The Great Demon

The Great Demon
27. Hancurnya Aliansi Murim



"Buk Jin Hu. Jika hari ini aku tidak mati, tunggu saja pembalasanku. Aku akan membunuhmu dan menghancurkan Evil Blold Sect." Kata Jin Hobin terjatuh ke jurang. "Byuuaarrr." Jin Hobin jatuh ke sungai dan hanyut terbawa arus.


"Berengsek. Dia benar-benar memotong lenganku." Buk Jin Hu mengigit bibirnya saat lengan kirinya terpotong.


"Dia terluka parah. Jadi seharusnya dia mati." Kata Buk Jin Hu melihat ke dasar jurang.


Saat ini di sekte Mount Hua. "Chun Myung cepat pergi dari sini. Kamu adalah harapan terakhir sekte kita." Kata pria tua berambut putih melihat pria laki-laki berambut hitam panjang.


"Baik ketua sekte." Laki-laki berambut hitam panjang mengigit bibirnya kemudian melarikan diri.


"Siapa yang mengizinkanmu pergi." Wanita berambut putih panjang muncul di depan Chun Myung kemudian menendang perut Chun Myung. "Booomm!!" "Aaahhh." Chun Myung terlempar sejauh 10 meter dan menghantam dinding.


"Chun Myung." Pria tua berambut putih berteriak melihat Chung Myung yang terlempar setelah terkena tendangan wanita berambut putih panjang.


"Wuusshh." Pria berkulit hitam muncul di belakang pria tua berambut putih dan menusuk jantungnya dengan sebuah tombak. "Ceeppp." "Uugghh." Pria tua berambut putih batuk darah.


"Ketua sekte." Chun Myung berteriak melihat tombak yang menembus dada pria tua berambut putih. "Crasshh." Pria berkulit hitam memotong tubuh pria tua berambut putih menjadi dua.


"Aku akan membunuh kalian berdua." Teriak Chun Myung.


"Crasshh." "Crasshh." Wanita berambut putih panjang muncul di belakang Chun Myung dengan memegang dagger.


"Ayo kita pergi dari sini." Kata wanita berambut putih melihat pria berkulit hitam.


"Baik." Jawab pria berkulit hitam.


"Wuusshh." Wanita berambut putih dan pria berkulit hitam kemudian menghilang.


Beberapa detik setelah wanita berambut putih menghilang. Tubuh Chung Myung menjadi beberapa potongan.


Keesokan harinya di markas aliansi murim. Joo Cheon sedang terbaring di tanah dengan kedua lengan dan kaki terpotong. "Uhuukkk. Apa kamu menerobos tingkat yang lebih tinggi dari Profound." Joo Cheon melihat pria berambut hitam panjang yang berdiri di depannya.


Mendengar kata Joo Cheon pria berambut hitam kemudian melayang di udara. Joo Cheon terkejut melihat pria berambut hitam panjang yang terbang di udara. "Aku tidak menyangka ada tingkat yang lebih tinggi dari Profound." Joo Cheon menghela nafas.


"Apa kamu pemimpin Evil Blood Sect." Joo Cheon melihat pria berambut hitam panjang.


"Pak tua, kau memiliki banyak keingintahuan untuk seseorang yang akan mati." Jawab pria berambut hitam panjang melihat Joo Cheon.


"Benar, aku pemimpin Evil Blood sect." Kata pria berambut hitam panjang.


"Bisakah kamu mengampuni anggota aliansi murim lainnya. Mereka semua tidak ada hubungannya dengan kejadian 100 tahun lalu. Karena semua anggota aliansi murim yang menyerang Evil Blood Sect 100 tahun lalu telah mati." Joo Cheon melihat pria berambut hitam panjang.


"Tidak, aku akan membunuh semua anggota aliansi murim." Jawab pria berambut hitam panjang.


"Sigh." Joo Cheon memiliki ekspresi buruk mendengar jawaban pria berambut hitam panjang.


"Baiklah, sekarang aku akan mengirimmu ke neraka." Kata Pria berambut hitam kemudian memotong kepala Joo Cheon. "Crasshh." Kepala Joo Cheon menggelinding ke tanah.


"Pemimpin, aku sudah membunuh semua orang yang berada di markas aliansi murim." Pria berbadan kekar berjalan ke arah pria berambut hitam panjang.


"Baiklah, jika begitu ayo kita pergi." Balas pria berambut hitam panjang.


"Baik pemimpin." Jawab pria berbadan kekar. "Wuusshh." Pria berambut hitam panjang dan pria berbadan kekar kemudian menghilang.


Keesokan harinya dunia murim di gemparkan dengan kematian Joo Cheon ketua aliansi murim. "Apa kamu dengar Joo Cheon ketua aliansi murim telah mati." Kata seorang pria.


"Aku mendengarnya. Dan bukan cuma Joo Cheon saja yang terbunuh. Jin Hobin pemimpin sekte Demonic, Chun Myung Jenius sekte gunung Mount Hua dan pemimpin sekte Mount Hua juga terbunuh." Kata pria lain.


"Dan yang membunuh mereka semua adalah anggota Evil Blood Sect. Sebuah sekte yang di hancurkan oleh aliansi murim dan sekte Demonic 100 tahun lalu." Kata pria lain.


"Sepertinya Evil Blood Sect membalas dendam atas perbuatan aliansi murim dan sekte Demonic terhadap mereka 100 tahun lalu." Kata pria lain.


"Aku masih hidup." Jin Hobin terkejut dirinya masih hidup.


"Sepertinya aku di selamatkan oleh seseorang." Kata Jin Hobin melihat perban di tubuhnya.


Saat hendak duduk Jin Hobin merasakan rasa sakit di seluruh tubuhnya. "Otot, pembuluh darah, bahkan tulangku semuanya terluka." Kata Jin Hobin menggertakan gigitnya.


"Kreekk." Jin Hobin melihat seorang gadis perempuan berkulit putih masuk ke dalam kamarnya.


"Kakek, kakak yang kita selamatkan akhirnya bangun." Teriak gadis perempuan dan berlari keluar dari kamar.


Tidak lama kemudian Jin Hobin melihat seorang pria tua berbadan kurus dan gadis perempuan masuk ke dalam kamar. "Aku tidak merasakan Qi dari tubuhnya. Dia adalah manusia biasa." Gumam Jin Hobin melihat pria tua berbadan kurus.


"Apa anda yang menolong saya." Tanya Jin Hobin.


"Benar, aku dan cucuku yang menyelamatkanmu. Cucuku menemukanmu yang sedang tidak sadarkan diri di tepi sungai." Jawab pria tua berbadan kurus.


"Terimakasih sudah menyalamatkan saya. Saya Jin Hobin pasti akan membalaskan kebaikan anda." Jin Hobin berterimakasih.


"Jika boleh tahu sudah berapa lama aku tidak sadarkan diri." Tanya Jin Hobin.


"Sudah 3 hari kamu tidak sadarkan." Jawab pria tua.


"Aku tidak menyangka tidak sadarkan diri selama 3 hari." Jin Hobin terkejut.


"Kruukk." Jin Hobin mendengar perutnya berbunyi.


"Tunggulah sebentar. Aku akan membuatkanmu bubur." Kata pria tua keluar dari kamar.


"Gadis kecil siapa namamu." Tanya Jin Hobin melihat gadis perempuan.


"Namaku Ha Seol." Jawab gadis perempuan.


"Ha Seol, sungguh nama yang indah." Jin Hobin tersenyum. Gadis perempuan tersipu malu mendengar kata Jin Hobin kemudian keluar dari kamar.


Beberapa menit kemudian Jin Hobin melihat pria tua masuk ke dalam kamar dengan membawa semangkok bubur. "Makanlah selagi masih hangat." Kata pria tua. Jin Hobin mengangguk kemudian memakan bubur.


Tidak lama kemudian Jin Hobin telah menghabiskan bubur yang pria tua berikan kepadanya. "Terimakasih atas makanannya." Jin Hobin menaruh mangkok di meja.


"Jika boleh tahu siapa nama anda." Jin Hobin melihat pria tua.


"Benar, aku lupa mengenalkan diri. Namaku Seon Yu dan dia adalah cucuku Ha Seol." Kata pria tua melihat gadis perempuan yang bersembunyi di belakangnya.


Saat ini di markas Evil Blood Sect. "Buk Jin Hu apa yang terjadi dengan lenganmu." Pria berkulit hitam melihat lengan kiri Buk Jin Hu yang terpotong.


Buk Jin Hu kemudian menceritakan tentang pertarungannya dengan Jin Hobin. Dan Jin Hobin yang memotong lengan kirinya kemudian terjatuh ke jurang.


"Hahaha, aku tidak menyangka kamu kehilangan lengan oleh ahli tingkat Grand Master." Wanita berambut putih panjang tertawa.


"Jika kamu yang bertarung dengannya. Bukan hanya kehilangan lengan. Aku yakin kamu juga akan kehilangan kepalamu." Kata Buk Jin Hu.


"Buk Jin Hu, apa kau ingin bertarung denganku." Wanita berambut putih panjang menatap Buk Jin Hu.


"Meski aku telah kehilangan satu lenganku. Apa kamu pikir aku takut denganmu." Jawab Buk Jin Hu.


"Kalian berdua berhentilah bertengkar." Kata pria berambut hitam panjang.


"Baik pemimpin." Jawab Buk Jin Hu dan wanita berambut putih panjang.


"Buk Jin Hu, apa kamu sudah memastikan bahwa Jin Hobin telah mati." Tanya pria berambut hitam panjang.