The Emperor's Father Was Selfish

The Emperor's Father Was Selfish
bab 19



Keesokkan harinya.....


Aku Bangun dari tidur ku dan Pergi Untuk Mandi, Sebelum ada suara...


"Queen kau sudah bangun. ayo pakai ini, aku ingin mengajak mu keliling dunia atas" ucap Bella yang tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu.


*Ku lihat Sebuah gaun yang tidak terlalu panjang Berwarna biru di tangan Bella.


Aku hanya menerima gaun itu dan mengganguk dan pergi ke kamar mandi meninggalkan Bella.


'tuh anak kenapa sih' batin Bella bertanya tanya.


Aku sengaja Mengusir Semua Pelayan Yang Ada Di kediaman ku, aku tidak ingin di ganggu Oky*.


"aku akan Pulang ke kerajaan bintang Setelah masalah di dunia atas selesai" ucap ku tanpa ekspresi.


*aku pun mandi di dalam Bath up Serta dengan kelopak bunga mawar berhamburan di dalamnya.


Aku mandi dengan cepat, dan memakai gaun yang sudah di siapkan Bella dan sedikit memoleskan bedak, serta pewarna bibir di wajah ku*.


'huftttt.. akhirnya selesai' batin ku menghela nafas.


Aku pun keluar dari Paviliun, bisa di lihat Bella yang sudah menunggu di depan pintu gerbang kediaman ku.


"kau sudah selesai" ucapnya


"hmm" aku hanya membalasnya dengan kata hmm yang berarti iya.


"Ayo kita pergi" ucapnya.


aku hanya mengikuti ke mana arah Bella melangkah.


Kami sampai di alun alun kota.


dan berkeliling Melihat setiap aktivitas orang Orang Yeng berlalu lelang.



Jika di lihat dari jauh kami seperti kembar.


tapi kalau di perhatikan lagi Kemi memang bukan kembar. dari ekspresi saja semua orang pasti sudah tau, aku yang punya ekspresi datar, sedangkan Bella mempunyai wajah ceria dan Senyumannya yang mengembang.


"ayo kita kemana lagi" ucap Bella.


"kau sendiri saja, aku ingin pergi dulu" ucap ku, dan pergi meninggalkan Bella dengan sihir teleportasi.


"tuhh anak main pergi aja, biarin aja lah" ucap Bella.


.


.


.


.


.


.


"Yang Mulia Dewi alam, ada tamu yang ingin menemui anda".


"Bilang padanya, tunggu aku di ruang tamu. dan kau pergilah".


Aku melangkah ke ruang tamu, untuk melihat siapa yang yang mengunjungi ku.


"Apa kau anak dari Elliana hazel" ucap wanita


"kenapa" ucap ku balik bertanya.


"perkenalkan aku Cattrin, aku adalah sahabat ibu mu" ucapnya


"oh" ucap ku dengan datar.


"Aku ke sini untuk menuntaskan amanah ibu mu, ibu mu berpesan. jika kau sudah besar, ia menyuruh ku untuk memasukkan mu ke Academy milik ku" ucapnya.


"Baiklah aku akan ke sana satu bulan lagi. kau boleh pergi" ucap ku dengan nada Sinis.


'anak ini sangat berbeda dengan ibunya' batin Cattrin Meneguk Silva nya.


"Academy katanya. hmmm cukup baik" ucap ku. "Sudahlah aku ingin ke ruang dimensi saja".


llllllllllooooolllllllllooooollllllllll


oooolllllllllllloooolllllllllllloooo


"Lily kau datang" Suara yang tidak asing di telinga. siapa lagi kalau bukan Rex.


"hmmm" ucapku tak ingin menatap wajahnya.


"kau banyak berubah setelah menyegel hati mu" ucapnya.


"begitulah" ucap ku yang sekarang menatapnya.


"Apa kau sungguh yakin Menyegel Hati mu, apa kau tidak ingin lagi Ceria Seperti dulu" ucapnya memandang ku serius.


"iya aku serius, aku tidak pernah bermain main" ucap ku.


"apa kau tak akan kesepian".


"tidak akan, dan tak akan pernah".


"baiklah, aku percaya dengan mu".


"kenapa kau ke sini" ucapnya.


"aku ingin belajar jurus jurus sihir" ucap ku.


"baiklah, pergilah ke perpustakaan".


*Aku pun pergi ke perpustakaan.


Banyak sekali jurus jurus yang ada, aku hanya mempelajari jurus yang menurut ku bisa ku butuhkan nanti.


Pengendali bayangan.


Memanggil Arwah.


Tak Terlihat.


Terbang Tanpa sayap.


Seribu mata.


Penganda diri.


Cepat secepat kegelapan.


Pengendali Setan.


Dll


Tbc