The Flats

The Flats
CHAPTER 24



Pembahasan mereka kini beralih mengenai informasi tentang penghuni rumah susun. Setelah mengumpulkan beberapa nama dan detail tentang mereka yang tinggal di rumah susun itu,anggota klub detektif mulai membahas hal tersebut.


Riri memegang daftar yang berisi nama-nama penghuni dan informasi yang berhasil mereka kumpulkan. Dia membacakan namanya satu per satu sambil sesekali memberikan detail tambahan. Namun ada beberapa orang yang mereka temukan mencurigakan.


"Ok, kita punya Brian, dia tinggal sendirian dan menurut pernyataan tetangganya ia sering keluar masuk di malam hari, menurut tetangganya ia sangat berhati-hati saat keluar, pernah suatu waktu tetangganya itu memergokinya keluar, ia langsung masuk kembali ke dalam ruangannya." Jelas Riri.


Arsen mengangguk, "Tersangka potensial, mungkin dia punya alasan tertentu untuk bergerak diam-diam."


Sella melanjutkan, "Terus ada Jane, wanita yang baru saja pindah, namun dia  terkesan menutup diri, para tetangganya tidak terlalu mengenalnya."


"Orang baru memang bisa mencurigakan, tapi kita juga perlu cek apakah dia punya alasan kuat untuk terlibat, Lagi pula kasus itu terjadi sebelum dia pindah." komentar Anton.


"Menurut orang yang memberiku informasi dia pindah satu hari sebelum kematian korban ke lima dan katanya mereka berdua terlihat bertengkar di lantai bawah." Jelas Sella melanjutkan.


Riri mengangguk, "Dia juga bisa menjadi tersangka potensial, namun mungkin hanya untuk korban kelima."


Viona menambahkan, "Dan yang terakhir ada Mark, pria yang katanya selalu terlihat membawa koper besar namun tak pernah ada yang tahu isinya apa."


"Sosok misterius," ujar Riri, "Koper besar bisa berarti banyak hal, mungkin saja ada hubungannya dengan kasus ini."


Mereka duduk di sekitar meja dengan catatan-catatan di tangan, mencoba mengaitkan informasi-informasi tersebut dengan kasus pembunuhan yang mereka hadapi. Diskusi ini adalah langkah penting dalam mengidentifikasi orang yang memiliki alasan kuat untuk melakukan kejahatan.


"Kita perlu mengumpulkan lebih banyak informasi tentang tiga orang ini," kata Rolan, "Mungkin jika kita menemui pihak pengelola kita bisa mencari tahu lebih banyak tentang ketiganya."


Arin mengangguk setuju, "Tepat. Kita juga perlu mencari tahu lebih banyak tentang latar belakang mereka, apakah ada perselisihan atau konflik dengan korban."


Pembahasan mereka pun berlanjut, kali ini berfokus pada sosok gelandangan yang bernama Smith. Kehadirannya dan kaitannya dengan korban, Robert, telah memunculkan sejumlah pertanyaan yang tak terjawab.


"Kita punya indikasi kuat bahwa Smith memiliki kaitan dengan korban," ujar Rolan dengan serius. "Tapi masalahnya, kita tidak menemukan seorang pun di rumah susun yang kenal dengan nama Smith atau orang bernama Smith."


"Apakah mungkin dia punya nama lain yang lebih dikenal di lingkungan ini?" tanya Arin.


"Sementara itu, apakah ada bukti fisik atau barang bukti lain yang bisa menghubungkan Smith dengan korban?" tanya Sella.


Arin menggaruk kepala, "Sayangnya, belum ada. Saat aku dan Anton memeriksa rumah Roberts, kami tidak menemukan barang-barang yang terkait dengan Smith di rumah korban. Ah..kecuali uang itu"


Riri menambahkan, "Kita juga perlu lebih tahu tentang riwayat Smith. Bagaimana dia bisa berhubungan dengan korban dan apa mungkin motifnya."


"Mungkin kita harus mencari di tempat-tempat yang sering dikunjungi gelandangan di sekitar sini," usul Arsen.


Rolan setuju, "Kita bisa masuk dan bekerja untuk komunitas sukarelawan yang sering membantu gelandangan untuk mendapatkan info tentang gelandangan."


"Baiklah, kita bagi tugas lagi," kata Arin. "Rolan dan David, coba cari tahu lebih banyak tentang nama lain yang mungkin dipakai oleh Smith. Viona dan Riri, coba cari petunjuk di antara para gelandangan yang sekarang tinggal di rumah susun. Setelah Rolan dan David menemukan identitas lain dari Smith itu aku dan Anton akan mencoba menyelidikinya. Sedangkan Sella dan Arsen bisa kembali ke rumah susun itu, dan menemui pihak pengelola dan mendapatkan data orang-orang yang tinggal disana."


Dengan tugas-tugas yang baru dibagi, mereka kembali fokus pada langkah berikutnya dalam menyusun puzzle misteri ini. Semakin dalam mereka menggali, semakin kompleksnya kasus ini terungkap, dan semakin jelaslah bahwa Smith memiliki peran penting dalam mengungkap kebenaran di balik pembunuhan tragis tersebut.


Pembahasan yang terjadi saat itu penuh dengan analisis tajam dan spekulasi. Mereka saling mendengarkan dan memberi saran, mencoba menghubungkan titik-titik informasi yang telah mereka kumpulkan. Tidak ada yang menganggap enteng atau mengabaikan setiap detail kecil. Dalam suasana yang penuh semangat, mereka mencoba merangkai puzzle yang semakin kompleks, menemukan jawaban yang begitu mereka cari.


Ketika matahari semakin meninggi di langit, pembahasan mereka masih berlanjut. Mereka belum menemukan solusi pasti, tetapi semangat untuk mengungkap kebenaran tetap membara di dalam hati masing-masing anggota klub detektif. Di tengah raut serius dan konsentrasi, ada harapan yang terpancar dari setiap wajah mereka. Harapan bahwa mereka akan menemukan jawaban yang akan mengakhiri teka-teki ini, mengungkap misteri yang menghantui rumah susun itu, dan memberikan keadilan bagi korban yang telah tiada.


Setelah berjam-jam terlibat dalam perbincangan yang serius, suasana di ruang tamu Rolan mulai melonggar. Catatan-catatan dan peta-peta yang tadinya mengisi meja kini telah diatur rapi, dan buku-buku serta catatan telah dikembalikan ke tempatnya. Mereka telah menggali begitu dalam dalam perbincangan, menguraikan setiap detail yang mereka miliki, dan sekarang mereka butuh istirahat sejenak dari semua itu.


Duduk santai di sekeliling ruangan, anggota klub detektif kembali menjadi remaja biasa. Mereka saling melemparkan candaan, tertawa bersama, dan mengobrol ringan. Suasana yang tadinya tegang sekarang dipenuhi oleh rasa kebersamaan dan keakraban. Sudah cukup lama mereka terlibat dalam penyelidikan yang penuh teka-teki, dan saat ini mereka membutuhkan istirahat untuk merilekskan pikiran.


Waktu berjalan begitu cepat, dan saat matahari merosot di langit, malam tiba dengan perlahan. Mereka menyadari bahwa sudah waktunya untuk pulang ke rumah masing-masing. Hari Senin akan segera tiba, membawa rutinitas sekolah dan aktivitas lainnya. Setelah berpisah dengan ramah, mereka meninggalkan rumah Rolan dan berjalan menuju kendaraan masing-masing.


Saat langit malam menggelap, rumah-rumah dan jalan-jalan terlihat lebih tenang. Setiap anggota klub detektif tiba di rumahnya masing-masing dengan harapan yang sama: hari Senin akan membawa kesempatan baru untuk melanjutkan penyelidikan mereka. Setelah mengisi ulang energi dengan istirahat yang cukup, mereka siap untuk menghadapi tantangan yang akan datang.


Dengan semangat dan tekad yang masih membara, mereka bersiap menghadapi hari Senin dengan pikiran yang lebih jernih dan persiapan yang lebih matang. Misteri yang tersembunyi di balik rumah susun masih menanti untuk dipecahkan, dan mereka bertekad untuk membuktikan bahwa kerjasama mereka sebagai klub detektif adalah kunci untuk mengungkap kebenaran. Dengan harapan yang tinggi, mereka mengakhiri hari ini dan memasuki tidur malam, menunggu esok hari yang penuh dengan tugas dan petualangan baru.