THE LIFE STORY OF DAVINO

THE LIFE STORY OF DAVINO
19. AKHIR



...HAPPY READING...


Satu Minggu sudah Davka bersekolah kembali dan ia benar benar merasa nyaman bersekolah di sini. Sekolah barunya ini tidak seperti sekolahnya yang lama. Yang semua siswa nya selalu membully. Sekolahnya ini memiliki siswa siswi yang ramah tamah dan berprestasi.


Saat Davka tengah larut dalam renungannya ia di kagetkan oleh seseorang yang menepuk pundaknya membuat Davka tersentak.


" Divaa " Ujar nya kesal pada kembarannya ini


" Hehe maaf, lagian kamu ngapain sih ngelamun mulu "


" Siapa juga yang ngelamun "


" Serah kamu aja lah "


" Oh iya div "


" What? "


" Sok Inggris lo "


" Serah aku dong "


" Gue laki gue ngalah "


" Jadi apa? "


" Hmm mamah sama papah gak pernah ngabarin lo? "


diva menggelengkan kepalanya " Gak pernah terakhir aku telponan sama mamah pas sehari sebelum kamu sadar "


Davka menunduk mendengar jawaban Diva, matanya sudah memanas dengan butiran butiran air mata yang menumpuk di pelupuk matanya membuat penglihatannya sedikit memburam.


" Kita masih bisa gak yah bujuk mereka? buat mereka balik gitu, gue kangen sama mereka "


" Aku bakal hubungin mereka lagi supaya balik "


" Bisa? "


" Pasti bisa "


" Hmm "


...****************...


Seperti yang di katakan diva pada Davka tadi. saat ini diva sedang menghubungi orang tuanya


" Mah please Davka pengen ketemu sama kalian "


" Mah apa mamah Sama papah gak pernah ngerasa bersalah sama aku sama Davka. mamah sama papah udah nelantarin kita berdua "


" Kalau kalian pikir aku sama Davka bahagia dengan uang kalian salah "


" Aku sama davkamenderita di sini mah. kita berdua rindu kalian mamah sama papah "


" Pease pulang sebentar aja "


Diva bisa mendengar isakan dari sebrang sana. Ia tau ibunya itu sedang menangis


" Diva gak akan minta apapun lagi sama kalian. kalau kalian mau ketemu sama aku sama Davka kalian datang ke rumahnya vino teman aku. aku sama Davka tinggal di sana sekarang. nanti aku sendlock. itupun kalau kalian berkenan "


" aku tutup "


Tut


...****************...


Hari sudah berganti esok dan hari ini rumah kediaman Saputra sedang ramai dan berisik Karna tingkah vino dan teman temannya sedangkan Hendra dan Mira hanya tersenyum dan sesekali ikut tertawa melihat kelakuan mereka.


saat sedang asik asiknya tiba tiba suara bel rumah berbunyi. mira langsung menuju ke arah pintu untuk membuka pintu. setelah pintu terbuka Mira mengereyitkan keningnya ia merasa asing dengan dua orang di hadapannya ini


" Maaf ibu dan bapak siapa? " tanya Mira pada keduanya


" Saya mamah nya Davka Sama diva " jawab sang wanita. Naura


" Kalau saya papahnya " balas laska sang kepala keluarga


" Ouhh, ya sudah silahkan masuk " Mira membuka jalan memperkenankan mereka untuk masuk.


" DAVKA DIVA INI LIHAT SIAPA YANG DATANG " Teriak Mira pada mereka yang berada di ruang keluarga


" MAMAH PAPAH " Teriak Davka dan diva bersamaan


Naura dan laska menoleh saat mendengar suara kedua anaknya. tanpa membuang waktu keduanya langsung berlari kearah keduanya dan membawa anaknya itu kedalam pelukan mereka.


" maafin mamah sayang, maaf udah bikin kalian berdua menderita "


" maafin papah juga, papah egois selama ini "


" diva gak pernah nyimpan dendam apalagi benci sedikitpun sama kalian "


" Davka juga udah maafin kalian kok "


" makasih ya sayang. mamah bangga sama kalian "


naura menoleh pada Mira dan Hendra


" makasih yah pak bu sudah mau merawat anak anak saya "


" sama sama Bu kmai juga senang bisa merawat mereka. mereka sudah saya anggap anak sendiri " jawabnya sambil tersenyum


" gimana untuk merayakan hari bahagia ini kita liburan ke pantai " ucap Hendra semangat


" serius pah? " tanya vino yang di balas aggukan oleh Hendra


" yeyeyeyyyyy " teriakan vino dan teman temannya menggema di rumah itu.


...****************...


Hari ini bukan hari libur tapi karena Vino yang terus rewel menagih janji Hendra untuk membawa mereka ke pantai akhirnya mereka memutuskan untuk pergi liburan sekarang


" Mah, kok sahabat sahabat Vino belum pada datang sih? " Tanya Vino dengan wajah yang sudah kesal. Pasalnya ini sudah hampir dua jam Vino menunggu kedatangan sahabat sahabatnya.


" Sabar dong sayang. Mungkin mereka macet, kamu kan tau gimana jalanan Jakarta " Jawab Mira sambil mengelus rambut Vino yang tiduran di pahanya


" Tapi kan lama "


" Pangerannya mamah gak sabaran banget sih " Godanya lalu mencubit hidung Vino


" Mamahhh saakiit "


" Abisnya kamu gemesin sih "


" Mah, rumah sepi ya kalau gak ada Davka sama Diva "


" Kenapa om sama tante harus bawa mereka berdua balik kerumah mereka lagi sih " lanjut Vino


Paska kejadian satu Minggu yang lalu saat Naura dan laska datang ke rumah Vino lalu meminta maaf ke pada Davka dan Diva. Mereka memutuskan untuk pulang kembali ke rumah mereka dengan alasan untuk membicarakan masalah mereka lebih jauh lagi. Vino sempat tidak setuju dengan usulan Naura dan Laska. tapi, karena Hendra dan Mira yang memberikan nasihat agar Vino tidak egois akhirnya Vino pun mengizinkan mereka.


" Pangerannya mamah " Mira menangkup pipi Vino yang sudah duduk mengarah padanya dengan mata berkaca kaca


" Dengerin mamah ya "


" Kamu gak boleh egois. Davka dan Diva berkah ikut dengan orang tuanya, merek berkah pulang ke rumah mereka lagi, merasakan kehangatan di rumah mereka sendiri. Kamu gak boleh Maksa mereka buat terus tinggal sama kita. Kamu dulu kan pernah bilang katanya kamu mau bantu Davka buat ngembaliin orang tuanya dan sekarang kamu berhasil dan akan jauh lebih berhasil jika kamu mengizinkan mereka ikut dengan keluarganya. Kamu pahamkan? " Dalam isaknya Vino mengangguk pelan, Mira dengan senang hati mengahapus kristal bening yang keluar dari mata indah anaknya itu lalu membawa Vino ke dalam pelukannya.


" Tapi Vino kesepian sekarang. Vino pengen punya temen main di rumah. Vino pengen punya adik "


" HAH? APA " Ucapnya sambil melepas pelukannya


" Vino pengen punya adik mahh " Ulangnya lagi


" Vino, sayang. Gini ma... " ucapan Mira terpotong saat Hendra tiba tiba datang menghampiri mereka


" Ada apa? ini jagoan papah kenapa nangis hmm? " Tanyanya lalu duduk di samping Vino


" Papahhh "


" Iya kenapa sayang? Kamu mau minta sesuatu? "


" Vino mau minta adikk "


" APA? ADIK " Hendra kaget dengan ucapan anaknya barusan. Adik? oh yang benar saja permintaan anak ini. Tapi..


" Boleh juga " Ucapnya tiba tiba membuat Mira melotot


" Hah? maksudnya mas? "


" Iya mir, gak ada salahnya kan kita nambah anak lagi? aku yakin kalau kita buatin Vino adik pasti Vino gak akan kesepian lagi di rumah "


Mira menghela napas pelan llaau memandang anaknya itu


" Vino beneran mau punya adik? " tanya Mira di jawab anggukan cepat oleh Vino "


" kalau Vino benaran punya adik. Vino siap tanggung jawab sebagai kakak "


" Vino siap jadi kakak yang baik buat adik Vino nanti. Vino bakal jagain adik Vino, Vino bakal sayangi adik Vino. Vino janji " Ujarnya sambil mengangkat jari kelingkingnya. Hendra dan Mira tersenyum mendengar ucapan Vino barusan


" Jadi gimana Mir? kamu mau kan? "


" Kita coba nanti ya mas "


...VINO PENGEN PUNYA ADIK GUYS...


...SEE YOU...