The Forbidden Love

The Forbidden Love
Bertemu Leonardo



Alessa menjalankan jetski dengan kecepatan standar tanpa dia sadari sebuah jetski lain mengawasi bergerak mengikuti dari kejauhan.


Saat berada dekat dengan kediaman Aamodt, dapat alessa lihat beberapa jetski bodyguard bertambah mencari keberadaannya.


"Nona alessa" salah satu bodyguard memanggil ketika melihat kedatangan alessa.


Bodyguard lain yang juga melihat langsung menginformasikan kepada paolo bahwa alessa telah kembali dan memerintahkan kepada semua bodyguard untuk ikut kembali ke darat dan menghentikan pencarian mereka.


"Informasikan kepada bodyguard yang berada di luar zona" ucap paolo tegas.


Sementara itu alessa sangat santai meninggalkan jetski dan berjalan masuk ke dalam rumah, ketika semua bodyguard justru terlihat panik karena menyadari mereka semua akan mendapat masalah besar setelah ini.


"Nona alessa anda baik-baik saja?" paolo bertanya memastikan.


"Ya aku baik-baik saja" jawab alessa acuh terus melangkah meninggalkan semua orang.


Sementara di sisi lain bodyguard


sedang bersiap menerima peringatan


karena sudah lalai menjalankan tugas, jika saja alessa tidak kembali mereka semua akan benar-benar berada dalam masalah besar.


...*****...


Alessa tiba kamar dan langsung bergegas menuju bathroom untuk kembali membersihkan diri.


Setelah selesai alessa langsung menunju walk in closet untuk berpakaian, kembali dress putih menjadi pilihannya untuk dia kenakan.


Alessa berjalan keluar dari kamar menuju deck di sisi lain rumah yang juga memperlihatkan view danau como, tempat yang pas untuk bersantai.



Setelah tiba di sana alessa hanya duduk dan menikmati view tanpa melakukan apapun dan ternyata hal itu cukup membuatnya merasa bosan karena hanya melihat hal yang sama di waktu yang cukup lama.


Suara seseorang yang tiba-tiba menyapa memecah keheningan dari arah belakang alessa.


"Permisi nona, maaf aku mengganggu" seorang pelayan berdiri dengan sebuah nampan di tangannya.


"Aku membawa cookies, ini sangat pas untuk di nikmati dengan view danau como yang indah" ucapnya ramah berjalan mendekat ke arah alessa.


"Terimakasih, letakan saja di sana" balas alessa tersenyum ramah.


Setelah mendapat tanggapan pelayan itu langsung menyimpan nampan yang berisikan cookies di meja yang terdapat di hadapan alessa.


"Silahkan nona" ucap pelayan itu mempersilahkan alessa untuk mencicipi.


"Baiklah, aku permisi anda bisa memanggil kapanpun anda membutuhkan bantuan" ucap pelayan itu hendak pergi namun alessa menghentikannya.


"Tetaplah di sini, temani aku" ucap alessa meminta pelayan itu tetap disana dan menemaninya.


"Baiklah" jawab pelayan itu ragu.


"Duduklah" alessa mempersilahkan pelayan itu untuk duduk di sampingnya.


Pelayan itu duduk tidak terlalu dekat namun juga tidak berjarak jauh dari alessa.


"Siapa namamu?" alessa bertanya.


"Veru" balas pelayan itu menjawab.


"Veru?" ucap alessa mengulang.


"Nama yang sangat unik" ucap alessa sambil meraih salah satu cookies lalu melahapnya.


"Veru, sudah berapa lama kau bekerja di rumah ini?" alessa bertanya membuka obrolan.


"Sejak dua tahun yang lalu" jawab veru serius melihat ke arah alessa yang sedang menikmati view danau como dan tidak menyadari tatapan veru terhadapnya.


"Benarkah?" balas alessa menoleh melihat ke arah veru yang sudah lebih dulu menatap ke arahnya.


"Ya" ucap veru merubah ekspresi dengan tersenyum ramah kepada.


"Siapa yang membuat cookies ini?"


"Ini sangat lezat" alessa memuji kelezatan cookies di hadapannya.


"Benarkah, jika anda menyukainya aku bisa membuatkannya lagi nanti" balas veru tersenyum.


"Veru ini adalah yang terbaik, ajarkan aku bagaimana cara membuat cookies selezat ini" ucap alessa memuji cookies buatan veru.


"Tentu saja kita bisa membuatnya bersama-sama nanti" balas veru tersenyum.


"Aku sering membuat cookies ini bersama ibuku, kami selalu membuatnya bersama-sama" ucap veru tersenyum pahit mengingat kembali kebersamaannya dengan sang ibu.


"Ibumu pasti sangat pandai memasak" balas alessa menanggapi.


"Ya, ibuku adalah yang terbaik" ucap veru membanggakan ibunya.


"Dimana ibumu?"


"Apakah ibumu tidak mempermasalahkan kau yang bekerja di sini?"


"Bukankah dengan bekerja di sini membuat kalian menjadi berjauhan?" ucap alessa bertanya.


"Jika saja ibuku masih berada di sisiku tentu dia tidak akan pernah mengizinkanku untuk bekerja di tempat ini"


"Tetapi kami harus berpisah karena seseorang yang begitu jahat terhadap kami" jawab veru membuat alessa mengerutkan dahi tidak mengerti.


"Nona, maafkan aku harus segera kembali ada beberapa pekerjaan yang belum ku selesaikan dan aku baru mengingatnya" ucap veru memotong dengan penjelasannya lalu beranjak meninggalkan deck taman.


Alessa hanya menatap heran kepada veru yang pergi meninggalkan deck taman.


"Bukankah veru mengatakan 'orang jahat' tadi?" gumam alessa mengingat kembali kata-kata yang di lontarkan oleh veru.


"Apakah aku salah mendengar?"


"Aku rasa tidak"


"Biarkan saja alessa, itu bukan urusanmu" ucapnya mencoba mengabaikan karena merasa itu bukanlah urusannya.


Alessa kembali menikmati danau como di temani cookies yang lezat, terlalu menikmati membuatnya tidak menyadari seseorang yang menatap tajam ke arahnya.


____


"Deck taman sisi utara, dia sedang berada di sana seorang diri" ucap veru kepada seseorang melalui telepon.


"Akan lebih baik jika kau melakukannya sekarang"


"Lebih cepat lebih baik!"


"Baiklah"


"Cepatlah" ucap veru lalu pergi dan memutus tatapannya dari alessa yang berada di deck taman.


...*****...


Sementara itu sebuah yacth udah berada di dekat deck taman sisi utara rumah keluarga Aamodt tanpa alessa sadari.


"Apakah cookies itu sangat lezat?" suara seseorang sontak membuat alessa menjatuhkan cookies dari tangannya karena terkejut.


Siluet seorang pria terlihat berjalan mendekat ke arahnya, wajah pria itu tidak terlihat akibat tubuhnya yang menutup matahari.


Alessa mulai panik saat siluet pria itu mulai mendekat hingga membuatnya reflek bangun dari duduknya.


"Kau?" ucap alessa terheran danjuga bingung mendapati pria itu yang tiba-tiba berada di sana.


"Bagaimana bisa-"


"Aku bisa melakukan apapun" balas leonardo memotong ucapan alessa.


"Apa yang kau lakukan di sini?" alessa bertanya dengan waspada saat.


"Untuk mencuri berlian Aamodt yang mereka sembunyikan selama bertahun-tahun lamanya" leonardo memberikan jawaban yang membuat alessa sontak ingin berteriak.


"Ahh pencu-" suara teriakan alessa terbekap oleh tangan leonardo yang sigap menutup mulutnya.


Alessa memberontak mencoba melepaskan tangan leonardo.


Menyadari alessa yang begitu gigih membuat leonardo harus memukul leher bagian belakang alesssa untuk membuatnya tidak sadar.


Tubuh alessa seketika ambruk namun dengan sigap leonardo menopang tubuh alessa dan membawanya menuju yatch yang sudah menunggu di bawah sana.


Sebelum membawa alessa, leonardo melihat ke arah salah satu sisi rumah, di sana terdapat veru yang sudah memberikan isyarat kepadanya untuk segera meninggalkan area kediaman keluarga Aamodt.


"Baiklah" ucap leonardo walau hanya dapat di dengar oleh dirinya sendiri di sertai anggukan kecil untuk memperjelas kesetujuannya.


...*****...


Veru melihat yacth bergerak meninggalkan area rumah Aamodt yang membawa alessa di dalamnya.


"Pergilah alessa, selamat datang di dunia barumu"


"Duniamu yang tidak akan pernah baik-baik saja" ucap veru dengan senyum puas yang terlihat jelas di wajahnya.


...----------------...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


to be continue