The Great Demon

The Great Demon
8. Misi Membunuh Baek Cheon



1 Jam kemudian. Seorang bandit keluar dari dalam tong. "Tidak bisa di percaya, dalam 1 jam kami semua terbantai." Kata bandit.


"Wuusshh." Jin Hobin muncul di depan bandit kemudian menebas kepalanya. "Crasshh." "Buukk." Kepala bandit menggelinding ke tanah.


"Ayo kita kembali ke sekte." Kata Jin Hobin melihat Gyu Wol dan Song Woo.


"Baik." jawab Gyu Wol dan Song Woo.


3 Hari kemudian Jin Hobin kembali ke sekte. "Ini hadiah kalian bertiga karena menyelesaikan misi." Pria paruh baya berbadan kurus memberikan 8 pil Teratai biru dan 100 coin silver kepada Gyu Wol.


"Jin Hobin, seperti yang kami janjikan. Kamu akan mendapatkan 4 pil Teratai biru dan 50 coin silver." Gyu Wol memberikan 4 pil teratai biru dan 50 coin silver.


Jin Hobin menyimpan 4 pil Teratai biru dan 50 coin silver di balik pakaiannya kemudian keluar dari paviliun.


Tidak lama kemudian Jin Hobin kembali ke tempat tinggalnya. Jin Hobin duduk di lantai kemudian mengkonsumsi 4 pil Teratai biru. Merasakan energi di dalam pil, Jin Hobin mulai memejamkan matanya dan bermeditasi.


6 Bulan telah berlalu. Saat ini Jin Hobin sedang bermeditasi di dalam kamarnya. "Wuusshh." Angin berhembus dari tubuh Jin Hobin.


"Hahaha, akhirnya aku mencapai tingkat Expert." Jin Hobin tertawa.


"Tapi aku masih lemah, jika di bandingkan dengan Jang Hyo." Gumam Jin Hobin. Jin Hobin tahu bahwa Jang Hyo adalah ahli bela diri tingkat Master. 1 level di atas dirinya.


Jin Hobin keluar dari tempat tinggalnya kemudian berjalan menuju pavilion misi.


Tidak lama kemudian Jin Hobin berada di dalam paviliun. "Apakah ada misi dengan tingkat kesulitan B. Aku baru saja menerobos tingkat Expert." Jin Hobin melihat pria paruh baya berbadan kurus.


"Berapa usiamu saat ini." Pria paruh baya berbadan kurus melihat Jin Hobin.


"16 tahun." Jawab Jin Hobin. Pria paruh baya terkejut saat mendengar usia Jin Hobin yang begitu muda.


"Di usia 16 tahun mencapai tingkat Expert. Aku penasaran tingkat apa yang akan dia capai saat dirinya berusia 30 tahun." Gumam pria paruh baya berbadan kurus.


"Kau datang tepat waktu. Kemarin ada misi tingkat kesulitan B yang baru." Kata pria paruh baya berbadan kurus memberikan kertas kepada Jin Hobin.


"Misi membunuh Baek Cheon. Baek Cheon adalah pemimpin sekte blue dragon yang mengancam seorang pedagang bernama Yan Sobang. Yan Sobang adalah pedagang yang secara rutin memberikan dana kepada sekte Demonic. Baek Cheon memiliki 100 siswa. Kultivasi Baek Cheon adalah tingkat Expert. Hadiah menyelesaikan misi. 2 pil blazing heart dan 5 coin emas." Jin Hobin membaca misi.


"Aku akan mengambil misi ini." Jin Hobin menatap pria paruh baya berbadan kurus.


"Dan yang harus kamu ingat. Kamu harus membunuh Baek Cheon tanpa meninggalkan bukti." Kata pria paruh baya berbadan kurus.


"Kamu tidak perlu khawatir." Jin Hobin tersenyum.


"Aku percaya padamu. Tapi Baek Cheon adalah ahli bela diri yang terkemuka. Jadi berhati-hatilah." Kata pria paruh baya berbadan kurus.


"Baik." Jin Hobin mengangguk kemudian keluar dari paviliun.


7 Hari telah berlalu. Saat ini Jin Hobin berada di sebuah penginpan. "Menurut informasi yang aku dapatkan. Baek Cheon merupakan murid independen dari sekte gunung Hua. Saat berusia 15 tahun dia masuk ke sekte gunung hua dan belajar beladiri. Saat usianya 25 tahun, dia keluar dan membuat sektenya sendiri." Kata Jin Hobin.


"Ini akan menjadi misi yang sulit. Karena dia murid sekte gunung hua." Kata Jin Hobin. Jin Hobin tahu bahwa sekte gunung hua adalah sekte besar yang setara dengan sekte Demonic.


"Kreekk." Jin Hobin melihat seorang perempuan berambut hitam panjang masuk ke dalam penginapan.


"Dia cantik." Gumam Jin Hobin melihat perempuan berambut hitam panjang.


"Bajingan, berhenti menatap nona kami. Atau aku akan membuat kedua matamu buta." Seorang laki-laki berambut hitam berteriak kepada Jin Hobin.


"Do Bong. Jangan bersikap kasar." Perempuan berambut hitam menatap laki-laki berambut hitam.


Jin Hobin berdiri kemudian berjalan ke arah laki-laki berambut hitam. "Apa kamu ingin membuat mataku buta." Jin Hobin menatap laki-laki berambut hitam.


"Benar, jika kamu." Sebelum menyelesaikan kalimatnya Jin Hobin menusuk mata laki-laki berambut hitam dengan sumpit.


"Aaahhh, mataku." Laki-laki berambut hitam berteriak saat Jin Hobin menusuk matanya. Perempuan berambut hitam dan semua orang yang berada di dalam penginapan terkejut melihat Jin Hobin yang menusuk mata laki-laki berambut hitam.


"Apa kamu Yan Yu putri Yan Sobang." Tanya Jin Hobin.


"Ayo kita pergi menemui orang tuamu." Kata Jin Hobin menatap Yan Yu.


"Baik." Yan Yu mengangguk. Yan Yu memiliki firasat dirinya akan berada dalam bahaya jika menolak ajakan Jin Hobin.


Beberapa menit kemudian Jin Hobin berada di dalam sebuah rumah. "Yan Yu siapa dia." Tanya pria paruh baya berbadan gemuk.


"Tuan Yan Sobang, aku ingin bicara empat mata denganmu." Kata Jin Hobin menunjukan identitas anggota sekte Demonicnya.


Yan Sobang melihat identitas sekte Demonic Jin Hobin dan berkata. "Yan Yu, pergilah keluar. Ayah ingin bicara berdua dengannya."


"Baik ayah." Yan Yu melihat Jin Hobin kemudian keluar dari ruangan.


"Perkenalkan, namaku adalah Jin Hobin." Kata Jin Hobin mengenalkan dirinya.


"Apa kamu Jin Hobin yang membunuh Crazy Monk." Tanya Yan Sobang.


"Benar, aku yang membunuh Crazy Monk." Jawab Jin Hobin.


"Kamu lebih muda dari dugaanku." Kata Yan Sobang.


"Tuan Yan Sobang, saya tidak akan basa-basi. Mengapa Baek Cheon mengancam anda." Jin Hobin menatap Yan Sobang.


Yan Sobang menghela nafas kemudian menceritakan Baek Cheon tertarik dengan putrinya. Sementara putrinya Yan Yu tidak tertarik dengan Baek Cheon. Baek Cheon mengancam Yan Sobang agar menikahkan putrinya dengannya.


"Sigh, jadi ini masalah asmara." Jin Hobin menghela nafas.


"Jin Hobin, jika Baek Cheon adalah pria yang baik. Aku tidak masalah menikahkan putriku dengannya. Tapi ada rumor bahwa Baek Cheon sering bermain-main dengan wanita. Aku tidak ingin putriku menderita saat menikah dengannya." Kata Yan Sobang.


"Apa tidak ada pilihan lain selain membunuh dirinya." Tanya Jin Hobin. Karena Yan Sobang yang memberikan misi untuk membunuh Baek Cheon.


"Tidak, dia harus mati." Kata Yan Sobang dengan ekspresi serius.


Jin Hobin menghela nafas dan berkata. "Baiklah, aku akan membunuhnya." Yan Sobang tersenyum mendengar jawaban Jin Hobin.


"Tunggu, kamu yang akan membunuh Baek Cheon. Jangan bilang kamu mencapai tingkat Expert." Tanya Yan Sobang.


"Benar, aku mencapai tingkat Expert." Jawab Jin Hobin.


"Berapa usiamu saat ini." Tanya Yan Sobang.


"16 tahun." Jawab Jin Hobin.


"Kamu jenius bela diri." Yan Sobang terkejut.


"Benar, aku baru saja membuat pengawal putrimu yang bernama Do Bong buta." Kata Jin Hobin melihat Yan Sobang.


"Tidak perlu khawatir. Dia hanya pengawal biasa." Yan Sobang tersenyum.


Saat ini di tempat lain. "Guru, saya mendapat informasi bahwa anggota demonic yang membunuh senior Ji Gong ada di kota Hunan." Kata biksu muda.


"Ayo kita pergi ke Hunan." Kata biksu berbadan kekar dengan ekspresi buruk.


"Baik guru." Biksu muda mengangguk.


Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Jin Hobin sedang menyelinap di sekte Blue Dragon. "Apakah ketua sekte membawa wanita lain." Kata seorang laki-laki berpakaian biru.


"Ssstt, diamlah." Balas laki-laki lain.


"Aku ingin tahu apakah wanita yang di bawanya salah satu murid kita atau bukan." Kata laki-laki berpakaian biru.


"Hei, aku menyuruhm diam! Tutup mulutmu jika tidak ingin ketahuan dan di marahi." Teriak laki-laki lain.