
"Saya Jin Hobin pemimpin sekte Demonic, datang memenuhi undangan anda." Kata Jin Hobin menangkupkan tangannya.
"Oohh." Pria tua berambut putih panjang terkejut saat mendengar salam Jin Hobin.
"Kamu sangat menarik. Aku tidak menyangka pemimpin sekte Demonic bisa sesopan ini." kata pria tua berambut putih panjang.
Jin Hobin tersenyum dan berkata. "Bukankah sudah kewajiban untuk seseorang yang lebih muda bersikap sopan kepada seseorang yang lebih tua.
"Hahaha." Pria tua berambut putih panjang tertawa mendengar kata Jin Hobin.
"Jika kamu bukan pemimpin sekte Demonic. Mungkin aku akan menjadikanmu muridku." Kata pria tua berambut putih panjang.
"Jin Hobin, aku mendengar kamu mempelajari teknik pedang Heavenly Thunder Sword." Ketua Aliansi murim melihat Jin Hobin.
"Benar, aku mempelajari teknik pedang Heavenly Thunder Sword." Jin Hobin mengangguk.
"Apa kamu tahu teknik Heavenly Thunder Sword, adalah tehnik beladiri yang di ciptakan pemimpin aliansi murim sebelumnya." Ketua aliansi murim melihat Jin Hobin.
"Aku tahu." Jawab Jin Hobin.
"Lalu mengapa kamu masih mempelajari teknik itu. Padahal kamu bukan anggota aliansi murim." Tanya ketua aliansi murim.
"Alasannya sangat sederhana. Karena teknik beladiri itu ada di perpustakaan sekte Demonic." Jawab Jin Hobin.
"Jin Hobin, bagaimana menurutmu tentang teknik Heavenly Thunder Sword." Tanya ketua aliansi murim.
"Tehnik Heavenly Thunder Sword adalah teknik yang bagus. Tapi Teknik sekte Demonic jauh lebih bagus dari pada teknik Heavenly Thunder Sword." Jawab Jin Hobin.
"Mungkin kamu tidak tahu. Teknik Heavenly Thunder Sword yang kamu pelajari adalah teknik yang belum sempurna." Balas ketua aliansi murim.
"Belum sempurna." Jin Hobin terkejut mendengar kata ketua aliansi murim.
"Setelah kalah bertarung dengan pemimpin sekte Demonic terdahulu. Ketua aliansi murim berlatih pagi siang dan malam untuk meningkatkan teknik Heavenly Thunder Sword. Dan setelah 10 tahun lamanya. Ketua murim terdahulu menciptakan tehnik Ultimate Heavenly Thunder Sword. Teknik beladiri tingkat lanjut dari teknik Heavenly Thunder Sword." Kata ketua aliansi murim. Jin Hobin terkejut mendengar kata ketua aliansi murim.
"Apa ketua aliansi murim mengundangku kemari hanya untuk memberitahu tentang teknik Heavenly Thunder Sword." Tanya Jin Hobin.
"Ayo kita minum terlebih dulu. Sebelum melanjutkan pembicaraan ke topik utama." Kata ketua aliansi murim meminum secangkir teh.
"Baiklah." Jawab Jin Hobin kemudian meminum secangkir teh.
"Alasanku mengundangku kemari. Adalah mengundangmu bergabung ke dalam aliansi murim. Lebih tepatnya mengundang sekte Demonic bergabung ke dalam aliansi murim." Kata ketua aliansi murim meminum secangkir teh.
"Apa!!" Ha Sang Wa yang dari tadi diam terkejut mendengar kata ketua aliansi murim.
"Ketua aliansi murim. Apa kamu serius dengan perkataanmu barusan. Kamu seharusnya tahu respon apa yang akan di berikan sekte lainnya jika sekte demonic bergabung dengan aliansi murim." Kata Jin Hobin melihat ketua aliansi murim.
"Wudang dan Shaolin tidak keberatan jika sekte Demonic bergabung dengan aliansi murim." Jawab ketua aliansi murim.
"Bagaimana dengan sekte lainnya." Tanya Jin Hobin.
"Cepat atau lambat sekte lainnya juga akan menerima sekte Demonic." Jawab ketua aliansi murim.
"Apa manfaat yang di dapatkan sekte Demonic jika bergabung dengan aliansi murim." Tanya Jin Hobin.
"Sekte Demonic di perbolehkan merekrut murid secara terang-terangan." Kata ketua alinasi murim. Ketua aliansi murim tahu sekte Demonic menculik anak kecil di bawah umur dan mencuci otak mereka untuk setia kepada sekte Demonic.
"Apa hanya itu saja yang kami dapatkan jika bergabung dengan aliansi murim." Tanya Jin Hobin.
"Sekte Demonic di perbolehkan membuka cabang di provinsi Jiangsu." Kata ketua aliansi murim.
Jin Hobin dan Ha Sang Wa terkejut mendengar ketua aliansi murim. Jika mereka sekte demonic membuka cabang di Jiangsu. Sekte demonic pasti akan jauh lebih berkembang.
"Apa yang harus di lakukan sekte Demonic jika bergabung dengan aliansi murim." Tanya Jin Hobin.
"Jika sekte demonic bergabung dengan aliansi murim. Anggota sekte demonic tidak di perbolehkan membunuh orang yang tidak bersalah. Dan sekte demonic di larang menyerang sekte lainnya yang bergabung dengan aliansi murim." Jawab ketua aliansi murim.
"Oohh, jadi tidak masalah jika kami membunuh seorang penjahat atau menyerang sekte yang tidak bergabung dengan aliansi murim." Tanya Jin Hobin.
"Baiklah, aku setuju sekte Demonic bergabung dengan aliansi murim." Jin Hobin melihat ketua aliansi murim.
"Bagus, karena sekte demonic telah bergabung dengan aliansi murim. Ayo kita memperkenal diri lagi. Namaku Joo Cheon ketua aliansi murim." Kata Joo Cheon mengulurkan tangannya.
"Jin Hobin pemimpin sekte Demonic dan anggota aliansi murim." Jin Hobin menjabat tangan Joo Cheon. Joo Cheon tersenyum saat mendengar kata Jin Hobin.
Beberapa menit kemudian. "Jin Hobin, ayo kita makan. Aku sudah mempersiapkan perjamuan untukmu." Kata Joo Cheon.
"Kebetulan sekali aku juga sedang lapar." Kata Jin Hobin. Jin Hobin dan Ha Sang Wa kemudian mengikuti Joo Cheon dan Jaegal Wang ke ruang makan.
Tidak lama kemudian Jin Hobin dan Ha Sang Wa berada di ruang makan. "Jin Hobin, aku mendengar dari keponakanku kamu telah menyelamatkannya dari black pirate dan bandit Green Forest." Kata Jaegal Wang.
Jin Hobin kemudian teringat dengan laki-laki berkulit putih dari keluarga Jaegal. "Aku hanya membalas budi. Karena keponakanmu memberiku tumpangan." Jawab Jin Hobin.
"Ayo kita makan dulu. kita bisa melanjutkan obrolan setelah makan." Kata Joo Cheon.
"Baik ketua." Jaegal Wang mengangguk.
Beberapa jam kemudian Jin Hobin keluar dari markas aliansi murim. "Jin Hobin." Jin Hobin melihat seorang perempuan berkulit putih, berambut hitam panjang berjalan ke arahnya.
"Siapa kau." Tanya Jin Hobin melihat perempuan berkulit putih.
"Setelah tidak bertemu 7 hari kamu sudah melupkanku." Kata perempuan berkulit putih merubah suaranya.
"Suara ini. Kamu anggota keluarga Jaegal." Kata Jin Hobin melihat perempuan berkulit putih.
"Benar, aku anggota keluarga Jaegal. Kamu bisa memanggilku Jaegal Sansan." Perempuan berkulit putih tersenyum.
"Ada perlu apa kamu menemuiku." Tanya Jin Hobin.
"Aku dengar dari paman. Kamu bergabung dengan aliansi murim." Tanya Jaegal Sansan.
"Apa pamanmu Jaegal Wang." Tanya Jin Hobin.
"Benar, pamanku Jaegal Wang." Jaegal Sansan mengangguk.
"Benar, aku bergabung dengan aliansi murim." Jawab Jin Hobin.
"Bagus, Saat keluarga Jaegal membutuhkan bantuan. Aku akan pergi ke sekte Demonic untuk meminta bantuanmu." Jaegal Sansan tersenyum.
"Apa kamu tidak takut reputasi keluargamu menjadi buruk, karena meminta bantuan sekte Demonic." Tanya Jin Hobin.
"Tidak, karena aku percaya di bawah kepimpinanmu sekte Demonic akan berubah." Jaegal Sansan tersenyum.
"Karena kamu percaya denganku. Aku akan memenuhi ekspetasimu." Jin Hobin tersenyum kemudian berjalan pergi.
"Apa itu ekspetasi." Jaegal Sansan bingung.
30 Menit kemudian Jin Hobin kembali ke penginapan. "Mira Yoo di mana Yeon Jeokha." Tanya Jin Hobin.
"Ada apa pemimpin." Yeon Jeokha dan Chaen Yeon masuk ke dalam penginapan.
"Kita akan kembali ke sekte." Kata Jin Hobin.
"Ehh, kita sudah mau pergi lagi." Yeon Jeokha terkejut.
"Urusanku di Wuhan sudah selesai. Jadi tidak ada gunanya aku ada disini." Jawab Jin Hobin.
"Sayang sekali, padahal aku belum menikmati semua makanan di kota ini." Yeon Jeokha menghela nafas.
"Apa kamu ingin tinggal di kota ini. Jika kamu ingin tinggal di kota ini. Aku akan kembali ke markas green Forest." Kata Jin Hobin.
"Hahaha, aku hanya bercanda pemimpin. Aku akan mengikuti anda kembali ke sekte." Yeon Jeokha tertawa. Yeon Jeokha khawatir Jin Hobin akan membunuh semua keluarganya yang berada di markas bandit.