
Jin Hobin kemudian keluar dari kamar di ikuti pria paruh baya. "Kakak, bagaimana keadaan kakek." Ha Seol menatap Jin Hobin dengan mata berkaca-kaca.
"Ha Seol, kakekmu mempunyai penyakit yang tidak bisa di sembuhkan. Jadi hidupnya tidak akan lama lagi." Jin Hobin menatap Ha Seol.
"Huuaaa." Ha Seol menangis mendengar jawaban Jin Hobin. Jin Hobin menghela nafas kemudian memeluk Ha Seol.
Keesokan harinya. Jin Hobin melihat Seon Yu terbangun. "Kakek." Ha Seol berteriak melihat kakeknya terbangun.
"Sepertinya kamu dan Ha Seol sudah tahu bahwa aku mempunyai penyakit." Kata Seon Yu.
"Jadi selama ini kakek sakit." Tanya Ha Seol.
"Benar." Seon Yu mengangguk.
"Hiks." "Hiks." "Mengapa kakek tidak memberitahu Ha Seol, bahwa kakek sedang sakit." Ha Seol menangis.
"Maafkan kakek Ha Seol, Kakek tidak ingin Ha Seol bersedih." Seon Yu mengelus kepala Ha Seol.
"Jin Hobin apa aku sebentar lagi akan mati." Tanya Seon Yu.
"Benar, hidup anda tidak akan lama lagi." Jawab Jin Hobin.
"Karena sebentar lagi aku akan mati. Bisakah kita kembali ke desa Hwajeon." Seon Yu menatap Jin Hobin.
"Baiklah, ayo kita kembali ke desa Hwajeon." Balas Jin Hobin.
Beberapa jam kemudian. "Jin Hobin, apa kamu akan kembali ke sini lagi." Tanya Gu Yoo.
"Aku tidak tahu." Jawab Jin Hobin.
"Jika kamu kembali ke pulau Hainan. Suku kami akan selalu menyambutmu." Gu Yoo tersenyum.
Jin Hobin tersenyum dan berkata. "Ayo kita pergi."
"Baik pemimpin." "Baik kak." Jawab Mira Yoo, Ha Sang Wa dan Ha Seol. Jin Hobin Ha Sang Wa, Mira Yoo, Ha Seol dan Seon Yu kemudian meninggalkan desa Ballack.
7 Hari kemudian. Jin Hobin Ha Sang Wa, Mira Yoo, Ha Seol dan Seon Yu telah kembali ke desa Hwajeon. "Akhirnya kita kembali ke daratan tengah." Kata Mira Yoo melihat penduduk desa yang sedang beraktivitas.
"Uhukkk." Seon Yu tiba-tiba batuk darah. "Kakek." Ha Seol berteriak melihat kakeknya tiba-tiba batuk darah.
"Pak Seon Yu, ayo masuk ke dalam rumah." Jin Hobin memegang bahu Seon Yu.
"Rasanya lebih baik saat menghirup udara segar. Jangan paksa aku masuk." Kata Seon Yu.
"Baiklah, jika itu keinginan anda." Balas Jin Hobin.
"Hiks." "Hiks." "Kakek." Ha Seol menangis saat melihat kakeknya.
"Jangan menangis Ha Seol. Kakek masih belum mati." Seon Yu tersenyum.
Keesokan harinya Jin Hobin sedang bersama Seon Yu dan Ha Seol. "Jin Hobin, aku punya sebuah permintaan." Seon Yu melihat Jin Hobin.
"Apa permintaanmu pak Seon Yu." Tanya Jin Hobin.
"Saat aku meninggal, bisakah kau menjaga Ha Seol." Seon Yu melihat Jin Hobin.
"Aku sudah menganggap Ha Seol sebagai adikku sendiri. Jadi aku pasti akan menjaganya." Jawab Jin Hobin.
"Kakek." Ha Seol menangis mendengar kata kakeknya.
"Ha Seol, saat kakek meninggal, dengarkanlah perkataan Jin Hobin." Seon Yu melihat Ha Seol.
"Hiks." "Hiks." "Baik kek, aku akan selalu mendengarkan perkataan kak Jin Hobin." Ha Seol mengangguk.
"Bagus." Seon Yu tersenyum kemudian memejamkan matanya.
Jin Hobin memeriksa nafas Seon Yu dan berkata. "Dia sudah meninggal."
"Kakek." Ha Seol menangis dan memeluk tubuh Seon Yu.
Beberapa Jam kemudian. Jin Hobin telah menguburkan mayat Seon Yu. "Hiks." "Hiks." Ha Seol menangis melihat kuburan kakeknya.
"Tapi jika kakekmu Seon Yu mempelajari seni beladiri. Setidaknya dia tidak akan mati karena suatu penyakit." Kata Jin Hobin melihat Ha Seol yang menangis.
"Kak Jin Hobin, tolong ajari Ha Seol beladiri." Ha Seol mengusap air matanya dan melihat Jin Hobin.
"Baiklah, aku akan mengajarimu beladiri." Jin Hobin tersenyum.
Keesokan harinya. "Selamat pagi kak Jin Hobin." Ha Seol melihat Jin Hobin.
"Selamat pagi juga Ha Seol." Jawab Jin Hobin.
"Hari ini kita akan melakukan Latihan fisik." Kata Jin Hobin melihat Ha Seol.
"Baik kak." Ha Seol mengangguk.
Beberapa jam kemudian. "Pemimpin, apa kita akan tinggal di desa ini." Tanya Ha Sang Wa. Ha Sang Wa takut Evil Blood Sect akan menemukan keberadaanya Jin Hobin dan dirinya yang berada di desa Hwajeon.
"Kita akan tinggal di desa ini." Jawab Jin Hobin.
"Jika ada anggota Evil Blood yang datang ke desa ini. Kita hanya perlu membunuh mereka." Kata Jin Hobin melihat Ha Sang Wa dan Mira Yoo.
"Baik pemimpin." Jawab Mira Yoo dan Ha Sang Wa.
Keesokan harinya. Jin Hobin sedang bersama dengan Ha Seol. "Ha Seol, hari ini aku akan mengajari Teknik pernapasan sekte Demonic." Kata Jin Hobin melihat Ha Seol.
"Baik kak." Ha Seol mengangguk.
1 Jam kemudian Ha Seol sedang bermeditasi. "Kak, aku bisa merasakan Qi." Kata Ha Seol membuka matanya.
"Bagus, karena kamu bisa merasakan Qi. Sekarang kamu resmi melangkah ke jalan seniman beladiri tingkat." Jin Hobin tersenyum.
"Bakat Ha Seol tidak terlalu buruk. Aku yakin di masa depan Ha Seol akan menerobos tingkat Grand Master." Gumam Jin Hobin melihat Ha Seol.
7 Hari telah berlalu. Saat ini Jin Hobin sedang melatih Ha Seol beladiri. "Ahhh tolong." Jin Hobin mendengar suara teriakan.
"Bunuh semua laki-laki dan tangkap semua wanita di desa ini." Teriak pria botak yang membawa pedang besar.
"Baik bos." Teriak puluhan pria yang berada di belakang pria botak.
"Wuusshh." Jin Hobin tiba-tiba muncul di depan pria botak. Semua bandit terkejut melihat Jin Hobin yang tiba-tiba muncul di depan mereka.
"Dari mana asal kalian." Jin Hobin melihat semua bandit.
"Bunuh dia." Teriak bandit botak. "Baik bos." Teriak puluhan bandit kemudian menyerang Jin Hobin.
"Crasshh." Jin Hobin memotong salah satu kepala bandit. "Aku tanya sekali lagi. Dari mana asal kalian." Kata Jin Hobin mengeluarkan auranya.
"Uuuhh." Semua bandit ketakutan saat merasakan tekanan aura Jin Hobin.
"Sial, aku tidak menyangka ada seniman beladiri tingkat Grand Master disini." Kata bandit botak. "Serang dia, meskipun dia tingkat Grand Master. Dia hanya satu orang." Teriak bandit botak.
"Siapa bilang aku sendirian." Balas Jin Hobin. "Wuusshh." 'Wuusshh." Ha Sang Wa dan Mira Yoo muncul di samping Jin Hobin.
"1 Tingkat Master dan 2 Tingkat Grand Master." Bandit botak berkeringat saat melihat Jin Hobin, Ha Sang Wa dan Mira Yoo.
"Tuan Jangan bunuh saya." Bandit botak tiba-tiba bersujud di depan Jin Hobin. "Bos!!" semua bandit terkejut melihat pemimpin mereka bersujud di depan Jin Hobin.
"Kalian semua bersujudlah jika tidak ingin mati." Teriak bandit botak. Mendengar kata bandit botak semua bandit bersujud di depan Jin Hobin.
"Aku ingat beberapa menit lalu kamu ingin membunuh semua laki-laki dan menangkap semua wanita di desa ini." Jin Hobin melihat bandit botak.
"Anda pasti salah mendengarnya tuan. Saya tidak pernah berkata seperti itu." Bandit botak berkeringat ketakutan.
"Tuan, tolong jangan bunuh saya. Saya bersedia melayani." "Crasshh." Sebelum menyelesaikan perkataanya Jin Hobin memotong kepala bandit botak.
"Maaf, aku tidak tertarik dengan pria." Kata Jin Hobin melihat tubuh bandit yang tanpa kepala.
"Bunuh mereka semua." Kata Jin Hobin melihat semua bandit yang bersujud.
"Baik pemimpin." Jawab Ha Sang Wa dan Mira Yoo. "Crasshh." "Aaahhh." Ha Sang Wa dan Mira Yoo kemudian mulai membunuh semua bandit.