
"Pemimpin, Jin Hobin jauh lebih kuat dari ahli tingkat Grand Master lainnya. Jika saya terus melanjutkan pertarungan dengannya. Saya yakin pertarungan akan berakhir dengan kematian kami berdua." Kata pria berkulit hitam yang di panggil Hyuk Sim.
"Aku tidak menyangka harus turun tangan, hanya untuk membunuh ahli tingkat Grand Master." Kata pria berambut hitam panjang bangkit dari duduknya.
"Ayo kita pergi ke desa Hwajeon." Kata pria berambut hitam panjang keluar dari ruangan.
"Baik pemimpin." Hyuk Sim mengangguk kemudian mengikuti pria berambut hitam panjang.
Saat ini Jin Hobin, Mira Yoo, Ha Sang Wa, Seon Yu dan Ha Seol berada di luar desa Hwajeon. "Pemimpin. Kita akan pergi kemana." Tanya Mira Yoo.
"Kita akan pergi ke pulau Hainan" Jawab Jin Hobin.
"Ahh, aku dengar pulau Hainan di huni oleh suku primitive." Mira Yoo terkejut.
"Aku dengar salah satu suku primitive di Hainan adalah kanibal." Kata Seon Yu.
"Kek, apa itu kanibal." Tanya Ha Seol.
"Kanibal adalah manusia yang memakan manusia lainnya." Jawab Seon Yu.
"Aahh." Ha Seol terkejut mendengar jawaban kakeknya.
"Kak Jin Hobin, apa kita akan baik-baik saja pergi ke pulau Hainan." Tanya Ha Seol.
"Selama tidak ada seniman beladiri tingkat Profound di pulau Hainan. Kita semua akan baik-baik saja." Jawab Jin Hobin.
3 Hari telah berlalu. Saat ini pria berambut hitam Panjang dan Hyuk Sim berada di desa Hwajeon.
"Pemimpin, sepertinya kita terlembat. Jin Hobin telah pergi dari desa ini." Kata Hyuk Sim.
"Dia bodoh jika memutuskan untuk tinggal di desa ini. Saat keberadaanya sudah di ketahui." Jawab pria berambut hitam panjang.
"Pemimpin, apa yang akan kita lakukan pada orang-orang di desa ini." Tanya Hyuk Sim melihat penduduk desa yang sedang beraktivitas.
"Terserah kamu ingin melakukan apa terhadap mereka." Kata pria berambut hitam panjang berjalan pergi.
"Mereka semua adalah orang biasa yang tidak memiliki Qi. Jadi percuma saja jika aku menggunakan Evil art of the Blood kepada mereka semua." Kata Hyuk Sim kemudian mengejar pria berambut hitam panjang.
7 Hari telah berlalu. Saat ini Jin Hobin, Ha Sang Wa, Mira Yoo, Seon Yu dan Ha Seol sampai di pulai Hainan.
"Akhirnya kita sampai di pulau Hainan. Aku yakin evil blood sect tidak akan menyadari bahwa kita bersembunyi di pulau ini." Kata Mira Yoo.
"Ha Sang Wa, Mira Yoo lindungi Seon Yu dan Ha Seol." Kata Jin Hobin tiba-tiba berbicara dengan serius.
"Baik pemimpin." Jawab Ha Sang Wa dan Mira Yoo.
"Wuusshh." "Wuusshh." Jin Hobin melihat jarum melesat ke arahnya.
"Ting!!" "Ting!!" Jin Hobin menangkis jarum dengan pedangnya.
"Apa kalian baik-baik saja." Tanya Jin Hobin.
"Kami baik-baik saja pemimpin." Jawab Ha Sang Wa dan Mira Yoo.
"Crasshh." Jin Hobin menyelimuti pedangnya dengan petir. "Thunder Slash." Jin Hobin mengayunkan pedangnya.
"Wuusshh." Pisau petir sepanjang 8 meter melesat ke arah pepohonan.
"Booomm!!" "Aaahhh." Jin Hobin mendengar suara teriakan.
Saat ledakan menghilang Jin Hobin melihat 2 laki-laki terbaring di tanah dengan tubuh penuh luka.
"Mengapa kalian menyerang kami." Kata Jin Hobin melihat laki-laki yang terbaring di tanah.
"Bunuh semua penyusup." Kata laki-laki kemudian meninggal.
"Apa dia mati." Tanya Seon Yu.
"Mereka berdua mati." Jawab Jin Hobin.
"Ayo kita masuk ke dalam hutan." Kata Jin Hobin berjalan ke dalam hutan.
"Baik pemimpin." Jawab Mira Yoo dan Ha Sang Wa. Mira Yoo, Ha Sang Wa, Seon Yu dan Ha Seol kemudian mengikuti Jin Hobin.
"Ada penyusup." Seorang laki-laki berteriak saat melihat Jin Hobin dan yang lain.
"Bruuaakk." "Bruuaakk." Jin Hobin melihat puluhan pria mengelilingi dirinya Mira Yoo, dan yang lainnya.
"Bunuh mereka semua. Mereka adalah makanan yang dikirim dewa kepada kita semua." Teriak pria tua yang membawa tongkat.
"Bajingan, mereka menganggap kita sebagai makanan." Mira Yoo mengutuk saat mendengar kata pria tua yang membawa tongkat.
"Bunuh!!" Mendengar teriakan pria tua yang membawa tongkat, puluhan pria kemudian menyerang Jin Hobin, Mira Yoo, Ha Sang Wa dan yang lain.
"Mira Yoo, Ha Sang Wa lindungi Seon Yu dan Ha Seol. Aku akan membunuh mereka semua." Kata Jin Hobin.
"Baik pemimpin." Jawab Mira Yoo dan Ha Sang Wa.
"Crasshh." Jin Hobin menyelimuti pedangnya dengan petir. "Thunder Slash." Jin Hobin mengayunkan pedangnya.
"Wuusshh." Pisau petir sepanjang 8 meter melesat ke puluhan pria. "Booomm!!" "Aaahhh." Ledakan terjadi.
"Kamu seniman beladiri dari luar." Pria tua yang membawa tongkat menatap Jin Hobin.
"Benar, aku seniman beladiri dari luar." Jawab Jin Hobin.
"Kalian semua mundur. Kalian bukan tandingannya." Kata pria tua melihat puluhan pria.
"Baik dukun." Jawab puluhan pria kemudian menjauh dari Jin Hobin.
Melihat puluhan pria dari sukunya menjauh dari Jin Hobin. Pria tua yang memegang tongkat mulai membaca mantra. Wajah pria tua berubah kembali muda dan badannya yang kurus menjadi kekar.
"Aaahhh." Mira Yoo dan Ha Sang Wa terkejut saat melihat perubahan pria yang memegang tongkat.
"Mati kau penyusup." Teriak dukun kemudian melesat ke arah Jin Hobin.
"Bodoh." Jin Hobin mencibir kemudian mengayunkan pedangnya. "Thunder Slash." "Wuusshh." Pisau petir sepanjang 8 meter melesat ke arah dukun. "Booomm!!" Ledakan terjadi.
"Apa kamu pikir serangan lemahmu dapat melukaiku." Dukun melesat ke arah Jin Hobin. "Booomm!!" Dukun memukul Jin Hobin.
"Pemimpin." "Kak Jin Hobin." Mira Yoo, Ha Sang Wa dan Ha Seol berteriak saat melihat Jin Hobin yang terlempar sejauh 10 meter.
"Berengsek. Kekuatan fisiknya setara dengan ahli tingkat Profound." Kata Jin Hobin mengusap darah di mulutnya.
"Cobalah terima serangan ini." Teriak Jin Hobin melihat dukun berbadan kekar.
"Shadow Dragon Sword." Teriak Jin Hobin kemudian mengayunkan pedangnya. "Roooaarr." Bayangan naga bewarna hitam sepanjang 10 meter melesat ke arah dukun berbadan kekar. "Booommm!!" Ledakan besar terjadi.
Saat asap ledakan menghilang dukun berbadan kekar berdiri dengan badan penuh luka. "Uhukk." Dukun berbadan kekar batuk darah.
"Menarik, baru kali ini ada orang yang bisa membuatku terluka." Dukun mengusap darah di mulutnya.
Dukun mengambil tongkat kemudian mulai membaca mantra. "Wuusshh." "Wuushh." Bola Api bewarna merah muncul di udara dan perlahan membesar.
"Matilah." Teriak dukun menembakan bola api sebesar 10 meter kepada Jin Hobin.
"Yang akan mati bukan aku, tapi kamu dukun berengsek." "Heavenly Demonic Sword. Demon Slash." Teriak Jin Hobin mengayunkan pedangnya.
"Rooaarr." Iblis bewarna hitam sebesar 10 meter melesat ke bola api bewarna merah. "Booomm!!!" Ledakan besar terjadi.
Saat asap ledakan menghilang dukun tergeletak di tanah dengan badan bagian bawah terpotong. "Uhuukk." Dukun batuk darah.
"Dukun." Semua pria primitf berteriak melihat dukun yang tergeletak di tanah dengan badan terpotong.
"Apa semua seniman beladiri yang berada di luar sekuat dirimu." Dukun berbadan kekar melihat Jin Hobin.
"Tidak, hanya ada beberapa seniman yang sekuat diriku." Jawab Jin Hobin.
"Jadi begitu." Balas dukun kemudian mati dengan mata terbuka.
"Mira Yoo, Ha Sang Wa. Bunuh mereka semua." Jin Hobin melihat puluhan pria primitf.
"Baik pemimpin." Jawab Mira Yoo da Ha Sang Wa. "Crasshh." "Aaahhh." Mira Yoo dan Ha Sang Wa kemudian mulai membunuh puluhan pria primitive.