The Emperor's Father Was Selfish

The Emperor's Father Was Selfish
bab 4



"Kaisar Hanrry De Carolline Beserta Pangeran Pertama Aidin De Carolline, Pangeran ke dua Alex De Carolline, Pangeran ke tiga Daren De Carolline, Pangeran ke empat Orion De Carolline, Pangeran Ke Lima Hemillton De Carolline, Dan Tuan Putri Kimberly De Carolline memasuki aula" teriak Kasim memakak kan telinga.


Semua orang Memutar bola mata ke pintu yang terbuka dan tapak lah tujuh orang dengan Kimberly di gendongan Raja Hanrry.


"Hormat pada yang mulia kaisar kekaisaran bintang beserta Pangeran dan Tuan Putri."


ucap orang orang sambil membungkuk.


Rasanya Sangat tidak nyaman melihat tatapan orang orang kepada ku, mungkin karena ekspresi ku yang sama dengan ayah ku ini.


Sekarang aku sudah duduk dengan Hanrry, ayah ku maksudnya, di singgasana emas miliknya.


Kaisar Hanrry pun mengangkat sedikit tangannya dan berkata "Bangunlah"


Semua orang pun bangun.


.....


Sungguh berisik sekali mendengar ocehan orang orang yang mendatangi ku, mungkin mereka cuma mencari muka di depan kaisar,


hahaha tapi nggak ada gunanya juga, Toh kaisar kan nggak sayang sama aku, aku harus menjadi kuat agar bisa kabur dari istana ini. batin ku


Apa tidak ada hal yang menyenangkan hari ini? padahal aku sudah menanti nantikan nya.


"Bummm!" suara pintu di hancurkan.


datanglah lima belas orang berjubah hitam yaang tiba tiba muncul. tapi aku tidak terkejut, ya, karna aku sudah tau ini akan terjadi.


"kenapa penyusup bisa masuk ke tempat ini"


teriak marah Daren


"tenang lah Daren" ucap Aidin.


saat aku melihat muka ayah ku itu, tidak ada tanda khawatir atau cemas karena datang nya penyusup 'What! ayah macam apa ini, bahkan tidak ingin melindungi ku yang masih mengemaskan ini' kesal ku


"hahahaha akhirnya kami bisa mebunuh putri kaisar itu" tawa penyusup itu dan ternyata pembunuh bayaran. Pembunuh bayaran itu pun melesat kan panah ke arah jantung ku, untuk saja aku sempat menghindar, jadi tidak sempat mengenai jantung ku, melainkan pundak kiri ku. masih tak ada tanda khawatir di wajah kaisar, tapi itu malah membuat ku setengah senang dan setengah sedih.


"Putri!!/Lily!!" teriak pelayan dan kakak kakak ku yang ingin membantu ku tapi sayangnya mereka tidak bisa bergerak.


"Sial" umpat ku yang dapat di dengar kaisar


Terbang lah dua bunga mawar putih ke samping kiri dan kanan ku.


"White Roses Serang" teriak ku, bunga mawar itu pun berubah menjadi panah dan mulai menyerang pembunuh bayaran.


"Sial, ternyata kau sudah mengetahui ini Esmarandra" Desis pembunuh bayaran itu.


deg deg, 'dia tau tentang ku' batin ku.


'aku harus membunuh mereka' batin ku lagi


"White Roses bunuh mereka" perintah ku


membuat semua orang terkejut dengan kata kata yang ku ucapkan.


'anak ini apa yang dia laku kan' Batin kaisar


'tuan putri Sangat kejam seperti yang mulia' batin mereka yang mendengar ucapan ku.


aku pun maju ke depan pembunuh bayaran itu berada, ku dengar suara larangan dari kakak dan pelayan ku, tapi aku tidak memperdulikan hal itu.


"Cihh, kau yang ingin membunuh ku" ucap ku berdecih


"jika kau ingin membunuh ku, maka Berainkarnasi lah Seribu kali" ucap ku dan memegal kepala pembunuh bayaran itu dan langsung pergi tanpa pamit.


ada yang muntah karna Perbuatan ku dan juga ada yang pingsan melihat kejadian buruk tadi.


Sekarang berita tentang kekejaman ku sudah


menyebar ke penjuru kekaisaran bintang bahkan kekaisaran lain


Tbc