
"Pertarungan? Kau salah paham, aku tidak punya hobi membunuh orang yang baru kulihat," kata serigala itu.
"Jadi kau akan membiarkan kami pergi?" Tanya edgurt.
Edgurt terlihat gugup dan gemetaran, dia ketakutan dan pikirannya penuh dengan banyak cara untuk melarikan diri.
"Kenapa kau ingin pergi secepat itu?" Kata serigala itu.
Louis tau bahwa serigala itu sedang mengolok-oloknya, tapi kata-katanya benar-benar berbobot, aura yang dipancarkan serigala alpha sangat kuat.
Hewan-hewan kecil di sekitarnya menjauh dengan alami, Louis yang berdiri di sana juga merasakan pancaran aura yang menakutkan.
'Hanya dari auranya, kekuatannya sudah sekuat ini, bisakah saya menang?' pikir Louis.
Tidak ada yang tau, tapi di permukaan, pemenang sudah terlihat.
"Pedang ini adalah milik kerabatku, tentunya tidak masalah bagiku untuk menyimpannya,"
"Pemilik pedang itu dibunuh oleh rajaku, dalam budaya kami, pemenang mendapatkan semua nya dari pihak yang kalah,"
Budaya yang mengerikan, jadi madsudmu, semua hal termasuk istri dan anak-anakmu? Itu bisa menjadi pukulan yang hebat untuk mental bagi yang kalah.
"Para rim, kalian memasuki wilayah kami dan membunuh teman-temanku, tidakkah itu lebih dari cukup?" Kata serigala alpha itu.
'Aku tidak bisa untuk tidak mengakuinya, faktanya kami memang membunuh para serigala di hutan ini,' pikir louis.
"Jika kami tidak melakukan ini, kalian mungkin menyerang kota-kota rim," ucap Louis.
"Hmm... Mungkin saja,"
Dengan bulunya yang lebat dan ekor yang panjang seperti rubah, serigala itu perlahan melangkahkan kakinya ke depan.
Louis dan edgurt yang terkejut mundur selangkah sambil mempersiapkan senjata mereka masing-masing.
"Jangan khawatir, kau yang membawa pedang, siapa namamu?" Tanya serigala itu.
Louis adalah yang dimaksud serigala itu, karena dia membawa pedang di pinggangnya, serigala langsung menyebutnya seperti itu.
"Louis,"
"Hmm... Nama itu sangat asing, kau pasti tidak berasal dari ini,"
Apa yang dimaksud dengan tidak berasal dari sini? Entah kapan dimulainya, Louis selalu merasa bahwa namanya selalu dibicarakan setiap kali dia memperkenalkan diri.
Apa yang salah dengan nama Louis? Apa mungkin karena bukan berasal dari sini, apa rim selatan memiliki nama khasnya sendiri?
"Lalu kenapa dengan itu?" Tanya Louis.
"Tidak ada. Lalu, aku akan memperkenalkan diri, namaku depric,"
Depric adalah nama serigala itu, Louis terkejut mengetahui bahwa serigala juga bisa punya nama.
Namun, dari pada memikirkan itu, Louis lebih memikirkan pedang yang dibeli ashley yang berada di tangan mayat ayahnya.
Louis ingin membawanya dan memberikannya kepada Ashley, tapi serigala alpha ini pasti akan mengganggunya.
"Jadi... Tuan depric, karena saya ingin mengambil pedang ini, saya tidak bisa meletakkannya kembali," kata Louis.
Louis mengambil pedang itu dari genggaman erat mayat tersebut, ketika pedang itu ada pada tangannya, Louis menatap serigala dengan senyum di wajahnya.
"Bisa kusebut kau sebagai pencuri," kata serigala alpha.
'Saya tidak ingin berseteru dengannya, tapi sudah terlambat,'
Aura serigala yang awalnya hanya berputar-putar kini keluar dengan dahsyat dan menghempaskan tanah dan pohon di sekitar serigala alpha itu.
Serigala alpha itu memancarkan taringnya dan bersiap untuk bertarung.
"Semua hal yang ada di sini adalah milik rajaku!"
Pada akhir katanya, serigala alpha itu berlari kencang kearah Louis dan edgurt yang terkejut.
"Menghindar!" Teriak Louis sambil mendorong tubuh edgurt ke samping.
Ketika mereka berhasil menghindari serigala alpha, serigala alpha yang melewati mereka menghancurkan pohon-pohon di depannya dengan mudah lalu berbalik seakan-akan tidak terjadi apa-apa.
Sekali lagi mereka berhadapan pada jarak yang jauh.
Louis menarik pedang di pinggangnya dan begitu juga dengan edgurt.
*BUZZ!!*
Ketika Louis hendak menyerang balik, serigala alpha itu sudah ada di depannya.
'Cepat sekali!' pikir Louis.
Serigala alpha itu mengayunkan cakarnya ke arah Louis, Louis yang terkejut secara reflek menggunakan pedangnya untuk menahan cakar serigala itu.
*TZING!!*
Selanjutnya, pertarungan yang terjadi semakin sengit antara Louis dan serigala alpha.
Mereka saling menebas, Louis dengan pedang dan serigala alpha dengan cakar dan giginya.
*SRINGG!!*
Edgurt yang berada di pojokan hanya bisa terkejut melihat betapa hebatnya pertarungan mereka.
"Kau lumayan, tapi..." kata serigala alpha.
Setelah mengatakan itu, serigala alpha melangkah mundur dan memulai pose siap seolah-olah bersiap untuk serangan hebat.
"Aku, adalah depric!"
Aura yang keluar semakin dahsyat dan luar biasa, serigala abu-abu menghancurkan pijakannya, matanya berubah merah dan menyala dengan terang.
Serigala itu terlihat gila, kendali pada tubuhnya segera lepas dan ia mengamuk sesuka hati.
Dengan kekuatan itu, pertarungan terjadi lagi.
Serigala alpha melangkah maju dan menyerang Louis.
*SRINGG!!*
Cakarnya yang kuat sekarang lebih sakit seperti racun, Louis beberapa kali terkena cakarnya di lengan, bahu dan lehernya.
Lalu taringnya sangat tajam, lebar mulutnya menjadi lebih besar, jika dia memakan Louis saat ini, hanya satu bukaan mulut mungkin membuat Louis kehilangan hampir separuh tubuhnya.
Selain itu, bulu-bulunya menjadi lebih kasar, berduri dan keras, serigala alpha ini menjadi mirip seperti landak.
'Saya tidak bisa menahannya,' pikir louis.
Beberapa kali Louis terdorong ke pojokan saat berhadapan dengan serigala alpha, dia berusaha menahan dan mendominasi, tapi serigala alpha menjadi diluar batas kemampuannya.
*TSINGG!!*
Ketika Louis terus berhadapan dengan serigala alpha, cakar serigala mampu membelah pedang Louis menjadi dua ketika louis hendak menahan serangan.
Louis terkejut.
"Apa sudah berakhir?" Tanya serigala alpha.
Namun, bahkan tanpa pedang, pertarungan mereka berlanjut, Louis mengandalkan tangannya untuk memukul dan lebih banyak menghindar.
'Ini buruk, haruskah saya menggunakan Decraith?' pikir Louis.
Hutan yang awalnya dipenuhi pohon-pohon sekarang hanya menyisakan tanah yang dipenuhi salju. Ketika mayat-mayat para rim berserekan, mereka beterbangan seperti tanah karena pertarungan itu.
Namun sekarang, pertarungan yang sebenernya baru dimulai.
Louis melangkah mundur dari pertarungan dan menjauhi serigala alpha.
"Kau mengaku kalah? Ayolah, ini pertarungan tanpa adanya trik-trik curang dan murahan, inilah yang kunantikan!" Kata serigala alpha itu.
Tapi tidak seperti yang dia pikirkan, Louis tidak mengaku kalah.
"Sistem, aktifkan Decraith I!"
[Decraith I diaktifkan!].
Aura biru yang kuat meledak di tubuhnya, aura itu berputar-putar dengan ganas seperti badai salju.
Louis sekali lagi merasakan sensasi yang meluap-luap di tubuhnya.
Kepalan tangannya penuh dengan kekuatan dan kakinya terasa ringan.
Selain itu, stats nya juga bertambah drastis.
"Ini baru dimulai," kata Louis.
Ketika serigala alpha melihat itu, dia terkejut sesaat, pikirannya penuh dengan banyak hal.
'Entah kenapa aku merasa pernah merasakan aura itu,' pikir serigala alpha.
Berdiri disana, Louis dengan cepat melesat ke depan dan memukul serigala alpha dengan tangan kirinya.
*BUKK!!*
Pukulan itu sangat keras hingga membuat serigala alpha terdorong ke belakang.
Serigala alpha yang kesakitan hanya diam sesaat tanpa menyadari Louis yang bergerak ke arahnya.
Untuk pukulan selanjutnya, Louis melepas pedang di tangannya kanannya dan menggunakan tangan kanan untuk memberikan pukulan.
*BUKK!!*
Dia memukul ke arah dada serigala yang membuat serigala itu memuntahkan darah.
Pukulan selanjutnya terus diarahkan ke serigala alpha, mulai dari dada, kepala dan bahunya.
Serigala alpha kini terdesak, tidak bisa menahan kekuatan Louis yang tiba-tiba bertambah kuat.
To be continued...