THE LIFE STORY OF DAVINO

THE LIFE STORY OF DAVINO
15. DAVINO (2)



...HAPPY READING...


Pagi hari yang cerah, di kediaman keluarga Saputra yang saat ini sedang melakukan rutinitas sarapannya. Suasana sempat hening sebelum Davino membuka suara


" Mah, pah " Panggil Davino kepada Mira dan Hendra


" Iya sayang? kenapa? mau nambah lagi? " Tanya Mira lembut pada putranya


Vino menggeleng " Bukan mah, bukan itu "


" Terus apa dong? " Sang kepala keluarga pun bertanya


" Aku mau sekolah lagi " Vino langsung menundukkan kepalanya setelah berucap. Ia takut orang tua nya tidak menginzinkannya.


" Kamu serius? "


" Serius pah. Vino pengen sekolah lagi "


" Tapi papah khawatir sayang "


" Tapi vino pengen sekolah lagi pah " Suara vino bergetar menandakkan kalau ia akan menangis sebentar lagi


Hendra dan Mira saling pandang. Jujur mereka belum bisa melepas Vino ke dunia luar lagi, mereka takut kejadian sebelumnya akan terulang lagi jika mereka membiarkan Vino kembali sekolah


" Sayang.."


" Mah hiks Vino mohon "


" Yaudah tapi ada syaratnya " ucap Hendra


Seketika Mira langsung menoleh ke arah Hendra dengan tatapan tidak percaya. Tapi Hendra malah membalasnya dengan senyuman lalu kembali menatap putranya itu


" Bagaimana Vino? jika kamu tetap ingin sekolah kamu harus mengikuti semua persyaratan dari papah. Apa kau bersedia? "


" Baiklah Vino akan mengikuti semua persyaratan dari papah "


" Anak pintar, besok papah akan mendaftarkan mu "


" Tapi pah, Vino maunya sekolah bareng Diva "


" Diva? "


" iya Diva, kembarannya Davka "


" ohhh Diva "


" Jadi boleh kan pah? "


" Iya boleh "


" Yeyyy " Teriaknya sambil mengangkat kedua tangannya ke atas, layaknya anak kecil yang baru saja mendapatkan permen.


Sedangkan Hendra ia tersenyum melihat tingkah anaknya. Soal Diva Hendra maupun Mira sudah mengetahuinya karna selama Davka sakit Diva lah yang selalu menemaninya. Ia juga yakin jika Diva bisa menjadi teman baik untuk Vino. Namun tak anyal ia juga merasa khawatir kalau dengan memberikan izin Vino sekolah lagi akan membuat trauma Vino kembali kambuh.


" Yaudah pah, mah Vino kekamar dulu ya "


" Iya sayang "


Setelah Vino benar benar pergi memasuki kamarnya. Mira memberikan tatapan tajam pada sang suami, ia tidak habis pikir dengan pemikiran suaminya itu


" Yang kamu tuh apa apaan sih. Kenapa kamu ngasih izin Vino? kamu mau vino kenapa napa nanti "


" Bukan gitu sayang, kamu kan tau anak kamu gimana. Dia gak akan berhenti ngerengek kalau permintaannya belum di kabulin "


" Tapi aku khawatir sayang, gimana kalau trauma Vino kambuh lagi. Aku gak bisa liat kondisi vino kayak dulu lagi, aku gak sanggup hiks " Mira terisak dan Hendra langsung memeluknya


" Aku jamin Vino gak akan ngalamin kejadian kayak dulu lagi "


" Aku juga akan nyuruh beberapa bodyguard untuk mantau Vino dari jauh "


" Nanti di sekolah Vino juga ada diva kan. Aku yakin diva akan jadi teman baik untuk vino "


Setelah isakan Mira sudah reda, Hendra melepaskan pelukannya dan mencium kening sang istri cukup lama


" Kamu percaya kan sama aku? " Tanya Hendra dan di jawab anggukan oleh Mira


" Baiklah aku akan setuju dengan keputusanmu "


" Begitu dong. Itu baru istri cantik ku " Goda Hendra lalu mencubit pipi Mira


" Aws " Ringis Hendra saat Mira mencubit pinggangnya


" Sakit yang "


" Abisnya kamu sih orang lagi serius juga malah ngegombal "


" Aku gak ngegombal itu kenyataan. Istri Hendra Saputra kan emang cantik "


" Ihk kamu jangan buat aku malu dong "


" Aku gak buat kamu malu yang "


" Au ahk serah kamu. Aku mau kekamar "


Hendra hanya melongo menatap kepergian istrinya


" Cewek emang selalu bener " Gumamnya sebelum menyusul Mira ke kamar mereka.


...****************...


Di kantin rumah sakit lah sekarang Vino dan Diva berada. mereka sedang makan siang sambil berbincang bincang.


Tadi jam 10.05 Vino meminta izin ke kedua orang tuanya untuk pergi ke rumah sakit menjenguk Davka dan untungnya Hendra dan Mira pun mengizinkannya. Saat sampai disana Vino tak mendapatkan siapapun di ruang rawat Davka. Setelah menunggu hampir tiga jam tepatnya pukul 01.15 Diva datang masih menggunakan seragam sekolahnya. Vino mengajak diva untuk makan kekantin dan diva pun setuju ajakan vino. Karna sejujurnya dia pun sedang lapar


" Oh iya Div aku punya kabar bagus loh "


" Kabar apa? "


" Kita bakal satu sekolah "


" Maksudnya? "


" HAH! SERIUS "


" Sttt jangan teriak. Kita di liatin orang orang tau " Diva pun melihat ke sekeliling dan benar saja orang orang sudah menatap ke arah mereka


" Hehehe maaf. Tapi barusan itu beneran "


Vino mengangguk " Hmm gimana? Diva senang kan


" Hmm Diva senang bisa satu sekolah sama vino "


" Oh iya satu lagi "


" Apa? "


" Aku bakal bantuin kamu buat balikin mamah sama papah kamu "


" Balikin mamah sama papah? "


" Hmm aku udah janji sama davka buat bantu dia balikin orang tua kalian. Supaya orang tua kalian jadi perhatian lagi sama kalian "


Diva terdiam mendengar ucapan Vino. ia masih belum bisa mecerna Kata kata tersebut


" Kenapa kamu diam? kamu gak suka ya aku ikut campur urusan keluarga kalian? " Tanya vino karna tak mendapat respon dari diva


" Bukan gitu. Aku masih bingung aja "


" Bingung gimana? "


" Ya bingung, aku masih belum ngerti maksud dari yang kamu ucapin barusan "


" Diva oon ihk "


" Yaudah kalau Vino gak mau jelasin gak papa. tapi jangan bilang Diva oon dong, Diva kan pinter gak kayak Vino. Vino tuh yang oon "


" Lah kenapa jadi aku? "


" Yaiyah iyalah Vino kan emang oon "


" Ihk Diva jahat. Vino mau ngambek aja lah "


" Yaudah Diva juga bisa ngambek kok "


" Yaudah mulai sekarang kita musuh " ucap Vino lalu dan ingin pergi dari sana namun pergerakannya terhenti saat seseorang memegang tangannya. Vino langsung menoleh ke belakang


" Kenapa? Diva mau minta maaf ya "


" Bukan, Diva gak mau minta maaf "


" Terus apa dong "


" Vino belum jelasin ke Diva maksud nya apa? "


Vino mendengus mendengar perkataan Diva. Ia kira Diva akan meminta maaf dan meminta mereka berdamai. Tapi ia salah Diva hanya ingin mendengar perjelasan dari nya


" Gak ahk, Vino gak mau jelasin "


" Lah kenapa? "


" Kita kan lagi musuhan "


" Kok Vino jahat sih sama Diva "


" Diva juga jahat sama Vino "


" Diva jahat apa? "


" Diva ngatain Vino oon terus gak pinter kayak Diva "


" Kan emang bener. Diva tuh lebih pinter dari Vino. Lagian kan yang mulai duluan Vino bukan Diva "


" Diva kok egois sih "


" Vino juga egois "


" Gak pokoknya Diva yang egois "


" Gak Vino yang egois. Diva enggak "


" Diva yang egois "


" Vino yang egois "


" Diva "


" Vino "


" Divaaaa "


" Vinoooo "


" Diva kok ngikutin Vino sih "


" Gak Diva gak ngikutin Vino kok. Vino geerr "


" Au ahk Vino beneran ngambek sama Diva "


" Diva juga beneran ngambek sama Vino. Vino nyebelin Diva gak suka "


" Vino juga gak suka Diva. Diva nyebelin pake banget banget banget "


" Au ah Diva mau balik ke raungan Davka. Oiya jangan lupa makanannya di bayar " Ucapnya lalu melenggang pergi begitu saja meninggalkan vino yang sudah menyumpah serapahi Diva


" DIVAAAAAA "


...JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, DAN JUGA VOTENYA YA....


DUKUNGAN KALIAN PENYEMANGATMU.


SEE YOU NEXT PART