The Flats

The Flats
CHAPTER 21



Mendengar cerita dari Garren, Arin dan Anton semakin merasa bahwa ada sesuatu yang aneh terjadi di balik kematian Robert. Mereka semakin tertarik untuk menyelidiki lebih lanjut tentang orang bernama Smith ini.


"Pengemis?" tanya Anton heran.


"Iya, sebelum gedung itu dibangun ulang, banyak pengemis yang tinggal di sana. Sebenarnya saat masa pembangunan, mereka sudah disterilkan dari area tersebut. Namun, entah bagaimana, orang bernama Smith itu bisa keluar masuk tanpa terlihat. Tidak ada yang pernah melihatnya keluar maupun masuk, tiba-tiba saja dia ada di sana. Setiap selesai kerja, setiap gedung akan diperiksa satu per satu apakah masih ada orang di dalam atau tidak. Namun, selalu kosong. Smith itu juga sudah tidak ada," jelas Garren panjang lebar.


"Wah, Smith itu mencurigakan," kata Arin.


"Memang orang itu sangat mencurigakan. Setelah kematian Robert, dia bagai hilang ditelan bumi. Bahkan ada yang menyebutnya hantu," kata Garren dengan sedikit ketakutan di wajahnya.


Informasi ini semakin membingungkan Arin dan Anton. Mereka semakin yakin bahwa Smith memiliki peran penting dalam kematian Robert, tapi bagaimana mereka bisa menemukan seseorang yang begitu misterius dan sulit dilacak? Terlebih lagi, Smith dianggap seperti hantu, yang hanya muncul dan menghilang begitu saja.


"Apa Anda tahu lebih banyak tentang Smith? Atau apakah ada yang tahu tempat tinggalnya?" tanya Arin dengan harap-harap cemas.


"Saya tidak tahu banyak tentang dia. Dia hanya sering muncul di area itu, tetapi saya belum pernah melihatnya secara dekat. Kalau soal tempat tinggalnya, saya tidak tahu pasti," jawab Garren.


"Kata tetangga Anda, orang yang tadi Anda sebutkan, Kenneth, dulu tinggal di sini dan sekarang sudah pindah," ujar Arsen, menatap Garren dengan penuh perhatian.


"Ya, memang benar. Dia pindah bersama keluarganya saat kasus Robert sedang heboh. Dia tidak suka rumahnya di datangi wartawan, dia merasa terganggu," jelas Garren dengan wajah serius.


"Apa Anda tidak tahu dia pindah kemana?" tanya Arsen lagi, mata mereka bertemu, mencari tahu lebih dalam.


Tangan Garren meremas sedikit tutup gelas teh yang dia pegang. Ia berpikir sejenak sebelum menjawab, "Dia pindah ke daerah yang lebih terpencil di distrik ini. Di daerah Aldater. Dermaga yang jarang di fungsikan," jawabnya.


Informasi ini membuat Arin dan Arsen semakin penasaran. Aldater adalah tempat yang cukup terisolasi, mungkin itu sebabnya Kenneth memilih tempat tersebut sebagai tempat berlindung dari sorotan media.


Mereka merasa telah mendapatkan petunjuk yang cukup berharga dari percakapan dengan Garren. Dengan perasaan semakin meyakinkan, Arin dan Arsen pun pamitan dari rumah Garren. Langkah mereka selanjutnya adalah menuju rumah Robert, tempat di mana mungkin mereka bisa menemukan jejak-jejak yang lebih lanjut. Saat mereka tiba di depan rumah yang telah lama ditinggalkan itu, pemandangan yang mereka lihat membuat hati mereka terenyuh.


Mereka berjalan melalui lorong-lorong yang gelap, menyisir setiap sudut rumah dalam pencarian petunjuk. Debu dan usangnya waktu nampak jelas di setiap furnitur yang ada. Saat mereka berada di salah satu ruangan, tiba-tiba langit-langit di atas mereka berderak dan terjatuh dengan keras. Terkejut, mereka melihat bahwa langit-langit yang runtuh mengeluarkan sesuatu dari baliknya - sebuah koper tua yang tampaknya tersembunyi di atas.


Dengan hati berdebar, Arin dan Arsen mengambil koper itu. Mereka merasa bahwa ini adalah petunjuk penting dalam penyelidikan mereka. Namun, saat mereka mencoba membukanya, koper itu terkunci rapat dan tidak ada kunci yang terlihat. Mereka saling pandang, merasa bingung namun tidak ingin menyerah begitu saja.


"Mungkin kita harus membawa koper ini dan mencoba membukanya di tempat lain," usul Arsen dengan bersemangat.


Setelah memastikan bahwa mereka tidak melewatkan apa pun yang mungkin tersembunyi di rumah tersebut, mereka meninggalkan tempat itu dengan koper tua yang misterius. Langit di luar mulai memerah, menandakan hari semakin larut. Dengan perasaan campur aduk dari temuan yang baru saja mereka dapatkan, Arin dan Arsen pun meninggalkan rumah Robert, meninggalkan bekas-bekas masa lalu yang penuh misteri di balik mereka.


Namun, pertanyaan lain masih melayang di pikiran mereka. Apa hubungan antara Kenneth dan pengemis misterius bernama Smith? Dan mengapa Kenneth memilih tempat yang begitu terpencil untuk bersembunyi? Dengan berbagai pertanyaan itu, mereka melanjutkan perjalanan menuju daerah Aldater dengan hati penuh harap dan tekad untuk mengungkap misteri yang semakin kompleks di balik kematian Robert.


Usai dari rumah itu, mereka memutuskan untuk mencoba mencari rumah Kenneth, di sebuah daerah paling pinggir dan sunyi dari distrik selatan. Perjalanan Arin dan Arsen menuju rumah Kenneth benar-benar seperti petualangan di daerah terpencil. Daerah ini terpencil sekali sehingga akses jalannya sangat sulit. Mereka harus berjalan kaki menyusuri jalan-jalan yang berdebu dan penuh batu kerikil. Matahari yang tengah terik membuat perjalanan semakin melelahkan.


Tak lama setelah mereka memasuki wilayah terpencil tersebut, mereka menyaksikan bagaimana suasana berubah drastis. Semak-semak dan pepohonan liar semakin lebat, menyembunyikan tanda-tanda kehidupan manusia. Rumah-rumah yang mereka lewati jarang terlihat dihuni, dan kondisinya tampak terabaikan. Tetapi mereka tidak patah semangat dan tetap melanjutkan perjalanan.


Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya mereka sampai di sebuah dermaga kecil yang berada di tepi sungai. Tiga rumah berdiri di sana, dan mereka mencoba bertanya pada penduduk setempat. Orang-orang di sana menyebut rumah yang paling dekat dengan dermaga sebagai rumah Kenneth.


Namun, ketika Arin dan Arsen sampai di rumah tersebut, mereka merasa heran karena rumah itu tampak sepinya. Tidak ada tanda-tanda keberadaan Kenneth atau keluarganya di sana. Rumput di sekitar rumah terlihat panjang dan terabaikan, memberikan kesan bahwa rumah itu telah ditinggalkan selama beberapa waktu.


Dengan kebingungan yang menghampiri pikiran mereka, mereka mencoba bertanya pada tetangga yang lain, berharap bisa mendapatkan informasi lebih lanjut. Namun, tidak ada seorang pun yang tahu keberadaan Kenneth atau keluarganya. Semua orang mengaku tidak melihat mereka selama seminggu terakhir.


Kesimpangsiuran ini semakin memperkuat rasa misteri dalam penyelidikan mereka. Sepertinya Kenneth benar-benar menghilang tanpa jejak. Dengan perasaan campur aduk, Arin dan Arsen memutuskan untuk kembali pulang dan mempertimbangkan langkah selanjutnya dalam menyelidiki kasus ini.


Matahari mulai tenggelam di ufuk barat saat mereka meninggalkan daerah terpencil itu, menyisakan pertanyaan besar dalam benak mereka. Apa yang sebenarnya terjadi dengan Robert dan Kenneth? Apa hubungan mereka dengan orang bernama Smith? Semakin dalam mereka terlibat dalam penyelidikan ini, semakin banyak misteri yang terungkap di hadapan mereka.