
Keesokan harinya Jin Hobin yang sedang makan bersama Mira Yoo, Ha Sang Wa, Seon Yu dan Ha Seol melihat kedatangan Gu Yoo.
"Oohh, ternyata kalian sedang makan." Gu Yoo melihat Jin Hobin dan yang lain sedang makan.
"Apa kamu sudah makan." Tanya Jin Hobin.
"Belum." Jawab Gu Yoo.
"Duduklah, ayo kita makan bersama." Jin Hobin melihat Gu Yoo.
"Karena kamu yang menawariku. Aku tidak akan menolak tawaranmu." Gu Yoo tersenyum kemudian duduk di samping Jin Hobin.
"Ciihhh." Ha Sang Wa dan Gu Yoo mencibir melihat Gu Yoo yang duduk di samping Jin Hobin.
"Jin Hobin bisakah kamu menyuapiku." Wanita berkulit coklat tersenyum.
"Hei, apa kamu tidak punya tangan." Teriak Mira Yoo.
"Karena kedua tanganmu baik-baik saja, makanlah sendiri." Kata Jin Hobin.
"Baiklah." Gu Yoo tersenyum kemudian mulai makan.
"Dasar wanita tidak tahu malu." Dengus Mira Yoo melihat Gu Yoo.
Beberapa menit kemudian Jin Hobin dan yang lain telah selesai makan. "Jin Hobin, apa kamu sudah memikirkan tentang tawaranku tadi malam." Gu Yoo melihat Jin Hobin.
"Baiklah, kami setuju tinggal bersama sukumu." Jawab Jin Hobin.
"Bagus, dengan bergabungnya kamu dengan suku kami. Tidak akan ada yang berani mengusik suku kami." Gu Yoo tersenyum bahagia mendengar jawaban Jin Hobin.
"Baiklah, ayo kita pergi ke sukuku." Kata Gu Yoo dengan penuh semangat.
Jin Hobin, Ha Sang Wa, Mira Yoo, Seon Yu dan Ha Seol kemudian mengikuti Gu Yoo kembali ke sukunya.
30 Menit kemudian Jin Hobin melihat sebuah desa. "Selamat datang di suku Ballack." Gu Yoo tersenyum kepada Jin Hobin.
"Ketua suku." Semua penduduk desa membungkuk saat melihat Gu Yoo.
"Panggil semua penduduk desa untuk berkumpul di alun-alun." Kata Gu Yoo melihat penduduk desa.
"Baik ketua suku." Jawab semua penduduk desa.
"Ikuti aku." Kata Gu Yoo melihat Jin Hobin dan yang lain. Jin Hobin dan yang lain kemudian mengikuti Gu Yoo.
Tidak lama kemudian Jin Hobin berada di sebuah alun-alun desa. "Semuanya apa kalian tahu siapa laki-laki di sampingku." Gu Yoo melihat Jin Hobin yang berdiri di sampingnya.
"Laki-laki yang berdiri di sampingku bernama Jin Hobin. Dia adalah orang yang membunuh dukun suku kanibal dan Geon Woo ketua suku beast." Kata Gu Yoo melihat semua penduduk suku Ballack.
"Aahhh." Semua wanita dan anak-anak terkejut mendengar kata Gu Yoo.
"Dan mulai hari ini Jin Hobin akan bergabung dengan suku kita." Kata Gu Yoo melihat semua penduduk suku Ballack.
"Eeehh." Jin Hobin terkejut mendengar kata Gu Yoo.
"Ketua suku apa kamu akan menikah dengannya." Tanya seorang anak kecil.
"Mungkin di masa depan aku akan menikah dengannya." Gu Yoo tersenyum. Ekspresi Mira Yoo dan Ha Sang Wa menjadi buruk saat mendengar kata Gu Yoo.
"Gu Yoo berhentilah bercanda." Kata Jin Hobin.
"Baiklah, hari ini kita akan mengadakan pesta untuk menyambut bergabungnya Jin Hobin dan teman-temannya ke suku kita." Teriak Gu Yoo.
"Yeaahh, pesta." Semua penduduk desa berteriak saat mendengar Gu Yoo ingin mengadakan pesta.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Jin Hobin sedang melihat penduduk desa Ballack sedang menari di dekat api unggun. "Jin Hobin, ayo menari denganku." Gu Yoo tersenyum kepada Jin Hobin.
"Tidak, aku tidak pandai dalam menari." Jawab Jin Hobin.
"Jangan khawatir. Aku akan mengajarimu cara menari." Gu Yoo tersenyum dan memegang tangan Jin Hobin.
"Wanita ini." Mira Yoo kesal melihat Gu Yoo dekat dengan Jin Hobin.
"Ikuti gerakanku." Kata Gu Yoo menatap Jin Hobin. Jin Hobin kemudian mulai menari mengikuti Gerakan Gu Yoo. Semua suku ballack berhenti menari saat Gu Yoo dan Jin Hobin menari bersama.
"Kamu berbohong. Kamu bilang kamu tidak pandai menari. Tapi kamu sangat pandai menari." Gu Yoo menatap mata Jin Hobin.
"Jangan banyak bicara. Dan fokus menari saja." Balas Jin Hobin.
"Baiklah." Gu Yoo tersenyum.
Beberapa menit kemudian Jin Hobin dan Gu Yoo berhenti menari. "Waaahh." "Prookk." "Prookk." Semua suku Ballack bertepuk tangan saat melihat tarian Jin Hobin dan Gu Yoo.
"Kak Jin Hobin, kamu sangat pandai menari. Ajari Ha Seol menari juga." Ha Seol menatap Jin Hobin dengan mata berbinar-binar.
"Baiklah, aku akan mengajarimu menari." Jin Hobin tersenyum dan mengelus rambut Ha Seol.
1 Tahun telah berlalu. Saat ini Jin Hobin sedang berlari mengejar beruang hitam sebesar 3 meter. "Mati!!" Teriak Jin Hobin kemudian melempar 2 dagger ke arah beruang hitam.
"Ceepp." "Ceepp." Dagger menancap di kaki beruang hitam. "Rooaarr." Beruang hitam berteriak kesakitan saat dagger menancap di kedua kakinya.
"Wuusshh." Jin Hobin melompat ke arah beruang kemudian menusuk leher beruang menggunakan dagger. "Ceeepp." "Rooaarrr." Beruang berteriak saat Jin Hobin menusuk lehernya menggunakan dagger.
Tidak lama kemudian beruang mati karena kehabisan darah. "Sudah 1 tahun aku berada di pulai Hainan. Dan selama di pulau Hainan aku belajar menggunakan berbagai macam senjata." Gumam Jin Hobin.
"Baiklah, saatnya aku kembali ke desa." Kata Jin Hobin kemudian menyeret mayat beruang hitam.
Beberapa menit kemudian Jin Hobin telah kembali ke desa tempat suku Ballack tinggal. "Wow. Lihat beruang hitam itu." Seorang laki-laki melihat beruang hitam yang di bawa Jin Hobin.
"Bagaimana bisa dia menangkap beruang hitam itu seorang diri." Perempuan melihat Jin Hobin.
"Apa kamu sudah lupa. Dia adalah orang yang membunuh membunuh dukun suku kanibal dan Geon Woo ketua suku beast. Jadi wajar jika dia bisa menangkap beruang hitam seorang diri." Kata seorang laki-laki.
"Dengan daging sebanyak ini. Semua penduduk desa bisa memakan sampai kenyang." Kata laki-laki lain.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Jin Hobin sedang duduk di depan api unggun dan melihat penduduk desa Ballack yang sedang makan. "Terimakasih Jin Hobin, berkat kamu kita semua bisa makan daging yang enak." Gu Yoo tersenyum dan memberikan mangkok yang berisi daging kepada Jin Hobin.
"Apa ini." Tanya Jin Hobin melihat daging di dalam mangkok.
"Itu adalah otak dan jantung beruang." Jawab Gu Yoo. Mendengar jawaban Gu Yoo Jin Hobin kemudian memakan otak dan jantung beruang.
"Bagaimana rasanya." Tanya Gu Yoo.
"Enak." Jawab Jin Hobin. Gu Yoo tersenyum mendengar jawaban Jin Hobin.
"Kakek." Jin Hobin mendengar suara teriakan.
"Ada apa Ha Seol." Jin Hobin berjalan ke arah Ha Seol.
"Kak Jin Hobin, kakek tiba-tiba batuk darah kemudian tidak sadarkan diri." Ha Seol menangis melihat kakeknya Seon Yu tidak sadarkan diri.
"Gu Yoo, di sukumu apa ada orang yang mengerti tentang pengobatan." Tanya Jin Hobin memegang Seon Yu yang tidak sadarkan diri.
"Ada." Jawab Gu Yoo.
"Panggil orang itu untuk memeriksa keadaan pak Seon Yu." Balas Jin Hobin.
"Baik." Jawab Gu Yoo.
Beberapa menit kemudian Jin Hobin sedang berada di dalam kamar bersama seorang pria paruh baya. "Bagaimana keadaanya." Tanya Jin Hobin melihat pria paruh baya yang memeriksa keadaan Seon Yu.
"Jantungnya bermasalah." Balas pria paruh baya.
"Apa pak Seon Yu masih bisa di sembuhkan." Tanya Jin Hobin.
Mendengar pertanyaan Jin Hobin pria paruh baya kemudian menggeleng. "Sigh." Jin Hobin menghela nafas saat melihat pria paruh baya menggeleng.