
Koordinasi antara klub detektif dan Kenneth berjalan dengan baik. Mereka duduk bersama, berbicara tentang rencana yang harus mereka susun untuk menangkap Smith. Mereka duduk mengelilingi meja dengan peta dan catatan yang tersebar di hadapan mereka. Anton, Arin, David, Rolan, dan Arsen mendengarkan dengan penuh perhatian saat Kenneth menjelaskan rencana yang telah dia susun. Keberhasilan operasi ini akan sangat tergantung pada kerjasama tim, dan setiap detail harus diperhatikan dengan cermat.
David, dengan ekspresi serius, memimpin pertemuan. "Kita perlu membuat rencana yang sangat terkoordinasi. Kenneth, apa yang bisa kamu katakan tentang kebiasaan atau pola yang pernah kamu lihat dari Smith?"
Kenneth merenung sejenak sebelum menjawab, "Dia selalu datang dan pergi tanpa jejak yang jelas. Seringkali dia bersembunyi di balik pakaian yang mencolok, seperti mantel besar atau topi yang menutupi wajahnya. Saya juga pernah mendengar dia berbicara tentang 'persembahan' yang harus dia lakukan pada pertengahan bulan ini."
"Itu hanya beberapa hari lagi. Kita harus bersiap sebaik mungkin."Kata Arin mengingatkan.
Rolan, yang sedang mencatat, menambahkan, "Jadi, kita tahu bahwa waktu yang kritis adalah pertengahan bulan ini. Apakah kamu tahu di mana dia biasanya bersembunyi atau melakukan 'persembahan' itu?"
Kenneth menggeleng. "Sayangnya, tidak. Saya hanya pernah mendengar dia berbicara tentang itu, tetapi lokasinya tidak pernah terungkap."
Anton bersuara, "Tapi kita punya keuntungan bahwa dia belum tahu kita ada di belakangnya. Mungkin kita bisa memata-matainya dan menunggu momen yang tepat untuk menangkapnya."
Arin menambahkan, "Kita juga harus memikirkan cara untuk mengungkapkan identitasnya, terutama jika dia menyamar. Apa yang bisa kita gunakan sebagai petunjuk?"
"Kita tahu tujuannya adalah mengumpulkan korban untuk ritual kutukan sekte itu. Ini sangat mengerikan." Kata Anton mencoba berpikir hal apa lagi yang bisa mereka dapatkan sebagai petunjuk.
"Kita perlu menemukan cara untuk menghentikannya sebelum dia melanjutkan rencananya. Kenneth, bisakah kamu memberi tahu kami lebih banyak tentang rumah susun itu dan kemungkinan tempat persembunyian Smith?"
"Rumah susun itu sudah cukup tua dan tak terawat. Beberapa bagian bangunan terbengkalai dan ada beberapa akses yang tertutupi oleh tanaman liar. Smith mungkin menggunakan beberapa area tersembunyi ini sebagai tempat persembunyian atau untuk merencanakan aksinya." Jelas Kenneth mengenai hal yang dia tahu mengenai rumah susun itu.
"Baik, kita akan melakukan pengintaian di sekitar rumah susun itu. Kita harus siap jika Smith muncul." Kata Rolan memberi kesimpulan
"Aku juga punya ciri-ciri Smith. Aku pernah melihat wajahnya secara langsung, jadi saya bisa menggambarkan bagaimana penampilannya." Kata Kenneth menambahkan.
"Itu akan sangat membantu. Kami akan berusaha mencocokkan wajahnya dengan siapa pun yang kita temui." Balas Arsen
Mereka melanjutkan berdiskusi, merencanakan langkah-langkah yang akan mereka ambil untuk menangkap Smith. Waktu menjadi kunci, dan klub detektif ini bersiap untuk menghadapi tantangan yang serius. Namun, mereka bersatu dengan tekad yang kuat untuk mengungkap kebenaran dan menghentikan rencana mengerikan yang sedang dipersiapkan oleh Smith.
Setiap hari, setiap anggota klub detektif berusaha sekuat tenaga untuk memecahkan misteri di balik rumah susun tersebut. Setiap harinya, mereka dengan tekun mencari setiap petunjuk yang mungkin ada di sekitarnya, berharap akan menemukan jalan untuk masuk ke ruangan yang disembunyikan di balik dinding.
Seperti hari ini, mereka berkumpul dengan penuh semangat, klub detektif berkumpul di depan rumah susun pada sore sepulang mereka dari sekolah
"Baiklah, kita harus mencoba semua kemungkinan," kata David, yang tampak sangat bersemangat. "Mari kita lihat dinding yang kita curigai memiliki pintu rahasia atau lorong di belakangnya."
Mereka mulai bekerja, memeriksa setiap bagian dinding dengan hati-hati. Mereka mencoba mengetuk dinding dengan palu, mencari tanda-tanda ketebalan yang tidak biasa yang mungkin menunjukkan pintu tersembunyi. Mereka juga memeriksa tiang dan sambungan dinding dengan seksama, mencari petunjuk apapun yang bisa membantu mereka.
Mereka semua bahu-membahu mencoba mencari cara untuk mencari pintu rahasia dinding itu. Dengan palu dan sekop, mereka mencoba memecahkan dinding itu. Namun, dinding itu sangat kokoh. Anton mencoba menggali tanah di bawahnya dengan sekop, berharap ada jalan ke bawah, tetapi tidak ada yang mereka temukan.
Setelah beberapa jam bekerja keras, mereka semua terengah-engah, berkeringat, tetapi frustrasi karena belum menemukan jalan masuk ke ruangan tersembunyi itu. Mereka berkumpul untuk istirahat sejenak.
David mengusap keringatnya dan berkata, "Kita mungkin harus mencari cara lain untuk masuk. Tembok ini terlalu kuat. Mungkin kita bisa mencari tahu lebih banyak tentang rumah susun ini dan apakah ada entri lain yang tidak kita ketahui."
Mereka semua setuju, merasa sedikit kecewa tetapi tetap semangat. Mereka tahu bahwa misteri ini semakin dalam, tetapi mereka tidak akan menyerah begitu saja. Klub detektif ini bersumpah untuk terus mencari cara untuk mengungkap kebenaran yang tersembunyi di dalam rumah susun tersebut.
Namun, upaya mereka selalu berakhir sia-sia. Ruangan tersebut tetap misterius dan tersembunyi dengan baik. Terlebih lagi, meskipun Kenneth telah berusaha mencari pria yang mengaku bernama Smith di rumah susun itu, mereka tidak dapat menemukannya. Rasa frustrasi mulai melanda klub detektif.
Sedangkan Riri masih mencoba mencari pria tua yang mengakku mengenal Smith. Ia berjalan sendiri di sekitar rumah susun, mata cermat memeriksa setiap sudut dan lorong. Dia merasa seperti berada dalam sebuah teka-teki yang semakin rumit. Entah mengapa pria itu seperti lenyap begitu saja.
Dia memutuskan untuk mencoba pendekatan yang berbeda. Dengan langkah hati-hati, dia berbicara dengan beberapa penghuni lainnya. Beberapa dari mereka tampak skeptis dan enggan memberikan informasi, sementara yang lain tidak tahu apa-apa.
Namun, setelah beberapa percobaan, dia menemukan seorang penghuni yang tampaknya tahu sesuatu. Pria paruh baya itu mengatakan padanya, "Saya pernah melihat pria tua itu.namun hanya sekali. Di ujung lorong ini Namun saya pikir dia tidak tinggal disini saya tidak pernah melihatnya selain hari itu."
Riri mulai berpikir itu cukup aneh, apakah pria tua itu memang sengaja di utus Smith?. Pria itu memberikan beberapa informasi yang berguna, dan Riri mengucapkan terima kasih sebelum melanjutkan pencariannya.
Setiap malam setelah usaha mereka yang tampaknya sia-sia, klub detektif meninggalkan rumah susun tersebut dengan perasaan bingung dan kecewa. Meskipun mereka telah berusaha keras, mereka masih belum berhasil mengungkap misteri di balik dinding tersebut. Suasana yang mencekam dan ketidakpastian masih menggelayuti mereka, tetapi mereka bertekad untuk tidak menyerah. Mereka tahu bahwa jawaban akan datang, hanya masalah waktu sebelum mereka mengungkapnya.