The Emperor's Father Was Selfish

The Emperor's Father Was Selfish
Prolog



Hai aku Esmarandra Algarina Sovrect atau biasa di panggil arandra oleh orang orang di sekitar ku. aku adalah ilmuwan jenius yang sudah di kenal di kalangan masyarakat, karna penelitian ku tentang tumbuhan beracun dan berkhasiat, aku mendapat gelar ratu tumbuhan. Ayah dan ibuku Selalu sibuk dengan pekerjaan mereka dan tidak memperdulikan aku dan adikku yang bernama Kevin Algeria Sovrect, yang sekarang berada di luar negeri untuk menyelesaikan kuliah nya.


Ayah ku bernama Robert Algarina Sovrect Yang sekarang mengelola Perusahaan di luar negeri, Sedangkan ibu ku bernama Diana Nasution Yang merupakan Desainer Sukses.


Seperti Ayah ku, ibu ku juga tinggal di luar negeri untuk mengelola bisnisnya, Sedangkan aku di tinggal sendiri tanpa ada yang menemani. Sungguh aku rasanya Sangat frustasi Dengan hal ini, aku melampiaskannya dengan cara kerja, kerja dan meneliti, hanya itu yang ku lakukan, sampai suatu peristiwa terjadi, kalian tau apa itu? ya itu kematian ku sendiri kerna kecerobohan ku yang gila kerja


"aku harus meneliti tumbuhan ini " ucap ku dengan serius, aku sedang meneliti tentang tumbuhan yang bercahaya seperti kunang kunang di malam hari.


aku mulai memotong tumbuh yang ku namai


Moonlight, jika Kalian tanya kenapa aku memberi nama itu, yups kalian benar aku menamainya Moonlight karna bentuk nya yang bulat dan bersinar di malam hari seperti bulan


"Prangg....!" tak Sengaja ku jatuhkan pisau yang ku gunakan untuk memotong tumbuhan aneh itu.


Saat aku ingin mengambil kembali pisaunya


tak Sengaja jari ku terluka karna kecerobohan ku.


"agghh!!...... aduh aku ceroboh banget sih, gimana kalo ada racunnya " ucap ku merutuki kebodohan ku "Ehh nggak ada apa apa, mungkin nggak beracun" ucap ku senang


"aaahhh!!" aku berteriak lagi, rasanya sangat sakit, seperti merasakan panas dingin secara langsung. hampir lima menit aku merasakan kesakitan, tiba tiba tubuh ku menjadi kaku


dan rasanya aku mengantuk. aku pun terjatuh di lantai laboratorium yang dingin.


aku tak tau, apakah ini akhir hidup ku.


Tuhan kenapa kau memberikan aku hidup


seperti ini, aku juga ingin merasakan kasih sayang, cinta dan kehangatan keluarga,


apa salah ku di kehidupan sebelumnya,


apa aku banyak dosa. mungkin keluarga ku


tak akan peduli dengan kematian ku,


aku benci kalian! aku benci semua orang, kenapa kalian tidak peduli dengan ku, untuk apa aku di lahir kan, untuk apa aku hidup.


"tuk tuk tuk" ada suara kaki sebelum aku


Sepenuhnya menutup mata.


sekaligus orang yang ku cinta, karna ia satu satunya orang yang menyayangi ku, Walaupun ia tidak punya perasaan dengan ku,


aku tetap mencintainya dalam diam.


Diylan POV


ku langkah kan kaki ku menuju tempat arandra arandra, sungguh aku sangat rindu dengannya, selama aku di luar negeri kami jarang berkomunikasi tapi yang membuat ku terkejut meliha arandra yang sudah terbaring kaku di lantai, ku percepat langkah kaki ku.


"arandra... arandra...... arandra bangun kamu kenapa, kenapa kamu ninggalin aku sendiri


ayo bangun jangan main main" ucap ku


sedih bercampur panik melihat sahabat ku


yang terkapar lemas di lantai


Author POV


Rasanya ada yang memanggil nama ku


aku pun membuka sedikit mata ku dan benar itu adalah Diylan, bagus ini adalah kesempatan ku untuk mengungkapkan perasaan ku yang sebenarnya


"Diy...lan" ucap ku terbanta


"arandra.... akhirnya kamu sadar, ayo kita periksa ke ruang kesehatan" ucap diylan senyum


"tidak diylan aku tidak butuh ke ruang kesehatan, aku hanya Ngin bilang ke kamu ter akhir kali nya.." ujar ku belum selesai


"kamu ini ngomong apa, kita harus segera ke ruang kesehatan" ucap nya lagi


"nggak diylan.. ak..ku nggak ta..han lagi


mung..kin ini a..dalah hari terakhir ku jadi bi..arkan aku bica..ra. aku hanya i..Ngin bilang


kalo selama ini aku mencintaimu" ucap ku sekuat tenaga mengucapkan kalimat terakhir dengan benar Setelah itu aku pun Menutup mata selamanya.


Jangan Lupa Like Komen dan Vote