
Beberapa jam kemudian, Jin Hobin sedang duduk di bawah pohon. "Aku tidak menyangka seniman beladiri dari luar sangat tampan." Kata wanita berkulit coklat melihat Jin Hobin yang sedang duduk di bawah pohon.
"Siapa kamu. Aku tidak merasakan niat buruk darimu." Kata Jin Hobin membuka matanya dan melihat wanita berkulit coklat.
"Aku Gu Yoo, ketua suku ballack." Jawab wanita berkulit coklat melihat Jin Hobin.
"Oohh." Jin Hobin terkejut mendengar wanita berkulit coklat adalah ketua suku.
"Mengapa kamu menemuiku." Tanya Jin Hobin.
"Aku ingin bekerjama sama denganmu." Jawab Wanita berkulit coklat.
"Bekerjasama?" Jin Hobin bingung.
"Nanti malam suku poison akan menyerangmu. Ayo kita bekerjasama untuk membunuh suku poison." Jawab wanita berkulit coklat.
"Apa kamu mempunyai dendam terhadap suku poison." Tanya Jin Hobin.
"Benar, aku mempunyai dendam kepada suku poison. Karena suku poison sering meracuni makanan suku kami." Balas wanita berkulit coklat mencengkram tangannya.
"Sepertinya hubungan antar suku di pulau ini sangat buruk." Gumam Jin Hobin melihat ekspresi wanita berkulit coklat.
"Apa yang aku dapat jika bekerjasama denganmu." Tanya Jin Hobin.
"Apa yang kamu inginkan." Jawab wanita berkulit coklat.
Jin Hobin terdiam beberapa detik kemudian melihat wanita berkulit coklat. "Oohh, apakah kamu menginginkanku." Wanita berkulit coklat tersenyum.
"Huuhh." Jin Hobin terkejut mendengar kata wanita berkulit coklat.
"Wanita suku ballack hanya menyukai laki-laki yang kuat. Jika kamu berhasil mengalahkanku dalam pertarungan tangan kosong. Aku tidak masalah menjadi istrimu." Wanita berkulit coklat tersenyum.
"Sepertinya kamu salah paham. Meskipun kamu cantik, aku tidak tertarik denganmu." Jin Hobin menggeleng.
"Oohh, apa kamu baru saja memujiku cantik." Wanita berkulit coklat tersenyum.
"Mari ubah topik pembicaraanya. Bagaimana caraku membedakan sukumu dan suku Poison." Tanya Jin Hobin.
"Suku poison memakai jubah hitam. Sedangkan suku kami tidak memakai jubah." Jawab wanita berkulit coklat.
"Benar, aku belum mengetahui namamu." Wanita berkulit coklat melihat Jin Hobin.
"Namaku Jin Hobin." Jawab Jin Hobin.
"Jin Hobin, aku harap kamu tidak mengecewakanku." Wanita berkulit coklat tersenyum kemudian melesat pergi.
"Wuusshh." "Wuusshh." Jin Hobin melihat Ha Sang Wa dan Mira Yoo yang muncul di depannya.
"Pemimpin siapa dia." Tanya Ha Sang Wa.
"Dia adalah Gu Yoo, ketua suku ballack." Jin Hobin kemudian menceritakan Gu Yoo ingin berkerja sama dengan dirinya untuk mengalahkan suku poison.
"Pemimpin, apa kita bisa mempercayainya." Tanya Mira Yoo.
"Mengapa kamu khawatir. Jika dia berkhianat, kita tinggal membunuh semua sukunya." Jin Hobin menyeringai.
Beberapa Jam telah berlalu. Saat ini Jin Hobin sedang duduk di depan api unggun. "Akhirnya kalian datang juga." Kata Jin Hobin melihat ratusan laki-laki berjubah hitam serta laki-laki dan wanita berkulit coklat.
"Sepertinya kamu tahu bahwa kami akan datang." Balas laki-laki berjubah hitam.
"Apa kamu ketua suku poison." Jin Hobin melihat laki-laki berjubah hitam.
"Oohh, kamu tahu bahwa aku ketua suku poison." Laki-laki berjubah hitam terkejut.
"Benar, karena cuma dirimu yang merupakan seniman beladiri tingkat Grand Master." Jawab Jin Hobin.
Ekspresi laki-laki berjubah hitam menjadi serius saat mendengar kata Jin Hobin. "Dimana teman-temanmu yang lain." Laki-laki berjubah hitam melihat Jin Hobin yang duduk sendirian.
"Mengapa aku harus menjawab pertanyaanmu." Jin Hobin mencibir.
"Hahaha." Laki-laki berjubah hitam tertawa saat mendengar kata Jin Hobin. "Semuanya bunuh dia." Teriak laki-laki berjubah hitam.
"Baik ketua suku." Puluhan laki-laki berjubah hitam melesat ke arah Jin Hobin.
"Rooaarr." Harimau petir bewarna kuning sebesar 9 meter melesat ke arah puluhan laki-laki berjubah hitam. "Booomm!!" "Aaahh." Puluhan laki-laki berteriak saat terkena serangan Jin Hobin.
"Gu Yoo, mengapa kamu diam saja. Beri perintah kepada sukumu untuk menyerangnya." Teriak laki-laki berjubah hitam.
Gu Yoo mengeluarkan pedangnya kemudian menyerang laki-laki berjubah hitam. "Crasshh." "Aaahhh." Laki-laki berjubah hitam berteriak saat Gu Yoo memotong lengan kanannya.
"Gu Yoo, mengapa kamu menyerangku." Teriak laki-laki berjubah hitam.
"Yool Chun, apa kamu pikir aku sudi bekerja sama dengan sukumu." Gu Yoo mencibir.
"Jika sukumu musnah, suku kami yang akan menjadi pemimpin pulau Hainan ini. Dan kami tidak perlu khawatir makanan dan sumber air kami akan diracuni lagi." Gu Yoo menatap laki-laki berjubah hitam.
"Berengsek." Laki-laki berjubah hitam mengutuk di pikirannya. "Gu Yoo. Ayo kita lupakan dendam lama. Jika kita berhasil membunuhnya, aku berjanji tidak akan meracuni makanan sukumu lagi." Kata laki-laki berjubah hitam.
"Ciihh, apa kamu pikir aku akan mempercayaimu." Gu Yoo mencibir.
"Hahaha." Laki-laki berjubah hitam tertawa mendengar kata Gu Yoo. "Dasar ******. Apa kamu pikir aku tidak bisa membunuhmu. Meski aku telah kehilangan satu lenganku." Kata laki-laki berjubah hitam.
"Wuusshh." Jin Hobin muncul di belakang laki-laki berjubah hitam kemudian menusuk jantungnya dengan pedang. "Ceepp."
"Uuuhh." Laki-laki berjubah hitam terkejut Jin Hobin menyerangnya secara diam-diam.
"Ketua." Semua laki-laki suku Poison terkejut melihat Jin Hobin menusuk ketua suku mereka dari belakang.
"Sayangnya kamu tidak bisa membunuhku." Gu Yoo tersenyum melihat laki-laki berjubah hitam.
"Bajingan." Laki-laki berjubah hitam mengutuk kemudian mati.
"Bunuh semua suku Poison." Kata Gu Yoo memberi perintah kepada sukunya.
"Baik ketua suku." Jawab semua suku Ballack kemudian menyerang suku poison. "Crasshh." "Aaahh." Jin Hobin kemudian melihat pertempuran antara suku Ballack dan suku Poison.
Beberapa menit kemudian Jin Hobin melihat suku Ballack telah mengalahkan suku Poison. "Ketua suku kami telah mengalahkan suku poison." Kata salah satu pria berkulit coklat.
"Bagus, dengan musnahnya 3 suku utama. Suku Ballack yang akan menjadi memimpin di pulau Hainan." Jawab Gu Yoo.
"Jin Hobin, apa kamu sudah memikirkan apa yang kamu inginkan." Gu Yoo melihat Jin Hobin.
"Karena aku akan tinggal di pulau ini cukup lama. Aku ingin sukumu membuatkan kami 4 rumah." Jawab Gu Yoo.
"Oohh." Gu Yoo terkejut mendengar jawaban Jin Hobin.
"Berapa lama kamu ingin tinggal di pulau Hainan." Tanya Gu Yoo.
"Aku tidak tahu. Tapi yang jelas aku akan tinggal selama 1 tahun lebih." Jawab Jin Hobin.
"Mengapa kamu dan teman-temanmu tidak tinggal bersama suku kami saja." Gu Yoo melihat Jin Hobin.
"Jika kamu dan teman-temanmu tinggal bersama kami. Kamu tidak perlu khawatir dengan serangan hewan buas." Gu Yoo melihat Jin Hobin.
"Aku akan membicarakannya dengan yang lain terlebih dulu." Jawab Jin Hobin.
"Baiklah, aku akan menunggu jawabanmu." Balas Gu Yoo.
"Semuanya ayo kita kembali." Gu Yoo melihat semua sukunya.
"Baik ketua suku." Jawab semua suku Ballack. Jin Hobin kemudian melihat kepergian Gu Yoo dan semua suku Ballack.
"Wuusshh." "Wuusshh." Beberapa detik setelah Gu Yoo dan semua suku Ballack pergi, Mira Yoo dan Ha Sang Wa muncul di depan Jin Hobin.
"Apa kalian berdua mendengar pembicaraan kami." Tanya Jin Hobin.
"Kami mendengarnya pemimpin." Jawab Mira Yoo dan Ha Sang Wa.
"Apa kalian ingin tinggal bersama suku Ballack. Gu Yoo sepertinya adalah orang yang bisa dipercaya." Tanya Jin Hobin.
"Semuanya terserah pemimpin. Jika anda ingin tinggal bersama suku Ballack. Saya akan mengikuti pemimpin dan tinggal bersama suku Ballack." Jawab Ha Sang Wa.
"Begitu juga dengan saya. Saya akan mengikuti kemanapun pemimpin pergi." Jawab Mira Yoo.
"Baiklah, jika begitu kita akan tinggal bersama suku Ballack." Jawab Jin Hobin.