
Setelah beberapa saat mereka menunggu, kira-kira setengah jam Abah datang dengan pakaian khasnya.
“Sudah lama menunggu?” Abah menghampiri
“Mereka menanyakan apa kegiatan hari ini bah.” Sahut Dewi
”Ada beberapa hal penting yang Abah harus cerita kan ke kalian. Terutama kepada Tuan Mitsuki kita.” Abah menatap kedua mitsuki
“Siap Abah.” Samuel dan Shijima berseru
“Tapi sebelum kita masuk terlalu jauh dalam kisah yang akan menjadi Legenda di masa depan. Apa kalian berdua siap bersedia Beralih keyakinan kepada ajaran Islam. Patuh terhadap segala perintah dan larangan Allah SWT semata.” Abah menjelaskan
“Kami Siap! Tolong Abah bimbing kami.” Samuel dan Shijima memantapkan niat
“Aku juga Siap.” Kim menatap serius Shijima
“Baiklah. Ikuti perkataan Abah. Dengan menyebut Nama Allah SWT. "Assyadu Allahillahaillalah, Wa Assyadu anna Muhammadar Rasulullah" Abah membimbing syahadat.
"Assyadu Allahillahaillalah, Wa Assyadu anna Muhammadar Rasulullah" Samuel, Shijima dan Kim mengikuti perkataan.
“Alhamdulillah. Kalian telah berada di jalan yang lurus. Segala dosa yang kalian perbuat secara sengaja maupun yang tidak kalian sengaja sebelum kalian mengucapkan dua kalimat Syahadat. Insya Allah semua Allah Hapuskan. Karena sesungguhnya Dialah Tuhan yang Satu, dan tiada duanya.” Abah memberi petuah
“Serasa perasaanku damai bah.” Kim merasa hal yang belum ditemui
"Semoga kita benar-benar mendapat petunjuk" Sahur jim
“Dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, Kalian ibarat Bayi yang baru lahir. Putih bersih tanpa noda. Apa Abah sudah bisa bercerita?” Abah duduk di ujung meja. Merapihkan duduk dan siap bercerita.
“Silakan Abah.” Samuel dan yang lainya siap menyimak.
Abah memulai cerita …
Dahulu, Jepang dikenal sebagai negara penakluk dari kawasan Asia. Para pengembara mulai menyebar melalui jalur laut. Pengembara tersebut menyebut diri mereka sebagai Perompak Asia. Mereka menggunakan puluhan kapal Layar mengarungi Samudera mencari daratan yang menurut mereka layak untuk mereka jajah.
Hingga pada suatu saat, perompak tersebut menemukan kepulauan utara Indonesia. Morotai, kepulauan makmur penghasil Rempah tersohor pada masa itu. Ada juga beberapa tambang emas disitu. Tahun 1678 Mereka merapat ke pulau tersebut. Mereka meluluh lantakkan penghuni desa di pulau itu. Ada beberapa perkampungan di sisi utara pulau yang mereka lumpuhkan. Dan hanya sebagian yang masih melawan sekuat tenaga.
Banyak juga dari warga yang memilih berlari ke hutan Morotai. Dua tahun perompak jepang itu menjajah Morotai. Warga pribumi diperlakukan selayaknya binatang. Bekerja di tanah sendiri tanpa upah. Hasil bumi mereka dirampas, tenaga mereka di kuras dan hidup kebebasan mereka di rebut. Ya begitu kejamnya perlakuan Perompak jepang saat itu.
Kelompok perompak itu di pimpin oleh Kapten Nagata Hiroyuki Mitsuki, Sosok Ambisius dan kalian mungkin tak akan menemukan nama itu dalam sejarah, Sosok yang ingin menaklukkan Asia Timur.
Tidak hanya untuk berdagang, dan merampas Hasil bumi, dia merupakan otak pembunuh berdarah dingin.
Hingga pada suatu ketika, Nagata tidak sengaja menemukan sebuah kuil reruntuhan di jauh pedalaman hutan Morotai. Saat itu ia sedang menyisir Area untuk membangun Benteng pertahanan pertama kali. Yang ia temukan adalah, semacam kuil tempat kuno kebudayaan kuno.
Nagata dan beberapa pasukannya memasuki kuil tersebut. di dalam, mereka menemukan sosok yang bahkan hampir menyatu dengan dinding kuil, badannya diapit oleh dua kayu dan sosoknya berdiri tegak, mata tertutup dengan tangan dikepalkan ke depan. Mereka kebingungan, sosok apakah itu. Dengan sengaja Nagata menembaki sosok tersebut.
Tapi nihil, ia tak bergerak sama sekali. Perlahan Nagata mendekatinya dan apa yang terjadi. Tiba-tiba mata yang sedari tadi tertutup. Kini terbuka. Dan sedang menatap serius Nagata. Semua terkaget dan menodongkan semua senjata ke arah sosok tersebut. Dan apa yang terjadi, hanya dengan kedipan mata. Semua orang termasuk Nagata jatuh tersungkur. Sosok tersebut dikenal sebagai "Shang Ellah"
Menurut Legenda, dia adalah Malaikat Hitam yang ingkar pada tugasnya, di Neraka. ia bertugas sebagai penjaga tepi jurang.
Tetapi ia tak bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. Banyak iblis yang sedang dihukum bebas karenanya.
Tuhan menghukumnya, beberapa malaikat juga memberikan pelajaran padanya hingga akhirnya ia dikutuk menjadi Sosok yang amat mengerikan. Konon wajahnya amat buruk, matanya sanggup membuat yang bernyawa menjadi Lenyap seketika.
Bahkan iblis pun tak dapat mengalahkan kekuatannya. Pada suatu ketika, ia berhasil meloloskan diri dari Neraka. Dan ia terjatuh melintasi beberapa alam. Tibalah ia di Bumi. Tubuhnya hancur berkeping-keping, amat sulit baginya untuk menyatukan lagi tubuhnya. Matanya yang telah terlepas melirik kesana kemari.
Ia melihat betapa banyaknya Iblis di tempat ini. Otaknya yang jauh terpisah berpikir, dan ia yakin. Inilah tempat Anak cucu Adam.
Beberapa iblis Morotai membantu menyatukan tubuhnya yang bercerai berai.
Hanya satu yang tak iblis temukan. Yaitu jantungnya. Sejak saat itu Dia dan para iblis membuat sebuah kerajaan Ghaib di MOROTAI. Seluruh jin dari penjuru dunia tunduk pada perintahnya.
Saat itu bumi sedang dilanda kehancuran, hingga Lahirlah Seorang Juru Selamat. Dialah Ahmad Bin Abdullah (Muhammad SAW) . Bumi perlahan membaik, dengan diturunkannya Wahyu dari Tuhan melalui Muhammad. Banyak Iblis yang kembali ke Neraka.
Mereka dengan seksama mendengarkan cerita abah, lalu masuk seorang pria.
"Assalamualaikum kek" Sapa Lelaki itu.
"Waalaikum salam. Oh masuk yan, ini mereka telah tiba. Dan tinggal menghitung purnama kita akan segera beranjak"
***
Kembali Ke sudut pandang saya.
"Assalamualaikum semuanya" Sapa saya
"Kek, beberapa hari lalu saya kembali mendapat penglihatan aneh"
"Kita harus segera bertindak nak, sebelum terlambat" Tegas Abah..
Cerita panjang dari Abah seakan membuat otak mereka tidak bisa mempercayai apa yang terjadi sebenarnya. Pertanyaan mereka, apa hubungannya dengan kakek buyut Sam dan Jim sehingga bisa dikutuk untuk menjadi pengikut Shang Ellah.
“ Alasan Shang Ellah apa bi, mengutuk Nagata?” Shijima penasaran
Abah menjelaskan.
“Hanya dialah satu-satunya manusia yang berani dan sanggup bertatap mata dengannya. Kala itu, jangan kan menatap matanya, mendengar suaranya, seluruh makhluk bernyawa tunduk dan ketakutan. Itu pertanda, bahwa saat itu Nagata memiliki hati yang sangat jahat. Jiwanya saat ini berada di samudera Pasifik, dia memimpin kerajaan Iblis di bawah kendali Al-Dajjal. Nagata Memiliki jutaan pasukan Jin yang siap menyerang saat hari akhir.
Sesungguhnya Shang Ellah, dan Nagata Dapat dikalahkan sebelum hari akhir. Dan apabila saat kekalahan mereka terjadi, dunia akan kembali Normal. Terkecuali Al-Dajjal, meski dia dapat dikalahkan, Jiwa dan kekuatannya bersumber dari Neraka.
Semakin banyak jiwa anak cucu adam yang memasuki neraka, makin kuat pula dirinya.
Sebab itu, ia sekarang berupaya mengumpulkan tenaga serta personil untuk kekuatannya di hari akhir. Apabila kita bisa mencegah semua rencana ini, Kita akan meringankan tugas Sang Imam Mahdi untuk mengalahkan Al Dajjal. Tapi, kita mulai dengan mengalah kan Shang Ellah, dan Kakek buyutmu,.
Kita kekalkan jiwa mereka di Neraka. Dan yang pastinya, kita juga harus menyelamatkan 6 Generasi tak berdosa keluarga Mitsukimu. Biarlah Nagata yang menanggung sendiri ulah kelamnya di Neraka.
“Kita mulai dari mana?” Kim siap beraksi
“Sebelum kita ke Morotai, tiga bulan kalian akan aku didik di sini. Akan aku ajarkan kalian Ilmu, akan aku beri kalian masing-masing tujuh Rijalul Ghaib dari berbagai penjuru dunia.” Jelas abah
“Tapi untuk mendapatkan semua itu, aku harus bermeditasi melintasi tujuh kerajaan Ghaib. Ingat, ini bukan tugas biasa, Kita sudah dituliskan untuk menjalankan Amanah ini. Insya Allah, Malaikat, dan para Rasul ada di samping kita.” Lanjut abah
“Indera ke tujuhku berkata, Para leluhur Tanah Jawa tersenyum dan bersorak untuk kita.” Jelasku pada mereka
“Kami akan siap menjalani semua ini. Semua demi Jalan kebenaran serta agar enam Generasi Mitsuki pendahulu bisa kembali ke jalan yang lurus.” Shijima berseru
“Tolong Bimbingannya ya Abi, kami akan menjadi Murid yang akan patuh pada gurunya.” Samuel siap menerima didikan abah “Apapun itu, kita akan melakukannya.”
*****
Tiga bulan kemudian,
Setelah perundingan hari itu, hari demi hari mereka berlatih dengan giat, karena mereka tau, lawan mereka bukanlah makhluk biasa. Kini mereka bertiga makin mendalami ilmu dari padepokan Abah.
Telah banyak Khadam yang mereka dapatkan, telah banyak pula amalan yang mereka amalkan. Di hari terakhir pembelajaran, Abi akan memberikan Khadam terkuat dari padepokannya. Dan dengan sempurnanya ke duapuluh satu Rijalul Ghaib dari tujuh Kerajaan yang telah dimiliki oleh Samuel, Shijima, dan Kim. Kini mereka bukan sembarang pemuda.
“Malam ini adalah malam terakhir kalian melakukan amalan. Lihatlah, Para jin dan disertai para Rijalul Ghaib kalian telah berkumpul di depan.” Ucap Abah
“Kami siap Bi, siapapun diantara kami yang menerima Khadam leluhur tersebut. Kami akan memegangnya sesuai perintah yang maha kuasa.” Samuel yakin dan berbesar hati
“Abah menerima bisikan ghaib dari khadam leluhur Abah. Perihal Pedang Zulfikar apakah kalian sudah mengetahui?” Abah menjelaskan
“Belum Bah.” Jawab Shijima
“Pedang dari taman Firdaus, semua berjumlah tujuh. Dan telah digunakan beberapa Rasul untuk mengalahkan para Raja iblis dari beberapa generasi terakhir. Hingga saat ini hanya tersisa 2, salah satu diantaranya dahulu pernah digunakan Nabi Musa As.” Jelas Abah
“Apa mungkin bah? Pedang itu bukan sembarang pedang.” Tanyaku heran
“Tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya.: jelas Abah
“Siap Bi.” Tegas Kim
“Apa yang harus aku amalkan selanjutnya setelah ini Bah.” Tanyaku
“Sukmamu harus bertemu sukma Nabi Musa. Ajaklah Sam dan Jim” abah meberi intruksi
“Selanjutnya apa yang harus kami lakukan disana.” Aku focus menyimak
“Lintasilah tiga alam, Alam bawah sadar, alam barzakh, dan Padang Mahsyar. Di sanalah Letak para Nabi dan Rasul. Kalian harus berzikir sepanjang tujuh siang dan tujuh malam. Mintalah petunjuk di bawah langit ke empat tepat tiga langit sebelum Kursi Allah Swt. Disana kalian akan bertemu banyak cahaya, ya merekalah para malaikat pengawal Rasul.” Abah jelas menerangkan
“Apa yang harus kami katakan pada Nabi Musa.” Tanyaku kembali
“Katakanlah, Kalian membutuhkan pedang Zulfikar.” Abah menjawab. “Hanya pedang itulah yang akan membuka jalan ke kerajaan Iblis di dasar laut Samudera Pasifik. Karena dengan kekuatan pedang itu dahulu Nabi Musa As menggunakannya untuk membelah Laut Merah agar ia dan kaumnya dapat berlari dari pasukan Ramses. Pergilah, Dapatkanlah Pedang Zulfikar, dan segaralah ke Tempat dimana Nagata memimpin. Mintalah petunjuk pada para nabi.” Raut wajah serius erlihat di wajah abah.
Abah melanjutkan “Bahkan Abah sendiri belum pernah ke tempat itu. Semoga kalian dapat pergi dan Kembali atas izin Allah SWT Ini hanya informasi serta perintah Rijalul Ghaib Abah dan agar Abah sampaikan pada kalian.” Abah menutup penjelasan.
Aku, Shijima, Sam, menjawab. “Siap Abah!.”