
...HAPPY READING...
Pelajaran pertama telah berakhir, Bu Mika sudah keluar dua menit yang lalu. Vino juga sudah berkenalan dengan murid murid di kelasnya. Kini tersisa lima murid lagi di kelas 8-3 dan sisanya sudah pergi ke kantin duluan.
Diva dan teman sebangkunya Kirana berjalan menghampiri bangku vino yang berada di barisan ketiga
" Vin " Panggil Diva
" Eh Div " Balas Vino
" Kalian saling kenal ya? " Tanya Rendi murid yang menjadi teman sebangku Vino
" Iya, Diva kembarannya teman aku " Jawab Vino sedikit canggung
" Kembaran? Diva punya kembaran? " Kirana bertanya dengan wajah terkejutnya
" Kalian gak tau "
" Gak tau Vin, sumpah si Diva kagak pernah cerita "
" Maaf maaf nanti aku cerita deh " Sahut Diva merasa bersalah
" Yaudah kita ke kantin yuk, gue udah lapar nih " Ajak Aldo kepada ke empatnya
...****************...
Di kantin mereka berlima duduk di bangku paling belakang sambil menikmati makanannya, mereka meminta Diva untuk menjelaskan tentang perihal dia yang anak kembar
Diva pun menjelaskan semuanya dari mulai kenapa ia tidak satu sekolah dengan Davka sampai keadaan Davka yang sekarang. Aldo, Rendi dan Kirana tentu saja kaget dengan kisah hidup mereka. Setahun mereka menjadi teman sekelas baru kali ini diva menceritakan kehidupannya, karna biasanya ia selalu menolak untuk menceritakan tentang keluarganya
" Jadi kembaran kamu masih koma sekarang? " Tanya Kirana dan di balas anggukan oleh Diva
" Aku masih merasa bersalah sampai sekarang. Harusnya Davka gak nolongin aku " Ucap vino lirih menundukkan kepalanya.
Aldo, Rendi, Kirana dan Diva menoleh ke arah Vino
" Gak kok ini bukan salah kamu " Ujar Diva lembut. Jujur, dari awal Diva memang tidak pernah ada niatan untuk menyalah vino atas semua yang terjadi pada davka. Ia yakin ini semua takdir
" Iya bener kata Diva, ini buka salah kamu kok " Sahut Kirana menyetujui ucapan Diva
" Gue juga setuju. Ini tuh bukan salah lo tapi salah guru lo itu tuh " Ucap Aldo dengan nada kesalnya
" Udah udah gak usah melow gitu, mereka bener ini bukan salah lo jadi berhenti buat nyalahin diri lo sendiri. Sekarang cepetan habisin makanan kalian bentar lagi bel "
Mereka pun memakan kembali makananya sesuai perintah Rendi barusan.
...****************...
Waktu sudah menunjukkan pukul 16.35. Vino, Diva, Aldo, Rendi dan Kirana kini berada di rumah sakit tempat Davka di rawat. Selepas pulang sekolah tadi kelimanya memutuskan mampir dulu ke rumah sakit untuk menengok Davka sembari memperkenalkan Davka pada ketiga temannya yaitu Aldo, Rendi dan Kirana yang penasaran kepada davka.
" Oiya Div, maaf nih tentang orang tua lo. Gimana? " Tanya Rendi pada Diva
" Gak tau. Aku udah nelpon mereka berkali kali tapi mereka malah bilang kalau mereka sibuk Mulu "
" Yaudah lah lo sabar aja. Gue yakin suatu saat nanti orang tua lo pasti sadar, apa yang di lakuinnya itu salah "
" Makasih ya Ren. Sorry aku selama ini gak pernah cerita "
Rendi hanya tersenyum. Pandangannya ia alihkan pada Vino yang sedang mengajak Davka bicara walaupun dia tau davka tidak akan menjawab.
Beberapa saat kemudian, suasana menjadi hening hanya ada suara monitor detak jantung yang terdengar. namun, tiba tiba suara monitor itu berubah berbunyi nyaring membuat kelimanya mendongak dan menegang. Aldo yang panik pun langsung lari keluar ruangan untuk memanggil dokter. sedangkan Rendi, segera menekan tombol yang berada di samping ranjang berkali kali. Selang beberapa menit dokter pun datang
Kelimanya berada di luar ruangan dengan hati yang gelisah. Vino dan Diva sudah terisak, sedangkan Aldo, Rendi dan Kirana hanya bisa mencoba menenangkan keduanya.
Tak lama kemudian pintu ruangan pun terbuka menampilkan pria dengan jas putihnya. Kelimanya langsung menghampiri dokter itu
" Dok bagaimana keadaan saudara saya? " Tanya Diva. Sang dokter hanya tersenyum
...****************...
Pukul 23.25 Diva belum tidur ia masih berusaha untuk menelpon mamah papahnya. Setelah panggilan kembali tersambung Diva langsung memanggil sang mamah
" Mah dengerin Diva dulu "
" Apa lagi Diva? "
" Mah Diva mohon mamah pulang ya "
" Mamah masih ada kerjaan "
" Mah di sini Diva butuh mamah "
" Tapi mamah sama papah masih sibuk "
" Mah, apa pekerjaan lebih penting dari anak anak mamah?. Di sini bukan hanya Diva yang butuh mamah sama papah tapi Davka juga butuh kalian. Kalian emang nya gak mau tau keadaan Davka gimana? Davka koma mah, koma. "
" Diva, bukan mamah sama papah gak peduli sama kamu maupun Davka. Mamah sama papah sayang kalian, kalian anak anak mamah sama papah, kami bekerja juga untuk memenuhi kebutuhan kalian "
" Mah Diva udah ngomong kan sama mamah berapa kali, Diva sama Davka gak butuh semua fasilitas mewah dari kalian. Diva sama Davka butuh kalian, butuh kehadiran kalian "
" Diva, mamah gak mau kalian berdua menderita karna kekurangan "
" Tapi dengan cara kayak gini juga kita berdua menderita mah. Mamah tau? tadi Diva hampir mau kehilangan Davka mah, untung tuhan masih berbaik hati sama diva ngebiarin davka masih ada di sisi diva. Mamah tau gimana takutnya Diva tadi? "
" Diva.."
" Mah Diva sama Davka cuman butuh kehadiran mamah sama papah "
Tut
Panggilan di putus sepihak oleh Diva lalu setelahnya ia pun memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sudah sangat lelah.
...****************...
Hari ini adalah hari Minggu, Vino dan Diva sudah berada di rumah sakit sejak pagi tadi tapi mereka tidak sendiri Aldo, Rendi dan Kirana selalu ikut ke rumah sakit saat pulang sekolah. Tentu saja untuk menengok Davka.
Keadaan Davka semakin hari semakin membaik, membuat peluang Davka keluar dari dunia gelapnya selama satu tahun lebih ini semakin terlihat. Dan mungkin akan segera terwujud layaknya seperti sekarang
" Tangan Davka gerak " Ucap Vino saat merasakan tangan anak laki laki yang sedang terpejam itu bergerak.
Diva dan ketiga temannya mengahmpiri Vino, mereka ingin memastikan ucapan Vino itu benar apa tidak. Diva memegam tangan Davka dan jawabannya benar Diva juga merasakan tangan kembarannya itu bergerak, Aldo Rendi dan Kirana juga melihat nya tadi.
" Panggil dokter " Perintah Kirana entah pada siapa. Tapi Aldo hendak ingin keluar sebelum sebuah tangan menahannya
" Gak usah jadi **** lagi kayak waktu itu, ada tombol di sini " Ujar Rendi sarkas lalu menekan tombol yang ada di sisi ranjang
Selang beberapa menit dokter pun datang dengan dua suster di belakangnya. Vino dan yang lainnya mundur memberi ruang untuk dokter agar lebih leluasa memeriksa Davka
" Bagaimana dok? " Tanya Vino pada pria berjas putih itu
" Keadaan sangat baik. Mungkin sebentar lagi pasien akan sadar
...**SORRY KALAU ADA TYPO...
...NIAT NYA AKU MAU MEPERCEPAT ALUR GITU...
...JANGAN LUPA LIKE, COMMENT DAN VOTENYA...
......SEE YOU......
...THANKS**...