The Great Demon

The Great Demon
10. Membunuh Tang Xiu



"Sepertinya pemimpin sekte ingin menguji Jin Hobin. Apakah dia layak mengangkatnya menjadi murid pribadinya atau tidak." Jawab Jang Hyo.


"Apa!!" Pria paruh baya berbadan kurus terkejut saat mendengar jawaban Jang Hyo.


7 hari telah berlalu. Saat ini Jin Hobin sedang berada di sebuah restoran yang terletak di provinsi Sichuan. "Ahh, sepertinya aku terlalu banyak menambahkan lada. Tapi rasanya tetap lezat sih." Kata Jin Hobin memakan mie.


"Cracckk." Jin Hobin melihat seorang pria melempar piring. "Tuan, anda harus membayar jika sudah memakan hidangan kami." Kata seorang pelayan.


"Ahh, tapi kami tidak punya uang. Bagaimana cara kami harus membayar." Pria botak menyeringai.


"Lagi pula makanannya tidak terlalu enak, dan kau masih mau membuat keributan seperti." Pria lain menyeringai.


"Tapi anda sudah menghabiskan semua makanannya. Kenapa anda bisa mengatakan bahwa makanannya tidak enak." Tanya pelayan.


"Kurasa kau harus di beri pelajaran." Pria botak berdiri dan menghunuskan pedangnya.


"Hieekkk." Pelayan ketakutan dan berjalan mundur.


"Apa aku harus turun tangan untuk membantu pelayan itu. Jika aku turun tangan, dia pasti akan memberiku diskon." Gumam Jin Hobin.


Saat hendak berdiri Jin Hobin melihat perempuan berkulit putih berpakain hijau berlari ke arah pria botak. "Dasar keparat terkutuk." Perempuan berteriak dan memukul wajah pria botak.


"Uugghhh." Pria botak terjatuh setelah terkena pukulan perempuan.


"Berani sekali bajingan seperti kalian membuat keributan di wilayah Sekte Tang." Teriak perempuan berpakaian hijau.


"Rupanya anda disini nona muda." 2 laki-laki berpakaian hijau berlari ke arah perempuan.


"Pakaian bewarna hijau dan symbol di dada mereka. Tidak salah lagi mereka adalah anggota sekte tang." Gumam Jin Hobin melihat perempuan dan 2 laki-laki berpakaian hijau.


"Mereka berdua memanggil perempuan itu nona muda. Apakah dia Tang Xiu putri dari pemimpin sekte Tang." Gumam Jin Hobin melihat perempuan berpakaian hijau.


"Apa kau Tang Xiu dari sekte Tang." Kata teman pria botak yang di pukul Tang Xiu.


"Ya, itu aku. Apa kalian berdua ingin bertarung denganku." Tang Xiu tersenyum.


"Hieekk, tidak. Kami tidak berani bertarung dengan anda." Kata teman pria botak.


"Aku yakin kalian berdua sudah tahu apa yang akan terjadi. Kalau kalian menarik perhatianku di wilayah Sichuan." Tang Xiu menyeringai.


"Sekarang bayarlah makanan kalian, lalu enyahlah dari hadapanku." Teriak Tang Xiu.


"Baik." Pria botak dan temannya ketakutan kemudian membayar makanan yang mereka makan.


"Jadi perempuan itu yang harus aku bunuh." Gumam Jin Hobin melihat perempuan berpakaian hijau yang di panggil Tang Xiu.


"Pelayan, aku pesan 3 mangkok mie." Kata Tang Xiu melihat pelayan.


"Baik nona tang." Pelayan mengangguk.


"Ayo kita makan dulu." Kata Tang Xiu melihat 2 laki-laki berpakaian hijau.


"Baik nona muda." Jawab 2 laki-laki berpakaian hijau.


"Pelayan, aku pesan 1 mangkok mie lagi." Kata Jin Hobin.


"Baik." Pelayan mengangguk kemudian masuk ke dalam dapur.


30 Menit kemudian Jin Hobin melihat Tang Xiu dan 2 laki-laki berpakaian hijau keluar dari restoran. "Ambil kembaliannya." Kata Jin Hobin memberikan 1 coin emas kepada pelayan.


"Ahh, terimakasih tuan muda." Pelayan tersenyum bahagia saat menerima 1 coin emas dari Jin Hobin.


Jin Hobin keluar dari restoran kemudian mengikuti Tang Xiu dan 2 laki-laki berpakaian hijau.


"Kamu tidak perlu tahu siapa identitasku." Kata Jin Hobin mencabut pedangnya.


"Sepertinya kamu tidak memiliki niat baik." Kata Tang Xiu mengambil sebuah belati.


"Nona muda, biar kami berdua yang menghadapi pemuda itu." Kata 2 laki-laki berpakaian hijau.


"Baiklah, tapi ingat untuk tidak membunuhnya." Balas Tang Xiu kemudian menyimpan kembali belatinya.


"Baik nona muda." 2 laki-laki berpakaian hijau mengangguk. 2 laki-laki berpakaian hijau mencabut pedang mereka kemudian melesat ke arah Jin Hobin.


"Crash." Jin Hobin menyelimuti pedangnya dengan petir bewarna kuning. "Thunder slash." Teriak Jin Hobin dan mengayunkan pedangnya ke arah 2 laki-laki berpakaian hijau. "Wuusshh." Pisau petir sepanjang 1 meter melesat ke arah 2 laki-laki berpakaian hijau.


"Kalian berdua menghindar!!" Teriak Tang Xiu. "Booomm!!" Ledakan terjadi.


Setelah asap ledakan menghilang 2 laki-laki berpakaian hijau tergeletak di tanah dengan badan penuh luka. "Apa kalian berdua baik-baik saja." Tang Xiu khawatir.


"Uhuukk." 2 laki-laki berpakaian hijau batuk darah. "Nona muda cepatlah lari. Orang ini sangat berbahaya." Kata 2 laki-laki berpakaian hijau kemudian jatuh pingsan.


"Berengsek. Siapa kamu sebenarnya." Tang Xiu menatap Jin Hobin.


"Aku adalah malaikat pencabut nyawa yang dikirim untuk membunuhmu." Jawab Jin Hobin.


"Sepertinya aku harus menyiksamu. Agar kamu memberitahuku siapa yang mengirimmu." Kata Tang Xiu mengambil dua belati dari saku bajunya.


Ekspresi Jin Hobin menjadi serius melihat asap hijau menyelimuti belati Tang Xiu. Jin Hobin tahu asap hijau yang menyelimuti belati adalah racun. "Akan berakibat fatal, jika aku sampai terkena belati itu." Gumam Jin Hobin.


"Wuusshh." "Wuusshh." Tang Xiu melemparkan dua belati ke arah Jin Hobin. "Ting." "Ting." Jin Hobin menangkis belati dengan pedangnya. "Wuusshh." Tang Xiu melompat ke udara kemudian melemparkan 10 jarum yang di selimuti racun.


"Aku harus menghindari jarum itu." Kata Jin Hobin kemudian menghindari 10 jarum. "Ceepp." "Ceepp." 10 jarum menancap di tanah. "Wuusshh." Jin Hobin melihat Tang Xiu melesat ke arahnya.


"Bodoh." Jin Hobin menyeringai kemudian mengayunkan pedangnya. "Thunder Slash." "Wuusshh." Pisau petir sepanjang 1 meter melesat ke arah Tang Xiu. "Booomm." Ledakan terjadi.


Saat ledakan menghilang Jin Hobin melihat Tang Xiu menghilang. "Sial." Jin Hobin mempunyai firasat buruk dan melihat kebelakang. "Ceeep." Jin Hobin melihat jarum yang menancap di lehernya.


"Kamu sudah terkena racun pelumpuhku. Jadi kamu tidak akan bisa bergerak selama 1 jam." Kata Tang Xiu berjalan ke arah Jin Hobin.


Jin Hobin tiba-tiba menyeringai dan mengayunkan pedangnya. "Thunder slash." "Wuussh." Pisau petir sepanjang 1 meter melesat ke arah Tang Xiu. "Booomm." "Aaaahhh." Ledakan terjadi.


Saat asap ledakan menghilang, Jin Hobin melihat Tang Xiu tergeletak di tanah dengan badan penuh luka. "Uhukk, bagaimana kamu masih bisa bergerak setelah terkena racun pelumpuhku." Tang Xiu menatap Jin Hobin.


"Saat masih kecil, aku memakan ular beracun. Jadi aku sedikit kebal dengan racun." Jawab Jin Hobin.


"Apa kamu punya kata-kata terakhir, sebelum kematianmu." Kata Jin Hobin mengarahkan pedangnya kea rah Tang Xiu.


"Siapa yang mengirimmu untuk membunuhku." Tanya Tang Xiu.


"Sekte Emei." Jawab Jin Hobin kemudian menusuk jantung Tang Xiu. "Ceeppp." "Uhuukk." Tang Xiu batuk darah kemudian mati.


Setelah membunuh Tang Xiu, Jin Hobin kemudian membunuh 2 laki- laki berpakaian hijau yang pingsan. Jin Hobin melihat ke arah semak-semak kemudian menghilang.


Tidak lama setelah Jin Hobin pergi, seorang laki-laki berpakaian lusuh keluar dari semak-semak. "Ini akan menjadi berita yang sangat panas. Sekte Emei mengirim Assasin untuk membunuh Tang Xiu." Kata laki-laki berpakaian lusuh.


Beberapa Jam kemudian di sekte Tang. "Tang Xiu." Pria paruh baya berambut hitam berteriak melihat mayat Tang Xiu.


"Bagaimana kamu bisa mati." Teriak pria paruh baya memeluk mayat Tang Xiu.


"Pemimpin, ada anggota sekte pengemis yang ingin bertemu anda. Dia mengatakan dirinya tahu siapa dalang yang membunuh Tang Xiu." Kata seorang laki-laki berpakaian hijau.


"Bawa dia kemari." Kata pria paruh baya mengeluarkan aura yang mengancam.


"Baik pemimpin." Laki-laki berpakaian hijau gemetar ketakutan kemudian keluar dari ruangan.