
"Ternyata Yan Sobang tidak berbohong. Baek Cheon sering membawa wanita lain." Gumam Jin Hobin.
"Aku akan menunggumu malam tiba untuk menyelinap ke kamar Baek Cheon." Gumam Jin Hobin kemudian menghilang.
Beberapa jam kemudian. Jin Hobin sedang menyelinap di sekte blue dragon. "Menurut informasi, itu adalah tempat tinggal Baek Cheon." Gumam Jin Hobin melihat sebuah rumah. "Wuusshh." Jin Hobin berlari ke arah rumah.
Jin Hobin mengintip dari jendela dan melihat Baek Cheon sedang tidur dengan seorang wanita. Jin Hobin menutup wajahnya dengan kain hitam kemudian masuk ke dalam kamar Baek Cheon.
"Mati." Gumam Jin Hobin kemudian menusuk Baek Cheon. Baek Cheon membuka matanya dan menghindari tusukan Jin Hobin.
"Siapa kamu." Teriak Baek Cheon kemudian mengambil pedanganya.
"Ketua sekte." Wanita panik saat melihat Jin Hobin.
"Kamu tidak perlu tahu siapa diriku." Balas Jin Hobin kemudian menyerang Baek Cheon. "Ting!" Baek Cheon menahan serangan Jin Hobin.
"Siapa yang mengirimmu." Baek Cheon menatap Jin Hobin. Jin Hobin mengabaikan kata Baek Cheon.
"Mungkinkah Yan Sobang yang mengirimmu." Baek Cheon menatap Jin Hobin.
"Karena aku sudah ketahuan. Aku tidak boleh membiarkan satu saksi mata yang hidup." Gumam Jin Hobin kemudian menebas wanita yang tidur dengan Baek Cheon. "Crasshh." "Buukk." Kepala wanita terjatuh dan menggelinding ke lantai.
"Berengsek, setelah membunuhmu. Aku akan membunuh Yan Sobang dan memperkosa putrinya." Teriak Baek Cheon kemudian cahaya bewarna pink menyelimuti pedangnya.
"Mati." Baek Cheon berteriak dan menyerang Jin Hobin.
"Crasshh." Petir kuning menyelimuti pedang Jin Hobin. "Thunder Slash." Teriak Jin Hobin kemudian mengayunkan pedangnya.
"Wuusshh." Pisau petir sepanjang 1 meter melesat ke arah Baek Cheon. "Booomm!!." Ledakan terjadi.
Setelah asap ledakan menghilang Jin Hobin melihat Baek Cheon duduk di tanah dengan lengan kanan terpotong. "Uhuukk." Baek Cheon batuk darah. "Siapa kamu sebenarnya." Baek Cheon menatap Jin Hobin yang berjalan ke arahnya.
"Aku hanya seorang laki-laki yang bereinkarnasi ke dunia murim." Jawab Jin Hobin kemudian menusuk jantung Baek Cheon. "Uhuukk." Baek Cheon batuk darah kemudian mati.
"Suara ledakan itu berasal dari rumah ketua sekte." Jin Hobin mendengar suara teriakan.
"Aku harus pergi dari sini." Gumam Jin Hobin kemudian keluar dari rumah Baek Cheon.
"Ahhh, ketua sekte." Semua murid terkejut melihat Baek Cheon yang terbunuh.
"Semuanya cari pembunuh ketua sekte. Aku yakin pembunuh itu tidak jauh dari sini." Teriak salah satu murid.
"Baik." Jawab semua murid.
Beberapa menit kemudian Jin Hobin berada di dalam kamar Yan Sobang. "Baek Cheon telah aku bunuh." Jin Hobin melihat Yan Sobang.
"Hahaha, kerja bagus Jin Hobin." Yan Sobang tertawa.
"Beri aku kamar. Aku ingin mandi dan beristirahat." Kata Jin Hobin melepas kain hitam yang menutupi wajahnya.
"Lan Ru." Teriak Yan Sobang.
"Iya tuan." Jin Hobin melihat seorang wanita berusia 30 tahun yang memiliki kulit putih dan rambut coklat panjang masuk ke dalam kamar Yan Sobang.
"Antar dia ke kamar tamu." Kata Yan Sobang.
"Baik tuan." wanita yang di panggil Lan Ru mengangguk.
"Silakan ikuti saya." Kata Lan Ru melihat Jin Hobin. Jin Hobin kemudian mengikuti Lan Ru.
"Ini kamar anda." Lan Ru membuka pintu kamar. Jin Hobin kemudian masuk ke dalam kamar.
"Kamu bisa pergi." Kata Jin Hobin melihat Lan Ru.
"Baik." Lan Ru mengangguk kemudian menutup pintu dan pergi. Jin Hobin melepas pakaiannya kemudian masuk ke dalam kamar mandi.
Tidak lama kemudian Jin Hobin telah selesai mandi. Jin Hobin berbaring di kasur dan berkata. "Sepertinya aku harus membeli kasur yang terbuat dari kapuk. Aku sudah bosan tidur di kasur bambu." Jin Hobin kemudian memejamkan matanya dan tidak lama kemudian tertidur.
"Aku akan pergi." Jin Hobin mengangguk.
"Jin Hobin, apa kamu tidak tertarik dengan putriku." Tanya Yan Sobang.
"Ayah." Yan Yu terkejut mendengar kata ayahnya.
"Yan Yu, Jin Hobin adalah jenius bela diri. Di usia 16 tahun dia mencapai tingkat Expert. Jika kamu menikah dengannya, masa depanmu pasti akan cerah." Kata Yan Sobang.
"Maaf tuan Yan Sobang, tapi aku tidak ingin menikah muda." Kata Jin Hobin.
"Baiklah, jika kamu ingin menikah. Kamu bisa datang untuk menemuiku." Yan Sobang tersenyum.
"Baik tuan." Jawab Jin Hobin.
"Tuan, saya akan pergi." Kata Jin Hobin.
"Baik, kamu bisa pergi." Yan Sobang mengangguk. Jin Hobin melihat Yan Yu kemudian berjalan pergi.
3 Hari kemudian. "Siapa yang membunuh muridku Baek Cheon." Seorang pria tua berambut putih menangis di depan mayat Baek Cheon.
"Maaf, kami tidak tahu siapa yang membunuh ketua." Jawab murid sekte blue dragon.
"Aku tahu siapa yang membunuh muridmu." Kata biksu berbadan kekar.
"Evil Monk." Pria tua berambut putih menatap biksu berbadan kekar.
"Aahh, dia Evil Monk." Semua murid sekte blue dragon terkejut saat mendengar biksu berbadan kekar adalah evil Monk.
"Jika tebakanku benar, yang membunuh muridmu adalah anggota sekte Demonic." Kata biksu berbadan kekar.
"Mengapa aku harus percaya kepadamu. Biksu jahat yang suka membunuh orang." Pria tua berambut putih menatap biksu berbadan kekar.
"Aku tidak menyuruhmu untuk percaya kepadaku." Kata biksu berbadan kekar berjalan pergi.
"Sekte Demonic, jika kalian yang membunuh muridku. Aku bersumpah akan menghancurkan sekte kalian." Kata pria tua berambut putih.
4 Hari kemudian Jin Hobin kembali ke sekte. "Kerja bagus Jin Hobin. Ini hadiahmu karena menyelesaikan misi." Pria paruh baya berbadan kurus tersenyum kemudian memberikan 2 pil blazing heart dan 5 coin emas kepada Jin Hobin.
Jin Hobin menyimpan 2 Pil blazing heart dan 5 coin emas di balik pakaiannya kemudian keluar dari paviliun.
Tidak lama kemudian Jin Hobin kembali ke tempat tinggalnya. Jin Hobin duduk di lantai kemudian mengkonsumsi 2 pil blazing heart. Merasakan energi di dalam pil, Jin Hobin mulai memejamkan matanya dan bermeditasi.
1 Tahun telah berlalu. Saat ini Jin Hobin berada di dalam paviliun untuk menerima misi. "Aku ingin mengambil misi dengan kesulitan tingkat B." Kata Jin Hobin melihat pria paruh baya berbadan kurus.
"Saat ini tidak ada misi dengan kesulitan tingkat B." Pria paruh baya menggeleng.
"Jika begitu, aku akan mengambil misi dengan kesulitan tingkat C." Kata Jin Hobin.
"Saat ini juga tidak ada misi dengan kesulitan tingkat C." Kata pria paruh baya berbadan kurus.
"Jika begitu, aku akan pergi." Kata Jin Hobin.
"Apa kamu tidak tertarik untuk menyelesaikan misi dengan kesulitan tingkat A." Kata pria paruh baya berbadan kurus memberikan kertas kepada Jin Hobin.
"Misi membunuh Tang Xiu. Tang Xiu adalah putri dari pemimpin sekte Tang yang akan menikah dengan Woo Gunsang putra pemimpin sekte Qin Cheng. Kultivasi Tang Xiu adalah ahli beladiri tingkat Expert. Hadiah menyelesaikan misi. 10 pil blazing heart dan 100 coin emas."
"Jika Tang Xiu dan Woo Gunsang menikah. Mereka akan beraliansi, dan itu tidak akan menguntungkan bagi sekte Demonic." Kata pria paruh baya berbadan kurus.
"Baiklah, aku akan mengambil misi ini." Kata Jin Hobin.
"Bagus." pria paruh baya berbadan kurus tersenyum. Jin Hobin melihat pria paruh baya berbadan kurus kemudian keluar dari paviliun.
Tidak lama setelah Jin Hobin keluar dari pavilion. Jang Hyo masuk ke dalam pavilion. "Mengapa pemimpin sekte menyuruh Jin Hobin menjalankan misi tingkat A. Jin Hobin hanya ahli beladiri tingkat Expert." Tanya pria paruh baya berbadan kurus kepada Jang Hyo.