The Emperor's Father Was Selfish

The Emperor's Father Was Selfish
bab 10



Dan Cahaya terang keluar dari liontin itu, terpaksa membuat ku menutup mata.


Saat ku buka mata ku, Pemandangan indah menyambut penglihatan ku.


Sebuah suara membuat ku menoleh


"Anda sudah datang Lady" ucap laki laki berambut merah di depan ku.


"Siapa kau" tanya ku


"aku adalah penjaga dimensi ini Lady" jawabnya


"Siapa nama mu" tanya ku lagi


"Nama saya Axelle" Jawabnya


"O...." ucap ku singkat


"lady anda bisa berkultivasi di air suci di sana untuk mempercepat peningkatan kekuatan anda" ucap Axelle.


"Baiklah..... tapi kau pergi dulu" ucap ku mengusir


"Baiklah..." ucapnya dengan nada sendu.


Ku langkahkan kaki ku ke air terjun yang di sebut air suci oleh Axelle.


'Aku akan menamainya dengan nama Sanctus aqua' batin ku.


aku duduk di batu tempat guyuran air terjun suci dengan posisi Lotus. rasa panas, sakit dan perih sekarang ku rasakan. ku coba tahan kesadaran ku agar tidak pingsan.


cukup beberapa lama aku berendam dan akhirnya rasa sakit itu hilang di gantikan oleh rasa sejuk dan nyaman.


Ku buka mata ku dan tersenyum.


"Aku berhasil" ucap ku girang


ku ganti pakaian ku dengan yang bersih dan ku Langkahkan kaki ku menuju Axelle berada.


"Axelle!!!" panggil ku berteriak


dia pun menoleh ke arah ku.


"Lily... kau... berevolusi" ucapnya terkejut


"evolusi?" beo ku


"Ya berevolusi. lihat lah penampilan mu berubah" ucapnya


"Benarkah" ucap ku. ku lihat rambut ku yang sudah berubah menjadi putih ke pinkgan tapi berubah lagi menjadi putih kekuningan dan berubah lagi menjadi Putih ke Pinkgan dan seterusnya.


Kulit ku menjadi lebih mulus dan putih, tubuh ku bertambah tinggi. aku sangat senang dengan perubahan ku.


"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu" ucap ku dan kembali ke dunia nyata.


Ku selesaikan ritual mandi ku dan pergi dari sana.


"Karin" panggil ku


"Ada apa Yang mulia Queen" ucap Karin


"Emangnya aku nggak cantik selama ini" tanya ku dengan cemberut


"Tidak Yang mulia, anda sudah sangat cantik selama ini" Ucapnya


..........


Ku langkahkan kaki ku ke ruang kerja Paman dan bibi ku untuk memberi tahu tentang Evolusi ku.


"Paman bibi" panggil ku di depan pintu


"ada apa" jawan bibi Sora dan paman ken tapi tidak menoleh


"aku berevolusi" ucap ku yang membuat mereka kaget


"apa!!" teriak mereka bersamaan


"Benarkah. itu pertanda bagus" ujar paman Ken


"ya...... Tapi kenapa aku tidak pernah melihat kalian berevolusi?" tanya ku


"karna kami bukan keturunan murni atau pewaris tahta" jawab bibi Sora


"oohh... jadi yang akan menjadi Dewi atau dewa alam selanjutnya yang akan berevolusi" ucap ku


"Ya begitulah" jawab bibi Sora


"tapi kenapa rambut ku sering berubah ubah menjadi Pink dan kuning setelah berevolusi" tanya ku


"itu di karenakan kau Elf setengah Manusia. rambut mu yang berwarna pink adalah gen dari manusia sedangkan kuning gen dari Elf"


jelas paman Ken.


"Ohh" ucap ku


"Datanglah ke hutan ilusi nanti malam"


ucap bibi Sora


"untuk apa?" tanya ku


"Kau akan mendapatkan tongkat Dewi alam di sana" ucapnya


"kenapa baru sekarang" tanya ku


"karna kau hanya boleh mengambilnya setelah kau berevolusi" ucapnya


"baiklah" ucap ku


.


.


.


Setelah Lily berevolusi