The Greatest God

The Greatest God
Pengepungan



Tuan Hantu membalik mejanya kesal. Bagaimana bisa rencananya tak ada yang berjalan dengan baik. Bahkan hantu bawahannya telah berkhianat padanya.


Sebenarnya bukan bawahannya, melainkan dirinya yang pertama ingin mengorbankan bawahan tak bergunanya itu.


Dia memang berniat membakar bawahannya beserta kendi itu bersamaan.


Padahal sangat sulit menangkap api abadi. Tapi siapa sangka bahwa pemiliknya ada disekitar sana.


"Tuan," seorang hantu bersimpuh memberi hormat kepada Tuan Hantu.


"Sudah kau bereskan pengkhianat itu?"


"Sudah, Tuan."


"Bagus. Sekarang lanjutkan tugasmu."


"Baik."


Hantu itu pun pergi dengan beberapa kaki tangannya. Meninggalkan ruangan singgasana tuannya.


Kali ini tidak boleh gagal. Bagaimanapun caranya. Dia harus merebut kendi itu dan memusnahkannya.


oOo


Shin jadi merasa tak enak pada Alta. Pasalnya sekarang Alta juga menjamu mereka dengan makan malam.


Padahal Alta tak mau menerima sepeserpun uang dari mereka, tapi mereka dijamu sedemikian baiknya.


"Maaf kita jadi merepotkan," ucap Shin sungkan.


"Tidak perlu sungkan, silahkan dimakan. Saya tidak merasa direpotkan sedikitpun."


"Kau baik sekali. Kalau begitu selamat makan," ucap Zayin sambil mengambil sesendok besar nasi.


Shin hanya tersenyum malu ke arah Alta. Alta hanya membalas kembali senyuman Shin sambil menawarkan untuk bergegas makan.


"Apa Sylon tidak ikut makan?" tanya Khun yang sedari tadi tak melihat Sylon berkeliaran di rumah.


"Maaf, Sylon sangat pemalu. Nanti akan saya antarkan makanan ke kemarnya," jawab Alta sedikit tak enak hati.


"Apakah tidak apa-apa jika kami terus disini? Sepertinya hal ini akan menggangu anakmu?" tanya Khun penasaran.


"Tidak masalah. Saya juga sedang mengajari Sylon untuk sedikit berinteraksi dengan yang lain. Karena tidak mungkin selamanya saya terus berada disisinya."


Zayin mengangguk mengerti. "Kalau begitu aku akan membantu. Aku pandai dalam menarik perhatian."


Alta tersenyum ragu. "Tidak perlu repot, Tuan. Saya takut Sylon akan merepotkan. Kebiasaannya bisa saja menyakiti perasaan orang-orang di dekatnya."


"Tidak masalah. Kau tahu orang ini?" Zayin merangkul Khun yang duduk disebelahnya, "aku sudah banyak sakit hati karenanya."


Shin tersenyum mendengar ucapan Zayin. Sedangkan Khun menatap tajam Zayin kesal. Hal itu berhasil membuat Zayin menurunkan tangannya.


Shin hanya menggeleng maklum. Bahkan di depan orang lain pun mereka masih bisa bertengkar.


Beberapa panggilan suara dari luar membuat Alta keluar sejenak. Ternyata diluar sudah ada tim patroli malam yang tengah mencarinya.


"Ini gawat. Pelindung diluar desa hampir ditembus," lapor Yodh pada Alta.


"Bagaimana bisa? Cepat kita kesana."


Pantas pelindung yang sebegitu kuat hampir ditembus. Ternyata diluar sudah banyak ratusan mayat hidup yang mencoba menerobos masuk ke dalam desa.


Beberapa kesatria juga sudah mencoba memperbaiki pelindung tapi mereka belum mampu memperbaiki sepenuhnya. Pertahanan mereka hanya mampu menahan mayat hidup itu tak bisa masuk ke dalam desa.


Alta bergegas membantu. Dia merentangkan kedua tangannya untuk menutup lapisan yang hampir rusak.


Benar saja. Dalam sekejap lapisan itupun tertutup sempurna. Karena dasarnya yang membuat pelindung ini adalah Alta. Dan dia juga merupakan kesatria terkuat di desa.


"Khun,"


Khun mengerti panggilan Shin dan menyalurkan beberapa mana seperti biasanya.


Pemandangan itu berhasil membuat beberapa kesatria disana terkejut. Mentransfer energi mana bukanlah sesuatu hal yang mudah.


Banyak alasan yang membuat cara itu takkan bisa dilakukan kebanyakan orang. Dan mereka sangat paham hal itu.


Yang pertama, si pemberi mana adalah harus orang yang memiliki mana yang besar dan berlimpah.


Yang kedua, si penerima mana juga harus memiliki wadah yang kokoh dan tangguh. Karena menerima energi mana yang cukup besar bukanlah hal yang mudah untuk diterima tubuh.


Sedangkan yang ketiga, energi mana mereka harus cocok agar tidak berbenturan dan menjadi kacau.


Biasanya orang yang bisa melakukan ini adalah saudara atau orang yang memiliki keterkaitan batin yang kuat.


Setelah merasa energi mananya cukup, Shin melapisi kembali pelindung di desa ini dengan mana miliknya.


"Buat tim jadi dua kelompok, satu untuk mengevakuasi warga dan perintahkan yang lain untuk memeriksa ulang pelindung."


"Baik!"


Mereka pun bergerak bergegas melaksanakan perintah Alta.


"Yodh, aku akan pergi keluar pelindung. Desa akan kuserahkan kepadamu."


"Tapi itu sangat berbahaya. Mereka terlalu banyak untuk kau tangani sendiri. Aku juga akan membantu," ucap Yodh keberatan dengan keputusan Alta.


"Tidak bisa. Salah satu dari kita harus tinggal untuk menjaga desa."


"Kalau begitu aku akan ikut membantu," ucap Khun kemudian.


"Aku juga," tambah Zayin mengajukan diri.


"Tidak! Kau di sini membantu yang lain dan juga menjaga Shin."


Mendengar itu Zayin langsung mengangguk lemah.


Khun mendekat ke arah Shin membisikkan sesuatu padanya. "Jaga kendinya bersamamu."


Shin mengangguk mengerti. Sepertinya Khun merasa penyerangan ini ada sangkut pautnya dengan si pencuri kendi.


Tidak salah lagi. Melihat bagaimana hantu yang dia tangkap tadi lenyap seketika menjadi abu, bahkan sebelum sempat menjelaskan apapun.


Pertama dengan cara diam-diam dan sekarang mereka memilih dengan cara paksa.


Akhirnya sudah diputuskan bahwa Khun dan Alta yang akan pergi keluar. Shin membantu membuat pintu masuk untuk mereka berdua dan menutupnya sesegera mungkin agar tidak ada waktu untuk para mayat hidup itu bisa masuk.


oOo