
Beberapa waktu kemudian, salju yang putih digenangi air darah membuatnya menempel dengan kuat.
Hutan yang tadinya ribut kini sunyi tanpa adanya suara.
Genangan darah terlihat di atas salju, mayat-mayat serigala berserakan di mana-mana dengan beberapa bagian pada tubuh mereka terpisah.
Di tengah hutan itu, mayat serigala ditumpuk seperti gunung dengan darah yang mengalir di setiap sudut.
"Hah.. hah.. hah.." Louis tak henti-hentinya menghela nafas lelah.
Di tubuhnya, ada banyak darah yang menempel dari wajah hingga kaki dengan garis-garis luka di setiap bagian.
Jika bukan karena baju besinya, dia yakin tubuhnya akan hancur karena cakaran serigala itu.
"Hah.. berburu.. sendirian itu.. ternyata adalah hal yang salah,"
Louis merasa bahwa dirinya terlalu percaya diri.
Mulai dari membangun rumah di tengah-tengah hutan selatan yang terkenal karena badainya, lalu berburu sendirian di hutan barat yang adalah sarang serigala.
Dia menyadari betapa kurangnya dirinya, sangat kurang, meski dia lebih kuat dari beberapa rim-rim pada umumnya, ia masih tetap punya kekurangan.
"Lain kali, sebelum saya melakukan sesuatu, sebaiknya saya berfikir terlebih dahulu, saya tidak ingin mengulangi kesalahan untuk yang ketiga kalinya," ucap Louis.
[Selamat, anda naik level!].
"Tentu saja, dari banyaknya serigala itu, tak mungkin saya tidak naik level,"
[Lv3 -> Lv4].
[Lv4 -> Lv5].
[Lv5 -> Lv6].
[Anda sekarang mencapai Level 6].
[Fitur baru terbuka, status].
[1. Craft].
[2. Evolusi].
[3. Status].
[Kekuatan, ketahanan dan kelincahan bertambah].
[Strength: 9+].
[Agility: 8+].
[Vitality: 8+].
Strength, berhubungan dengan kekuatan fisik, agility adalah kecepatan dan kemampuan menghindar, lalu vitality adalah ketahanan tubuh dan regenerasi.
'Semua ini mulai terlihat seperti game.' pikir Louis.
[50+ poin ditambahkan karena membunuh 38 serigala].
[Bonus 50+ karena melewati 2 level sekaligus].
[Poin: 100].
"Akhirnya poinku 100!"
Louis begitu gembira, dia ingin segera mencoba Decraith I, namun rasa sakit di tubuhnya membuatnya berfikir lagi.
"Ugh.. sebelum itu, saya harus memulihkan diri."
Tubuhnya penuh luka, sudah hebat dia bisa berdiri sejauh ini, tapi itu tidak akan bertahan lama.
Di atas langit, matahari mulai turun, langit memerah menandakan malam yang segera tiba.
Karena malam segera datang, pasti ada badai salju, meski tidak sekuat hutan selatan, tapi itu tetap berangin dan mengganggu pemulihan tubuhnya.
Untuk itu, dia perlu berfikir bagaimana membangun tempat yang aman.
"Kali ini saya akan lebih berhati-hati dan berfikir sebelum bertindak,"
Dia mengingat kesalahan-kesalahan yang ia lakukan sebelumnya, untuk tidak mengulanginya, dia menjadi lebih berhati-hati.
Dia memikirkan berbagai hal, seperti membangun tempat perlindungan dari kayu sebagai pondasi dan dindingnya, kecil namun kuat dan dapat menahan tumpukan salju.
Namun dia segera membuang pikiran itu, untuk membangun tempat itu, diperlukan waktu yang lama karena harus menebang setiap pohon, dia tidak punya tenaga untuk menebang pohon sekarang.
Lalu, dia tidak yakin apakah rumah kayu kecil itu dapat menahan badai salju, meski berada di hutan dimana angin salju biasanya lebih sedikit daripada di tempat terbuka, dan memikirkan kejadian di hutan selatan.
Dia akan mati karena tertimpa salju jika melakukan itu.
"Lalu bagaimana?"
Sekali lagi Louis berfikir keras, jika sebelumnya tubuhnya yang bekerja keras, kini otaknya harus bekerja menggantikan tubuhnya.
Namun louis tidak punya pengalaman bertahan hidup di hutan salju, dia adalah orang kota.
"Ah! Bagaimana jika membangun parit!"
Menggali ke bawah salju dan menutupi bagian atasnya dengan kayu yang ditumpuk agar dapat menahan beban yang berat seperti salju.
"Ini ide yang bagus," ucap louis.
Louis memikirkan banyak hal, tapi pada akhirnya dia lebih memilih membangun parit.
Untuk itu, dia perlu mencari batang kayu, dia ingat ada batang kayu yang jatuh karena dihancurkan oleh beberapa serigala pada pertarungan tadi.
Louis mulai melihat sekelilingnya berusaha mencari batang kayu tersebut.
"Itu dia,"
Ketika dia menemukannya, dia berjalan ke arah batang kayu yang jatuh di atas salju.
Langkah kakinya yang pelan diakibatkan karena luka-luka yang terasa sakit di tubuhnya, dia merasa beban pada tubuhnya bertambah setiap kali ia berjalan.
Ketika Louis mencapai batang kayu, dia membuat sekop dengan sistem craftnya.
"Mari mulai menggali,"
Dari tempatnya berdiri, dia menggali salju yang tebal dan dalam.
Sroek! Sroek! Sroek!
Dia terus menggali dan menggali tanpa henti, meski ada beberapa rasa sakit di tangannya, dia tetap bertahan dan menahan semua itu.
Ketika galiannya sudah semakin dalam, dia akhirnya menyelesaikan tugas pertamanya.
Parit selesai digali, perlu waktu lebih dari satu jam untuk melakukannya, sekarang dia hanya tinggal menutupi bagian atasnya dengan kayu dan membuat sedikit celah agar oksigen bisa masuk.
***
Beberapa waktu kemudian, malam hari pun tiba, Louis selesai membangun tempat perlindungannya.
Parit itu sedikit luas, tidak lebar namun panjang, di atasnya ada kayu-kayu yang menutupinya dari badai salju.
Didalamnya sangat gelap, Louis tidak berani membuat api unggun karena paritnya yang kecil, api unggun bisa membuat kayu-kayu di atasnya terbakar lalu menjadi abu.
Di belakang Louis, ada tas kecil yang menyimpan perban, dengan perban itu, Louis menutupi luka-luka pada tubuhnya dan membersihkan lukanya.
Sekarang setelah dia sudah melakukan semua yang dibutuhkan untuk bertahan hidup, dia menghela nafas lega.
"Mari lihat evolusi itu,"
Masih ada 100 poin yang belum dia tukar dengan Decraith I, dia harus melihatnya sekarang.
"Sistem, buka fungsi evolusi," ucap Louis.
[Apa anda ingin membuka Decraith I?].
"Saya ingin membukanya, apa ada yang salah?"
[Tidak ada tuanku, anda dapat membukanya sekarang, tapi anda harus kehilangan 100 poin yang baru anda dapatkan].
'100 poin?'
Louis tiba-tiba memikirkannya.
Sekarang, apa yang ia butuhkan sudah terpenuhi.
Apa dengan 100 poin dia bisa menyembuhkan tubuhnya seketika? Mungkin ada, tapi tidak ada sekarang.
Hal yang ia butuhkan saat ini adalah kekuatan, dia sadar betapa lemahnya dirinya. Meski dia bisa selamat dari gerombolan serigala tadi, bagaimana dengan hari esok? Apalagi dia terluka sekarang.
Jadi dia memerlukan kekuatan untuk bertahan hidup, apalagi melawan sang alpha dan raja serigala.
Tak cukup hanya mengandalkan kemampuannya yang sekarang.
Ini adalah keputusan yang tepat, dia benar-benar memikirkannya kebutuhannya dengan teliti sebelum memutuskan.
"Gunakan 100 poin untuk membuka evolusi tahap awal, Decraith I," ucap louis.
[Baik tuanku].
[Segera membuka Decraith I].
[Syarat 0/100 poin].
[Syarat terpenuhi 100/100 poin!].
[Sedang membuka...].
[Decraith I Terbuka, selamat!].
Kini, layar sistem yang baru muncul di samping, Louis dapat melihat apa yang tertulis di sana.
[Decraith I].
[Bentuk fisik tidak berubah, namun kekuatannya meningkat dan auranya yang menakutkan hampir seperti naga es].
[Menambahkan].
[STR: 20+]
[AGI: 25+]
[VIT: 20+]
Stats nya benar-benar bertambah drastis, tapi ini adalah tambahan stats yang hanya bisa diterapkan saat diaktifkan.
Tapi Decraith I ini berguna, berapapun stats yang dimiliki Louis, akan ditambahkan dengan stats pada Decraith I.
"Saya tidak sabar untuk mencobanya, tapi yang pasti bukan sekarang. Untuk saat ini, mari tidur untuk memulihkan stamina." Ucap Louis.
To be continued...