
"Jin Hobin terluka parah saat bertarung denganku pemimpin. Jadi dia tidak mungkin hidup setelah terjatuh ke jurang." Jawab Buk Jin Hu.
"Baguslah, jika Jin Hobin mati. Karena jika dia masih hidup dan berhasil menerobos tingkat Profound. Dia pasti akan menyebabkan banyak masalah bagi kita." Kata pria berambut hitam panjang.
"Sekarang, kita akan melanjutkan rencana selanjutnya." Pria berambut hitam panjang melihat Buk Jin Hu, wanita berambut putih, pria berkulit hitam dan pria berbadan kekar.
1 Bulan telah berlalu. Saat ini Jin Hobin sedang bermeditasi di bawah pohon. "Kakak Jin Hobin." Ha Seol berlari ke arah Jin Hobin yang sedang bermeditasi.
Jin Hobin membuka matanya dan melihat Ha Seol yang berlari ke arahnya. "Kak Jin Hobin, ayo temani Ha Seol bermain." Kata Ha Seol.
"Baiklah, ayo kita bermain." Jin Hobin tersenyum.
Beberapa jam kemudian Jin Hobin sedang berada di dalam ruangan bersama Seon Yu. "Semua luka di tubuhku telah sembuh. Besok pagi aku akan pergi." Kata Jin Hobin.
"Setelah kamu pergi, Ha Seol pasti akan sedih. Aku tidak pernah melihat Ha Seol tersenyum bahagia lagi setelah kematian kedua orang tuanya." Kata Seon Yu.
"Apa kedua orang tua Ha Seol mati karena penyakit." Tanya Jin Hobin.
"Tidak, kedua orang tua Ha Seol mati di bunuh oleh kawanan bandit." Jawab Seon Yu.
"Apa bandit yang membunuh kedua orang tua Seon Yu masih hidup. Aku akan membunuh kawanan bandit itu." Kata Jin Hobin.
"Aku tahu kamu seniman beladiri. Tapi mustahil bagimu untuk mengalahkan puluhan bandit seorang diri." Seon Yu menggeleng.
"Pak Seon Yu, ikut aku sebentar." Kata Jin Hobin mengambil pedangnya dan keluar dari rumah.
Melihat Seon Yu berdiri di belakangnya, Jin Hobin kemudian mengayunkan pedangnya ke arah pohon. "Thunder Slash." "Wuusshh." Pisau petir sepanjang 5 meter melesat ke arah pohon.
"Booomm." Ledakan besar terjadi. Saat asap ledakan menghilang Seon Yu terkejut melihat beberapa pohon yang hancur setelah terkena serangan Jin Hobin.
"Pak Seon Yu, dengan serangan barusan. Aku bisa membunuh puluhan bandit dengan mudah." Jin Hobin melihat Seon Yu.
"Baiklah, aku percaya denganmu." Balas Seon Yu. Seon Yu kemudian menceritakan lokasi markas bandit kepada Jin Hobin.
"Karena lokasi markas mereka tidak jauh dari sini. Aku akan kembali sebelum matahari terbit." Kata Jin Hobin.
"Jin Hobin, berhati-hatilah. Seol Ha akan sedih jika terjadi apa-apa denganmu." Kata Seon Yu.
"Kamu tidak perlu khawatir pak Seon Yu. Aku akan kembali tanpa teruka sedikit pun." Jin Hobin tersenyum kemudian menghilang.
Beberapa jam kemudian. "Jadi ini markas bandit yang membunuh kedua orang tua Seol Ha." Kata Jin Hobin melihat pagar kayu yang melindungi markas bandit.
"Siapa kamu." Teriak bandit melihat Jin Hobin yang berjalan ke arahnya.
"Berhenti menanyaiku. Buka pintunya sebelum aku menghancurkannya." Kata Jin Hobin.
"Berhenti bermain-main. Cepat pergi dari sini sebelum aku menghajarmu." Teriak bandit.
Jin Hobin mengeluarkan pedangnya kemudian memotong gerbang yang terbuat dari kayu. "Slasshh." "Slasshh." "Bruaakk." Gerbang kayu hancur dan menjadi beberapa potongan.
"Penyusup." Bandi berteriak melihat Jin Hobin yang menghancurkan pintu.
"Siapa kau." Puluhan bandit mengelilingi Jin Hobin.
"Aku Jin Hobin." Jawab Jin Hobin.
"Jin Hobin." Semua bandit bingung saat mendengar nama Jin Hobin.
"Jangan bilang dia adalah Jin Hobin pemimpin sekte Demonic." Kata salah satu bandit.
"Tidak, Jin Hobin pemimpin sekte Demonic telah mati di bunuh anggota Evil Sect." Jawab pria berbadan kekar yang memegang pedang raksasa.
"Siapa kamu sebenarnya." Pria berbadan kekar melihat Jin Hobin.
"Semuanya bunuh dia." Teriak pria berbadan kekar.
"Baik bos." Teriak semua bandit kemudian menyerang Jin Hobin.
"Untuk membunuh kalian semua. Aku tidak perlu menggunakan tehnik bela diri." Kata Jin Hobin kemudian mulai membunuh bandit yang menyerangnya. "Crasshh." "Aaahhh." "Crasshh." "Aaahhh." Jin Hobin dengan mudahnya membunuh bandit yang menyerang dirinya.
Pria berbadan kekar terkejut melihat Jin Hobin dengan mudahnya membunuh bawahannya tanpa terkena satu serangan sama sekali.
Beberapa menit kemudian Jin Hobin telah membunuh semua bandit yang menyerangnya. "Sekarang hanya tinggal kamu seorang." Jin Hobin menatap pria berbadan kekar. Wajah pria berbadan kekar berkeringat saat mendengar kata Jin Hobin.
"Buukk." Pria berbadan kekar tiba-tiba bersujud di depan Jin Hobin.
"Tuan yang terhormat, tolong jangan bunuh saya." Kata pria berbadan kekar.
"Berikan aku sebuah alasan. Mengapa aku harus mengampunimu." Tanya Jin Hobin.
"Jika anda membunuh saya. Anda akan menjadi musuh bandit union." Jawab pria berbadan kekar.
"Oohh." Jin Hobin terkejut mendengar jawaban pria berbadan kekar. Jin Hobin tahu pemimpin bandit union adalah ahli beladiri tingkat Profound dan bandit union memiliki ribuan anggota.
"Seharusnya dia takut setelah mendengar nama bandit union." Pria berbadan kekar menyeringai.
"Sayangnya aku tidak takut meski menjadi musuh bandit union." Kata Jin Hobin. Pria berbadan kekar terkejut mendengar kata Jin Hobin.
"Baiklah, sekarang giliranmu untuk pergi ke neraka." Kata Jin Hobin kemudian memotong kepala bandit berbadan kekar. "Crasshh." Kepala bandit berbadan kekar menggelinding ke tanah.
"Karena mereka bandit. Seharusnya mereka semua memiliki banyak uang." Kata Jin Hobin masuk ke dalam tempat tinggal bandit.
Jin Hobin melihat sebuah peti yang terbuat dari besi dan membukanya. "Dengan ratusan coin emas ini. Aku bisa membalas kebaikan pak Seon Yu." Jin Hobin membawa peti dan berjalan pergi dari markas bandit.
Beberapa jam kemudian. Jin Hobin telah kembali ke tempat tinggal Seon Yu. "Jin Hobin, mengapa kamu membawa peti." Seon Yu melihat peti besi yang di bawa Jin Hobin.
"Peti ini kuambil dari markas bandit." Jawab Jin Hobin. Seon Yu terkejut mendengar jawaban Jin Hobin.
"Semua bandit di daerah ini. Sudah aku bunuh. Jadi anda tidak perlu khawatir lagi dengan serangan bandit." Kata Jin Hobin. Seon Yu terkejut mendengar Jin Hobin telah membunuh semua bandit.
"Apa Ha Seol masih tidur." Tanya Jin Hobin.
"Ha Seol masih tidur." Jawab Seon Yu.
"Pak Seon Yu aku akan pergi. Sampaikan salamku kepada Ha Seol." Kata Jin Hobin.
"Baik." Seon Yu mengangguk.
"Jaga dirimu baik-baik pak Seon Yu. Aku pasti akan datang lagi untuk menemuimu dan Ha Seol." Jin Hobin tersenyum kemudian keluar dari tempat tinggal Seon Yu.
"Jin Hobin kamu meninggalkan petimu." Kata Seon Yu mengejar Jin Hobin.
Saat keluar dari tempat tinggalnya Seon Yu melihat Jin Hobin sudah menghilang. "Ha Seol pasti akan sedih saat dia mengetahui Jin Hobin telah pergi." Seon Yu menghela nafas dan masuk ke dalam rumah.
Seon Yu membuka peti yang di tinggalkan Jin Hobin dan terkejut melihat ratusan emas di dalam peti.
Keesokan harinya Jin Hobin telah kembali ke sekte Demonic. "Aku tidak menyangka sekte Demonic akan jatuh di bawah kepemimpinanku." Kata Jin Hobin melihat sekte Demonic yang hancur.
"Siapa kamu." Jin Hobin mendengar seseorang berteriak kepadanya.
Jin Hobin berbalik dan melihat pria paruh baya berbadan kurus yang tidak asing baginya. "Pemimpin anda masih hidup." Pria paruh baya berbadan kurus terkejut saat melihat Jin Hobin.
"Benar, aku masih hidup." Jawab Jin Hobin.
"Hwang Cheol memberi hormat atas kembalinya pemimpin sekte." Pria paruh baya yang tidak lain penjaga paviliun misi bersujud di depan Jin Hobin.