The Rise Of Rim

The Rise Of Rim
Bab 17 - Bangsawan roden



"Apa kalian dari gelombang pertama?"


Seorang pria tiba-tiba memanggil mereka dari belakang.


Louis dan edgurt yang kaget segera membalikkan tubuh mereka.


"I-iya, kami dari gelombang pertama," kata Louis.


"Saya bersyukur kalian bisa selamat, kekuatan kalian akan sangat dibutuhkan," ucap pria itu.


Ketika Louis memandangi pria itu, dia adalah seorang pria tua dengan rambut putih, wajah berkerut dan mata yang lesu.


Jangan memandangi wajahnya, tubuhnya dilapisi baju besi yang mewah, jadi dia pasti bangsawan.


"Saya Ertul mores dari roden," kata pria itu.


Jadi dia bangsawan kota roden? Pantas saja terlihat asing.


"Saya edgurt burnley dari pompey,"


"Louis dari oirat,"


"Ah! Anda bangsawan burnley? Kau pasti putra si kasar itu, melihatmu sudah sebesar ini membuatku teringat masa lalu," kata ertul.


"Anda mengenal ayahku?" Tanya Edgurt.


"Tentu saja, dia adalah sahabatku, kami pernah menjadi rekan dalam perang melawan invasi Noryn,"


"Saya sangat senang bisa bertemu dengan sahabat ayahku, itu membuatku lebih percaya diri pada ekspedisi ini,"


"Haha, oh ya, ngomong-ngomong, aku ingat kau punya adik laki-laki, dimana dia?"


Edgurt terdiam mendengar itu, dia ingin mengatakan yang sejujurnya, namun enggan sesaat.


"Adikku... Dia menghilang di hutan ini saat kami dikejar oleh serigala," kata edgurt sedih.


"Apa?! Dia menghilang?"


"Itu benar,"


"Kalau begitu kita harus segera mencarinya!" Teriak ertul.


"Kami sudah berkeliling ke seluruh hutan, namun tidak menemukan apapun,"


"Cukup sulit untuk mengatakan dia tidak mati, lebih baik kita berdoa pada dewa Hector untuk keselamatan adikmu," kata ertul.


"Saya melakukannya setiap jam," jawab edgurt.


"Tenang saja, setelah kita memulai gelombang kedua, kita akan pergi ke sarang raja serigala, kudengar disana ada banyak tahanan rim, semoga adikmu juga termasuk,"


"Saya harap begitu,"


Berharap adalah salah satu kekuatan rim, edgurt sangat ingin menyelamatkan adiknya, kepercayaan yang kuat mulai muncul di hatinya untuk mengikuti ekspedisi ini.


Andaikan para rim menang, apakah para serigala akan dibantai? Louis memikirkan apa yang dikatakan depric saat itu.


Namun rim juga bisa mengalami kekalahan, serigala alpha sudah sulit dihadapi, bagaimana dengan raja serigala?


Namun itu dalam pandangannya, sejauh ini, dia tidak pernah melihat prajurit rim bertarung dengan aura mereka, jadi dia tidak bisa memutuskan sejauh mana rim akan melangkah.


"Kalian pasti lelah setelah ekspedisi yang panjang, ayo ikut aku, ada banyak makanan disini," kata ertul.


Segera, ertul berjalan ke depan, diikuti oleh edgurt dan Louis di belakangnya.


Ketika mereka berjalan lebih jauh lagi, Louis melihat seisi perkumpulan ini, dia tidak bisa mengatakan itu tenda, dia juga tidak bisa mengatakan ini sebuah benteng sederhana.


Tidak ada tenda-tenda untuk menghangatkan diri, untuk tidur, mereka membangun parit di sekitar pohon untuk melindungi diri dari badai salju di malam hari.


Kedua, ini bukan benteng sederhana, ketika seorang raja memulai ekspedisi, mereka akan membangun benteng sebagai titik kumpul untuk seluruh pasukannya.


Biasanya titik kumpul itu dilengkapi dengan tembok-tembok kayu yang ditebang dari pohon sekitar, meski kecil dan pendek, lalu membangun parit di sekitar tembok untuk pertahanan luar.


Kenapa mereka tidak membangunnya? Meski bukan tembok kayu, pagar berduri mungkin cukup, apakah mereka terlalu malas untuk membangunnya? Atau tidak terpikirkan.


Louis berfikir bahkan sebelum para rim menyerang, dia khawatir dengan pertahanan di sekitar perkumpulan tiga koalisi ini.


Penjaga? Pengintai? Bahkan tidak cukup, serigala mampu memobilisasi pasukan dengan lebih cepat, apalagi mereka punya alpha yang dapat memerintah dan berfikir.


"Baiklah, kita sudah sampai, ayo duduk," kata ertul.


Dia mempersilahkan kami duduk di bawah pohon, disana ada api unggun dan batu-batu di sekitarnya untuk pengganti kursi.


Edgurt dan Louis duduk di atas batu dan menghangatkan diri di depan api unggun, mereka merentangkan tangannya dan melakukannya dalam waktu lama menunggu ertul mengambil makanan.


Ertul memberikan mereka sebuah daging yang baru dimasak, Louis tidak tau itu daging apa, teksturnya terlihat seperti daging sapi, tapi dia tidak tau rasanya.


Melihat edgurt di sampingnya melahap daging itu, Louis juga tak punya pilihan lain selain melakukannya.


Dia melahap daging itu, Louis merasakan rasa yang asing di mulutnya, tentu itu rasa daging, tapi rasanya tidak seperti daging sapi, domba ataupun ayam.


Daging ini lebih lembut dan terasa kuat di mulutnya.


"Itu adalah daging rusa biru,"


"Rusa biru? Kudengar itu mahal," kata edgurt.


"Hmm... Apa itu mahal untukmu?" Tanya ertul.


Edgurt langsung tersenyum malu, bagi bangsawan seperti dirinya, memakan daging yang mahal adalah kesehariannya.


Berbeda dengan rakyat biasa, mereka hanya memakan daging sapi iblis yang teksturnya tidak lembut.


"Ngomong-ngomong, tuan Louis, namamu tidak terdengar seperti orang-orang oirat, apa kau dari luar?"


'Lagi-lagi tentang namaku aku sudah muak!' pikir Louis.


"Ya, aku tidak berasal dari oirat,"


"Kau pasti tentara bayaran, melihatmu menjadi tentara bayaran di usia semuda itu adalah hal yang langka, aku yakin kau sangat kuat,"


"Hahaha, aku tidak sekuat itu tuan ertul," kata Louis dengan senyum tipis.


"Louis adalah tentara bayaran yang kuat, baru-baru ini dia membantai gerombolan serigala sendirian,"


"Apa! Benarkah?" Tanya ertul.


Membantai serigala sendirian mungkin sangat sulit dipercaya, apalagi usia Louis yang muda menjadikannya lebih sulit.


"Saya hanya beruntung bisa melakukannya,"


"Kau adalah talenta yang hebat, aku mengharapkanmu pada ekspedisi ini, mohon kerjasama nya tuan Louis," kata ertul.


Louis tidak mengharapkan ertul untuk menjadi sangat sopan bahkan pada rakyat biasa, bukankah bangsawan itu terkenal kejam dan dingin?


"Aku akan melakukan yang terbaik," kata Louis.


Mungkin, tidak semua bangsawan itu sombong, beberapa dari mereka memiliki rasa empati dan kemanusiaan.


"Ngomong-ngomong, aku harus pergi untuk menghadiri rapat, kalian bisa tunggu disini," kata ertul.


Edgurt dan Louis mengangguk. Setelah itu, ertul pergi meninggalkan mereka berdua, melewati banyak rim yang berkeliaran di sepanjang jalan.


Kini hanya tersisa edgurt dan Louis, duduk di sekitar api unggun dengan daging di tangan mereka.


"Tuan ertul sangat baik bukan?" Edgurt memulai topik.


"Tentu, dia berbeda dari bangsawan lain, kau juga edgurt,"


"Bangsawan itu adalah rim, tapi karena kelas mereka lebih tinggi, sering kali mereka menganggap bahwa mereka lebih baik dari rakyat biasa, bahkan sampai menyombongkan diri, tapi aku yakin tidak semua bangsawan seperti itu," kata edgurt.


"Aku tidak pernah bertemu dengan bangsawan yang sombong seperti yang kau katakan, bahkan kau dan ertul adalah bangsawan pertama yang kulihat,"


"Kalau begitu pandanganmu tentang bangsawan bisa lebih baik dari kebanyakan rim,"


Pandangan terhadap bangsawan? Di bumi, ada juga orang-orang yang terlahir sebagai anak orang kaya yang sifat mereka mungkin seperti seorang bangsawan di dunia ini.


"Ngomong-ngomong, kapan terakhir kali kau menyadari bahwa kau lupa ingatan?" Tanya Edgurt.


"Itu di hutan selatan,"


"Apa?! Hutan yang terkenal karena monster dan badainya yang mengerikan, kau pernah kesana?" Terkejut edgurt.


"Waktu itu aku berbaring dan tidak tau apa-apa, saat aku berjalan, kota oirat adalah kota pertama yang ku kunjungi,"


"Bersyukurlah bahwa itu kota oirat, mereka adalah kota yang memiliki sikap baik terhadap orang asing, seperti dhoren,"


"Ya, mereka ramah pada orang asing, apa kota lain tidak seperti itu?"


"Tidak, kota-kota yang bisa menerima orang asing sangat sedikit, tapi pompey kami juga bisa menerima orang asing, tapi tidak sebaik oirat,"


Oirat adalah kota yang ramah, Louis bersyukur kota itu adalah kota pertamanya, bagaimana jika itu kota lain?


Jangankan empati, dengan tubuh tanpa pakaian pada saat itu, mereka akan mengira Louis sebagai budak.


To be continued...