The Guardian Of Archipelago

The Guardian Of Archipelago
BAB 10



"Wellcome Indonesia !!! Negeri Subtropis, di sini hangat ya Jim"


"Apa kamu siap kulit putihmu berubah menjadi coklat kim?” Tersenyum Lebar.


“Sudah 20 tahun lamanya aku meninggalkan negeri ini" Ungkap Shijima, mereka berjalan menyusuri koridor kedatangan.


"Haha, sepertinya itu pertanyaan yang sama untuk dirimu sendiri jim"


"Haha, ya its oke. Mitsuki siap menjelajahi Indonesia"


"Apa ada yang salah dengan tampilan kita jim? Lihat disana, sepertinya kita di perhatikan sama banyak orang" Kim mulai memperhatikan sekeliling.


"Kabarnya sih, orang Indonesia khususnya wanita, mereka kagum sama cowok Korea sepertimu" Ujar Shijima meledek


"Kalau yang cantik sih tidak masalah jim? Kim Won siap menjelajahi wanita Indonesia"


Wajahnya menunjukan tampang percaya diri


Kim Won memang agak Lebih gagah, dengan postur tinggi, dada yang membusung atletik, hidung mancung serta kulitnya yang hampir sepenuhnya putih tak berbulu. Sangat ideal bagi setiap wanita yang memandang.


Sedangkan Shijima memiliki postur tegap, rambut agak cepak, dengan tatapan yang kadang-kadang tajam. Shijima adalah salah satu lulusan terbaik akademi militer. Jadi tak bisa dipungkiri bila memiliki wajah yang keras dengan sedikit ketampanan ala khas Lelaki Japanese.


Di tengah obrolan mereka, datang seorang wanita.


"Selamat pagi, apa Anda dengan saudara Shijima" Tanya wanita itu.


"Melissa?" Ujar Shijima saat menoleh ke arah wanita tsb.


"Benar!, Mmm… Saudara Shijima Hiragawa Mitsuki?" Tanya wanita itu sedikit tak percaya.


"Benar, Apa kabar? Senang berjumpa dengan Anda. Lama tak berjumpa" Balas Jim lalu memeluk wanita itu.


"Pak Bambang, ini tamu kita. Bisa tolong angkat kan barang bawaan mereka," Teriak Melissa pada Sopir penjemput


"Terima kasih" sambil tersenyum


Perjalanan menuju Daerah Jakarta Barat, yah, sebuah rumah yang telah Shijima pesan dan sekaligus beli beberapa minggu lalu. Menyaksikan jalanan Jakarta yang begitu padat sesak oleh kendaraan pribadi maupun umum membuat Shijima hanya menggelengkan kepala.


"Kamu tahu tidak Mell, mobil dan motor yang mereka pakai itu, negaraku yang membuat, tapi sayangya di negaraku peminatnya amatlah kurang. Kami Lebih memilih menaiki kereta atau bis bila bepergian jauh, dan menaiki sepeda bila bepergian dekat" Memandang keluar jendela


"Pasti banyak polusi di luar sana” menggelengkan kepala


" Kalau di Korea, Kami Lebih sukai mobil dibandingkan Motor " Sahut kim tak mau kalah.


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, tibalah di bilangan Jakarta barat.


"Ingat ya kim, tujuan kita kesini apa? Waktu kita hanya 11 bulan"


"Eh, apa kamu yakin mengenai kutukan keluarga kamu itu jim?"


"Sejak kecil nenek pernah menceritakan perihal ini."


Flashback :


(Menyeduh teh/Musim Gugur)


"Shijima Hiroyuki Mitsuki, kamu cucu terakhir generasi kita nak. Ibu kamu Sirita Mitsuki Dahulu menikah dengan Pemuda Indonesia. Dan kehamilannya melahirkan anak kembar. Kamu dan kakakmu Samuel Hiroyuki Mitsuki. Kelak kamu harus menemuinya di negeri seberang sana."


"Kenapa kita terpisah nek"


"Takdir nak! Generasi awal Keluarga Mitsuki pernah berbuat kesalahan Fatal di masa lalu. Dan mengusik Iblis di negara itu"


"Aku masih belum mengerti nek."


"Kelak kedewasaanlah yang akan mengertikanmu nak"


(kembali ke 2014)


"Ini bukan semacam dongeng seorang nenek pada cucunya kan jim?"


"Aku yakin bukan, kutukan itu nyata. Sampai detik ini, jasad semua keturunan Mitsuki tak bisa menjadi tulang akan tetap awet bagai Mumi, itu dikarenakan dahulu leluhurku berbuat kesalahan melakukan perjanjian dengan iblis"


"Apa nama pulau itu?"


"Jaeva,"


Malam itu terasa menegangkan, cerita demi cerita mulai Shijima ungkapkan kepada kim sahabatnya. Terlebih mengenai masa kelam perjanjian dengan iblis itu. Takdir yang membuatnya dan saudara kembarnya untuk melawan dan menaklukkan iblis tersebut.