The Emperor's Father Was Selfish

The Emperor's Father Was Selfish
bab 7



Saat ini aku Sedang berada di desa Cemara untuk bermalam dan mengisi perut yang sudah lapar.


"uhh, sungguh lelah sekali, aku tadi memakai banyak Sekali kekuatan sihir ku. kalo tau bakal jadi kayak gini mana mau aku buang buang tenaga yang sudah aku kumpulkan sejak lama" ucap ku mengeluh.


"harus cari rumah makan dulu baru cari penginapan. Untung saja si Hanrry orang kaya, jadi nggak apa apa lah ambil sedikit aja hartanya"


Sekarang aku sedang mencari rumah makan di desa Cemara dan esok aku akan menuju hutan terlarang, huftt... melelahkan.


ku pakai jubah ku untuk menutupi wajah ku, aku sudah tau pasti sekarang semua orang sedang mencari ku.


Ku langkahkan kaki ku menuju rumah makan yang cukup ramai di datangi pengunjung, mungkin makanannya enak.


Aku pun masuk dan duduk di bagku paling pojok, agar tidak ada yang menggangu.


"anda mau memesan apa tuan" ucap pelayan yang menghampiri ku.


"antarkan saja yang terlaris di sini" ucap ku


"ahh... baik nona" pelayan itu sedikit terkejut


saat mendengar suara ku.


Ku perjelas pendegaran ku untuk mendengar


pembicaraan orang orang.


sambil memakan makanan ku yang sudah di antar oleh pelayan.


"hey kau dengar tidak, kalau putri Lily kabur dari istana" ucap pengunjung A (pusing mikir namanya) "Ya kau benar, apa kau tau penyebabnya" jawab orang B.


"tidak, aku tidak tau, bukannya putri Lily mau pergi sendiri" jawab orang A


"ini ya, aku kasih tau. Putri Lily pergi dari istana karna nona Amoba" ujar orang B


"maksud mu Piscalia Amoba dari keluarga Marqueez" ucap orang A


"iya" jawab orang B


"dari mana kau tau" ucap orang A


Saat hendak mendengar lagi pembicaraan orang orang, tiba tiba meja yang di tempati Lily di gerbak oleh seseorang.


brankk!!


"hey kau, pergi dari sini" ucap dua orang gadis dengan dandanan menor seperti badut.


tapi Lily hanya diam


"apa kau tuli" ucap nya lagi yang mulai kesal


"apa kau dengar" ucapnya hendak mendorong Lily tapi datanglah dua prajaurit istana, sepertinya sedang mencari ku.


'gawat' batin ku


"ada apa ini" ucap salah satu perajurit


"bocah ini tidak mau minggir dari meja ini, cepat tangkap dia" ucap gadis itu dengan amarah mengebuh gebuh


"maaf nona, tapi nona lah yang salah di sini" ucap salah satu prajurit tapi Satu lagi menatap ku


"kau berani ya melawan ku, apa kau tau aku ini siapa, aku ini anak dari seorang Mentri, aku bisa saja Memegal kepala mu itu" ucapnya dengan sombongnya


'aku harus kabur' batin ku.


Saat aku hendak kabur, salah satu dari gadis itu menarik jubah yang aku pakai dan terlihat lah muka ku.


"Sial" umpat ku


"dia tuan putri" ucap salah satu prajurit


"ayo tangkap" ucap nya lagi


aku pun menggunakan sihir ku untuk melilit mereka dengan akar tumbuhan.


tapi sayangnya datanglah dua puluh perajurit lagi, tak ingin membuang sihir lagi, aku pun langsung menggunakan sihir teleportasi untuk langsung pindah ke gerbang tempat keluar desa dan langsung menuju ke hutan terlarang.


"sial" ucap ku dan mengambil kuda yang di ikat di depan gerbang