
..." Apakah aku tak seberharga itu? "...
...DAVINO...
Setibanya di rumah vino langsung di sambut dengan deretan deretan pertanyaan dari bi nia.
" Astagfirullah tuan muda, kamu dari mana aja? kenapa jam segini baru pulang? terus tadi siapa yang nganter kamu? itu muka kenapa lagi kok pada lebam gitu? kamu berantem? kalau nyonya sama tuan tau bagaimana? kamu mau di hukum? Kam.."
" Aduh bi tanyanya pelan pelan dong, satu satu gitu aku bisa tiba tiba tuli ini emang bibi mau aku gak bisa denger? " Ucapnya sambil menutup telinga.
" Maaf tuan muda, bibi tuh khawatir sama kamu abisnya pulang sekolah kok malam gini sih gak ngabarin lagi "
" Maaf bi tadi tuh aku ketiduran di kelas jadinya gak sadar waktu deh "
" Hah, kebiasaan deh, terus tadi siapa yang nganter kamu? "
" Oh itu guru matematika plus wali kelas aku bi "
" Ohhh, terus itu juga muka kenapa bisa bonyok kayak gitu? kamu berantem? "
" Ehh, engga kok bi vino ngak berantem "
" Terus kenapa kalo gak berantem? "
" Ta-tadi tuh vi-vino di--cegat preman, iya di cegat preman "
" DI CEGAT PREMAN KOK BISA? "
" Ihk bibi jangan teriak "
" Hehe maaf tuan muda abisnya bibi kaget "
" Hmm "
" Udah sekarang kamu kekamar, ceritanya di lanjut sambil bibi obati lukanya "
" Iya bi "
...****************...
Seperti yang tadi di bicarakan oleh mereka di ruang keluarga. Sekarang davino sedang di obati oleh bi nia.
Nia begitu hati hati saat menempelkan kapas yang sudah di basahi oleh alkohol itu ke wajah vino. Ini bukan pertama kalinya wanita itu mendapati anak majikannya ini pulang dengan kondisi seperti ini.
Ia selalu menanyakan tentang penyebab luka luka itu. tapi lagi lagi alasannya sama seperti barusan 'PREMAN'.
"kamu emangnya jalan mana sih sampe ketemu preman Mulu? " Tanyanya di tengah tengah dia mengobati luka sang anak majikan.
" Aku itu jalan gang kecil itu loh bi " Bohongnya
" Gang kecil yang mana maksud kamu? "
" Itu gang kecil yang ada di persimpangan jalan "
" Jangan ngawur deh kamu, di sana gak ada gang kecil pejalan kaki juga rame gak mungkin ada preman "
" Lah masa? "
" Bibi tahu kamu bohong " Ucapnya membuat vino terdiam.
" Ini bukan pertama kalinya bibi lihat kamu kayak gini. Terus penjelasan kamu, itu gak masuk akal davino " Ucapnya lagi sedangkan davino dia masih tetap terdiam
" Dengerin bibi..." Ujar nia sambil menarik pelan vino untuk menghadap kearahnya
"...... bibi tahu kamu nyembuyiin sesuatu dari kami, kalau kamu punya masalah cerita. Bibi gak mau kamu mendam masalah kamu sendiri terus mikir yang aneh aneh "
Davino masih diam
" Bibi sayang sama vino, bibi gak mau vino kenapa napa. Vino paham kan? hiks "
" Hiks iya bi hiks vino paham hiks, maaf "
" Yaudah, gak usah nangis lagi. Sekarang vino mandi terus turun ke bawah, bibi udah siapin makanan kesukaan kamu.
Vino segera mengahapus air matanya lalu menatap nia dengan mata yang berbinar. Ia sangat suka saat bi nia memasak makanan kesukaannya itu.
Dengan segera ia langsung mengangguk dan tersenyum. Nia ikut tersenyum melihat anak di depannya itu tersenyum. Tangannya terangkat untuk mengusak pelan surai vino.
" Yaudah bibi kebawah dulu, kamu mandi yang bersih ya "
" Hmmm "
Setelah pintu kamar tertutup. Senyum vino luntur bersama dengan air mata yang turun kembali.
Vino hanyalah seorang anak berusia 12 tahun yang masih butuh kebebasan, masih butuh bimbingan, masih butuh teman. Tapi lihatlah, dia bahkan tidak punya satupun teman, dia selalu berada di rumah saat libur. Dan oang tuanya, orang tuanya terlalu sibuk untuk menengoknya.
" Maaf bi hiks maafin vino "
...****************...
Waktu sudah menunjukkan pukul 09.35, sedangkan vino dia tidak melakukan apapun. Semalam tiba tiba badannya terserang demam membuat nia menjadi sangat panik.
Nia yang menelpon dokter keluarga saputra membuat vino yang harus terbaring dengan infus di tangan kirinya. Menyebalkan. Tapi ya, mau bagaimana lagi badannya juga memang sangat lemas.
Vino mengambil handphonenya yang berada di atas nakas samping kanannya. Dengan satu tangan yang lepas dari infus dia mencoba mencari kontak seseorang, setelah menemukannya dengan segera ia mendial nomor tersebut, tertera nama MAMA disana.
Sambungan pun terhubung, dengan gerakan ragu vino menaruh handphone itu di telinga kanannya.
^^^" Hallo sayang "^^^
" Hallo mah, mamah apa kabar? "
^^^" Mamah baik kok "^^^
" Kalau papah? "
^^^" Papah juga baik, papah kamu sekarang lagi ngerjain tugas kantor nya. Oh iya kata bi nia kamu sakit, bener? "^^^
" Hmmm "
^^^" Aduhhh sayang kenapa bisa sakit sih? terus sekarang gimana keadaan kamu? apa kata dokter sandi? "^^^
" Udah mendingan kok mah katanya maghnya aku kambuh "
^^^" Pasti karna kamu telat makan lagi deh, kebiasaan "^^^
" Hehehe. maaf mah, mamah sama papah, kapan pulang?
^^^" Belum tentu sayang masih banyak kerjaan di sini, tunngu ya "^^^
" Tapi sampai kapan mah? vino juga butuh mamah sama papah "
^^^" Vino tolong ngertiin mamah sama papah ya "^^^
" Harusnya mamah sama papah juga ngertiin vino dong. Vino tuh butuh mamah sama papah di sini "
^^^" Vino.."^^^
" Mamah sama papah tuh egois, cuman mikirin diri sendiri gak pernah mikirin vino"
^^^" Cukup.."^^^
" Kenapa emang bener kan, vino gak butuh uang mamah sama papah doang vino juga butuh kehadiran mamah sama papah. vino salah?"
^^^" Vino.."^^^
" Vino rindu mamah sama papah "
lirihnya, sebelum deretan kalimat yang
di lontarkan wanita di sebrang sana
membuat hatinya kembali sakit
^^^"CUKUP DAVINO, HARUSNYA KAMU TUH NGERTI MAMAH SAMA PAPAH KERJA JUGA BUAT KAMU JUGA. KAMU HARUSNYA PAHAM DONG, sekarang berhenti merengek seperti bocah, kamu sudah besar belajar mandiri jangan kekanakan dan jangan pernah buat masalah, ingat itu "^^^
Tut
Tut
Luruh sudah air matanya, vino tidak habis pikir bagaimana bisa seorang ibu berkata seperti itu pada sang anak yang merindukannya.
Vino hanya ingin bertemu orang tuanya, sekali lagi orang tuanya. apa dia salah? bukankah wajar jika sang anak rindu dan ingin bertemu orang tuanya.
Tapi kenapa? orang tuanya selalu marah saat ia berkata dia ingin bertemu mereka. apa vino tak berharga? sehingga orang tuanya lebih mementingkan pekerjaan.
Sekarang ' bagaimana cara menghilangkan rasa benci orang orang pada dirinya ' bukanlah pekerjaan utama otak vino lagi, tapi pekerjaan utama otak vino saat ini adalah.
' bagimana caranya untuk membuat orangtuanya sadar bukan hanya uang yang vino butuhkan tapi juga kehadiran mereka.'
Hanya sebuah kehadiran
Apa itu terlalu sulit?
SEE YOU IN THE NEXT PART