
...HAPPY READING...
Waktu sudah menunjukkan pukul 06.15. Vino sudah siap dengan seragam barunya. Hari ini adalah hari pertama Vino sekolah di sekolah barunya.
Setelah merasa semuanya sudah beres, Vino pun segera turun kebawah.
Di bawah ia bisa melihat kedua orang tuanya yang sedang duduk di meja makan sambil berbincang bincang. Entah apa yang di bincangkannya namun begitu serius
" PAGI MAMAH PAPAH " Sapa Vino dengan ceria, lalu mengecup pipi mamah kesayangannya itu.
" Buat mamah doang, nih. Papah gak ada? " Tanya Hendra
" Enggak " Vino memalingkan pandangannya, membuat sang kepala keluarga melunturkan senyumannya.
Vino tersenyum kecil setelahnya, lalu menghampiri Hendra dan memeluknya erat " Papah marah? nih, Vino kasih ciuman yang banyak " Vino mendaratkan kecupannya di kedua pipi Hendra
Hendra tersenyum " Makasih sayang "
Vino melepaskan pelukannya lalu mendudukkan dirinya di samping sang mamah " Kamu mau makan apa sayang? "
" Vino mau roti sama selai strawberry aja mah "
" Yaudah nih " Mira menyerahkan roti yang sudah di olesi selai strawberry kepada Vino yang langsung di terima dan segera melahapnya. Susu hangatnya pun ia minum hingga habis.
" Pah ayo berangkat " Ajak Vino pada Hendra yang masih memakan sarapnnya
" Bentar dong sayang papah berus selesai ini " Balas Hendra tanpa melirik ke arah Vino
" Anak mamah semangat banget sih " Goda Mira.
" Iya dong mah kan Vino mau sekolah lagi " Jawab Vino dengan senyumannya. Vino memang sangat semangat hari ini bahkan senyumnya Tidak luntur dari tadi.
" Semangat mau sekolah lagi apa semangat karna satu sekolah sama Diva " Sahut Hendra dengan senyum jahilnya
" Papah apaan sih. Aku tuh, aku tuh "
" Aku tuh apa? "
" Aku tuh se-semangat Karna bisa sekolah lagi. Bukan karna Diva "
" Masa "
" Iya papah "
" Beneran? "
" Beneran pah. Papah gak percaya sama vino? "
" Enggak "
" Mah papah tuh. Masa gak percaya sama anak sendiri " Adu Vino pada mira
Mira menatap tajam asumsinya " Biarin. Entar malam mamah suruh papah kamu tidur di luar "
Hendra melotot mendengar ucapan Mira " Sayang kok kamu jahat sih sama aku "
" Salah sendiri jahil "
Hendra mendengus kesal sedangkan yang mengadu tadi sudah tertawa terbahak bahak.
...****************...
Kini Vino sudah sampai di perkarangan sekolahnya dengan sang papah yang mengantarnya. Hendra memang akan bertemu kepala sekolah terlebih dahulu untuk menceritakan tentang kondisi Vino dan meminta izin untuk memperbolehkan beberapa bodyguard nya memasuki sekolah area sekolah. Tentu saja untuk memantau Vino
Sesampainya di depan pintu ruang kepala sekolah, guru yang tadi mengantar mereka menuju ruang kepala sekolah pun mengetuk pintu terdengar oleh mereka jawaban dari dalam yang menyuruh masuk
" Maaf pak, ini ada pak Hendra ingin bertemu dengan bapak " Ucap guru tersebut sopan setelah membuka dan melihat sang kepala sekolah
Hendra dan Vino pun langsung masuk kedalam. Sang kepala sekolah berdiri dari duduknya lalu berjabat tangan dengan Hendra begitupu Vino yang mencium tangan sang kepala sekolah
" Silahkan duduk pak " Ujar sang kepala sekolah mempersilahkan Hendra dan Vino duduk.
" Terima kasih pak " Balas Hendra
" Jadi, ini pak anak bapak yang akan masuk sekolah disini? " Tanyanya sambil menunjuk vino
" Iya pak. Kalau bisa anak saya di suruh masuk aja sekarang "
" Bisa pak bisa. Bentar saya panggilkan dulu guru yang akan mengajar di kelas Vino "
Kepala sekolah itupun menelpon seseorang dan tak berselang lama seorang wanita dengan seragam gurunya masuk ke dalam ruangan
" Ini bu Mika beliau adalah guru b.indonesia sekaligus guru wali kelas Vino " Ujar kepala sekolah memperkenalkan wanita tersebut
" Bu mika ini Vno anak dari pak Hendra, murid baru di kelas ibu. Ibu bisa mengantar vino sekarang ke kelasnya? "
" Bisa pak. Mari Vino ikut ibu " jawab Mika sopan lalu setelah mereka berdua pun keluar dari ruangan.
Setelah memastikan vino benar benar pergi Hendra pun mulai berbicara serius dengan sang kepala sekolah
" Jadi? apa yang harus saya bantu pak? " Tanya kepala sekolah kepada Hendra
" Gini pak Vino, anak saya baru saja mengalami trauma karna masalah di sekolah lamanya. Dia di bully oleh teman temannya dan di sekap di gudang oleh guru olahraga nya. Awalnya saya dan istri saya tak setuju untuk membiarkan Vino sekolah kembali. Tapi, karna anak saya yang memaksa saya dan istri saya pun terpaksa menyetujuinya. Jadi maksud saya, saya ingin bapak lebih memantau anak saya saat di sekolah. Saya tak ingin kejadian sebelumnya terulang lagi apa bapak bisa membantu saya? "
" Tentu bisa pak. Saya akan lebih memantau vino saat di sekolah saya juga akan menyuruh beberapa guru kepercayaan saya untuk memantau Vino saat di kelas. Bapak bisa mempercayakan putra bapak pada kami "
" Selain itu saya juga ingi meminta izin pada bapak untuk memperbolehkan beberapa bodyguard saya memasuki sekolah. Apa boleh pak? "
" Silahkan pak silahkan. Selama itu untuk kebaikan, kami tidak mempermasalahkan hal itu
" Syukurlah kalau bapak mengizinkannya. Saya sangat berterimakasih pada bapak "
" Saya juga berterimakasih pada pak Hendra, sudah mempercayakan putra bapak sekolah di sini "
" Kalau begitu saya permisi pak. Masih ada pekerjaan yang harus saya kerjakan "
" Silahkan pak. Mari pak saya antar ke depan "
Setelahnya Hendra pun keluar dari ruangan di antar oleh kepala sekolah
Sedangkan di tempat lain Vino tengah gugup dan ragu untuk masuk ke dalam kelas. Kakinya terasa sangat berat, ia takut bila ia akan mengalami hal yang sama di sekolah ini. Sampai suara yang guru menyuruhnya untuk masuk. Vino dengan keraguannya pun memberanikan diri untuk melangkah ke dalam. Sesampainya di dalam ia bisa melihat banyak murid sekitar 25 murid menatap ke arahnya termasuk murid wanita yang sangat Vino kenal
" Vino silahkan perkenalkan namamu " Ujar bu Mika mempersilahkan Vino untuk memperkenalkan dirinya
Vino menarik napas panjang sebelum berucap " Pe-perkenalkan nama saya Davino Saputra, umur saya 13 tahun. Saya harap saya bisa berteman baik dengan kalian semua "
Tidak ada raut wajah yang membuat Vino yakin di kelas ini. Hingga suara seseorang membuatnya sedikit lega
" GUE ALDO " Teriak seorang anak laki laki yang duduk paling belakang dengan nada cempreng nya
Vino hanya tersenyum lalu mengangguk kecil
" Kamu gak perlu teriak teriak Aldo, telinga ibu sakit " Bu Mika ikut meninggikan suara nya menyamai Aldo. Sedangkan anak anak yang lain hanya tertawa. Hal yang membuat Vino merasa lega, karena sepertinya ada orang yang bisa bersikap ramah kepada nya di sekolah ini setelah seorang wanita yang bernama Diva tentunya.
" Kamu duduk disana ya. Di sebelah Rendi " Ucap Mika sambil menunjuk bangku kosong di sebelah kanan Rendi. Dan juga bersebrangan dengan tempat duduk Aldo
Vino hanya mengangguk lalu mulai berjalan ke arah bangkunya.
SEE YOU
JANGAN LUPA LIKE, COMMENT DAN VOTENYA YA