The Emperor's Father Was Selfish

The Emperor's Father Was Selfish
bab 18



Di pagi harinya yang cerah,


Gadis Cantik bersurai Pink itu Sedang Bermalas malasan di atas kasur.


"Brakkkk!" Suara Pintu Di Dorong Dengan Kuat


"Queen Kita Harus Pergi Ke dunia Atas Sekarang" Ucap Bella Yang sudah Muncul Di Balik Pintu


"Untuk Apa?" Tanya ku


"Dewi Awan Dan Dewa Hujan Akan Menikah" Ucap Bella Yang Ku Balas dengan Oh ria.


"Ayo Sekarang kita Ke dunia Atas" Ucap Bella Menarik Tangan ku.


"Eh Tunggu dulu..." ucap Bella Menghentikan ku "Bagaimana dengan Lomba Di Academy?" Tanya Bella Menatap ku


"Kirimkan Surat Saja, kan beres" ucap ku


"Ya.. Kau Memang Teman Ku Yang terpintar" ucapnya menepuk pundak ku.


Kami pun Pergi ke Hutan Ilusi Untuk Menyiapkan Gaun yang akan kami bawa Sebelum Ke dunia Atas.


Note: Dunia Di bagi menjadi Tiga Tingkat.


Pertama Dunia Bawah Tempat para Demon dan semacamnya.


Dunia tengah Tempat Para Manusia, Kultivator dan Alcemist Tinggal.


Dunia Atas, Tempat Para Dewa, Dewi Dan Malaikat tinggal. Serta Para Penduduk di dunia Atas.


*Di dunia Yang ku tempati sekarang, Sungguh banyak Ras Yang ada, Di Mulai Dari.


Manusia


Demon(Iblis)


Elf


Witch(Penyihir)


Mermaid


Siluman


Goblin


Kurcaci


Vampir


Likantrof/Likan(Manusia Serigala)


Dan Masih Banyak Lagi.....


*Setelah selesai berkemas kami Pun Pergi Menggunakan Gerbang Portal Sihir Yang Biasanya Menghubungkan Dunia Atas dan bawah. Jika Kalian tanya di mana Karin Dan Nana, Jawabnya mereka tidak ikut.


Saat Kami Sampai di dunia atas, Pemandangan rumah Bernuansa Eropa Menyambut Penglihatan kami.


Dunia Atas Sama Saja Seperti Dunia Tengah, jika kalian Membayangkan dunia atas itu di penuhi awan, maka kalian salah. Dunia Atas bukan berarti di atas Langit, dan dunia atas Sama Saja seperti dunia pada umumnya. Banyak Penduduk yang berlalu lelang, Pedagang yang meneriaki Jajanannya dan Pembeli Sibuk menawarkan.


"Ayo Queen Kita Ke Paviliun Yang Sudah Di siap kan" Ucap Bella mengajak ku.


Kami pun pergi ke Paviliun yang sudah di siapakan untuk Kami.


"ini dia Tempat tinggal mu" ucap Bella Menunjukkan Sebuah Kediaman Yang di Penuhi Bunga.


"Baiklah... Cepat Pergi sana. aku mau istirahat" Ujar Ku Mengusir Bella.


Bella Pun Pergi Dengan Muka Masam.


"Hmmm Sepertinya aku Ketiduran sampai Melewatkan Makan Malam" Ucap Ku Mengucek Mata ku.


"Lebih Baik Aku Berkeliling dulu" Ucap Ku.


Aku Pun Keluar dari Paviliun ku dan Pergi Ke sembarang arah, aku tidak takut dengan tersesat karena aku bisa berteleport.


Aku pun Berjalan Menelusuri Hingga Menemukan Pemandangan Yang Jarang Ku Lihat.


"Pemandangan Yang Indah" ucap Ku Tersenyum ke arah Bintang Bintang Yang Berhamburan Di langit Yang Gelap, Serta di Temani Bulan Sabit Yang bersinar terang.


"Sayangnya Mereka akan Pergi dan di Gantikan Sinar Matahari" Sebuah Suara Yang Membuat ku Menoleh.


Terlihat Jelas, Dua Pemuda Tampan Menuju Ke arah Ku.


"Siapa Kalian?" Tanya Ku.


"Perkenalkan, Aku Adalah Dewa Reinkarnasi Dan Di Samping Ku adalah Dewa kematian" Ucap Orang yang menyebutkan dirinya dewa Reinkarnasi.


"Terus" Ucap Ku tak peduli.


Hening.....


"Aku tau Jika Kau Bukan Dari dunia Ini" Ucap Dewa Rainkernasi Yang Membut ku Cukup Kaget.


"Bagaimana Kau Tau?" Tanya Ku.


"Apa Kau ingin tau jati diri Mu Yang Sebenarnya" Ucapnya membuat ku tertarik.


"apa kau tau?" tanya ku lagi


"Tentu saja. Jadi apa kau ingin tau" ucapnya lagi. "Ceritakan saja" Ucap ku duduk di atas batu. "Tapi Kau Harus Menyiapkan hati mu" Ucap Dewa Kematian.


"Untuk Apa?" Tanya Ku bingung.


"Lupakanlah" ucap Dewa Rainkernasi.


"Kau Sudah Mati Tiga Kali Dan Rainkernasi Tiga kali" ucap dewa Kematian yang membuat ku kaget.


"Apa!!. Bagaimana bisa begitu" Ucap Ku Bingung Sekaligus tak Percaya.


"Kau Mati Karna Hal yang sama. Aku akan menceritakan tentang kehidupan mu sebelumnya. Kehidupan Pertama Mu, Kau hidup Sebagai Ratu Iblis Dan Mati terbunuh Oleh Raja Iblis dan Sahabat mu sendiri Yang Menghianati Mu. Kehidupan Yang Kedua, Kau Hidup Sebagai Kimberly dan Mati di Tangan Ayah Mu sendiri. Kehidupan Ke tiga, Kau mati Karena Ulah Mu Sendiri Yang Gila Kerja. Dan Sekarang, Kehidupan mu Yang ke empat untuk Mengubah Kehidupan mu Yang Kedua" Jelasnya Panjang Lebar.


"Jadi Ini Bukan Komik. Melainkan Kehidupan Kedua Ku" Ucap Ku Menunduk.


"Ya.. Dan Setiap Kau mati, Pasti di sebabkan karna tidak pernah Mendapatkan Cinta dan kasih sayang. Aku, Cukup Kagum Dengan Mu. Yang Telah Melewati Banyak Kehidupan Tapi Berakhir dengan Cara Yang Sama."


"Brukk!. Ini Bukan Komik, Tapi Ini Kehidupan Ke Sebelumnya. Apa Takdir Mempermainkan ku?. Kenapa Di setiap Hidup ku Selalu Terulang hal yang sama Dan Kematian Yang Sama. Kenapa?" Ujar ku Terkapar di Atas Rumput Hijau yang dingin.


"hiks.. hiks.. Kenapa?... Hiks hiks.. Kanapa" Ucap Ku Sambil Terisak-isak.


"Aku sudah Bilang, Persiapkan Hati Mu" Ucap Dewa Kematian.


"Kenapa Hidup ini tidak adil. Kenapa? Kenapa!!" Teriak Ku.


"Kami Akan Meninggalkan mu sendiri dulu Untuk sekarang" Ucap Dewa Rainkernasi dan Pergi Bersama Dewa Kematian.


"Hiks... hiks...Hiks".


Aku masih Menangis Meratapi Nasib Ku Yang selalu Sial Terus Menerus.


Aku Sudah Memilih Untuk Menyegel Hati Ku.


Aku Tidak akan Pernah Tertawa, Tersenyum, Sedih Dan Terkejut. Karena Aku tidak Punya Hati, Aku akan sulit Menumbuhkan Cinta di dalam hati ku sendiri. aku tidak akan haus Kasih sayang dan perhatian. Sekarang Hanya ada Lily Yang Tanpa Ekspresi dan Menyendiri.


Aku Melakukan Ini demi Kebaikan Diri Ku sendiri, aku tidak ingin Mengulang Kembali Kehidupan Ku yang Sebelumnya. Walaupun aku sudah Bebas dengan Kematian, Tetap Saja, aku belum tau Hal yang akan terjadi esok dan seterusnya.


Tbc.