The Flats

The Flats
CHAPTER 28



Setelah tugas-tugas mereka terselesaikan, hari berikutnya tiba dengan segala keragaman suasana dan aktivitas. Di tengah keseharian yang sibuk, mereka semua menjaga janji untuk bertemu kembali di ruangan detektif mereka yang dihiasi dengan beberapa catatan di papan yang tergantung ditembok ruangan dan cahaya alami yang masuk dari jendela besar. Ruangan klub detektif yang menjadi tempat berkumpul mereka terasa hangat dan akrab.


Sore itu, suasana seakan merayu mereka untuk berkumpul. Bel pelajaran terakhir berbunyi, menandakan berakhirnya hari sekolah. Dengan cepat, mereka menyusun buku-buku dan peralatan, dan dengan penuh semangat, mereka bergegas menuju ruangan klub detektif.


Rolan memasuki ruangan dengan wajah yang ceria, diikuti oleh David, Viona, Sella, Riri, dan Anton. Masing-masing dari mereka membawa atmosfir yang berbeda, tetapi semangat yang sama terpancar dari mata mereka. Ruangan itu dengan hangat menyambut kedatangan mereka, sebagai saksi dari berbagai perjalanan dan pemecahan misteri yang telah mereka jalani bersama.


Mereka berkumpul di sekitar meja yang sudah menjadi pusat perbincangan mereka. Senyuman dan tatapan penuh keingintahuan saling berpapasan di antara mereka. Ada rasa persahabatan dan kerja sama yang erat dalam setiap tatap muka mereka. Ruangan ini telah menjadi tempat di mana ide-ide berkecamuk, teka-teki diselesaikan, dan petunjuk-petunjuk diurai.


Sorak-sorai kecil menyambut kembali pertemuan mereka. Ini adalah momentum yang dinanti-nantikan, saat mereka bisa saling berbagi informasi, pemikiran, dan temuan-temuan baru. Di ruangan yang terang benderang oleh cahaya senja yang lembut, mereka merasa bahwa segala kemungkinan adalah milik mereka. Dalam setiap mata dan senyuman, ada dedikasi yang sama untuk mengungkap kebenaran di balik misteri yang telah mereka hadapi.


Saat hari beranjak senja dan langit menggantikan cahaya dengan warna jingga, mereka siap untuk memulai pembahasan. Ini bukan hanya tentang kasus, tetapi juga tentang ikatan yang semakin kuat di antara mereka. Ruangan klub detektif menjadi saksi dari petualangan-petualangan mereka, dan setiap kali mereka berkumpul di sini, mereka tahu bahwa lebih banyak rahasia akan terungkap, lebih banyak teka-teki yang akan dipecahkan, dan lebih banyak teman yang akan menjadi bagian dari cerita mereka.


Di tengah suasana ruangan klub detektif yang dipenuhi oleh keraguan dan pikiran yang melayang-layang, mereka duduk di sekeliling meja dengan serius. Buku-buku catatan dan catatan di tangan mereka menjadi bukti kerja keras dan semangat mereka dalam mengungkap misteri yang semakin menggelayuti.


Meja di ruang klub detektif dipenuhi dengan catatan, gambar, dan berbagai bukti yang mereka kumpulkan. Suasana dalam ruangan begitu tegang, seperti sebuah laboratorium kecil di mana anggota klub detektif berusaha untuk mengurai misteri yang semakin kompleks.


Arsen, dengan ekspresi serius, mengambil kata pertama. "Gue sama Sella berhasil ngedapaetin data orang-orang yang tinggal dirumah susun itu, tapi dari data itu gak ada orang yang bernama Smith, padahal gelandangan itu bernama Smith, atau bisa jadi dia benar-benar mengganti namanya." Jelas Arsen sambil memperlihatkan dokumen yang ia dan Sella temukan.


David melanjutkan, "Gue juga dapetin hal yang ganjil. Gue sama Rolan kan dari kantor pencatatan sipil buat dapetin data penduduk yang namanya ada Smithnya. Kami berhasil dapetin data itu, ada delapan orang yang pake nama Smith. Setelah itu kami ngabarin Viona sama Riri buat ngecek kedelapan orang itu. nah, gue kan dapat tugas buat ngecek rumah dijalan anggrek yanng mencurigakan kedua rumah tersebut hampir berdekatan dan kedua rumahnya kosong Kami lalu memeriksa rumah itu dan menemukan sebuah foto disalah satu rumah, sedangkan rumah yang satunya benar-benar kososng." sambil mengeluarkan sebuah foto dari dalam tasnya.


Arin lalu menjelaskan hal yang dialaminya, "Kami memeriksa para gelandangan yang tinggal dirumah susun itu.Orang tersebut mengaku mengenal Smith, dan mengatakan bahwa Smith juga tinggal dirumah susun itu, namun saat kami menanyainya lebih lanjut siapa orangnya dia terlihat ketakutan dan buru-buru meninggalkan kami."


Sellla lalu mengambil foto yang tadi David perlihatkan dan mencocokkanya dengan data yang ia temukan, "Foto yang kamu temukan tidak cocok dengan data yang ada. Mungkin Smith yang rumahnya kosong pelakunya."


Di tengah ruangan yang penuh dengan cahaya senja, mereka terus menguraikan setiap petunjuk yang mereka punya. Suara mereka berbaur dengan diskusi yang intens, setiap kata dan pemikiran menjadi alat untuk mengungkap kebenaran yang tersembunyi. Seiring waktu berlalu, atmosfer semakin kental dengan semangat untuk menyelesaikan teka-teki ini. Dalam pembicaraan mereka, terbangun gambaran yang semakin jelas tentang peristiwa yang melibatkan nama Smith dan misteri di baliknya.


Dalam ruangan yang diterangi oleh cahaya lampu meja, perdebatan semakin meruncing. Raut wajah mereka menunjukkan tekad dan semangat untuk mengungkapkan fakta di balik misteri ini.


Rolan menatap teman-temannya dengan mata berbinar. "Jadi, kita setuju bahwa Smith adalah kunci dari semua ini. Tetapi dengan foto yang tidak sesuai dan kenyataan bahwa kita memiliki dua orang Smith yang berbeda, kita perlu mengetahui bagaimana keduanya bisa meninggalkan rumahnya terlantar seperti itu?. Apakah mereka bekerja sama?"


Viona mengangguk, "Sepertinya begitu. Jika kita melihat semua petunjuk yang kita punya, tidak masuk akal jika mereka tidak memiliki hubungan. Ini mungkin bukan hanya tentang keterlibatan satu orang Smith, tapi lebih dari itu."


Riri menjawab, "Jika keduanya terlibat, apa motif mereka? Apa yang membuat mereka berdua bersekongkol? Dan apa yang mereka cari dari Robert?"


Sella, sambil menatap foto dan daftar penghuni rumah susun, berkata, "Kita perlu menggali lebih dalam tentang latar belakang kedua Smith ini. Apa yang mendorong mereka? Ada yang lebih besar di balik semua ini."


Arin, dengan penuh determinasi, menyimpulkan, "Yang pasti, kita perlu menemukan cara untuk mengidentifikasi kedua Smith ini. Jika kita bisa mengenali salah satu dari mereka, mungkin kita bisa menemukan koneksi mereka dengan korban. Tidak peduli seberapa kompleks ini, kita tidak akan mundur."


Mereka duduk di sekitar meja, wajah mereka dipenuhi dengan tekad untuk menghadapi tantangan ini. Setiap teka-teki, setiap pertanyaan, semuanya menguatkan semangat mereka untuk mengungkap kebenaran yang tersembunyi di balik kasus ini. Meskipun mereka dihadapkan pada ketidakpastian, keyakinan dan kerja sama mereka adalah cahaya yang terang dalam menerangi jalur menuju jawaban.


Dalam suasana yang memancarkan semangat dan tekad, mereka merasa semakin mendekati jawaban. Meskipun waktu terus berjalan dan misteri semakin kompleks, kebersamaan mereka tetap menjadi kekuatan yang menggerakkan langkah mereka maju. Di ruangan klub detektif yang penuh dengan cahaya senja yang lembut, langit adalah batas mereka. Kali ini, mereka yakin, kebenaran akan terungkap, dan keadilan akan ditegakkan.