The Forbidden Love

The Forbidden Love
Jetski



Alessa sedang bersiap, malam ini dia mengenakan dress floral yang membuatnya terlihat semakin manis.


Selesai bersiap alessa kembali bercermin untuk memastikan menampilannya sudah cukup. Alessa berjalan menuruni anak tangga untuk menuju ruang makan, namun setibanya di lantai bawah alessa sedikit kebingungan mencari letak ruang makan.


"Dimana letak ruang makan?" gumam alessa mulai kesal.


Maklum saja ini adalah pertama kali untuknya menginjakkan kaki di rumah itu, bahkan alessa baru mengetahui jika keluarganya memiliki aset di negara ini.


"Nona, nyonya Aamodt sudah menunggu anda di ruang makan" ucap salah satu pelayan kepada alessa dari belakang alessa.


"Untung saja kau datang, aku tidak tau dimana ruang makan" jawab alessa langsung.


"Silahkan nona, saya akan mengantar anda" balas pelayan.


Mereka berjalan menuju ruang makan, di sepanjang menuju ruang makan mata alessa tidak berhenti memperhatikan setiap desain interior rumah yang menurutnya sangat unik.


Setelah beberapa menit, alessa tiba di ruang makan di sana terlihat kedua orangtuanya yang sudah menunggu di kursi mereka masing-masing.


"Selamat malam" ucap alessa menyapa kedua orangtuanya.


"Hai sayang kau sudah datang, kemarilah" balas sang ibu mengarahkan alessa untuk menduduki kursi di dekatnya.


"Terimakasih mom" balas alessa kepada sang ibu.


Sementara itu, sang ayah masih tetap diam tanpa bersuara ataupun menyambut kedatangannya.


Para pelayan mulai menyajikan makan malam, berbagai jenis menu makanan tersaji di atas meja makan sebagai menu makan malam hari ini.


Mereka makan dalam diam tidak saling mengobrol seperti biasanya, makan malam kali ini terasa sangat kaku dan dingin tidak memperlihatkan kehangatan sebuah keluarga.


Setelah selesai dengan makan malam, alessa meminta izin untuk kembali ke kamarnya lebih dulu.


"Mom aku sudah selesai, boleh aku kembali ke kamarku sekarang?" alessa bertanya.


"Baiklah sayang, pergilah" balas sang ibu menanggapi.


Sementara itu sang ayah tuan sergio Aamodt masih setia dengan kediamannya yang tidak berniat menanggapi sang putru, tak mau ambil pusing dengan hal itu alessa langsung beranjak pergi dari ruang makan tanpa menunggu tanggapan sang ayah.


Alessa kembali ke kamarnya tanpa meminta bantuan pelayan untuk memberi arahan karena dia masih cukup mengingat jalan yang harus di lalui untuk menuju kamar.


____


Tiba di kamar alessa langsung berjalan ke arah balkon untuk kembali menikmati cahaya bulan yang semakin bersinar di luar sana.


Bulan terlihat sangat sempurna malam ini hingga memantulkan cahayanya di air danau di bawah sana. Rasa dingin dari angin malam yang menerpa manjadi satu kesatuan menjadikan rasa nyaman dan tenang di saat yang bersamaan, di dalam kesunyian tiba-tiba alessa teringat akan sosok pria yang di temuinya pagi tadi.


"Leonardo?" gumam alessa menyebut nama pria itu.


Tanpa alessa sadari sebuah senyuman terbentuk di bibirnya saat dia bergumam menyebut nama pria itu.


"Ada apa denganku" ucap alessa kepada dirinya sendiri sadar akan kekonyolannya.


Rasa dingin yang semula nyaman berubah menjadi rasa dingin yang menusuk membuat alessa tak tahan dan membuatnya memutuskan kembali ke dalam kamar untuk beristirahat.


...*****...


Keesokan harinya 08.00 am,


Sinar matahari yang menerobos masuk melalui jendela yang tidak tertutup tirai membangunkan alessa. Alessa membuka mata lalu dengan perlahan mulai bangun dan menyingkap selimut untuk mendudukan dirinya. Mata alessa melihat ke luar jendela yang memperlihatkan keindahan danau como di bawah sana.


"Selamat pagi como" ucap alessa menyapa.


Bibir alessa membentuk senyum merasa senang danau como berhasil membuatnya merasa bahagia hanya melihat keindahan yang dimilikinya.


Setelah beberapa menit hanya berdiam diri menatap ke luar jendela alessa akhirnya bergegas menuju bathroom untuk segera membersihkan dirinya.


Sementara alessa masih membersihkan diri, dua pelayan datang salah satu dari mereka membawa nampan breakfast untuk alessa sedangkan satu pelayan lainnya bertugas merapihkan ranjang tidur yang sedikit berantakan.


Beberapa saat setelahnya alessa keluar dengan dress putih di atas lutut dan mendapati dua orang pelayan sudah berada di kamarnya, menyadari keberadaan alessa kedua pelayan itu langsung menyapa dan menunduk hormat.


"Selamat pagi nona" ucap pelayan menyapa.


"Kami datang untuk membawa sarapan dan membersihkan kamar anda" ucapnya menambah.


"Terimakasih" balas alessa ramah.


"Tugas kami sudah selesai, kami permisi" ucap pelayan dan di tanggapi dengan senyum ramah oleh alessa.


"Terimakasih" balas alessa ramah.


Setelah kedua pelayan itu meninggalkan kamar alessa mendekat ke arah sofa dimana sudah tersedia breakfast dial atas meja untuknya.


Alessa mulai mengambil dan menikmati, satu suapan pertama sudah membuat alessa langsung menyukai rasa dari makanan itu.


Entah mengapa menu breakfast como sangat lezat menurutnya dari semua menu breakfast yang tersedia caprese frittata menjadi favorit alessa, rasa caprese frittata benar-benar membuatnya tidak ingin berhenti untuk mengunyah.



Alessa menghabiskan caprese frittata tanpa tersisa sedikitpun sekarang dia benar-benar merasa kenyang setelah melahap habis semua menu breakfast tanpa sisa.


Setelah selesai alessa memutuskan untuk beristirahat sejenak di balkon dan menikmati danau como.


Mata alessa melihat ke seluruh arah menikmati pemandangan danau, saat menikmati keindahan alessa menyadari keberadaan sebuah tangga yang mengarah kebawah dari balkon kamarnya.



Tanpa ragu alessa langsung berjalan mendekat ke arah tangga lalu menuruni satu persatu anak tangga hingga tiba di deck bawah dan membuatnya manjadi lebih lebih dekat dengan danau como.



Alessa bersandar menikmati hangatnya sinar matahari berpadu dengan keindahan alam como yang terus memperlihatkan kecantikannya pada alessa.


"Wow" ucap alessa takjub melihat keindahan danau.


Di bagian lain danau alessa melihat yacht serta jetski yang berlalu lalang membuatnya terpancing ingin menikmati danau como dengan cara lain.


"Mungkin jetski akan menyenangkan" ucap alessa tersenyum.


"Aku akan meminta izin pada mom" ucapnya bersemangat.


Alessa berbalik kembali menaiki tangga menuju kamar lalu keluar mencari keberadaan sang ibu untuk meminta izin.


____


Alessa mengelilingi rumah mencari sang ibu namun sang ibu tidak dia temukan di setiap sudut rumah ini.


"Dimana mommy?" gumam alessa mulai lelah.


Merasa lelah akhirnya alessa bertanya kepada pelayan yang dia temui untuk menanyakan sang ibu.


"Apakah kau melihat mommy?" tanya alessa kepada pelayan.


"Tuan dan nyonya Aamodt sudah pergi sejak satu jam yang lalu nona" jawab pelayan itu memberitahu.


"Pergi?"


"Kemana?" alessa merasa heran kerena kedua orangtuanya pergi tanpa memberitahunya lebih dulu.


"Ya nona, tuan dan nyonya Aamodt sudah pergi"


"Tuan dan nyonya juga tidak mengatakan apapun saat pergi" jawab pelayan itu.


____


Alessa memutuskan untuk menghampiri paolo kepala bodyguard keluarga Aamodt yang sedang berada di halaman belakang bersama beberapa bodyguard lain.


"Paolo" panggil alessa menghampiri.


"Nona alessa" paolo menunduk hormat saat melihat kedatangan alessa.


"Anda membutuhkan sesuatu?" paolo bertanya.


"Kemana dad dan mom pergi?"


Alessa tau dia bertanya kepada orang yang tepat karena paolo adalah orang kepercayaan sang ayah sudah pasti ayahnya akan mengatakan apapun kepada paolo.


"Tuan dan nyonya Aamodt sedang menuju asolo untuk menemui tuan muda" jawab paolo dan hanya mendapatkan anggukan ringan dari alessa sebagai tanda mengerti setelah mengetahui kemana kedua orangtuanya pergi.


Alessa tidak terkejut dia sudah sangat terbiasa dengan kedua orangtuanya yang selalu bepergian untuk urusan pekerjaan maupun hal lainnya hanya saja hari ini berbeda kedua orangtuanya pergi tanpa memberitahu lebih dulu.


Alessa berbalik memutuskan untuk kembali tetapi langkah alessa berhenti dan kembali membalik tubuhnya untuk bertanya kepada paolo.


"Apakah kita memiliki jetski?" tanya alessa kepada paolo.


"Ya tentu saja nona alessa" jawab paolo membuat alessa tersenyum sumringah.


"Bolehkah aku menggunakan salah satu jetski itu, aku sangat ingin bermain jetski" ucap alessa antusias.


"Aku rasa itu bukalah ide yang bagus" jawab paolo membuat senyum alessa seketika hilang.


"Tuan Aamodt akan sangat marah jika mengetahui hal ini" ucap paolo mengingatkan alessa.


"Kalau begitu jangan memberitahu daddy" jawab alessa cepat.


"Ayolah paolo kurasa itu bukalah hal yang sulit untuk dilakukan" ucap alessa mencoba membujuk paolo.


"Kumohon, aku sangat bosan jika hanya terus berada di dalam kamarku sepanjang hari" ucap alessa terus membujuk.


"Baiklah" jawab paolo mengalah.


"Tapi hanya di sekitar area kediaman Aamodt dan beberapa bodyguard akan ikut mengawasi anda" balas paolo memberikan syarat.


"Baiklah" jawab alessa bersemangat lalu pergi meninggalkan paolo.


____


Setelah kepergian alessa, paolo memerintahkan bodyguard untuk segera menyiapkan jetski yang akan digunakan oleh alessa.


Paolo juga memerintahkan beberapa bodyguard lain bersiap untuk mengawasi alessa bermain jetski.


"Pastikan jarak kalian dan nona alessa tidak jauh"


"Awasi setiap pergerakannya"


"Jangan biarkan nona alessa keluar dari zona yang sudah ku tentukan" ucap paolo kepada bodyguard yang bertugas untuk mengawasi alessa.


Bodyguard-bodyguard itu menunduk hormat tanda mengerti dengan perintah paolo kepada mereka.


"Aku sudah siap" ucap alessa tidak sabar.


Suara alessa membuat paolo menoleh dan langsung memberikan kode kepada bodyguard yang bertugas untuk mengarahkan alessa.


"Silahkan nona alessa" ucap salah satu bodyguard mengarahkan.


"Nona, kenakan pelampung ini" bodyguard lain memberikan pelampung untuk alessa kenakan.


"Terimakasih" balas alessa menerima pelampung dan langsung mengenakannya.


"Nona kami akan selalu berada di dekatmu" ucap bodyguard lalu mengarahkan alessa menuju jetski yang akan dia gunakan.


"Baiklah dan terimakasih" balas alessa.


Alessa mulai menjalankan jetski dengan bodyguard yang mengikuti, kecepatan jetski alessa semula masih dengan kecepatan standar hingga sebuah ide jahil muncul di kepalanya.


Alessa menambah kecepatan lalu membawa jetskinya ke arah lain sedikit jauh dari pantauan paolo yang sedang mengawasinya bersama bodyguard lain di darat.


Sementara itu kedua bodyguard masih terus mengikuti tanpa tertinggal dari pergerakan alessa.


Alessa berusaha untuk terus mengelabui bodyguard yang mengawasi dengan terus menambah kecepatan jetski dan meninggalkan bodyguard.


"Ya alessa kau sangat pintar" ucapnya tertawa bangga setelah berhasil keluar dari pengawasan bodyguard.


Sementara itu bodyguard yang kehilangan jejak alessa langsung berbalik arah untuk melapor kepada paolo sang nona sudah keluar dari zona yang di tentukan.


Sekarang alessa sudah melewati batas zona pengawasan. Perlahan dia membawa jetski miliknya bergerak sedikit lebih jauh untuk menikmati bagian lain danau como.


Alessa mengenakan set workout dan pelampung hitam dengan rambut panjang yang sedikit basah di biarkan terurai beterbangan karena terpaan angin membuatnya terlihat sexy dan cantik dalam waktu yang bersamaan.


Saat asyik menikmati danau como sebuah jetski lain mengganggu alessa. Jetski itu mencoba memprovokasi dengan sengaja mendekat ke jetski milik alessa.


Alessa yang merasa terganggu hanya mencoba menghindar, tetapi alessa kesulitan untuk menjauh karena pergerakannya yang kalah cepat.


Merasa usahanya sia-sia alessa memiliki ide dengan sedikit mengurangi kecepatan jetski dan langsung mengambil kesempatan memutar arah dengan mengecoh namun di luar dugaan alessa justru semakin terjebak oleh si pengganggu yang justru membuat alessa harus merespon.


Alessa kesulitan untuk menjauh, hindaran yang di lakukan olehnya semakin membuat jetski alessa hanya bergerak memutar mengikuti keinginan si pengganggu.


Jetski mereka bergerak berputar membuat lingkaran air dengan jarak lingkar yang semula jauh berubah semakin dekat.


Seperti slowmotion, dalam jarak yang sudah dekat alessa dapat melihat dengan jelas wajah si pengganggu yang memperlihatkan senyum evil kepadanya ketika percikan air tidak lagi seperti sebelumnya yang berhasil menutup pandangan alessa untuk melihat wajahnya.


"Leonardo" gumam alessa lirih.


Alessa terkejut melihat keberadaan leonardo disana. Jetski mereka masih saling berputar membuat lingkaran air, mereka saling menatap melihat satu sama lain.


Leonardo menghentikan lingkaran dan membawa jetski miliknya mendekat hingga berada di samping jetski alessa, alessa hanya memperhatikan tanpa mengatakan apapun.


Leonardo menatap alessa intens, lalu pergi meninggalkan alessa yang terlihat bingung.


"Apa masalahnya?" ucap alessa kesal.


Setelah hanya berdiam beberapa saat alessa memutuskan untuk kembali, dia sudah cukup lama berada jauh dari area kediaman Aamodt.


...----------------...


.


.


.


.


.


.


.


.


to be continue