The Rise Of Rim

The Rise Of Rim
Bab 7 - Bekerja sebagai pandai besi



Pandai besi Borgeus. Terletak di pinggiran kota dekat sungai. Pencipta dari toko itu adalah Borgeus, seorang pria 40 tahunan yang menghidupi keluarganya yang kecil.


Memiliki istri dan satu anak perempuan. Setiap pagi, ia dibangunkan istrinya, lalu mandi dan sarapan. Setelah itu ia berangkat untuk bekerja dari pagi hingga malam tanpa henti.


Kehidupannya tak jauh berbeda dari penduduk biasa. Ia memiliki keluarga yang harmonis, lengkap dan bahagia dengan keuangan yang baik lalu pekerjaan yang tetap.


Namun dibalik itu semua, ia memiliki beban yang cukup besar. Bekerja sendiri kadang membuatnya lelah hingga ia berfikir untuk merekrut pekerja yang bisa bekerja dibawahnya.


Louis adalah kandidat pertamanya. Saat ini ia berada di suatu ruangan yang penuh dengan berbagai macam benda-benda aneh yang tergeletak di mana-mana.


Baju besi, senjata rusak, material hingga kotoran tikus. Di ujung ruangan itu, terlihat sebuah tungku besar dengan api yang menyala besar berkobar-kobar tanpa henti.


Di depannya, meja besar seukuran meja makan tergeletak berbagai macam peralatan menempa, seperti palu, sarung tangan dan lain-lain.


Itu adalah ruangan yang cocok untuk menempa kecuali kebersihan di dalamnya, ruangan itu sangat bau, Louis bahkan menutup hidungnya sesaat setelah ia masuk, sampai akhirnya, ia terbiasa dengan bau busuk itu.


"Ruangan yang kotor, tapi tidak apa-apa, aku tidak akan lama di tempat ini sampai aku mendapatkan uang dan terbiasa dengan kehidupan seorang rim. Sekarang, dimana materialnya?"


Menoleh ke belakang, ia berdiri di depan meja, di belakangnya, terlihat beberapa peti penyimpanan yang menyimpan berbagai macam material yang berguna.


"Borgeus bilang kalau material di dalam peti itu adalah material sisa, jadi aku bisa menggunakannya dengan bebas."


Louis berbalik dan berjalan ke arah peti-peti penyimpanan. Sampai di sana, ia membuka satu peti yang penuh dengan berbagai besi.


Sekarang, Louis berfikir menggunakan besi itu untuk membuat pedang yang berkualitas. Saat Borgeus sibuk menjaga toko, ia harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin.


"Sistem, Aktifkan craft!"


[Craft diaktifkan].


Sistem menyala. Seperti biasa, sistem memberikan layar kosong transparan, itu tidak berbeda dari sebelumnya.


Sesaat sebelum craft diaktifkan, Louis sudah memikirkan pedang yang ingin dia buat agar bisa mengejutkan Borgeus. Sebenernya, apapun bentuk pedangnya, itu akan berkualitas dan lebih kuat dari yang asli.


Jadi Louis akan membuat pedang sederhana namun kuat.


Sistem menggambarkan pedang yang ingin dibuat Louis. Itu memiliki gagang kayu dan bilah pedang yang panjang dengan ukuran yang lumayan besar, itu terlihat seperti pedang barat.


[Bahan yang dibutuhkan]


[Kayu: 10]


[Besi: 30]


"Bagus. Tapi bukankah ini sangat singkat, kurasa aku harus menunggu beberapa waktu disini sebelum memperlihatkan pedangnya pada Borgeus."


Louis menatap ke layar sistem dimana sistem menggambarkan pedang tersebut.


Longsword atau pedang panjang adalah pedang yang digunakan ksatria eropa abad pertengahan. Pedang ini kerap dibawa di medan perang dan menjadi salah satu pedang yang terkenal karena melambangkan seorang ksatria.


Berbeda dengan pedang katana jepang yang sedikit melengkung, longsword lurus ke depan dan bilahnya sedikit lebar, juga memiliki ukuran yang besar hingga yang menggunakannya harus benar-benar memiliki fisik yang kuat.


Sambil memperhatikan pedang tersebut, Louis mengumpulkan seluruh bahan yang dibutuhkan untuk membuat pedang itu. Dia mencari semua bahan di ruangan itu, tidak sulit karena ruangan itu penuh dengan material yang melimpah.


Setelah beberapa waktu kemudian, dia akhirnya mengumpulkan semua bahan di atas meja pandai besi, 10 kayu dan 30 besi, semuanya lengkap, Louis hanya tinggal memasukkannya ke dalam sistem.


"Ini sangat mudah sekali." Kata Louis.


Ia memasukkan satu kayu dan satu besi secara bersamaan ke dalam layar sistem.


[Kayu: 1/10]


[Besi: 1/30]


Jumlahnya benar-benar bertambah, Louis harus menaruh 9 kayu dan 29 besi sisanya untuk melengkapi semua bagiannya.


Setelah itu, Louis memasukkan semua kayu dan besi ke dalam layar sistem. Satu persatu dia tumpuk hingga memenuhi layar, namun layar sistem segera menelannya dengan pelan.


[Kayu: 8/10]


[Besi: 25/30]


Jumlahnya terus bertambah seiring waktu.


[Kayu: 10/10]


[Besi: 30/30]


Pada akhirnya, jumlahnya terisi dengan penuh dan sistem segera memulai pembuatan pedang panjang yang digambarkan Louis.


[Craft dimulai!].


***


"Akhirnya seperti yang kubayangkan,"


Louis menarik longsword itu dari layar sistem, pertama dia memegang gagangnya yang terbuat dari kayu dan menarik pedang itu hingga ke permukaan.


Pedang akhirnya ditarik dan memperlihatkan bentuknya, itu memang persis seperti longsword di abad pertengahan, hanya saja, longsword ini terbuat dari besi.


Karena longsword biasanya dibuat dengan baja yang membuatnya tetap utuh dan kuat, tapi pedang yang berada di tangan Louis saat ini hampir setara dengan longsword yang asli.


"Bagaimana jika memperlihatkannya sekarang?"


***


Setelah beberapa waktu kemudian, Louis akhirnya keluar dari ruangan pandai besi dan berhadapan dengan borgeus di meja resepsionis.


Borgeus menatap Louis yang keluar dengan senyuman percaya diri di mulutnya.


"Sepertinya kau bersemangat," kata borgeus.


"Tentu saja, kau akan terkejut melihat pedang yang kuciptakan," kata Louis.


Dengan pedang di tangan Louis, dia menaruhnya di atas meja resepsionis yang dapat dilihat oleh borgeus secara keseluruhan.


Borgeus nampak terkejut di awal, mungkin karena desainnya yang rapi seolah-olah dibuat sangat lama.


"Apa ini, kau benar-benar menyelesaikannya dalam waktu yang singkat?" Tanya borgeus dengan ekspresi terkejut.


Bukan desainnya ataupun memeriksa pedang itu terlebih dahulu, borgeus malah menanyakan waktu yang dibutuhkan Louis untuk membuatnya.


Biasanya, sebuah pedang tidak dibuat dalam waktu singkat, perlu waktu yang lama dan ketelitian yang tinggi bahkan untuk membuat satu biji.


Namun, Louis membuat pedang itu dalam waktu singkat. Mungkin saja ada pedang yang dibuat dalam waktu singkat, tapi kualitas dan desainnya tidak akan sebaik yang dibuat Louis di atas meja resepsionis.


"Anda harus memeriksa pedang ini dan memberikan penilaian untuknya," kata Louis mengalihkan pembicaraan.


Borgeus mau tak mau memegang pedang tersebut, dia menarik gagangnya dan melihat bilahnya lebih dekat. Mau berapakalipun dia melihatnya, itu adalah pedang dengan kualitas yang normal.


Namun itu hanya nampak di permukaan, kekuatan pedang itu lebih baik dari pedang besi manapun, tapi borgeus tidak akan bisa melihat itu karena dia bisa menilai pedang hanya dari bilahnya.


Karena itu, sebelum dia mencoba kekuatannya, dia mengira pedang itu tak jauh berbeda dengan pedang besi manapun. Hal yang membuatnya terkejut adalah waktu yang dibutuhkan Louis untuk membuatnya.


"Kau sangat berbakat, kuakui itu, tapi bagaimana kau membuatnya dalam waktu singkat?"


Nah, inilah masalahnya, tapi Louis tidak bisa menyembunyikan fakta dalam waktu yang lama, karena itu, dia akan menambahkan sedikit kebohongan.


"Ini sihir, saya mampu menggunakan itu," kata Louis yang membuat borgeus di depannya terkejut seketika.


"Apa! Sihir?!" Teriak borgeus.


"Shhh.. tolong diamlah tuan borgeus," kata Louis pelan.


Sihir, itu nyata di dunia ini, tapi penggunanya sungguh sedikit, hanya sedikit dari populasi makhluk hidup yang bisa menggunakannya, tidak termasuk monster dan hewan buas.


Bagi seorang rim, sihir itu sangat jarang, bahkan sangat langka, mereka yang bisa menggunakan sihir di antara rim terbatas hanya pada kaum bangsawan dan raja.


Karena itu, borgeus sangat terkejut, saat ini, ia mengira rim di depannya adalah seorang bangsawan.


"A-apa anda seorang bangsawan?" Tanya borgeus.


"Kau bisa menyebutnya seperti itu,"


"Apa yang dilakukan seorang bangsawan di pandai besiku?"


"Apa kau tidak mendengarku? Saya ingin bekerja disini,"


"T-tapi, anda seorang bangsawan, anda bisa melakukan banyak hal, kenapa anda ingin bekerja dibawahku?"


Sepertinya, para rim punya ketakutan tersendiri kepada kaum bangsawan, pantas saja mereka mematuhi raja Thorin untuk berperang melawan Orc salju, mungkin mereka takut, jika mereka menolaknya, mereka-lah yang akan mati.


Louis tersenyum tipis, dia bisa memanfaatkan status barunya.


"Itu tidak penting, yang pasti, saya ingin bekerja dan mendapatkan uang. Bagaimana, tuan borgeus, apa anda menerima saya?"


"Apa yang anda katakan?! Tentu saja saya akan menerima anda, anda bisa mulai bekerja hari ini juga,"


"Jangan sungkan untuk menyuruhku,"


"B-baik," kata borgeus.


To be continued...