The Great Demon

The Great Demon
19. Kematian Cheon Yeo Woo



7 Hari kemudian Clan Ignoble. "Menarik, aku tidak menyangka bocah itu menjadi pemimpin sekte." Kata pria berambut hitam panjang.


"Bagaimana dengan Cheon Yeo Woo. Apa dia terlihat sakit." Tanya pria berambut hitam panjang.


"Tidak pemimpin, Cheon Yeo Woo terlihat baik-baik saja." Jawab seorang pria.


"Usia Cheon Yeo Woo saat ini hampir 100 tahun. Seharusnya tidak lama lagi dia akan mati." Kata pria berambut hitam panjang.


1 Bulan telah berlalu. Saat ini Jin Hobin sedang duduk bersama Cheon Yeo Woo. "Jin Hobin, waktuku sudah habis." Kata Cheon Yeo Woo meminum teh.


"Maksud anda guru." Jin Hobin bingung.


"Aku akan mati." Kata Cheon Yeo Woo. Jin Hobin terkejut mendengar kata Cheon Yeo Woo.


"Setelah seseorang mencapai tingkat Profound mereka tahu kapan akan mati." Kata Cheon Yeo Woo. Jin Hobin terkejut mendengar kata Cheon Yeo Woo.


"Jin Hobin aku serahkan sekte Demonic kepadamu. Tumbuhlah menjadi pohon yang dapat melindungi sekte kita." Cheon Yeo Woo tersenyum kemudian memejamkan matanya.


Jin Hobin mendekat ke arah Cheon Yeo Woo dan merasakan Cheon Yeo Woo sudah tidak bernafas.


"Guru." Jin Hobin meneteskan air mata melihat Cheon Yeo Woo yang meninggal.


"Guru, terimakasih sudah mengajari saya tentang seni beladiri." Jin Hobin menangis dan teringat kenangan Cheon Yeo Woo yang mengajari dirinya beladiri selama 4 tahun.


Jin Hobin mengusap air matanya kemudian berlutut di depan Cheon Yeo Woo. "Guru, tolong terima penghormatan dari muridmu ini." Kata Jin Hobin. Jin Hobin berdiri kemudian menggendong tubuh Cheon Yeo Woo dan berjalan keluar dari paviliun.


Saat keluar dari paviliun Jin Hobin melihat Wang Hul, Jong Sum, Ha Sang Wa dan Baek Moon. "Guru sudah mati." Kata Jin Hobin melihat Wang Hul, Jong Sum, Ha Sang Wa dan Baek Moon.


"Begitu ya, meski pemimpin ahli beladiri tingkat Profound. Pemimpin tetap saja tidak bisa melawan aturan dunia ini. Bahwa manusia tidak bisa hidup melebihi usia 100 tahun." Kata Baek Moon.


"Ayo kita persiapkan proses pemakaman guruku." Kata Jin Hobin melihat Wang Hul, Jong Sum, Ha Sang Wa dan Baek Moon.


"Baik pemimpin." Jawab Wang Hul, Jong Sum, Ha Sang Wa dan Baek Moon.


Beberapa Jam kemudian. Jin Hobin melakukan pemakaman Cheon Yeo Woo yang di saksikan oleh ribuan anggota sekte Demonic. Saat proses pemakaman Cheon Yeo Woo, semua anggota sekte Demonic menangis. Termasuk 4 ketua Wang Hul, Jong Sum, Ha Sang Wa dan Baek Moon.


Saat ini di markas aliansi murim. "Ketua, telah terjadi pembunuhan di distrik merah dan semua korbannya adalah wanita yang mati dalam keadaan kurus kering." Kata pria paruh baya berambut hitam panjang.


Ekspresi pria tua berambut putih menjadi buruk saat mendengar kata pria paruh baya berambut hitam panjang. "Antar aku ke lokasi kejadian." Kata pria tua berambut putih Panjang dengan ekspresi serius.


"Baik ketua." Pria paruh baya berambut hitam panjang mengangguk.


Tidak lama kemudian pria tua berambut putih berada di distrik merah. Pria tua berambut putih panjang masuk ke dalam bangunan dan melihat mayat wanita yang kurus kering seperti mumi. "Evil art of the Blood. Adalah tehnik terlarang yang mengambil darah orang lain untuk bertambah kuat." Kata pria tua berambut putih panjang. Pria paruh paruh baya berambut hitam terkejut mendengar kata pria tua berambut putih panjang.


"Sepertinya masih ada anggota Evil sect yang berhasil selamat setelah perang 100 tahun lalu." Kata pria tua berambut putih panjang.


Pria paruh baya berambut hitam panjang terkejut mendengar kata pria tua berambut putih panjang. Dia tahu 100 tahun yang lalu aliansi murim bekerja sama dengan sekte Demonic untuk berperang dengan Evil sect. Sekte yang menggunakan tehnik terlarang untuk bertambah kuat.


7 Hari kemudian Jin Hobin sedang bermeditasi di tempat tinggal barunya. "Pemimpin." Jin Hobin mendengar suara teriakan. Jin Hobin berhenti bermeditasi kemudian keluar dari kamarnya.


Saat membuka pintu Jin Hobin melihat Baek Moon yang berdiri di depan pintu. "Ada apa ketua Baek Moon." Tanya Jin Hobin.


"Pemimpin, aku menantangmu bertarung." Kata Baek Moon.


"Oohh, baiklah aku terima tantanganmu." Jawab Jin Hobin. Baek Moon menyeringai mendengar Jin Hobin menerima tantangannya bertarung. Jin Hobin dan Baek Moon kemudian berjalan ke arena pertarungan.


"Setelah kematian guru, akhirnya dia menunjukan sifat aslinya." Gumam Jin Hobin.


"Bagaimana jika kamu yang kalah." Jin Hobin melihat Baek Moon.


"Hahaha, aku tidak akan kalah dengan anda pemimpin." Baek Moon tertawa.


"Jika kamu kalah. Kamu tidak akan melihat matahari lagi." kata Jin Hobin.


"Maksud anda pemimpin." Baek Moon menatap Jin Hobin.


"Maksudku, kamu akan mati." Kata Jin Hobin.


"Sombong." Teriak Baek Moon mengeluarkan pedangnya.


"Keluarkan pedangmu." Teriak Baek Moon.


"Tanpa perlu kamu suruh. Aku akan mengeluarkan pedangku." Kata Jin Hobin mengeluarkan pedangnya.


"Wuussshh." Baek Moon melesat ke arah Jin Hobin.


"Bodoh." Jin Hobin menyeringai dan mengayunkan pedangnya. "Thunder Slash." "Crasshh." Pisau petir bewarna kuning sepanjang 4 meter melesat ke arah Baek Moon. "Booomm!!" ledakan terjadi. "Wuusshh." Baek Moon keluar dari asap ledakan tanpa terluka sama sekali.


"Sepertinya aku terlalu meremehkannya." Gumam Jin Hobin melihat Baek Moon tidak terluka setelah terkena serangannya.


"Wuussshh." Baek Moon menyerang Jin Hobin. "Ting!!" Jin Hobin menangkis serangan Baek Moon dengan pedangnya. "Bruaakk." Jin Hobin terodorong mundur sejauh 1 meter.


"Black Tiger Strike." Teriak Baek Moon mengayunkan pedangnya. "Rooaarrr." Harimau hitam sebesar 8 meter melesat ke arah Jin Hobin.


"Thunder Tiger Sword Strike." Jin Hobin berteriak dan mengayunkan pedangnya. "Rooaarr." Harimau petir bewarna kuning sebesar 5 meter melesat ke arah harimau hitam. "Booomm!" Ledakan besar terjadi.


Saat asap ledakan menghilang Jin Hobin duduk di tanah dengan badan penuh luka. "Ternyata kamu tidak sekuat yang di rumorkan." Baek Moon mencibir melihat Jin Hobin yang terluka setelah terkena serangannya.


Jin Hobin mengusap darah di mulutnya dan berkata. "Awalnya aku tidak benar-benar berniat membunuhmu. Tapi sekarang aku berubah pikiran. Kamu harus mati hari ini." "Buusshh." Jin Hobin mengeluarkan auranya.


"Shadow Dragon Sword." Teriak Jin Hobin kemudian mengayunkan pedangnya. "Roooaarr." Bayangan naga bewarna hitam sebesar 10 meter melesat ke arah Baek Moon.


"Black Tiger Strike." Teriak Baek Moon mengayunkan pedangnya. "Rooaarrr." Harimau hitam sebesar 8 meter melesat ke arah bayangan naga bewarna hitam. "Booomm!" Ledakan besar terjadi.


Saat asap ledakan menghilang Baek Moon duduk di tanah dengan badan penuh luka. "Uhuukk." Baek Moon batuk darah. "Apa kamu punya kata-kata terakhir." Jin Hobin mengarahkan pedangnya ke arah Baek Moon.


"Tidak ada." Baek Mooh menggeleng.


"Pemimpin jangan bunuh Baek Moon." Wang Hul melesat ke arah Jin Hobin.


Jin Hobin mengabaikan kata Wang Hul dan menebas leher Baek Moon. "Crasshh." "Buukk." Kepala Baek Moon menggelinding ke tanah.


"Mengapa kalian berdua tidak keluar." Kata Jin Hobin. Jong Sum, Ha Sang Wa kemudian muncul di samping Wang Hul.


"Apa kalian bertiga akan menantangku." Jin Hobin melihat Wang Hul, Jong Sum dan Ha Sang Wa.


"Ini adalah kesempatan bagus untuk kalian bertiga menantangku bertarung. Karena saat ini aku sedang terluka." Kata Jin Hobin melihat Wang Hul, Jong Sum dan Ha Sang Wa.


"Tidak pemimpin, saya tidak akan menantang anda bertarung." Jawab Wang Hul.