The Flats

The Flats
CHAPTER 03



SMA Bluestars, sebuah sekolah menengah atas yang cukup terkenal di Elderlake, merupakan lembaga pendidikan unggulan yang dikenal dengan standar akademis dan ekstrakurikulernya yang tinggi. Para siswa dan siswi yang telah mencapai kelas XI diwajibkan untuk bergabung dengan klub atau kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan bakat mereka. Bagi kelas X, bergabung dengan klub masih bersifat pilihan.


Sekolah ini terbagi menjadi dua kelompok kelas utama, yaitu kelas IPA yang terdiri dari tujuh kelas dan kelas IPS yang hanya memiliki lima kelas. Setidaknya ada 35 klub yang telah didirikan di sekolah ini, dan semua klub tersebut diawasi oleh OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah). Bluestars sangat mendukung kreativitas dan bakat para siswa, sehingga klub-klub tersebut beragam dari olahraga, seni, hingga kegiatan ilmiah.


Di tengah banyaknya klub yang ada, ada dua siswa yang memutuskan untuk membuka klub detektif. Mereka adalah Rolan dan David, dua teman masa kecil yang tumbuh bersama dan tinggal berdekatan. Meskipun sifat dan kepribadian keduanya tampak berbeda, mereka memiliki satu kesamaan yang cukup menonjol, yaitu ketertarikan pada hal-hal yang berkaitan dengan misteri.


Rolan, dengan wajah yang selalu penuh semangat, adalah sosok yang penuh antusiasme dan berbakat dalam menganalisis berbagai masalah. Ia memiliki naluri detektif yang tajam, serta keahlian dalam mengumpulkan informasi dan mencari petunjuk yang sulit dijangkau orang lain.


Rolan adalah siswa dengan otak yang cerdas dan analisis yang tajam. Saat berada di dalam kelas, ia selalu duduk dengan tegak di barisan depan, memperhatikan setiap penjelasan dari guru dengan cermat. Matanya yang tajam dan penuh perhatian sering kali menarik perhatian guru, membuatnya menjadi favorit di mata para pengajar. Ia selalu menggunakan kacamata yang terlihat modis, yang menambah kesan kecerdasan dan ketegasan pada penampilannya. Rambutnya selalu tersisir rapi dan terawat, memberikan kesan kedisiplinan dan ketertiban pada penampilannya.


Tinggi tubuh Rolan mencapai sekitar 176 cm, postur tubuh yang proporsional.  Di antara teman-teman perempuannya, banyak yang mengangumi kecerdasan dan penampilan yang tampan. Setiap kali mengikuti lomba atau kompetisi, baik akademis maupun non-akademis, Rolan selalu membawa pulang piala sebagai bukti prestasinya. Ia adalah anak yang berprestasi dan sangat berdedikasi dalam segala hal yang dilakukannya.


Sementara itu, David memiliki kepribadian yang berbeda dengan teman masa kecilnya itu. Sementara itu, David, dengan rambut hitam mengkilap dan postur tubuh atletis, terlihat lebih hyperaktif. Ia adalah sosok cowok urakan yang sering membuat onar dan suka berpetualang. Sebagai kapten tim basket sekolah, ia menunjukkan keahliannya dalam olahraga dan sering menjadi sorotan dalam berbagai pertandingan. Tinggi tubuhnya mencapai 180 cm, menjadikannya salah satu siswa tertinggi di sekolah.


David juga memiliki wajah yang tampan, dengan senyuman yang menawan dan daya tarik tersendiri. Hal ini menyebabkan banyak siswi yang mengidolakannya, membuatnya memiliki banyak penggemar di antara siswa perempuan. Meskipun terkadang perilakunya yang nakal membuat para guru kesal, tetapi tak bisa dipungkiri, kepribadian ceria dan ekspresifnya membuatnya populer di kalangan teman-temannya.


Rolan dan David adalah perpaduan yang cukup baik dalam mencari solusi untuk setiap kasus yang dihadapinya. Ketika Rolan menggunakan otaknya yang cerdas dan analisisnya yang tajam, David lebih suka menggunakan ototnya dan keahliannya dalam berolahraga untuk menyelesaikan tugas-tugas fisik. Keduanya adalah tim yang tak terpisahkan, dengan keahlian yang berbeda namun saling melengkapi.


Klub detektif mereka pun cepat menjadi perbincangan di sekolah. Bukan hanya karena kehebatan mereka dalam menyelesaikan kasus, tetapi juga karena popularitas mereka sebagai dua siswa populer. Banyak siswa yang ingin bergabung dengan klub mereka, bukan karena benar-benar tertarik dengan detektif, tetapi karena mereka ingin lebih dekat dengan Rolan dan David.


Situasi itu kadang membuat mereka kesulitan dalam memilah anggota klub yang benar-benar tertarik dalam berpartisipasi aktif dan yang hanya ingin sekadar bergabung karena rasa kagum pada mereka berdua. Seleksi ketat yang dilakukan oleh Rolan dan David membuahkan hasil, dan akhirnya, mereka berhasil menemukan 6 orang yang dianggap paling bisa membantu dan berguna bagi klub detektif mereka. Dengan tambahan anggota baru ini, klub detektif mereka menjadi terdiri dari delapan orang yang memiliki berbagai keahlian dan bakat yang berbeda-beda.


Rolan menjadi ketua klub detektif dengan wakilnya, David. Keduanya merupakan sosok yang sangat berpengalaman dalam menyelidiki misteri dan memiliki kemampuan yang unik untuk mencari tahu kebenaran di balik setiap kasus. Riri dipilih sebagai sekretaris klub, memiliki kemampuan organisasi yang luar biasa dan bisa mengatur segala hal dengan rapi dan tertata.


Sementara itu, Anton menjadi bendahara klub. Ia memiliki kemampuan matematika yang sangat baik, sehingga menjadi orang yang tepat untuk mengurus keuangan klub. Setiap anggota klub, termasuk ketua dan wakilnya, mengakui bahwa mereka bisa mempercayakan urusan keuangan klub sepenuhnya pada Anton. Mereka berdua terpilih atas hasil pemilihan dari setiap anggota dan 4 lainnya adalah anggota. Keempat anggota klub tersebut adalah Viona, Sella, Arsen dan Arin. Siswa maupun siswi yang mengikuti klub ini bisa di bilang semuanya nyentrik dan bisa dibilang aneh.


Di ruangan klub detektif yang berlokasi di lantai 3 gedung klub, suasana tegang dan penuh antusiasme terasa begitu kental. Setelah mendapatkan informasi dari David, para anggota klub telah berkumpul untuk membahas kasus pertama mereka. Ruangan itu dihiasi dengan berbagai poster misteri dan gambar detektif terkenal yang terpampang di dinding, menambahkan sentuhan misteri pada suasana yang ada.


Kursi-kursi berbentuk melingkar tersusun rapi di tengah ruangan, seolah menantikan kedatangan para anggota klub. Kursi-kursi tersebut juga digunakan sebagai tempat untuk menerima tamu saat ada kasus yang membutuhkan bantuan dari klub ini. Namun, ketika mereka memandang sekeliling ruangan, mereka menyadari bahwa setiap klub di sekolah ini hanya mendapatkan ruangan yang kecil untuk kegiatan mereka. Hal ini cukup wajar mengingat banyaknya klub yang ada di SMA Bluestars.


Gedung klub itu sendiri terdiri dari 5 lantai, dan di lantai 3 ini terdapat 8 ruang klub, termasuk ruangan klub detektif yang mereka miliki. Di lantai itu, suasana ramai terasa dengan kehadiran para anggota klub dari berbagai bidang dan minat yang berbeda. Setiap klub memiliki karakter dan atmosfernya sendiri-sendiri, dan klub detektif ini, dengan keunikan dan anehnya, memberikan nuansa yang berbeda di antara ruangan-ruangan klub lainnya.