THE LIFE STORY OF DAVINO

THE LIFE STORY OF DAVINO
18. BAIKAN



...HAPPY READING...


" Davka kamu gak boleh gitu sama Diva, dia itu kembaran kamu. Selama kamu koma Diva yang selalu jaga kamu " Ucapan vino barusan mampu membuat Davka sedikit luluh. Ia percaya jika Diva yang menjaganya, karna selama ia hidup bersama Diva, Diva kembarnya itu memang tidak pernah menunjukkan pertanda bahwa dia membencinya. Tapi, rasa iri di dirinya tidak bisa hilang begitu saja. Ia tau ia egois tapi, bolehkan ia juga ingin di mengerti?


" Udah kita omongin ini nanti, Davka baru aja sadar dia harus banyak istriharat. Diva lo mendingan nginep deh di rumah Kirana biar lo gak sendiri di rumah "


" Iya bener tuh kata Rendi, kamu nginep di rumah aku aja ya " Ujar Kirana setuju dengan apa yang di ucapkan Rendi barusan.


" Yaudah deh aku nginep di rumah kamu " Balas Diva sambil tersenyum


" Supir lo udah nyampe kan Kir? " Tanya Rendi pada Kirana


" Udah kok "


" Yaudah langsung pulang gih "


" Yaudah kita berdua duluan ya " Ucapnya sambil menarik tangan Diva


Kini tersisa empat orang di ruangan itu . Vino menoleh pada Aldo dan Rendi


" Kalian berdua gak mau balik juga? "


" Lo ngusir? " Tanya balik Aldo


" Bukan ngusir, tapi kan ini udah sore bentar lagi malem loh. Emang kalian gak bakal di marahin sama ortu kalian?"


" Ya iya juga sih, kita juga kan bilangnya cuman mau jenguk. Tapi kalau kita berdua pulang terus kalian? "


" Nanti aku telpon mamah sama papah buat ke sini kok. Mereka juga pasti seneng Davka udah sadar "


" Yaudah kalian hati hati disini "


" Yang ada juga aku yang bilang hati hati sama kalian. hati hati di jalan "


" yaudah kita pulang dulu, Dav besok kita ke sini lagi. Baik baik ya? " Ucap Rendi sambil menepuk pelan tangan Davka yang terbebas infus


" I-iya, makasih. So- sorry si- siapa nama lo? " Tanya Davka terbata bata Karna kondisinya yang masih lemah


" Udah kenalannya besok aja deh, sekarang lo istriharat. kita pulang " Rendi menarik lengan seragam Aldo kasar, membuat sang pemilik menggerutuk kesal.


Setelah Rendi dan Aldo sudah pergi, keadaan tiba tiba hening namun itu hanya sesaat sebelum vino memberanikan diri untuk memulai pembicaraan


" Aku senang kamu udah sadar " Davka hanya tersenyum mendengar ucapan Vino.


" Aku kangen sama kamu Dav "


" Gu-gue juga kangen sama lo "


" Jangan pernah tinggalin aku ya Dav "


" Gak akan "


" Maaf karna nolongin aku kamu jadi luka "


" Gak usah di bahas lagi. Sini tidur deket gue " Ujar Davka menepuk tempat kosong di sisi kanannya


" Aku di sofa aja nanti tangan kamu sakit lagi "


" Tangan gue yang di infus kan kiri bukan kanan. Udah naik" Vino tak punya pilihan selain menurut pada Davka.


...****************...


Sudah satu Minggu semenjak Davka sadar dari komanya. Vino dan keempat tematnya sering mampir ke rumah sakit hampir setiap hari setelah pulang sekolah, hubungan Davka dan Diva pun sudah membaik dan Davka juga sudah akrab dengan Aldo, Rendi dan Kirana bahkan Mira dan Hendra pun sering datang ke rumah sakit sebagai wali Davka saat dokter ingin membicarakan tentang keadaan Davka. Seperti sekarang ini


" Davka kamu yakin mau pulang sekarang? " Tanya Mira pada Davka yang sudah siap dengan baju sehari harinya.


Sedangkan Vino dan yang lainnya sedang membereskan barang barang Davka dan Hendra yang berada di ruangan dokter membicarakan soal keadaan Davka


" Yakin tante, Davka juga udah sembuh kok " Jawab Davka dengan senyumannya.


" Yaudah kita tunggu om Hendra dulu ya? " Davka mengangguk. Tak selang berapa lama Hendra datang dengan dokter di belakangnya


" Gimana dok, Davka udah boleh pulang kan? " Tanya Davka polos


" Baiklah, Davka sudah boleh pulang. Tapi harus banyak istirahat dan gak boleh capek. Minggu depan jadwal check up kamu jangan lupa "


" Kalau begitu saya permisi pak bu "


" Silahkan dok terimakasih " Setelah dokter keluar Hendra menghampiri Davka mengelus surai rambut anak itu lembut.


" Davka kamu pulang ke rumah om aja ya? biar aja yang jagain. Om khawatir sama kamu "


" Tapi om saya gak enak, takut ngerepotin "


" Gak kok, gak ngerepotin, malahan om seneng Vino jadi ada temen nanti di rumah "


" Iya Dav aku setuju, nanti kalau kamu tinggal sama aku. kita bisa main bareng " Timpal Vino tiba tiba. Davka menoleh kearah vino


" Tapi Diva gimana? "


" Diva juga ikut tinggal aja sama kita. Bolehkan pah? "


Hendra terkekeh lalu menghampiri putranya itu " Boleh dong kan makin banyak makin rame " Tangannya sudah mengelus lembut rambut vino. Vino memejamkan matanya menikmati sensasi nyaman di setiap elusannya.


" Jadi gimana Davka, Diva " Tanya Mira pada keduanya. Davka dan Diva mengangguk cepat pertanda mereka setuju dengan ajakan baik mereka.


Vino yang melihat itupun langsung melompat girang sambil berteriak " Yeyyyy sekarang Vino ada teman di rumah "


" Kalian bertiga juga kalau mau main boleh kok ke rumah Vino " Ucapnya pada ketiga temannya. Sedangkan Aldo, Rendi dan Kirana hanya tersenyum lalu mengangguk kecil.


" Yaudah yuk, kita pulang "


...****************...


Satu bulan sudah berlalu, kehidupan vino jauh lebih baik sekarang. Ia tidak merasakan kesepian lagi saat Hendra dan Mira terpaksa harus pergi ke luar kota. Kesembuhan Davka dan kehadiran keempat sahabatnya benar benar membawa pengaruh besar dalam diri Vino. Bahkan tanpa sadar sekarang vino jauh lebih aktif dan manja. Tingkahnya mampu membuat orang yang ada di sekelilingnya mengelus dada.


" Berarti sebentar lagi Davka bakal sekolah bareng kita dong " P FCekik Kirana girang. Sedangkan orang yang di sebut namanya tadi tersenyum dan mengangguk


Davka memang sudah di perbolehkan sekolah kembali. Dan tentu saja bersekolah di sekolah yang sama dengan Vino. Kemarin Hendra dan Mira sudah mendaftarkan Davka untuk sekolah di sana.


" Aku senang akhirnya kita bisa sedekat ini Dav " Ucap diva menatap davka.


Davka tersenyum " Iya, aku juga gak nyangka kita bisa Deket lagi. Ini kayak mimpi "


" Aws " Davka meringis tiba tiba saat pipinya merasakan cubitan dari tangan mungil Vino " Kenapa lo malah nyubit gue sih Vin. Sakit tau "


" Ihh aku tuh nyadarin kamu Davka. Kan kamu tadi bilang ini kayak mimpi makanya aku nyubit kamu biar kamu tau kalau ini tuh mimpi atau enggak "


" Tapi sakit **** "


" Ya bagus dong berarti itu artinya kamu gak mimpi "


" Lo nya lama lama ngeselin "


" Ngangengin kali "


" Dih pade banget. Lagian ada gitu yang bakal kangen sama Lo "


" Ada kok "


" Siapa? "


" Tuh " Tunjuk Vino pada Diva, membuat semua pandangan mengarah padanya


" Diva? " tanya mereka serempak tanpa mengalihkan pandangannya


" Iya, kemarin pas aku baru pulang dari supermarket Diva langsung meluk aku terus bilang katanya dia kangen banget sama aku padahal aku kan cuman pergi dari jam "


Pipi Diva memanas mendengar ucapan Vino barusan, sedangkan Davka dan yang lainnya menatap Diva jahil. Diva yang tidak tahan pun langsung pergi begitu saja tanpa mengucapkan kata sedikitpun membuat tawa mereka pun pecah seketika.


AKU TAU INI EMANG GAK NYAMBUNG TAPI AKU GAK PUNYA PILIHAN LAIN SELAIN NGELANJUTIN JADI MAAFKAN AKU YA