The Great Demon

The Great Demon
25. Evil Blood Sect



"Baiklah, ayo kita pergi." Kata Jin Hobin. "Baik pemimpin." Jawab Mira Yoo, Ha Sang Wa dan Chaen Yeon.


Jin Hobin kemudian keluar dari penginapan di ikuti Mira Yoo, Ha Sang Wa, Yeon Jeokha dan Chaen Yeon.


7 Hari kemudian Jin Hobin telah kembali ke sekte Demonic. "Jadi ini sekte Demonic." Kata Yeon Jeokha melihat banyak bangunan.


"Mira Yoo, antar Yeon Jeokha dan Chaen Yeon ke tempat tinggal baru mereka. Setelah itu panggil Jong Sum dan Wang Hul untuk menemuiku." Kata Jin Hobin melihat Mira Yoo.


"Baik pemimpin." Jawab Mira Yoo.


30 Menit kemudian Jin Hobin berada di sebuah ruangan bersama Mira Yoo, Ha Sang Wa, Wang Hul dan Jong Sum.


"Aku membuat kesepakatan dengan Joo Cheon." Jin Hobin kemudian mulai bercerita tentang sekte Demonic yang bergabung dengan aliansi murim dan manfaat yang di dapatkan sekte Demonic setelah bergabung dengan aliansi murim.


Saat ini di markas aliansi murim. "Seharusnya berita tentang sekte Demonic yang bergabung ke aliansi murim sudah tersebar di murim." Kata Joo Cheon.


"Jika Evil Blood sect benar-benar bangkit. Mereka akan menargetkan sekte Demonic terlebih dulu. Karena Cheon Yeo Woo yang membunuh pemimpin mereka." Kata Joo Cheon.


Saat ini di sebuah penginapan. "Apa kamu dengar sekte Demonic bergabung dengan aliansi murim." Kata seorang pria.


"Aku mendengarnya. Apa mungkin kejadian 100 tahun lalu akan terulang lagi." Kata pria lain.


"Memang apa yang terjadi 100 tahun lalu." Tanya pria lain.


"Aliansi murim bekerja sama dengan sekte Demonic untuk menghancurkan Evil Blood sect. Sekte yang menggunakan darah manusia untuk meningkatkan Qi mereka." Jawab pria lain.


"Apa yang sedang kalian bicarakan." Pria bermata sipit berjalan ke arah tiga pria yang sedang mengobrol.


"Oohh, kami membicarakan evil Blood Sect." Kata seorang pria.


"Apa kalian bertiga ingin melihat teknik dari Evil Blood sect." Pria bermata sipit tersenyum.


"Huuhh." 3 pria bingung mendengar kata pria bermata sipit.


Pria bermata sipit memegang salah satu kepala pria dan berkata. "Evil art of the Blood." "Aaaahhh." Pria berteriak saat aura merah keluar dari tubuhnya dan masuk ke dalam tubuh pria bermata sipit.


Beberapa detik kemudian tubuh pria mati menjadi kurus kering seperti mumi. "Bunuh dia." Teriak salah satu pria melihat temannya terbunuh.


Pria bermata sipit tersenyum kemudian menyerang dua pria. "Crasshh." "Crasshh." Pria bermata sipit merobek tubuh kedua pria menjadi dua dengan tangannya.


"Aahhh, pembunuhan." Seorang perempuan berteriak melihat pria bermata sipit merobek tubuh dua pria. Pria bermata sipit tersenyum kemudian mulai membunuh semua orang di dalam penginapan.


Tidak lama kemudian pria bermata sipit telah membunuh semua orang di dalam penginapan. "Buk Jin Hu ketua memanggil kita untuk berkumpul." Seorang pria berbadan kekar dengan bekas luka di matanya masuk ke dalam penginapan.


"Sudah lama ketua tidak menyuruh kita untuk berkumpul. Apa ketua akhirnya akan mendeklarasikan perang." Kata pria bermata sipit membersihkan tangannya.


"Kamu akan segera tahu jawabannya." Balas pria berbadan kekar.


"Baiklah, ayo kita kembali ke markas." Balas pria bermata sipit kemudian keluar dari penginapan.


Keesokan harinya. Pria bermata sipit dan pria berbadan gemuk dengan bekas luka di matanya masuk ke dalam ruangan. "Kalian berdua terlambat." Kata wanita berkulit putih, berambut putih panjang melihat pria bermata sipit dan pria berbadan kekar.


"Jarak dari Jianghu ke markas sangat jauh. Jadi wajar jika kami berdua terlambat." Balas pria bermata sipit.


"Berhenti bertengkar dan duduklah." Kata pria berusia 30an berkulit putih dengan rambut hitam panjang.


"Baik ketua." Kata pria bermata sipit kemudian duduk di kursi.


"Karena kalian berempat sudah berkumpul. Aku akan membahas rencana kita ke depan." Kata pria berambut hitam panjang melihat wanita berambut putih, pria bermata sipit, pria berkulit hitam dan pria berbadan kekar.


"Baik ketua." Pria bermata sipit mengangguk.


"Moon Ryung, Hyuk Sim. Pergilah ke sekte Mount Hua dengan pasukan Blood Wolf untuk membunuh dan menghancurkan sekte Mount Hua." Kata pria berambut hitam panjang.


"Baik ketua." Jawab wanita berambut putih dan pria berkulit hitam.


"Tae Mu Kang. Kamu dan aku akan pergi ke markas aliansi murim untuk membunuh Joo Cheon ketua aliansi murim." Kata pria berambut hitam panjang.


"Baik ketua." Jawab pria berbadan kekar.


"Hari ini kita Evil Blood Sect akan membuat murim gempar dengan kehancuran 2 sekte besar dan kematian ketua aliansi murim." Kata pria berambut hitam panjang.


Beberapa Jam kemudian. Pria bermata sipit dan 20 pria berpakaian merah berada di depan gerbang sekte Demonic. "Jadi ini sekte Demonic." Kata pria bermata sipit.


"Siapa kalian." Dua pria penjaga gerbang berteriak melihat pria bermata sipit dan 20 pria berpakaian merah.


Pria bermata sipit mengayunkan tangannya kemudian dua kepala pria penjaga gerbang terpotong. "Crasshh." "Buukk." Dua kepala pria menggelinding ke tanah.


"Bunuh semua anggota sekte Demonic. Jangan sisahkan satu nyawapun yang hidup." Kata pria bermata sipit.


"Baik." Jawab 20 pria berpakaian merah kemudian berpencar ke segala arah.


Saat ini Jin Hobin yang sedang bermeditasi tiba-tiba membuka matanya. "Aku tidak menyangka, ada beberapa orang yang berani mencari masalah dengan sekte Demonic." Kata Jin Hobin kemudian keluar dari tempat tinggalnya.


"Serang dia." Teriak anggota sekte Demonic kemudian menyerang pria bermata sipit.


Pria bermata sipit melompat ke udara kemudian berteriak. "Blood claw." Cakar bewarna merah sebesar 10 meter melesat ke arah anggota sekte Demonic. "Booomm!!" "Aaahhh." Ledakan besar terjadi.


"Wuusshh." "Wuusshh." Mira Yoo, Gyu Wol dan Song Woo mengepung pria bermata sipit. "Siapa kamu sebenarnya. Menyusup ke sekte Demonic dan membunuh anggota sekte." Mira Yoo menatap pria bermata sipit.


"Kamu memiliki banyak keingintahuan untuk seseorang yang akan segera mati." Kata pria bermata sipit kemudian muncul di depan Mira Yoo.


"Dia sangat cepat." Gumam Mira Yoo melihat pria bermata sipit sudah ada di depannya. "Booomm." Pria bermata sipit memukul perut Mira Yoo.


"Aaahhh." Mira Yoo terlempar sejauh 10 meter dan menghantam dinding.


"Mira Yoo." Gyu Wol dan Song Woo berteriak melihat Mira Yoo yang terlempar setelah terkena pukulan pria bermata sipit.


"Bajingan, kami akan membunuhmu." Gyu Wol dan Song Woo kemudian menyerang pria bermata sipit.


Pria bermata sipit tersenyum kemudian menghindari serangan Gyu Wol dan Song Woo dengan mudah.


"Kemampuan sekte Demonic tidak ada yang istimewa, sungguh mengecewakan." Pria bermata sipit mencibir.


"Bajingan." Gyu Wol dan Song Woo marah saat pria bermata sipit menghina kemampuan bertarung mereka.


"Shadow Dragon Sword." Teriak Jin Hobin kemudian mengayunkan pedangnya. "Roooaarr." Bayangan naga bewarna hitam sepanjang 10 meter melesat ke arah pria bermata sipit. "Booommm!!" Ledakan besar terjadi.


"Pemimpin." Gyu Wol dan Song Woo terkejut melihat Jin Hobin tiba-tiba muncul dan menyerang pria bermata sipit.


"Mira Yoo, apa kamu baik-baik saja." Jin Hobin melihat Mira Yoo yang terbaring di tanah.


"Pemimpin, dadaku sakit." Jawab Mira Yoo mengerang kesakitan.


"Gyu Wol, Song Woo bawa Mira ke ruang pengobatan. Biar aku yang melawannya." Kata Jin Hobin melihat Gyu Wol dan Song Woo.


"Baik pemimpin." Jawab Gyu Wol dan Song Woo.