
Mendengar itu, wanita muda itu tertawa kecil dan berusaha menutupi tawanya dengan tangan. Louis segera melanjutkan kata-katanya.
"Sekali lagi saya sungguh berterimakasih, jarang sekali orang baik yang mau membantu orang asing, jika berkenan apakah saya bisa mengetahui nama nona muda ini? Namaku adalah Louis,"
"Louis, itu nama yang keren, namaku adalah Ashley,"
"Ashley, saya akan mengingat nama itu."
Beberapa saat kemudian, setelah Louis berjalan sesuai arahan dari ashley, ia tiba di pandai besi terbaik di kota itu. Disana ia menemukan sebuah toko senjata dan baju besi.
Tanpa pikir panjang, Louis masuk ke dalam toko itu.
Ia membuka pintu, berjalan ke area tengah dan menemui seorang pria berotot di meja resepsionis. Louis memandangi pria itu.
Pria itu memiliki lengan yang besar dengan kepala tanpa rambut dan memakai pakaian tipis yang terlihat terbuka. Pria berotot itu memandangi Louis sesampainya dia di depannya.
"Nak? Kau tidak terlihat baik, apakah kau baik-baik saja?" Tanya pria itu.
Awalnya pria itu cukup terkejut karena Louis yang hanya memakai celana pendek. Namun segera, ketenangannya kembali dan ia memandangi Louis dengan normal.
Louis terdiam sejenak sebelum ia menjawab, "Saya baik-baik saja, terimakasih telah bertanya. Saya disini untuk mencari pekerjaan, apakah paman ini mempunyai pekerjaan untukku?"
"Pekerjaan? Sepertinya saya punya, tapi saya tidak yakin apakah kau mampu mengatasinya,"
"Tubuhku memang terlihat biasa, namun saya bisa membuat senjata apapun dengan kualitas terbaik,"
"Kualitas terbaik?! Benarkah?"
"Tentu saja, bagaimana jika anda memberikan saya kesempatan untuk mencoba, anda bisa menilainya sendiri,"
"Nak, melihat penampilanmu, sepertinya kau punya hari yang buruk. Aku tidak punya waktu untuk bercanda, beberapa hari ini, bisnisku mengalami penurunan dan aku harus bekerja sangat keras,"
"Dalam bisnis, itu adalah hal yang wajar, kadang akan naik juga turun. Hal yang harus dilakukan untuk mengatasinya adalah dengan terus meningkatkan kualitas dan menciptakan ide-ide kreatif yang bisa bersaing dengan musuh bisnis anda,"
"Sepertinya kau seorang pedagang. Memang benar bisnisku mengalami penurunan dan salah satu faktornya adalah karena tokoku kekurangan tenaga kerja, dimana hanya akulah yang bekerja,"
"Aku mengerti, sebagai rim kita punya banyak keperluan dan urusan yang tidak bisa ditinggalkan. Baik itu keluarga ataupun pekerjaan, semua itu penting. Karena anda mengerjakannya sendiri, anda lebih banyak menghabiskan waktu di dalam pekerjaan, karena itulah anda memerlukan pekerja,"
Pria berotot itu berfikir sejenak sebelum memutuskan. Ia memerlukan tenaga kerja namun enggan untuk menerima Louis. Tentu saja, siapa yang mau menerima pria sepertinya?
Saat ini, Louis sangat muda, mungkin umurnya sekitar 19 tahun dan tak seperti yang lain, tubuhnya tidak terlatih dan terlihat sangat kurus, pantas saja ia enggan, ia berfikir louis lemah.
Tapi Louis tidak ingin melewatkan kesempatan ini, ia punya skill craft dan ia ingin membuktikannya.
"Tuan, bagaimana jika begini, izinkan saya untuk mencoba membuat satu senjata, anda akan menilainya dari situ. Jika menurut anda senjatanya tidak sesuai standar anda, maka anda bisa menolak saya,"
"Baiklah, jika itu berkualitas tinggi seperti yang kau katakan, aku akan menerimamu,"
Pria ini sangat tidak punya hati, ia benar-benar tidak ingin bisnisnya menurun hanya karenanya, tapi louis bisa mengerti hal itu.
"Terimakasih tuan, namaku adalah Louis,"
"Louis? Nama yang bagus, aku adalah Borgeus."
"Kalau begitu tuan borgeus, dimana saya bisa mencobanya?"
To be continued...