THE LIFE STORY OF DAVINO

THE LIFE STORY OF DAVINO
13. KEMBARAN DAVKA



...HAPPY READING...


Putih, bau obat di sekitar ruangan itu dan suara monitor di samping ranjang pasien membuat seorang anak laki laki terdiam sambil menatap kosong ke arah pasien di ranjang pasien tersebut.


Detak monitor jantung yang tidak selaras membuat siapa saja yang mendengarnya tahu bahwa jantung pasien sedang tidak baik baik saja.


Vino masih terdiam di samping ranjang pasien. Melihat keadaan sahabatnya yang masih belum mau membuka matanya membuat hatinya sesak. Ia sudah mengetahui semuanya dari sang mamah yang menjelaskan kemarin, dari mulai davka yang membutuhkan donor jantung karena tusukan yang di dapatkannya. Tapi entah bisa di katakan keberuntungan atau penderitaan bagi keluarga orang lain, saat davka benar benar membutuhkan donor jantung secepatnya, seorang laki laki berumur 18 tahun datang menghampiri mereka dan menawarkan diri untuk mendonorkan jantungnya, saat di tanya alasannya laki laki itu berkata kalau dia adalah penderita kanker otak yang hidupnya tidak akan lama lagi maka ia ingin di akhir hidupnya ia bisa berguna untuk orang lain. Keluarganya sempat tidak setuju yang mengakibatkan terjadinya sedikit kecekcokan namun, karna niat tulus dari laki laki itu akhirnya keluarga pun setuju dan ikhlas akan keputusan itu.


" Davka, maafkan aku " Ucap vino dengan bibir yang bergetar. Ia tidak sanggup melihat keadaan sahabatnya yang seperti ini.


" Cepatlah bangun, aku merindukanmu " Vino terduduk di kursi samping ranjang pasien tersebut. Ia mengambil tangan sahabatnya yang terbebas dari infus dan meletakkannya di sebelah pipinya.


" Maafkan aku. Harusnya kau tak menolongku, harusnya aku bisa melawannya, harusnya kau tak berkorban untukku..hiks..." Isakannya keluar padahal ia berusaha agar tidak menangis di depan sahabatnya itu.


" Aku bukan sahabat yang baik, aku tak pantas menjadi sahabatmu " Vino menundukkan kepalanya sambil terus menangis. Ia masih ingat percakapannya dengan davka dikantin di hari mereka pertama kali bertemu.


FLASHBACK ON


" Kenapa kamu mau temenan sama aku " Tanya vino pada davka. Sedangkan yang di tanya mengerutkan keningnya.


" Kenapa emang? "


" Aku yakin kau pasti udah tau kalau satu sekolah ini benci sama aku "


" Iya gue tau "


" Mereka gak mau temenan sama aku, boro boro temenan Deket sama aku aja mereka gak mau "


" Teruusss? "


" Mereka aja gak mau deket sama aku. Kenapa kamu mau? " Tanya vino dengan tatapan yang masih melihat wajah davka dengan lekat


Davka menghela napas panjang sebelum berucap " Itukan mereka bukan gue "


" Ya tapi apa alasannya? kamu gak ada niatan buat celakain aku kan? "


" Ada kok "


" ADA? KAMU BENERAN MAU CELAKAIN AKU "


Pletak


" Aws " Ringis vino kala davka memukul kepalanya dengan sendok yang ia pegang


" Makanya jangan yang ngadi Ngadi kalau mikir tuh, ya kali gue mau nyelakain lo. Gue tuh temenan sama lo karna gue tau mana yang benar dan mana yang salah "


" Maksudnya? "


" Ternyata lo **** juga ya. Maksudnya tuh karna gue tau kalau mereka tuh salah ngejauhin lo karna nganggap lo anak terlantar, padahal kan lo bukan anak telantar buktinya lo masih sekolah dan pasti orang tua lo


kan yang biayain lo, lo juga masih tinggal di rumah mereka kan? jadi dimana coba letak telantarnya "


" Jadi? "


" Jadi sekarang kita temenan "


" Serius? "


" Iya, kalau bisa sih jadi sahabat atau saudara sekalian. kan lebih seru "


FLASHBACK OFF


Lagi dan lagi vino meneteskan air matanya saat mengingat kejadian itu. Davka adalah orang yang berharga bagi hidup Davino. Ia merasa hidupnya lebih berwarna saat davka datang.


Cleck


Bunyi pintu ruang rawat di buka. Vino kira itu adalah dokter atau suster yang ingin memeriksa keadaan davka, tapi saat menoleh ia melihat seorang perempuan seumurannya.


" Kamu vino ya? " sapa perempuan itu lebih awal saat sudah berada di hadapan vino. Vino hanya mengangguk karena ia merasa asing dengan perempuan itu.


" Kamu kok tau namaku? "


" Taulah kamu kan sahabatnya davka "


" Emang kamu siapa ya davka? "


" Kenalin aku diva " Ucapnya sambil menjulurkan tangannya yang langsung di sambut hangat oleh vino


" Vino "


" Kamu belum jawab pertanyaan ku, kamu siapanya davka?" Tanya vino lagi karna pertanyannya yang belum di jawab


" Kembaran "


" Kembaran? maksudnya? "


" DAVKA PUNYA KEMBARAN "


" Sttt jangan teriak vino "


" Pantes " ucap vino tiba tiba


" Pantes apa? "


" Pantes ada mirip mirip nya sedikit. Tapi, aku gak nyangka kalau davka punya kembaran "


" Hmm "


" Tapi kok davka gak pernah cerita nya sama aku kalau dia punya kembaran "


" Hubungan kita gak baik "


" Gak baik gimana? "


" Ya gak baik, mamah sama papah ku sering beda bedain kita, karna aku yang sering dapat peringkat satu di sekolah sedangkan davka enggak. Karna hal itu mereka jadi nyuruh davka buat ikutan banyak les. Mereka juga gak segan segan buat mukul davka kalau dia bolos les. Semenjak itu davka jadi benci aku karna dia mikir aku udah rebut semua kasih sayang mamah sama papah dari dia dengan prestasi ku " Diva mendongak berusaha menahan air mata yang ada di pelupuk matanya agar tidak jatuh.


Vino ingin menepuk pundak diva untuk menenagkannya namun, ia urungkan karena merasa tidak enak. Diva menoleh pada vino


" Sorry yah, aku jadi curhat "


" Gak papa aku senang kok bisa dengerin curhatan kamu "


" Makasih yah "


" Sama sama "


" Aku bersyukur banget davka bisa kenal sama kamu "


" Apaan sih, yang ada aku yang bersyukur bisa kenal sama davka. Dia tuh berharga banget buat aku, dia bahkan rela ngorbanin nyawanya buat aku padahal kita baru kenal beberapa hari "


" Davka tuh serius pengen sahabatan sama kamu. Waktu di rumah dia pernah nyamperin aku di kamar cuman buat bilang kalau dia udah punya sahabat yang berharga buat dia " Diva menolehkan kepalanya pada vino


" Dan itu kamu vino " Lanjut diva sambil tersenyum


Vino membalas senyum diva. Entah kenapa ia merasa nyaman dengan perempuan ini.


" Aku senang bisa ketemu kamu. Kamu cantik " Ujar vino membuat wajah diva memerah seketika


" Apaan sih " Balas diva sambil memalingkan wajahnya


" Ciee mukanya merah kayak tomat " Ucap vino dengan jari telunjuk yang di tusuk tusukkan ke pipi diva membuat wajah diva semakin merah.


" Ihk vino jangan tusuk tusuk pipi diva dong. Sakit tau "


" Abisnya diva lucu bnaget, imut kayak boneka milik vino di kamar vino "


" Emang boneka vino yang di kamar vino boneka apa? "


" Boneka apa ya? " ucap vino sambil menyimpan jari telunjuknya di dagu.


" Ihk vino diva serius tauuu "


" Diva mau tau atau mau tau bangettt? "


" Mau tau banget banget banget "


" Serius mau tauuu? "


" Iya diva pengen tau, boneka apa? "


"Bonekaaaaaaaaa.........."


" Ihkk vino jangan bercanda terus dong, cepetan ngomong boneka apa? "


" Gak ahk, nanti diva minta lagi "


" Gak kok, diva gak akan minta boneka vino, diva juga punya banyak kok dirumah, diva cuman mau tau aja boneka milik vino itu boneka apa "


" Boneka vino adalah bonekaaaaa......MONYET "


" IHHHHH MAKSUD VINO, VINO NYAMAIN DIVA SAMA MONYET "


**GIMANA UNTUK PART INI?


JANGAN LUPA LIKE, COMMENT SAMA VOTE DAN RATENYA YA


SEE YOU NEXT PART


THANK YOU**