The Guardian Of Archipelago

The Guardian Of Archipelago
BAB 5



3 hari berlalu sejak kunjungan para praktisi dan tokoh agama. Kini akupun sudah dapat izin dari ibuku untuk bisa keluar rumah. Rasanya bosan sekali berada di dalam rumah terus. Aktivitasku banyak kuhabiskan berada di dalam kamar untuk bermeditasi dan berdzikir. Sebuah kebiasaan yang secara otomatis tertanam pada ku.


Ingin rasanya pergi keluar rumah sekedar jalan-jalan untuk menyegarkan fikiran dari penat.


Pagi hari aku menghabiskan waktu berada di teras di temani secangkir kopi dan beberapa potong singkong goreng. Teman yang pas. Sembari menikmati sejuknya udara pagi dan damainya nuansa pagi.


“Ka, anterin aku ke sekolah yuk!” pinta adikku di depan pintu masuk rumah sambil terlihat buru-buru.


“sebentar lagi dik, singkong sama kopinya belum habis.” Jawabku masih ingin menikmati suasan pagi.


“Ah, kakak. Buruan nanti keburu gerbang sekolahnya ditutup, nanri Ris di hukum lagi.” Gerutu adik ku menarik tangan kananku.


“Iya sebentar, kakak ganti baju dulu.” Namun tanganku malah ditarik kembali sambil berjalan.


“Gak usah kak, Keburu telat nanti.” akupun hanya bisa menurutinya sembari menghidupkan motor. Beruntung motorku rusak tidak terlalu parah saat aku terjatuh, hanya kerusakan pada bagian cover dan stang motor. Sehari diperbaiki sudah bisa mengaspal dijalanan.


Pintu gerbang sekolah terlihat. Satpam penjaga sekolah terlihat membusunkan dada sembari berhitung mundur. 10…9… “sebentar lagi pintu gerbang akan ditutup bagi siapa yang terlambat masuk akan dihukum!” dengan wajah tegas bapak satpam terus menghitung. Beberapa anak sekolah yang masih jauh dari gerbang seakan berlari dengan seluruh kekuatannya. Aku tertawa ringan melihatnya. Sampai terasa sakit di pingang ku.


“Ih kakak buruan. Mau adikmu yang cantik ini di hukum menghormat bendera sampai istirahat siang.” Adik ku pun tak kalah heboh nya dengan anak-anak yang sedang berlari.


“tenang saja dik, masih sempet. Kamu gak akan dihukum kok.” Jawab ku ringan.


Tepat di hitungan ke tiga adikku sudah berlari dari gerbang menuju kelasnya. Gerbang sekolah sudah di tutup dan semua siswa sudah masuk kelasnya. “jadi teringat masa lalu, sewaktu masih sekolah dulu” tersimpul senyum di wajahku.


Selepas mengantar adikku. Aku mandi. Sarapan. dan membantu ibu di dapur. Mempersiapkan ibu untuk membuka toko di pasar.


“Tadi adikmu sampai sekolahnya telat gak yan? ibu gesit sekali bekerja.


“Gak bu. Pas tiga detik sebelum gerbang di tutup.” Jawabku sambil tersenyum jahil.


“Kamu ini, sama adikmu selalu saja suka jahil. Tadi pagi Ris ngomel-ngomel sama ibu takut nya telat masuk. Supir ojek yang biasa nganter Ris berangkat sekolah hari ini gak bisa nganter, bilangnya anaknya lagi sakit. Makanya tadi ibu suruh minta anter sama kamu saja.” Cerita ibu selesai mengemas.


“Oh gitu ya bu. Lagian Ris nya juga bangunnya kesiangan sih bu.” Celotehku.


“sudah, ayo sekarang bantu ibu anter ke toko sekalian beres-beres disana.”


“Iya bu.” Jawabku patuh, sambil membawa barang bawaan menuju motor.


Sejak kepergian ayahku, ibuku selalu lebih giat bekerja. Padahal aku sudah bilang untuk berhenti bekerja dan cukup dirumah saja, biar biaya hidup dan sekolahnya Ris aku yang menanggung. Namun ibu selalu bilang kepadaku bahwa ibu masih kuat bekerja, dan kalau dirumah suka cepat bosan karena sudah terbiasa beraktivitas di toko. Sedihnya ibu juga bilang uang honor yang kudapat lebih baik di tabung saja untuk masa depanku nanti. Anak mana yang tidak ingin melihat ibu nya senang dan bahagia.


....


Malam hari, selepas sholat isya. Aku tenggelam dalam hening nya dzikir. Terhanyut dalam alunan nada alam semesta. Sampai di suatu titik, aku tersedot sampai ke suatu tempat. Ku lihat sekitar rupanya aku di undang oleh paman Artana.


“Assalamualaikum Paman” sapaku dan menyalaminya.


“Waalaikumsalam, duduk lah nak.” Jawab paman mempersilahkan.


Ku lihat pemandangan sekitar sepertinya ini masih di wilayah kerajaan Gubug Progo.


“Ada apakah paman mengundangku datang kemari.” Tanyaku


“Tidak apa-apa ‘nak. Hanya ini berbincang dan mengajarimu sedikit tentang pengetahuan Alam Goib.” Terang paman. Saat ini paman tidak dalam wujud centaur. Melainkan sosok seorang pria gagah khas panglima Kerajaan.


“Wah, Kebetulan sekali paman, sejak kejadian kala itu. saya menjadi semakin bertambah rasa ingin tahu akan pengetahuan alam Gaib.” Jawabku antusias.


“apa yang akan paman beritahu kali ini.” Tanyaku penasaran.


“Tentang tingkatan golongan makhluk gaib dan tingkatan alam gaib.” Jawab paman menatapku. Seperti akan memulai penjelasan.


“Sepertinya sangat menarik untuk disimak paman! Saya siap mendengar.” Aku seperti murid sekolah yang siap menerima pelajaran dari gurunya.


“Baiklah. Dengarkan dan semoga akan menambah pengetahuanmu akan luas nya dunia Gaib itu.”


...


Tingaktan makhluk gaib atau jin yang pertama adalah Iblis.


Iblis merupakan nenek moyang segala ras jin. Ia juga seriing dikenal sebagai Azazil.


Selanjutnya adalah Setan atau Asy-syaitan. Setan Adalah golongan jin yang tingkatanya Lebih rendah dan merupakan keturunan langsung dari kaum Azazil. Tugasnya ialah menggoda manusia ke arah segala perilaku kejahatan, maksiat, dzalim dan sebagainya. Golongan setan merupakan yang paling durhaka, karena kebanyakan dari mereka terlahir dari neraka dan sama sekali tak mau tunduk kepada Allah SWT. Allah SWT pun berfirman, agar manusia tak mengikuti langkah-langkah setan.


Berikutnya ialah Al-Maraddah Tingkatan Al-Maraddah ini di bawah setan. Tugasnya ialah membuat takut dan menyebarkan fitnah pada kaum manusia dan jin itu sendiri. Sebab arti dari Al-Maraddah itu sendiri adalah Pewas-was. Caranya ia hembuskan perasaan takut kepada manusia sehingga hilang ketenangannya.


Selanjutnya Al-Farid, Al-Farid disebut sebagai Ifrit. Tugasnya ialah menipu daya manusia sehingga hilang keimanannya kepada Allah Swt.


“sampai disini apakah kamu masih mengikuti penjelasnnya?” Tanya paman menoleh kearahku.


“Tentu saja paman” jawabku tak sabar mengetahui kelanjutannya.


“Selanjutnya… ada” paman melanjutkan penjelasannya.


Al-Awan Jin yang tingkatannya di bawah Ifrit ini bertugas menjadi pendamping atau Khadam manusia.


Al-Ghawwashun Jin yang tarafnya di bawah Al-awan ini disebut Al-Ghawwashun artinya penyelaman. Sesuai artinya, jin ini tinggal di bawah laut. Golongan jin ini ada yang muslim dan ada yang kafir.


Ath-Thayyarun Jin golongan ini disebut sebagai jin udara. Jin ini dapat mendatangkan bencana seperti angin topan, badai, dan lain sebagainya.


Ath-Thawabi. Ath-Thawabi artinya pengekor, tugasnya membantu jin lain. Dalam status sosial manusia, jin ini termasuk golongan pembantu. Al-Qarna'. Tugas golongan jin ini adalah membantu jin-jin lain yang memiliki tingkatan ilmu tinggi yang memiliki perjanjian dengan manusia. Dalam kata lain, jin ini yang berperan penting pada manusia yang memiliki ilmu ghaib.


Al-Ammar. Golongan jin ini adalah jin yang memiliki tingkatan paling rendah. Golongan ini terkadang tak memiliki status sosial dan bebas berkeliaran mengganggu serta mendorong manusia untuk mempelajari ilmu-ilmu hitam yang menyesatkan.


“seperti itulah tingkatan makhluk penghuni alam gaib” tutur paman menutup penjelasannya.


“Aku menghela nafas, mencerna apa yang barusan paman jelaskan” aku diam selama beberapa saat dan sepertinya paman pun membiarkan aku mencerna penjelasan sebelum melanjutkan.


“baik paman. Untuk sekarang akan ku ingat di dalam ingatan.” Hanya perkataan itu yang keluar dari mulutku. Bayangkan Informasi dari ribuan tahun masuk sekaligus kedalam otak.


“Baiklah. Apa kau siap dengan pengetahuan selanjutnya tentang tingkatan Alam gaib?” Tanya paman memastikan.


“Siap paman” jawabku semangat.


Lalu paman kembali menceritakan informasi dan pengetahuan. Seperti jam pelajaran kedua telah dimulai!


“Ibarat dialam nyata, kita biasa mengenal nama sebuah daerah dengan sebutan Negara, kota, desa dan lainnya, dalam dunia Jin pun memiliki struktur dalam kepemimpinan dan daerah yang dikuasainya.”


...


"Alam nyata atau alam materi yang kau tinggali bila dibandingkan dengan alam gaib bagaikan sebuah koin yang di lempar di tengah padang pasir. Dapat kau bayangkan luas nya alam gaib. Sedangkan alam ghaib sendiri baru lapisan langit kedua. Masih ada 5 langit di atasnya dan masing-masing memiliki perumpamaan yang sama. Setelah ketujuh langit, di atasnya terdapat Kursi Allah.


Bila diibaratkan lagi, 7 langit di bawah kursi Allah adalah koin dan luas padang pasirnya ibarat kursi Allah. Di atas kursi Allah, yang tertinggi, singgasana Allah, Arshy Allah. Bisa kita bayangkan, seberapa kecilnya kita di hadapan Allah dan ciptaan-Nya. Maka, untuk apa kita masih menyombongkan diri. Tapi barang siapa yang tetap berada pada jalan Allah, maka derajat manusia itu sendiri melebihi segala makhluk ciptaan Allah yang terdahulu.


Alam gaib atau Alam Jin ada yang disebut Alam Kajimana. Yakni mereka yang hidup di rumah-rumah kuno masyarakat yang bergaya aristokrat, hampir sama dengan bangsa siluman tetapi mereka biasanya tinggal di daerah-daerah pegunungan dan tempat- tempat yang berhawa panas. Dan dikenal dengan sebutan merak Jim oleh masyarakat alam ghaib. Selanjutnya disebut Alam Roh. sebuah saluran yang terjepit, dimana roh-roh dari manusia-manusia yang jahat menderita karena kesalahan yang telah mereka perbuat pada masa lalu. Suara desisan di puncak-puncak gunung adalah suara roh-roh yang sedang menderita siksaan, terkadang beberapa masyarakat menamainya sebagai roh yang bergentayangan atau gambaran bagi manusia yang masih hidup, begitulah keadaan di alam ghaib ini.


Alam Siluman Mahkluk Halus. Bangsa ini tinggal di daerah yang berair seperti di danau-danau, laut, samudera dan lainnya, masyarakat siluman diatur seperti masyarakat jaman kuno. Mereka mempunyai Raja, Ratu, Golongan Aristokrat, Pegawai-pegawai Kerajaan, pembantu-pembantu, budak-budak di alam ghaib ini. Mereka itu tinggal di Keraton-keraton, rumah-rumah bangsawan, rumah-rumah yang bergaya kuno. Berikutnya ialah alam Sarpo Bongso. Sarpo Bongso ini siluman asli, yang telah tinggal di telaga dalam waktu yang lama bersama dengan penduduk golongan siluman. Sedangkan kanjeng Ratu Kidul bukanlah asli siluman, beberapa pendapat mengatakan, bahwa beberapa abad yang lalu ratu kidul merupakan seorang Gusti di kerajaan di Jawa, tetapi patihnya nyai Roro Kidul adalah siluman asli sejak beberapa ribu tahun yang lalu, sehingga sampai sekarang ketenaran dan ceritanya hingga sekarang masih kita dengar.


Alam Demit. Bangsa ini bertempat tinggal di daerah-daerah pegunungan yang hijau dan Lebih sejuk, rumah-rumah mereka bentuknya sederhana, yakni terbuat dari kayu dan bambu, mereka itu seperti manusia, namun bentuk badannya Lebih kecil. Ibaratnya masyarakat yang telah teratur dan juga seperti alam ghaib Merkayangan, Siluman, Kajiman, dan Demit.


Alam Merkayangan. Kehidupan di saluran ini hampir sama seperti kehidupan di dunia manusia, hanya saja sinar matahari tidak ada. Dalam dunia merkayangan, menurut beberapa sumber, mereka juga mempunyai kebiasaan seperti merokok, rokok yang sama seperti dunia manusia, membayar dengan uang yang sama, memakai macam pakaian yang sama, ada banyak mobil yang jenisnya sama di jalan-jalan, ada banyak pabrik-pabrik persis seperti di dunia manusia. Yang mengherankan adalah, mereka itu memiliki teknologi yang Lebih canggih dari manusia, kota-kotanya Lebih modern ada pencakar langit, pesawat-pesawat terbang yang ultra modern serta lainnya. Ada juga hal-hal yang mistis di alam ghaib dunia Merkayangan ini, terkadang jika mereka menginginkan manusia dalam sebuah acara yang mereka rayakan, mereka juga akan mengundangnya, seperti dalam acara; melaksanakan pertunjukkan wayang kulit, menghadiri upacara pernikahan, bekerja di batik, rokok sebagaimana manusia pada biasanya, hingga upah mereka-pun sama dengan manusia di dunia ini" Jelas paman,


“Begitulah kiranya Alam ghaib yang ada, maha besar Allah SWT atas segala ciptaan dan kehendak-Nya, sehingga siapapun patut dan wajib sujud dan hanya berharap pada-NYA. Dan alam yang sedang kau kunjungi saat ini adalah Alam gaib tingkatan kajimana."


Aku menatap langit. Merenung. Lama. Kemudian tertunduk, dan terisak meneteskan air mata. “sekarang aku telah mengetahui dan menyadarinya paman. “Betapa Maha Besar-Nya Tuhan sang pencipta seluruh alam, Allah Swt.”