
*Dua hari pun Sudah Berlalu Dan Hari Ini Adalah Hari Di Mana Pesta Ulang Tahun Ku Berlangsung, Sedangkan Aku Masih Tertidur di Atas Kasur, Sampai Sampai Mona Berteriak Memanggil Manggil Nama ku.
"Tuan putri ayo bangun, air hangatnya sudah siap" ucap Mano sambil menggoyang goyangkan tubuh mungil ku. "nanti Mona aku masih mengantuk" ucap ku
"Tuan putri kan mau mengadakan pesta ulang tahun Hari ini, jadi ayo bangun dan memilih gaun yang mau di pakai tuan putri" ujar Mona
aku pun bangun dari tidur indah ku, mengingat hari ulang tahun ku dan pertama kali aku di kenalkan ke bangsawan lain.
"tuan putri mau pakai pengharum beraroma apa buat mandi" tanya Mona
"aku mau pakai pengharum beraroma bunga Lily, seperti nama ku" ucap ku, ku sengaja semanis mungkin agar mirip dengan anak kecil
"baik tuan putri" Mona pun mencampur pengharum beraroma bunga Lily pada air hangat. aku pun berendam di dalam kolam sekitar dua puluh menit, Setelah Selesai berendam aku pun melilit handuk di tubuh ku, ya walau pun aku masih satu tahun tapi jiwa ku sudah berumur dua puluhan, jadi wajar aku malu.
Aku pun memilih gaun yang akan aku gunakan untuk pesta ulang tahun ku, aku memilih gaun yang berwarna merah dengan corak mewar berwarna emas serta beberapa batu permata yang melekat di bawah gaun ku.
ku pakai mahkota berlambang bintang senada dengan warna baju ku yaitu merah dan emas. 'sungguh ini percampuran cantik dan imut' puji ku sendiri di depan cermin
"Lily apa kau sudah siap" suara cempreng itu memanggil ku, siapa lagi kalau bukan Hemillton.
"iya Hemillton aku sudah siap" ucap ku tanpa kata kak, aku hanya memanggil Aidin dengan sebutan kak dan yang lainnya langsung dengan nama
"kenapa kau terus saja memanggil nama ku secara langsung, panggil aku kak seperti Aidin" ujarnya
"tidak mau" ucap ku
"kenapa?" tanyanya
"karna kau juga memanggil kak Aidin dengan sebutan Aidin tanpa kak, begitu pula dengan ku" jawab ku
"baiklah kau benar" ucapnya
"baiklah Lily yang paling dewasa" ucapnya.
Kami pun berjalan ke tempat ayah dan kakak yang lain berada
kami semua memakai baju merah yang sama (bisa kayak gitu juga ya)
"Lily sini ayah gendong" ucap raja Hanrry menyodorkan tangannya ke arah ku, ya walau pun nggak ada kata lembutnya.
"nggak ahh, ayah kan nggak bisa gendong, nanti tulang aku remuk kalau di gendong sama ayah" coba aja kalau aku bicara kayak gitu, mungkin cuman nama yang tertinggal di istana ini batin ku
"baik ayah" ucap ku dengan terpaksa.
Ayah ku pun mengendong ku ke pelukannya, aku pun memejamkan mata ku tak ingin rasa sakit itu datang.
'ehh tapi nggak sakit kok' batin ku
'untung saja aku sudah belajar cara mengendong dengan Mona batin raja Hanrry bangga sedangkan di tempat lain
"hacihh...... siapa yang lagi ngomongin aku ya" ucap Mona
aku, ayah, dan saudara ku lainnya pun melangkah ke aula pesta yang sudah ramai
"Kaisar Hanrry De Carolline Beserta Pangeran Pertama Aidin De Carolline, Pangeran ke dua Alex De Carolline, Pangeran ke tiga Daren De Carolline, Pangeran ke empat Orion De Carolline, Pangeran Ke Lima Hemillton De Carolline, Dan Tuan Putri Kimberly De Carolline memasuki aula" teriak Kasim memakak kan telinga
Semua orang Memutar bola mata ke pintu yang terbuka dan tapak lah tujuh orang dengan Kimberly di gendongan Raja Hanrry
Tbc