
"Benar-benar kekuatan yang hebat, aku tidak pernah menyangka seorang rim dapat mengeluarkan kekuatan sebesar itu," ucap serigala alpha.
Serigala alpha memikirkannya kembali ketika pertarungan mereka masih berlanjut.
Kekuatan yang dipancarkan rim yang ada di depannya saat ini sangat familiar untuknya.
Dengan aura biru dan gerakan yang cepat seperti angin, serigala alpha mengingat masa lalunya yang kelam di lautan kesengsaraan.
Penuh rasa lapar dan rasa sakit, dia bersama kawanan serigala lainnya hanya bisa berjalan tanpa adanya makanan.
Salju yang dingin membekukan mereka, rasa lapar yang hebat membuat mereka gila dan saling membunuh.
Saat itu adalah masa-masa kelam dari serigala utara yang terkenal ganas.
Hal itu disebabkan karena seorang rim.
Depric, adalah salah satu serigala utara yang tertua, hidupnya lebih dari ribuan tahun, ia mengingat masa kecilnya ketika ia bermain di hutan bersama serigala lainnya.
Namun, bencana datang dari selatan, invasi Rim, pendatang dari selatan yang terusir karena para naga.
Para serigala yang mendiami bagian selatan pedalaman utara harus dikalahkan oleh para rim yang datang dari selatan.
Akibatnya, populasi mereka mengecil dan berpencar ke berbagai wilayah pedalaman utara.
Hutan barat adalah salah satu kawanan yang tersisa dari invasi Rim pada saat itu.
Kekalahan serigala utara sebenarnya disebabkan oleh seorang rim yang memimpin perang itu.
Rim itu bernama "Cardios," kepala suku rim dan rim yang terkuat.
Depric sekarang mengingat betul dimana dia merasakan perasaan familiar itu. Saat pertarungan antara rim dan serigala utara, saat itu ia masih kecil.
Cardios melawan para serigala di garis depan, dia memancarkan aura biru yang membunuh seluruh kawanan serigala.
Bentuknya seperti naga, ukurannya besar, dia dapat bergerak cepat dan pukulannya dapat menghembuskan 10 serigala sekaligus.
Karena dirinya, para serigala harus kalah.
"Aku mengingatnya sekarang, kau pasti adalah keturunannya!" Teriak depric.
Ketika pertarungan mereka mengalami jeda sesaat, mereka saling memandang tanpa memikirkan luka-luka yang ada pada tubuh mereka.
Louis dipenuhi darah di sekujur tubuhnya, memandangi depric dengan tatapan tajam.
"Apa madsudmu dengan keturunan?" Tanya Louis.
"Kau pasti punya darah Cardios dalam tubuhmu, pantas saja aku merasa tidak asing dengan aura biru itu," jawab depric.
'Cardios, siapa itu?' pikir Louis.
"Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan?" Tanya Louis.
"Aku tidak peduli bahkan jika kau mengerti, tapi rajaku pasti akan senang mendengar kabar ini," ucap depric.
Aura dalam diri depric memudar dan masuk ke dalam tubuhnya, dia melangkah mundur dan menjauhi Louis.
"Apa yang kau lakukan? Ini belum berakhir,"
"Ini memang belum berakhir, tapi cukup untuk sekarang," kata depric.
Sikap depric yang menghentikan pertarungan membuat louis bingung, dia yakin depric masih punya tenaga untuk melawannya.
"Kau menyerah dan lari?" Tanya Louis dengan senyum nakal di wajahnya.
"Rajaku sangat dendam pada Cardios, jika kau adalah keturunannya, dia sangat ingin membunuhmu," kata Louis.
Raja serigala? Cardios? Apa yang dikatakan depric benar-benar membuat Louis bingung.
Tapi dia mengenal Cardios, dalam informasi yang ia dapat, Cardios adalah kepala suku yang mempersatukan suku-suku rim di bawahnya.
Di bawah kepemimpinannya, rim menjadi kekuatan yang besar sampai para naga mengalahkan mereka dan mengusir mereka ke pedalaman utara.
Hanya itu yang ia tau, selain detail-detail kecilnya, tidak ada satupun informasi tentang perang, jumlah prajurit dan populasi pada saat itu.
"Dari tadi aku tidak mengerti apa yang kau katakan. Cukup sampai disitu, mari akhiri ini!" Teriak Louis.
Penggunaan Decraith I hampir mencapai batas, jika Decraith nya hilang di tengah-tengah pertarungan, dia akan menjadi orang yang mati saat itu juga.
Untuk itu, dia harus mengakhirinya secepat mungkin.
Dengan teriakan itu, Louis dengan cepat melesat dan mengarahkan pukulannya ke arah serigala alpha.
Serigala alpha tetap diam menatap Louis dengan tajam.
*BUZZ!!*
Tiba-tiba, ledakan aura yang hebat muncul dan mendorong Louis ke belakang.
Louis terpental oleh ledakan aura yang membuatnya menabrak 2 pohon sekaligus.
*BAKK!!*
Louis jatuh ke tanah, pohon-pohon yang ia tabrak tumbang satu demi satu.
"Apa kau tidak apa-apa, Louis?!" Edgurt datang dan membantunya berdiri.
"A-apa yang terjadi?" Tanya Louis sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
Ketika ia melihat dengan jelas, ledakan aura itu datang dari serigala alpha yang barusan ia lawan.
"Bersenang-senangnya cukup sampai disini. Rajaku sangat ingin membunuhmu, tapi dia lebih suka menyiksa mangsanya terlebih dahulu, untuk itu, kembalilah ketika kau cukup kuat untuk bertahan," kata depric.
"C-cukup kuat untuk bertahan?" Tanya Louis.
Dengan ledakan aura itu, berakhirlah pertarungan mereka, depric yang mendorong Louis dengan auranya berbalik dan berlari meninggalkan Louis dan edgurt yang duduk di tanah.
Louis hanya bisa terdiam melihatnya pergi, ketika dia melihat ke bawah, dia melihat luka di perut dan dadanya yang disebabkan ledakan aura itu.
Baju besinya hancur, dada dan perutnya terluka dan membekas seperti luka bakar, jika bukan karena baju besi dari sistem dan Decraith I nya, dia yakin dia sudah mati saat ini.
"Ugh! Uhugg!" Louis memuntahkan darah, sepertinya dia juga mengalami luka dalam.
"Kau terluka parah, berbaringlah," kata edgurt.
Louis berbaring di atas salju dan menatap langit yang biru sambil merenungkan pertarungannya barusan.
"Sepertinya saya masih sangat lemah," kata Louis.
Edgurt yang mendengar itu memikirkan sesuatu, dia ingin mengatakan isi hatinya, namun enggan sesaat.
"Kau tidak lemah Louis, kekuatanmu barusan sangat mirip dengannya," kata edgurt.
"Mirip dengannya, apa yang kau madsud adalah Cardios?"
"Ya, siapa lagi?"
"Apa kau mengenalnya?" Tanya Louis.
"Ya. Ketika aku masih kecil, guruku banyak membicarakan tentang kisah kepahlawanan Cardios dan bagaimana dia membangun tanah untuk kita, apalagi tentang kekuatannya yang melegenda, Decraith yang mirip dengan naga,"
Ketika edgurt menyebut Decraith, Louis langsung terkejut.
"Kau tau apa itu Decraith?!"
"Aku tidak banyak tau tentang itu, guruku bilang kekuatan itu diberikan oleh raja naga es kepada Cardios, jadi hanya dialah yang memiliki kekuatan Decraith," jawab edgurt.
"Jadi karena itu depric mengatakan aku mirip dengannya?" Tanya Louis.
"Itulah yang ingin kutanyakan, kenapa kau punya Decraith?" Tanya Edgurt.
Wajah edgurt berubah serius, tatapannya tajam dan memandangi Louis tanpa rasa takut, sikapnya saat ini sangat berbeda dari sebelumnya.
Louis saat ini sedang bingung bagaimana caranya untuk menjelaskan asal usul kekuatan Decraithnya, tidak mungkin dia bilang karena sistem.
Edgurt tidak akan mempercayainya.
"Kau benar-benar tidak berasal dari dhoren kan?" Tanya Edgurt.
"Apa madsudmu?" Louis terkejut.
"Dhoren adalah salah satu kota yang terkenal karena toleransinya terhadap orang asing, kau yang berasal dari sana tentu mengetahuinya, namun kau malah mengakui kata-kataku," kata edgurt.
Louis terdiam, pertarungan sudah selesai, namun pertarungan selanjutnya datang lagi.
"Namamu juga terdengar asing, katakan tuan louis, kau berasal dari mana?" Tanya Edgurt.
Louis benar-benar tertangkap saat ini, dia tidak tau kapan rim dengan nama edgurt ini mengawasinya, dia lengah, atau, dia benar-benar bodoh untuk tau seseorang yang mengawasinya selama ini.
"Bahkan jika saya mengatakannya, kau tidak akan mempercayainya," kata louis.
Giliran edgurt yang terdiam, memikirkan langkah selanjutnya, dia berfikir sambil menatap Louis.
"Sebenernya, tak apa-apa bila kau tidak mengatakannya, toh, itu juga bukan urusanku," kata edgurt.
Edgurt mengambil sesuatu di dalam tas yang ia dapat dari mayat-mayat rim yang tergeletak di atas salju.
Disana dia mengambil seikat perban lalu mengarahkan perban itu pada tubuh Louis.
"Untuk sekarang, kau harus menutup lukamu sebelum kau kehabisan darah." kata edgurt.
To be continued...