The Emperor's Father Was Selfish

The Emperor's Father Was Selfish
bab 17



Setelah aku menangis sejadi jadinya di bahu Bella. kami pun pergi kembali ke Academy. Tentu saja aku sudah menceritakan semua tentang hal yang membuat ku menangis kepada Bella.


"kamu yakin nggak apa apa?" tanya Bella menatap ku.


"iya" ucap ku mengangguk.


Kami terbang menelusuri hutan hutan dan sampai ke Academy. 'untung saja acaranya baru di mulai' batin ku


Kami pun duduk di kursi masing-masing dan juga Bella sudah Menganti sayapnya menjadi ekor lagi.


"Baiklah semuanya saya akan memanggil nama anak anak yang sudah terdaftar satu persatu." ucap Pembawa acara


"Hannzi Constantine dan Huannzi Constantine" ucapnya Lantang dan datanglah anak Perempuan kembar ke panggung


'tunggu tunggu, itu. bocah yang mengganggu aku dan Bella waktu di toko baju kemarin. hehh kebetulan sekali' batin ku.


Anak Perempuan Twins itu pun maju dengan gaya sombong dan percaya dirinya. Seakan akan dia lah Yang paling hebat. 'Narsis Sekali' batin ku.


"Silahkan letakan tangan kalian Satu persatu di batu Magic Crystal Dan alirkan Sedikit Mana kalian ke sana."


Note: Magic Crystal adalah batu sihir yang biasanya di gunakan untuk mengetes elemen yang berada di dalam diri seseorang


Note:Mana adalah Energi alam yang biasa di serap untuk membentuk sihir.


Twins itu Pun meletakan tangan mereka Di mulai dari Hannzi dan setelah itu Huannzi.


Muncul lah Cahaya Berwarna Coklat Yang mennadakan Mereka memiliki Elemen tanah.


Dan di lanjutkan dengan nama nama Peserta yang lain.


Doriana Handweritig. Memiliki Elemen Angin


Mianka Burelom. Memiliki Elemen Air


Calista Beaverist. Memiliki Elemen batu


Lote Grocery Rounded. Memiliki Elemen Petir


Cyrillic Constantine. Memiliki Elemen Es


"Piscalia Amoba" Panggil Pembawa acara


Piscalia si gadis lugu itu pun maju ke panggung. Dan meletakkan tangannya ke batu Magic Crystal.


Muncul lah Cahaya Putih yang membuat semua orang terkejut. tapi tidak dengan ku dan Bella.


"Wahh itu adalah elemen yang langkah selain kegelapan" ucap Penonton 3


"Iya kau benar." Ucap Penonton 2.


Aku hanya menatap malas


"aku heran dengan mu, padahal kau bisa membunuhnya dengan sedikit sihir. tapi kau tidak mau, Sama saja kau menyiksa diri mu sendiri" ucap Bella


"Biarkan permainan berlanjut" ucap ku.


Bella pun hanya geleng-geleng Kepala


"terserah kau" ucapnya


Acara pun berlanjut dan Selesai....


Kami akan menginap, karena esok akan di adakan Lomba Tahunan.


.


.


.


.


.


.


Sekarang Aku sudah berada di Dalam Kamar Yang di siapakan Khusus Untuk Tamu.


"Teman teman" Panggilin ku


Tapi tidak ada sautan


'Mereka di mana' batin ku.


"Pranggg!" Suara benda Jatuh


'Ruang Leb' Batin ku dan berlari ke ruang Yang sering ku gunakan untuk meneliti Tumbuhan dan racun.


"Kalian Kenapa di sini" ucap ku


"kami hanya belajar cara membuat racun...... hehehe" ucap Axelle


"Keluar" ucap ku


"iya iya" ucap mereka


'Merepot kan' batin ku dan membersihkan semuanya menggunakan sihir.


Aku pun keluar dari ruang Leb


dan menuju tempat Teman Teman ku yang sudah ku anggap keluarga.


"Kau sudah selesai Lady" ucap Axelle


"hmm" ucap ku


"Saatnya kau mengaktifkan Elemen Kegelapan mu" ucap Axelle Yang membut ku bingung.


"Elemen kegelapan?" Beo ku menatapnya Penuh tanya.


"apa maksud mu" ucap ku


"Sebenarnya Kau mempunyai Elemen Kegelapan, Tapi elemen itu belum aktif di dalam dirimu. makannya aku ingin mengaktifkan nya" jelas Axelle


"Baikalah aktifkan saja" ucap ku


"Ayo kita ke Sactus Aqua" Ajak Axelle.


Aku hanya Menuruti Ucapannya.


Kami Pun sampai di air terjun Kesukaan ku....


"Kenapa kita ke sini" Ucap ku


"Karna tempat ini memiliki Mana yang berlimpah" ucapnya. aku hanya mengangguk mengerti.


"Duduklah" Perintah Axelle.


Aku pun duduk ala Lotus.


"Pejamkan mata mu dan Rasakan Mana yang ada di sini".


Sesuai Perintah Axelle aku pun memejamkan mata ku dan Merasakan mana yang berlimpah di sekitar ku.


Axelle pun mulai Membaca mantra Yang tidak aku kenal.


Bulir Bulir Keringat Mulai Membasahi diriku.


Rasa Sakit yang bahkan lebih sakit di bandingkan aku pertama kali berendam di Sactus Aqua.


"Tahan rasa sakitnya. cobalah untuk tetap terjaga" ucap Axelle


'aku sudah tidak tahan lagi' batin ku. Namun ku tahan.


"Stttt..." desir ku


"Tahan.. sebentar lagi" ucap Axelle dengan nada bergetar.


'Tahan Lily kau pasti bisa' batin ku


"Sudah selesai" ucap Axelle Membuat ku lega.


"Aku berhasil" ucap ku Lemah dan Pingsan