The Rise Of Rim

The Rise Of Rim
Bab 3 - Kapak kayu



[Craft diaktifkan]


"Sistem, aku ingin membuat beberapa peralatan, apakah ketahanannya akan sama dengan yang asli?"


[Objek yang dihasilkan dari skill craft memiliki kekuatan dan ketahanan yang kuat, selama anda memiliki bahannya, skill craft akan membuat objek yang mirip dengan yang aslinya, bahkan juga lebih].


Skill craft mampu membuat objek yang berkualitas, memiliki ketahanan dan kekuatan yang lebih tinggi dari aslinya, selama seseorang mempunyai bahan-bahannya, apapun bisa dibuat.


Louis berfikir bahwa ranting kayu yang rapuh bisa membuat alat-alat yang dia inginkan, seperti kapak, sekop dan lain-lain. Meski terbuat dari kayu, tapi itu memiliki kekuatan yang besar.


Di depannya, ada tumpukan ranting kayu, ia mengambil satu dan mengaktifkan skill craftnya.


Ketika skil craft itu diaktifkan, muncul sebuah layar kosong berwarna biru, awalnya Louis menjadi bingung dan bertanya pada sistem.


"Bagaimana cara menggunakannya?" Tanya Louis.


Sistem menjawab [Anda hanya perlu membayangkan objek yang ingin dibuat, lalu sistem akan memeriksa material dan menghitung jumlah bahan yang dibutuhkan].


"Jadi begitu? Itu berbeda dengan Minecraft, tapi kurasa lebih baik,"


Louis mulai berfikir keras memikirkan sebuah kapak yang ingin ia buat, ia memikirkannya dengan detail sekecil apapun.


Mulai dari genggaman yang terbuat dari kayu hingga bilah kapaknya. Setelah beberapa waktu kemudian, layar sistem yang awalnya kosong mulai membentuk garis-garis dan warna-warna coklat kehitaman.


Garis itu berjalan tanpa henti bersama warna-warna yang mengisi bagian dalam. Setelah beberapa menit, kapaknya mulai terlihat jelas dan selang waktu bertambah, garis-garis itu kini membentuk kapak sempurna seperti yang Louis pikirkan lengkap dengan warnanya.


"Ini dia?" Tanya Louis.


[Nama: Kapak kayu]


[Bahan: Ranting kayu]


[Jumlah yang dibutuhkan: 0/30]


Jumlahnya minimalnya adalah 30 ranting kayu, ini jumlah yang lumayan sedikit. Dengan memakai 30 ranting kayu yang Louis kumpulkan, Louis masih bisa menghasilkan alat lain dengan sisa ranting kayu yang tersedia.


Segera, Louis mengambil 30 ranting kayu di depannya lalu memasukkannya satu-persatu ke dalam layar sistem. Jumlah yang awalnya 0 mulai terisi dari 1 hingga 10 dan seterusnya.


Hingga pada akhirnya, 30 ranting kayu terkumpul dan layar sistem menampilkan sebuah pilihan.


[Membuat?]


Louis langsung menekan pilihan itu di layar sistem. Segera, dari layar sistem tersebut, keluar sebuah kapak kayu yang pas dengan genggamannya.


Kapak kayu itu menempel di layar sistem, Louis mengambilnya dan menggenggamnya. Ketika ia memperhatikan kapak kayu tersebut, ia tidak bisa untuk tidak terkejut, apa yang ia pikirkan sangat jelas terbentuk di tangannya.


Sekarang ia berfikir untuk membuat koleksi alat-alat, penuh dengan banyak mahakarya yang sulit dibuat yang bahkan kadang kala tak sesuai pikiran. Namun, apa yang ada di depannya berbeda, kapak itu persis seperti yang ia pikirkan.


"Ini sangat hebat... mari mencobanya."


Louis berdiri dari atas salju, ia berjalan ke belakang tepatnya ke arah pohon yang berada tak jauh dari tempatnya.


Setibanya di dekat pohon, ia mempersiapkan kapak kayu di tangan kanannya dan bersiap untuk mengayunkannya.


Satu ayunan kuat melesat ke arah batang pohon.


*BUKK!*


Pohon tersebut tidak jatuh namun memberikan kerusakan yang besar, hampir setengah dari batang pohon tersebut terbelah dengan cepat.


"Persis seperti yang kuharapkan, kapak ini sangat kuat!"


Setelah mencoba satu ayunan, ia melanjutkan dengan ayunan ke dua.


*BUKK!!*


Pohon tersebut tidak tumbang namun kerusakannya bisa terlihat.


Sekali lagi, ia mengayunkan kapaknya pada batang pohon.


*BUKK!!*


Ayunan ketiga masih tidak menumbangkan pohon tersebut namun sudah setengah dari batang pohon sudah terbelah dan tak butuh banyak waktu sampai pohon itu tumbang jika ia terus mengayunkannya.


Ia mengayunkan satu kapak lagi *BUKK!!* Satu lagi *BUKK!!* Lagi, lagi dan lagi hingga akhirnya pohon tersebut tumbang dan jatuh ke atas tumpukan salju.


"Hanya kapak kayu bisa menumbangkan pohon yang begitu besar, bagaimana jika itu terbuat dari besi?"


Louis tersenyum memikirkannya. Ia berfikir hidupnya menjadi penuh warna dengan adanya dia di tempat itu. Ia yang awalnya sulit untuk tersenyum sekarang tersenyum dengan tulus.


Bahagia? Perasaan di hatinya lebih dari itu, sensasi bertahan hidup? Kehidupan Minecraft? Itu bukan sesuatu yang ia inginkan, namun kebebasan adalah apa yang ia cari.


Kebebasan tanpa seseorang yang mengatur, beban yang dipikul dan hukum-hukum yang berlaku hingga pekerjaan yang menumpuk, kini ia bebas dari semua itu. Kata-kata saja tidak bisa menggambarkan perasaan bahagianya saat ini.


"Ini menjadi semakin menyenangkan, isekai memang hebat! Sistem!"


[Ya tuan?].


"Bersiaplah, kedepannya aku akan membuat sesuatu yang lebih besar,"


[Baik].


Setelah dipenuhi dengan rasa senang, ia tidak berlama-lama untuk memikirkannya. Dari satu pohon yang tumbang, ada lebih banyak pohon lagi yang menanti di sekitarnya.


Hutan itu dipenuhi banyak pohon dan akan memenuhi hutan, sayang sekali bila itu tidak dipotong.


Louis bergerak ke pohon selanjutnya. Sesampainya disana, ia kembali mengayunkan kapaknya sampai pohon di depannya tumbang seperti sebelumnya.


Beberapa menit kemudian, pohon itu tumbang cukup lama daripada yang sebelumnya, mungkin karena kualitas kapaknya yang berkurang, namun tetap saja, beberapa menit itu waktu yang singkat, itu masih luar biasa.


Setelah menumbangkan 2 pohon, ia tidak berlama-lama untuk bergerak ke pohon-pohon selanjutnya. Dengan bermodalkan kapak kayu, ia terus memotong kayu-kayu di sekitarnya tanpa henti.


Setelah beberapa jam kemudian, satu pohon, dua pohon, tiga, empat dan lima hingga seterusnya. Totalnya ia mengumpulkan sekitar 30 batang pohon.


Ia mengangkat batang-batang pohon tersebut dan mengumpulkannya di satu area samping ranting kayu.


"Aku mengumpulkan banyak batang pohon, tapi sayangnya, 30 batang pohon adalah batas dari kapak kayu ini sebelum menjadi rusak," ucap Louis.


Di genggamannya, kapak kayu yang awalnya terlihat kuat dan bersih sudah menjadi berantakan. Bilahnya sedikit longgar dan beberapa lecek hingga patah, selain itu pegangannya sudah bengkok dan rusak parah.


"Aku sudah tau kalau kapak ini memiliki batas. Tidak apa-apa, aku masih memiliki ranting kayu, selain itu aku memiliki batang pohon ini. Yang lebih penting sekarang, apa yang harus kulakukan dengan banyaknya batang pohon ini?" ucap Louis.


Dia harus membuat apa yang dibutuhkan untuk bertahan hidup, seperti peralatan dan berbagai senjata, meski tampilan luarnya kurang, tapi kualitasnya hampir setara dengan yang asli.


Selain itu, dengan batang pohon ini, mungkin dia bisa membuat rumah yang kecil dan sederhana namun tetap kuat dan kokoh.


To be continued...