The Great Demon

The Great Demon
35. Melawan Suku Beast



"Ha Seol tutup matamu." Seon Yu menutup mata Ha Seol. Seon Yu tidak ingin Ha Seol melihat Mira Yoo dan Ha Sang Wa membunuh suku primitive dengan kejam.


Beberapa kemudian Mira Yoo dan Ha Sang Wa telah membunuh puluhan pria primitive. "Pemimpin, apa kita perlu membunuh wanita dan anak-anak juga." Tanya Ha Sang Wa melihat wanita dan anak-anak yang ketakutan.


"Tidak perlu. Meski mereka semua kanibal. Mereka cuma manusia biasa. Mereka tidak akan menjadi ancaman untuk kita semua." Jawab Jin Hobin melihat wanita dan anak-anak yang ketakutan.


"Ayo kita pergi dari sini. Aku yakin ada suku primitif lain di pulau ini." Kata Jin Hobin.


"Baik pemimpin." "Baik kak Jin Hobin." Mira Yoo, Ha Sang Wa dan Ha Seol mengangguk.


Keesokan harinya di pedalaman pulau Hainan. "Apa katamu. Suku kanibal telah di bantai." Laki-laki berjubah hitam terkejut.


"Benar, semua laki-laki suku kanibal di bunuh dan hanya menyisahkan wanita dan anak-anak." Balas laki-laki botak.


"Bagaimana dengan dukun." Tanya laki-laki berjubah hittam.


"Dukun juga mati." Jawab laki-laki botak.


"Dukun setara dengan seniman beladiri tingkat tinggi. Siapa yang bisa membunuhnya." Kata laki-laki berjubah hitam.


"Wanita suku kanibal mengatakan pembunuh dukun adalah seniman beladiri dari luar." Jawab laki-laki botak.


"Panggil semua suku berkumpul. Aku akan mengadakan rapat." Kata laki-laki berjubah hitam.


"Baik." Jawab laki-laki botak.


Beberapa jam kemudian, di pedalaman pulau Hainan. "Dukun telah mati." Kata laki-laki berjubah hitam.


"Aku sudah tahu." Jawab laki-laki yang memakai mantel dari kulit beruang.


"Pembunuh suku kanibal hanya berjumlah 5 orang. Jadi kenapa harus mengadakan rapat." Kata wanita berkulit coklat.


"Meski hanya 5 orang kita tidak boleh meremehkan mereka." Balas laki-laki berjubah hitam.


"Kamu terlalu penakut. Nanti malam aku akan membunuh mereka semua." Balas laki-laki yang memakai mantel kulit beruang kemudian berjalan pergi.


Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Jin Hobin sedang duduk di depan api unggun. "Kalian berdua tidurlah. Malam ini aku yang akan berjaga." Jin Hobin melihat Mira Yoo dan Ha Sang Wa.


"Tidak pemimpin. Kami berdua masih belum mengantuk." Ha Sang Wa menggeleng.


"Ha Sang Wa, Mira Yoo bersiap bertarung." Kata Jin Hobin dengan ekspresi serius.


"Baik pemimpin." Jawab Mira Yoo dan Ha Sang Wa kemudian mengeluarkan senjata mereka. "Wuusshh." "Wuusshh." Jin Hobin melihat puluhan panah melesat menuju arahnya.


"Ting!!" "Ting!!" Jin Hobin menangkis panah dengan pedangnya.


"Mira Yoo, Ha Sang Wa. Apa kalian baik-baik saja." Tanya Jin Hobin.


"Kami berdua baik-baik saja pemimpin." Jawab Mira Yoo dan Ha Sang Wa.


"Aaauuu." Jin Hobin melihat puluhan pria yang menunggangi serigala melesat ke arahnya. "Thunder Slash." Jin Hobin mengayunkan pedangnya. "Wuusshh." Pisau petir sepanjang 8 meter melesat ke arah puluhan pria yang menunggangi serigala.


"Wuusshh." "Wuusshh." Jin Hobin melihat puluhan serigala menghindari serangannya. "Bunuh mereka semua." Teriak laki-laki yang memakai mantel dari kulit beruang.


"Bunuh." Teriak puluhan pria yang menunggangi serigala.


"Apa yang terjadi." Seon Yu dan Ha Seol keluar dari tenda saat mendengar suara keributan.


"Mira Yoo, Ha Sang Wa lindungi Seon Yu dan Ha Seol. Biar aku yang menghadapi mereka semua." Kata Jin Hobin.


"Baik pemimpin." Mira Yoo dan Ha Sang Wa mengangguk.


"Wuusshh." Jin Hobin melompat ke udara dan berteriak. "Coba hindari serangan ini." "Thunder Tiger Sword Strike." Teriak Jin Hobin mengayunkan pedangnya.


"Apa kamu yang membunuh dukun." Laki-laki yang memakai mantel kulit beruang menatap Jin Hobin.


"Apa yang kamu maksud dukun dari suku kanibal. Jika dukun itu yang kamu maksud. Aku yang membunuhnya." Jawab Jin Hobin.


"Kalian semua bukan tandingannya. Biar aku yang menghadapinya." Laki-laki yang memakai mantel dari kulit beruang melompat dari serigala.


"Siapa namamu." Laki-laki menatap Jin Hobin.


"Namaku Jin Hobin." Jawab Jin Hobin.


"Jin Hobin, kamu harus ingat orang yang membunuhmu bernama Geon Woo ketua suku Beast." Jawab laki-laki kemudian melesat ke arah Jin Hobin.


"Bodoh." Jin Hobin mencibir kemudian mengayunkan pedangnya. "Thunder Tiger Sword Strike." "Rooaarr." Harimau petir bewarna kuning sebesar 9 meter melesat ke arah Geon Woo. "Booomm!!" Ledakan terjadi.


"Hahaha, seranganmu hanya menggelitikku." Geon Woo tertawa.


"Seperti yang aku pikirkan. Fisiknya setara ahli tingkat Profound." Gumam Jin Hobin.


"Cobalah terima serangan ini." Teriak Jin Hobin kemudian mengayunkan pedangnya. "Shadow Dragon Sword." "Roooaarr." Bayangan naga bewarna hitam sepanjang 10 meter melesat ke arah Geon Woo. "Booomm!!" Tedakan terjadi.


Saat asap ledakan menghilang Jin Hobin melihat Geon Woo berdiri dengan tubuh penuh luka. "Kau bajingan. Aku akan membunuhmu." Teriak Geon Woo berlari ke arah Jin Hobin.


"Kamu tidak akan bisa membunuhku." Jin Hobin mencibir kemudian melompat ke udara.


"Heavenly Demonic Sword. Demon Slash." Teriak Jin Hobin mengayunkan pedangnya. "Rooaarr." Iblis bewarna hitam sebesar 10 meter melesat ke arah Geon Woo. "Booomm!!" Ledakan besar terjadi.


Saat asap ledakan menghilang Geon Woo berdiri dengan bagian tubuh kanannya terpotong. "Bajingan." Geon Woo mengutuk kemudian jatuh ke tanah dan mati.


"Ketua!!" Semua pria dari suku beast berteriak melihat ketua mereka di bunuh oleh Jin Hobin.


"Bunuh pembunuh ketua suku. Ayo kita balaskan kematian ketua suku." Teriak salah satu pria dari suku beast.


"Bunuh." Semua suku beast berteriak kemudian menyerang Jin Hobin.


"Pemimpin, kami akan membantu anda." Kata Mira Yoo dan Ha Sang Wa kemudian menyerang pria dari suku beast.


"Crasshh." "Aaahhh." Ha Sang Wa membunuh salah satu pria suku beast.


"Mati." Teriak Mira Yoo kemudian menebas salah satu pria suku beast. "Crasshh." "Aaahhh."


"Rooaarr." Jin Hobin melihat serigala sebesar 2 meter melesat ke arahnya. "Thunder Slash." Kata Jin Hobin mengayunkan pedangnya. "Wuusshh." Pisau petir sepanjang 8 meter melesat ke arah serigala. "Crasshh." Tubuh serigala terpotong menjadi dua setelah terkena serangan Jin Hobin.


"Kak Jin Hobin di belakangmu." Teriak Ha Seol melihat pria suku beast yang menyerang Jin Hobin dari belakang.


Jin Hobin berbalik kemudian menebas pria suku beast yang menyerangnya dari belakang. "Crasshh." Tubuh pria suku beast terbelah menjadi dua.


"Terimakasih Ha Seol." Jin Hobin berterimakasih, meski dirinya tahu bahwa ada yang menyerangnya dari belakang.


"Sama-sama kak." Ha Seol mengangguk. "Wuusshh." Jin Hobin kemudian melesat ke arah salah satu pria dari suka beast dan memotong kepalanya. "Crasshh." Kepala pria terpotong dan menggelinding ke tanah.


Beberapa menit kemudian Jin Hobin, Mira Yoo dan Ha Sang Wa telah membunuh semua pria dari suku beast. "Ayo kita pergi dari sini. Bau darah dari mayat mereka akan mengundang hewan buas." Kata Jin Hobin melihat mayat puluhan pria dari suku beast.


"Baik pemimpin." "Baik kak." Mira Yoo, Ha Sang Wa dan Ha Seol mengangguk.


Keesokan harinya di pedalaman pulau Hainan. "Suku Beast telah di kalahkan." Kata wanita berkulit coklat dengan ekspresi buruk.


"Jika si bodoh itu mendengarkan saranku. Dia tidak akan mati." Balas laki-laki berjubah hitam.


"Gu Yoo, Ayo kita bekerja sama untuk membunuh seniman beladiri dari luar." Laki-laki berjubah hitam melihat wanita berkulit coklat.


"Baiklah, untuk kali ini ayo kita bekerja sama." Balas wanita berkulit coklat yang di panggil Gu Yoo.