
08.00 am,
Alessa terbangun dari tidur dengan mata yang sedikit membengkak akibat menangis semalaman.
Setelah banyak berpikir, alessa rasa dia memiliki ide untuk dapat keluar dari tempat ini.
"Aku harus mencoba" ucapnya lirih kepada dirinya sendiri.
"Selamat pagi nona, tuan sudah menunggu anda di ruang makan" ucap pelayan membuat alessa terkejut karena tidak menyadari kedatanganan pelayan yang tiba-tiba.
"Aku tidak akan turun" jawab alessa acuh.
"Tapi nona-"
"Apakah kau tidak dengar, aku tidak akan turun!"
"Jadi pergilah" ucap alessa kasar.
"Baiklah nona, permisi" balas sang pelayan menunduk hormat sebelum pergi.
Sebenernya alessa merasa segan karena sudah berbicara kasar kepada pelayan tadi, mendengar perintah leonardo membuat kemarahannya mencuat.
"Tunggu" alessa menghentikan sang pelayan yang hendak pergi.
"Ya nona" balas pelayan.
"Ma-afkan aku" ucap alessa terbata dengan malu-malu, sementara sang pelayan terlihat heran melihat sikap alessa.
"Maaf karena sudah bicara kasar kepadamu" ucap alessa menjelaskan mengerti dengan wajah heran pelayan itu.
"Tidak masalah nona" jawab pelayan akhirnya mengerti.
"Aku permisi nona" ucap pelayan meninggalkan kamar.
Setelah kepergian pelayan alessa beranjak menuju bathroom untuk membersihkan diri.
_____
Selesai membersihkan diri dan bersalin, alessa berniat ingin berjalan-jalan sebentar untuk sekedar menghilangkan rasa bosan.
"Nona tuan menunggu anda di meja makan" ucap pelayan kepada alessa yang baru saja keluar dari kamar.
"Oh ya tuhan, baiklah" balas alessa kesal.
Leonardo benar-benar membuatnya kesal. Menuruti keinginan leonardo alessa akhirnya menuju ruang makan.
_____
Ruang makan,
"Silahkan nona" ucap pelayan menyiapkan kursi untuk alessa duduki.
"Terimakasih" balas alessa.
Sementara itu leonardo tampak tidak peduli dengan kehadiran alessa disana, dia sibuk menikmati makanan nya dengan sesekali berbicara melalui earphone miliknya.
"Baiklah aku akan segera kesana" ucap leonardo entah kepada siapa.
Selesai mengatakan itu leonardo beranjak tidak lupa meraih smartphone miliknya. Alessa hanya melihat kepergian leonardo tanpa bertanya sedikitpun.
"Wah nona alessa, kau terlihat seperti nyonya rumah jika seperti ini" ucap seseorang membuat alessa memutus pasangannya pada leonardo lalu menoleh melihat kearah veru.
"Jangan menggangguku" ucap alessa menatap veru tidak bersahabat.
"Apa aku tidak salah mendengar?"
"Kau mengusirku?" ucap veru tersinggung.
"Aku tidak memgusirmu, aku hanya mengatakan jangan-mengganggu-ku" balas alessa dengan memberikan penekanan pada ucapannya.
"Itu sama saja" ucap veru lalu menyiram alessa dengan segelas air.
"Apa yang kau lakukan!" ucap alessa marah.
"Aku menyiram mu" balas veru dengan wajah santai.
"Kau benar-benar gila!" balas alessa lalu pergi meninggalkan veru karena tidak ingin memperpanjang masalah.
...*****...
Alessa baru saja mengganti pakaiannya yang basah lalu kembali keluar meninggalkan kamar, dia ingin sedikit berjalan-jalan melihat rumah ini mungkin saja ada jalan yang bisa dia gunakan untuk melarikan diri.
"Rumah ini sangat besar" ucap alessa seteleh sedikit berkeliling.
Alessa masih mencari celah untuk dia dapat melarikan diri tetapi dia justru melangkah semakin dalam melewati lorong dan kamar-kamar yang seperti tidak berpenghuni.
Rasa sunyi sedikit membuat alessa bergidik, tak ada seorang pun selain dirinya disana.
"Begitu banyak kamar, tapi-"
"bugg-" suara barang jatuh berhasil mengejutkan alessa yang begitu serius.
Tak ingin berlama-lama alessa meninggalkan figura yang terjatuh tanpa berniat untuk mengembalikan ke tempat semula.
Langkah alessa cukup jauh meninggalkan tempat figura yang terjatuh.
"Ciitt-" suara decitan pintu menarik perhatian alessa yang sedang berjalan menyusuri lorong berhenti.
Tanpa berbasa-basi alessa memegang gagang pintu dan mendorong pintu hingga terbuka lebih besar dari sebelumnya.
"Kamar?" ucap alessa heran.
Melupakan sopan santun alessa memasuki kamar itu tanpa izin, entah mengapa alessa merasa sangat ingin memasuki kamar itu.
Baru saja melewati pintu kamar dan mengangkat wajahnya, alessa sudah di kejutkan dengan pemandangan yang menurutnya sangat menjijikkan.
"Ahh-" suara ******* terdengar jelas.
"Ahh ah-" ******* itu semakin bersaut-sautan di antara dua orang yang sedang bersenggama di atas ranjang.
Menyadari sudah terlalu lancang alessa perlahan melangkah mundur meninggalkan kamar dengan gemetar tidak percaya.
"Bagaimana bisa-" ucap alessa tidak percaya
"Leo dengan char-lotte?" alessa menutup mulutnya tidak percaya.
Alessa berlari kembali ke kamar, di sepanjang jalan ingatannya terus mengingat kembali pada leonardo dan charlotte.
Entah mengapa mengingat hal itu membuatnya sangat marah dan juga sedih di waktu yang sama.
Tanpa alessa sadari air matanya menetes dengan dada yang mulai sesak.
"Ada apa denganku?"
"Jangan pedulikan apapun alessa, mereka bukanlah urusanmu!" ucap alessa mencoba untuk tidak peduli dan melupakan hal yang baru saja dia lihat.
...*****...
Alessa berdiri melamun di balkon, sebenarnya dia tidak tau apa yang sedang dia rasakan. Alessa merasa sedih tetapi dia tidak tau mengapa dia merasa sedih, dia merasa begitu marah namun dia juga tidak mengerti mengapa dia merasa begitu marah sekarang.
"Alessa" suara leonardo terdengar memanggil namun tidak alessa menoleh.
"Aku tau kau mendengarku" lanjut leonardo.
"Alessa!" suara leonardo mulai meninggi.
"Ya, ada apa?" jawab alessa menoleh menatap leonardo.
Leonardo merasa heran melihat perubahan sikap alessa, dia terlihat lebih sendu dari biasanya.
"Ada apa?" ucap alessa kembali.
Alessa terus menepis ingatannya tentang leonardo dan charlote yang bersenggama beberapa waktu lalu, dan sekarang Leo sudah berdiri di hadapannya.
"Ada ap-" ucapan alessa terpotong oleh leonardo yang menciumnya tiba-tiba.
Alessa yang tidak siap terkejut, ciuman leonardo yang tanpa aba-aba begitu menuntutnya untuk membuka mulut dan memaksa alessa menanggapi.
Ciuman berlangsung cukup lama hingga membuat alessa kesulitan bernafas, tetapi hal itu tidak juga membuat leonardo berhenti justru tindakannya semakin intens. Perlahan leonardo membawa alessa kembali ke dalam kamar di iringi dengan suara kecupan.
Setibanya di kamar, leonardo menuntun alessa untuk terlentang di ranjang dan membuatnya semakin leluasa menjamah tubuh alessa.
"Ahh-" desah alessa lolos.
Tangan leonardo mulai berpindah mencari kepuasan lain, kali ini payudara alessa menjadi targetnya.
"Ahh sstt-" remasan kuat leonardo berhasil membuat alessa berteriak di sertai desah terkejut merasakan sakit dan nikmat di waktu yang bersamaan.
Sementara satu tangan sibuk pada payudara, tangan lain leonardo menahan kedua tangan alessa di atas kepalanya.
Sementara disisi lain bibir leonardo begitu lincah bergerak lalu berpindah ke leher jenjang alessa dan membuat tanda disana.
Tidak lagi bisa mengendalikan diri leonardo membuka pakaiannya lalu bergantian melepas paksa pakaian alessa hingga koyak tak berbetuk.
Berhasil membuang penghalang dari tubuh alessa leonardo semakin menggebu untuk segera memenuhi hasratnya.
Hanya dengan sekali sentakan leonardo berhasil membuat alessa menggeliat merasakan nikmat.
"Ahh-" desah alessa menggigit bibirnya tidak tahan dengan nikmat yang dia rasakan.
Mendengar alessa membuat leonardo semakin menggebu untuk terus mempercepat tempo.
"Apakah sangat nikmat?" tanya leonardo di telinga alessa.
Tidak mendapatkan jawaban leonardo semakin mempermainkan alessa dengan mempercepat tempo hingga alessa merasa tidak tahan lagi.
Namun disaat alessa sudah siap leonardo justru menghentikan kegiatannya membuat alessa hampir gila.
"Ahh-, ku mohon" ucap alessa sendu tidak tahan.
"Apa yang kau inginkan alessa katakan" ucap leonardo mempermainkan alessa.
"Leo-" ucap alessa mendesah menenggelamkan kepalanya pada dada bidang leonardo untuk menutup wajahnya malu.
"Seperti ini?" ucap leonardo bergerak memprovokasi alessa.
Dibawah sana sangat terasa jelas bagaimana alessa menjepit leonardo berkembang kepis membuat leonardo juga merasakan nikmat.
Sedikit saja gerakan tambahan dari leonardo sudah dipastikan akan langsung membuat alessa mencapai kepuasannya. Namun leonardo ingin sedikit mempermainkan alessa dengan membuatnya tersiksa karena keinginan yang belum sampai.
"Ahh-" gerakan ringan leonardo sekali lagi berhasil membuat alessa merasakan nikmat.
"leo- kumohon" ucap alessa sendu memohon.
Mendengar alessa yang memohon membuat leonardo merasa puas, dia berhasil membuat alessa kehilangan kendali.
Perlahan leonardo kembali memainkan tempo, dari yang semula pelan berubah menjadi cepat hingga tubuh mereka sama-sama bergetar mencapai kepuasan bersama-sama.
"Ahh!" ucap leonardo dan alessa bersamaan.
Cairan percintaan mereka mengalir memenuhi inti alessa hingga tak tertampung.
Alessa menyandarkan kepalanya bersandar pada dada bidang leonardo. Tindakan alessa yang bermanja seperti itu membuat terlihat begitu manis.
Leonardo mencium kening alessa lembut membuat alessa merasa nyaman.
"Aku harus pergi" ucap leonardo bergegas meninggalkan ranjang lalu mulai berpakaian.
"Kau ingin kemana?" alessa bertanya kepada leonardo yang membelakangi sedang mengancing kemeja.
"Urusan pekerjaan" jawab leonardo singkat dan cukup membuat alessa mengerti dan berhenti untuk kembali bertanya.
Selesai berpakaian rapih leonardo meninggalkan alessa tanpa menoleh kembali untuk melihat.
Sementara itu alessa terus melihat punggung leonardo yang berjalan keluar dengan tangan yang masih memegang selimut untuk menutupi tubuh polosnya.
Melihat kepergian leonardo seketika membuat alessa merasa hampa, rasanya waktu terlalu cepat berlalu.
...-----...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To be continue